Urban Farming: Daun Pepaya Jepang.

Standard

Sekitar satu setengah tahun yang lalu saya pernah menulis tentang beberapa jenis sayuran yang relatif baru di dapur saya. Nah diantara sayuran yang belum lama saya kenal itu, saya ada menulis Daun Pepaya Jepang. Saya membayangkan pohonnya  tentu seperti pohon pepaya namun kecil-kecil. Saya tak pernah melihat sebelumnya.

Tak disangka, rupanya setahun setelah itu saya mulai menanam pohon Pepaya Jepang ini di halaman rumah saya dalam rangka menopang program ‘Dapur Hidup’ saya. Walaupun tinggal di daerah perkotaan dengan halaman sempit, saya tetap berusaha mengurangi ketergantungan akan kebutuhan dapur, jika tidak bisa disebut sebagai berupaya melakukan swa sembada kebutuhan dapur dari halaman sendiri.

Bagaimana asal muasalnya, mengapa saya bisa memilih tanaman ini sebagai salah satu penghuni Dapur Hidup saya?. Nah.. ini sebenarnya bermula dari sebuah ketidak sengajaan.

Pak Sopir yang mengantarkan saya tiba-tiba bertanya saat kami sedang di jalan “Ibu! Tahu nggak Ibu sayuran Daun Pepaya Jepang?” tanyanya. Ia memang suka mengajak saya ngobrol atau menanyakan pendapat saya tentang berbagai hal yang menarik perhatiannya. Tentang apa saja.

Oh? Saya yang sedang asyik bermain games di jok belakang langsung menutup hape saya. Tentu saja saya tahu. Saya adalah salah seorang ibu rumah tangga yang sangat terkesan akan sayuran itu. Bentuknya mirip daun pepaya tetapi kecil-kecil, sedangkan rasanya seperti daun singkong dan tidak pahit sama sekali. Jadi lumayan membantu banget kalau lagi pengen masak daun pepaya tapi nggak mau pahit.

Pak Supir lalu bercerita, bahwa neneknya yang tinggal seorang diri dulunya sering berjualan daun pepaya jepang untuk menyambung hidupnya. “Ooh? Sekarang masih?” tanya saya. “Sekarang sudah tidak lagi, Bu. Tapi pohonnya masih ada. Ibu mau? Nanti saya bawain” katanya menawarkan. Tentu saja saya langsung mengiyakan dengan senang hati. saya memang sudah lama penasaran akan wujud pohon pepaya Jepag ini.Karena yang saya tahu hanya daunnya dari tukang sayur.

Akhirnya esok harinya Pak Supir membawakanlah saya batang tanaman pepaya jepang ini ke rumah utnuksaya jadikan bibit.  Oooh..jadi begini bentuknya!. Saya mengamat-amati batang tanaman itu.

Bentuknya rupanya mirip dengan batang Ubi Kayu alias singkong. Tapi menurut Pak Supir tanaman ini tidak berumbi. Jadi tidak dibudidayakan orang untuk umbinya. Tidak pula berbuah seperti pepaya.  Hanya berbunga saja kecil-kecil mirip bunga tanaman Jarak mini (Jatropha) bentuknya. Tanaman yang aneh. Berdaun seperti pepaya (Carica) berbatang seperti singkong (Manihot) dan berbunga seperti jarak (Jatropha). Saya terheran-heran, bagaimana dua tanaman yang berada dalam 2 family yang berbeda bisa memiliki kesamaan daun seperti ini. Tapi setelah melihat batang dan bunganya, saya cenderung berkesimpulan bahwa tanaman ini lebih dekat ke  family Euphorbiaceae ketimbang ke family Caricaceae (pepaya).

Ada beberapa batang. Ada yang saya tanam di pot, dan ada juga yang saya tanam di polybag. Tidak ada perbedaan perlakuan ekstreem antara yang di pot dengan yang di polybag. Sama saja suburnya. Tetapi ternyata ada perbedaan kecepatan pertumbuhan antara yang diletakkan di halaman belakang  dengan yang diletakkan di halaman depan di dekat kolam. Yang di dekat kolam dan kecipratan air, ternyata lebih hijau dan subur,

Dalam beberapa minggu ternyata daun pepaya jepang ini sudah bisa dipanen. Lumayan kan buat nambah variasi masakan di dapur? Daunnya bisa ditumis, dimasak kuah santan, atau mau dijadikan botok, diurap, dikasih teri, atau direbus dijadikan lalap dan dicocol sambel terasi juga enak sekali. Tinggal petik segar-segar dari halaman. Diolah. Segar dan manis.

Itulah tanaman pepaya Jepang. Salah satu tanaman sayuran yang layak sekali masuk ke dalam daftar “Dapur Hidup”kita. Menanamnya mudah dan pemeliharaannya juga mudah.

Lumayan banget buat irit-irit belanja dapur.

 

5 responses »

  1. Mhn info nya, apakah sy dptkan bibit pepaya jepang ? apakah bs dptkan informasi dr pak sopir nya, dimana bs dptkan bibitnya ?

    makasih
    miyono

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s