Dapur Hidup: Lengkio, Si Bawang Mini.

Standard

image

Suatu kali saya berbelanja di pasar traditional di daerah Ciledug. Saat membeli kebutuhan dapur saya melihat ada seikat tanaman kering tergantung. Mirip bawang merah.Tapi kok sangat kecil?. Dan warnanya juga bukan merah.

Mirip kucai, tapi ini kok dijual dengan umbi-umbinya?. Lagipula daunnya kelihatan berbeda juga dengan Kucai, walaupun sepintas kelihatan agak mirip juga. Sudah terlalu kering dan menghitam. Jadi saya sulit mencari perbedaannya. Tapi saya  yakin tanaman itu bukan Kucai.

Saya belum pernah melihat tanaman itu sebelumnya. “Apa itu?”tanya saya keheranan. “Ohhh… itu Lengkio, Bu” kata pedagang itu. Saya semakin heran. Karena belum pernah mendengar nama tanaman itu.

“Untuk apa?” tanya saya lagi. Ibu pedagang itu menjelaskan bahwa Lengkio bisa digunakan untuk campuran berbagai masakan. Misalnya buat asinan, mie goreng, nasi goreng dan sebagainya bahkan umum juga ditumis. Oooh…begitu ya. Saya belum pernah tahu sebelumnya.

Karena penasaran, saya menyatakan  keinginan  saya untuk membeli. Saya lihat masih ada sisa sisa kehidupan di tanaman kering itu. Saya pikir jika saya tanam lagi mungkin bisa. Buat nambah koleksi Dapur Hidup saya. Akhirnya tanaman yang sudah sangat sekarat itupun saya bersihkan dan tanam kembali di rumah.

Demikianlah ceritanya, bagaimana saya mendapatkan bibit Lengkio saya yang pertama. Sekarang saya memiliki beberapa rumpun tanaman Lengkio yang bisa saya ambil setiap saat saya membutuhkannya.

Lengkio atau  Lo kio, atau Chives (Allium Schoenoprasum) adalah keluarga bawang-bawangan yang berukuran mini. Memiliki umbi lapis yang serupa dengan bawang merah. Bedanya, bawang kecil ini berwarna putih kehijauan, sedangkan bawang merah jika kering lapis umbi terluarnya berwarna merah.

Daunnya panjang, sekitar 10-15 cm. Baru saya perhatikan, bentuk daunnya cylinder seperti daun bawang merah. Bukan pipih seperti jenis daun bawang putih. Nah jadi di sana letak bedanya dengan daun kucai. Daun kucai berbentuk panjang gepeng dan baunya juga lebih mirip bawang putih. Sedangkan Lengkio lebih dekat ke bawang merah.

Saya sudah pernah mencoba menumis. Rasanya lumayan juga sih. Enak.

Satu lagi dari Dapur Hidupku.

5 responses »

  1. selamat mbak berhasil menumbuhkan si lokio, semakin banyak koleksi tanamannya
    kami di rumah menyebutnya bawang Batak, nggak tau apa itu sebutan umum atau nggak
    dipakai sebagai tambahan bumbu untuk gulai udang kering

  2. nggak masuk komen sebelumnya sepertinya
    kami sebut lokio ini bawang Batak, mungkin itu bukan penamaan yg umum
    bawang Batak dipakai untuk masak arsik ikan masa atau gulai udang rebon.. mantap

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s