Hydroponik Tanpa Listrik.

Standard

image

Saat ini hydroponik merupakan instalasi andalan saya dalam berkebun karena sangat praktis dan tak menguras tenaga. Sayangnya karena menggunakan listrik untuk menyalakan pompa airnya (walaupun kecil karena pompanya hanya pompa aquarium 35  watt) saya sering was-was jika rumah harus saya tinggalkan kosong dengan listrik tetap menyala.

Karenanya saya mulai memikirkan alternatif lain dalam berkebun hydroponik. Ada nggak ya cara berhydroponik tanpa listrik?.

Teringat jaman dulu di sekolah saya waktu SD, dinding sekolah dihiasi dengan tanaman sirih yang ditanam dalam media air dalam bola lampu yang sudah tidak dipakai. Barangkali cara menanam seperti itu bisa saya jadikan alternatif.

Sangat beruntung, saya melihat sebuah contoh hydroponik dengan menggunakan sumbu dari kain flanel untuk menaikkan air agar selalu basah. Mirip cara kerja lampu teplok. Sangat sederhana.  Peralatan yang dipakai hanyalah baskom untuk menampung air. Styrofoam untuk menutup wadah air dan menjadi tandalan tanaman. Lalu kain flanel bertindak sebagai pipa kapiler untuk mengangkat air dari baskonm ke akar tanaman. Dan tentunya mangkok hydroponik beserta rockwool sebagai media tanam.

image

Sayapun mulai mencoba membeli contoh dan peralatannya. Styrofoam dan alat pemotongnya. Pekerjaan memotong saya lakukan sendiri.  Juga membuat lubang tanam. Tidak sulit mengerjakannya. Di bagian pinggir styrofoam saya kikis sedemikian rupa agar tutup styrofoam tepat bisa nenutup baskom air dan tak mudah digeser. Untuk sumbu saya menggunakan flanel bekas prakarya anak-anak.

Bibit yang saya coba pakai adalah Sam Hong, sejenis sawi yang berdaun lebar berpelepah putih. Saya ambil sebutir biji lalu saya semai di dalam rockwool. Demikian seterusnya hingga saya dapat beberapa. Saya memajai wadah apa saja yang tersedia di rumah dan nganggur. Untuk penampung air, selain wadah air persegi, saya juga memanfaatkan baskom plastik bulat yang bibirnya sumbing dan tak terpakai lagi. Juga ember yang tak terpakai.

image

Seminggu kemudian biji tumbuh. Saya diamkan beberapa hari untuk memastikan daunnya telah tumbuh 3-4 lembar, lalu saya pindahkan ke wadah hydroponik tanpa listrik.

image

Hasilnya? Tidak kalah dengan yang di instalasi hydroponik berlistrik.

image

Daun daun Sam Hong satu per satu tumbuh membesar. Saya menambahkan pupuk cair organik seminggu sekali. Tanaman makin subur.

image

Dan saya tidak was- was lagi meninggalkan tanaman ini, entah karena urusan personal atau urusan kerja ke Bali, ke Jogja ataupun ke negeri tetangga selama beberapa hari, karena saya tidak menggunakan listrik. Yang perlu saya pastikan hanya level airnya saja harus penuh sebelum saya tinggalkan. System kapilaritas yang dilakukan oleh flanel sebagai sumbu akan tetap menjaga ketersediaan air bagi tanaman.

Demikian cerita Dapur Hidup saya kali ini. Yuk kita semangat berkebun hydroponik.  Tak usah khawatir jika tidak ada listrik. Bisa kok!.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s