Biji Kangkung Dan Persemaiannya.

Standard

​​Saya punya sebungkus biji kangkung. Saya beli sekitar tahun lalu. Isinya banyak. Tapi karena lahan saya untuk menanam sangat terbatas hanya di halaman, biji kangkung ini pun belum habis juga. Belakangan saya perhatikan kok yang tumbuh tidak sebanyak dulu ya?.Padahal dulu -dulu rasanya berapapun biji kangkung  yang saya tabur, ya sebanyak itulah yang tumbuh. Jika tidak bisa dibilang semuanya, ya paling tidak sebagian besar pastilah tumbuh.  Apa jangan- jangan sudah kelamaan? Sudah expired?. Buru-buru saya memeriksa kemasannya. Oh!. Ternyata bukan!. Masa expiry datenya masih jauh. March 2017. Jadi apa permasalahannya?. 

Saya mencoba memikirkan segala kemungkinan yang terjadi. Apa yang berbeda?.Apa karena cara saya menyemaikan kini berbeda dengan sebelum-sebelumnyanya? Dulu saya menaburkan biji biji di tanah dan memindahkannya ke polybag jika sudah tumbuh. Sekarang saya lebih banyak menanam dengan cara hidroponik. Jadi saya menyemainya di atas rockwool yang basah. Apa barangkali cara menanam saya yang berubah ini yang menyebabkan terjadinya penurunan tingkat persemaian biji kangkung ini ya? 

Daripada penasaran, saya pun melakukan percobaan sederhana dan melakukan pengamatan setiap hari terhadap biji biji kangkung yang saya semai dengan 3 macam perlakuan yang berbeda:

1/. Biji langsung ditabur di tanah dalam pot.

2/.Biji diletakkan di atas rockwool basah.

3/. Biji direndam semalam dalam air lalu ditiriskan di atas wadah saringan. 

Saya nenempatkan ketiga perlakuan ini pada tempat yang sama, bersebelahan satu sama lain untuk meminimalisir pengaruh cahaya dan lingkungan. 

​Biji biji kangkung inipun mulai tumbuh. Saya melakukan penghitungan. Hasilnya:
1/. Tingkat keberhasilan persemaian pada perlakuan 1 (langsung di tanah dalam.pot) =27.5%.

2/. Tingkat keberhasilan persemaian pada perlakuan 2 (rockwool) = 25%.

3/. Tingkat keberhasilan persemaian pada perlakuan 3 (rendam dan semai di atas saringan) = 13.3%. 

Hasilnya tidak terlalu jauh berbeda antara perlakuan 1 &2. Hanya pada perlakuan 3 yang cukup besar perbedaannya. Tapi hasilnya buruk semua. Karena tingkat persemaian sangat rendah di ketiga perlakuan ini.  semuanya jauh di bawah 95%. Belum mampu menjawab rasa penasaran saya dengan baik. 

Saya masih curiga jika bibit ini sedungguhnya sudah mulai kadaluwarsa.Walaupun jemasannya mengatakan tidak. 

 Akhirnya saya pergi ke toko Trubus untuk membeli biji biji baru. Sambil membayar sayapun ngobrol dengan petugasnya. Menceritakan tentang biji kangkung saya yang tingkat persemaiannya menurun. Saya mendapat masukan jika sebaiknya saya menyimpan biji biji sayuran dalam kondisi yang di”seal” rapat rapat kembali. Jangan dibiarkan terlalu lama kontak dengan udara luar. Saya mendengarkan masukan ini untuk pembelajaran saya dalam menanam sayuran. 

Saya mencoba mengingat-ingat. Dari sekian kali membuka dan menabur biji biji kangkung ini, rasanya saya memang tidak selalu disiplin  menyimpannya dengan baik. 

Biji kangkung yang baru saya beli segera saya semaikan di atas rockwool yang basah. Dan tingkat persemaiannya mencapai 99%. 

Jadi pelajarannya dalam mengelola biji biji sayuran buat saya adalah memastikan masa kadaluwarsa adalah satu hal penting.Namun lebih penting lagi adalah bagaimana menangani dan menyimpan benih yang tersisa agar bisa digunakan dengan optimal di kemudian hari. Intisarinya, benih baik yang belum sempat disemai perlu disimpan dengan baik agar tidak kekeringan dan terkontaminasi. 

Dan jika dinalogikan ke dalan kehidupan kita, ini serupa dengan pelajaran bahwa jika kita memiliki benih-benih pemikiran maupun ide ide yang baik yang belum sempat kita utarakan, alangkah baiknya jika kita simpan di tempat yang baik dan rapat kemurniannya agar tidak keburu hilang, menguap ataupun terkontaminasi pemikiran lain yang lebih buruk. Harapannya, suatu saat jika ada kesempatan untuk membukanya, maka ide ide dan pemikiran baik ini akan berguna bukan hanya untuk diri kita sendiri tetapi juga bagi orang orang di sekeliling kita. 

7 responses »

    • Selain toko Trubus saat ini saya masih belum berani memberikan rekomendasi Mas. Soalnya saya baru pernah 2 x membeli biji dg cara online. Sebagian sudah ada yg saya semaikan, tapi belum tahu hasilnya. Ada yang tumbuh, ada yang tidak (apa belum tumbuh ya?). Dan jumlah biji dari setiap jenisnya jg sangat terbatas. Agak susah mengukur kesuksesannya di tahap ini Mas.

  1. saya biasanya nanam kangkung dari hasil potongan batangannya,,
    kesimpulan akhir dari percobaan bertanam kangkung sungguh mengingatkan bahwa manusia itu sangat mudah terpengaruh lingkungan dan lupa ya, Bu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s