Pupuk Guano Untuk Dapur Hidup.

Standard

Tentang Cabe Yang Tak Habis-Habisnya Berbuah. 

​Saya memiliki 12 batang tanaman cabe rawit dalam koleksi Dapur Hidup di pekarangan rumah saya saat ini. Bibitnya saya dapatkan dari cabe di limbah dapur yang tak terpakai lagi karena sudah busuk. 

​Menyemai tanaman cabe dari biji limbah dapur sangatlah mudah. Karena saya hanya menggeletakkannya di pot dan biji biji itupun bertumbuhan. Problemnya hanyalah setelah anakan cabe itu sudah agak besar dan sudah saatnya dipindahkan ke potnya sendiri. Pertama, saya tidak memiliki banyak tempat ataupun pot untuk menanam semua anakan cabe itu. Kedua, ternyata sebagian dari anakan cabe itu terserang virus tanaman yang membuat pucuknya menghitam dan daunnya kering. Jadi terpaksa saya siangi dan buang tanaman yang tidak sehat itu. 

Sisanya yang sehat sekitar 15 batang saya tanam dalam pot. 

Pada awalnya, tanaman ini tumbuh dengan sangat subur. Daunnya hijau dan lebar lebar. Hati saya sangat gembira. Sayang tak lama kemudian, mulai ada banyak kutu daun kecil kecil hinggap di balik daunnya yang lebar lebar itu, meninggalkan lapisan putih mirip bedak. Waduuh… saya sudah bisa membayangkan apa yang terjadi setelah ini. Tanaman saya bisa mengkeret lalu mati perlahan. 

Sebelum itu terjadi, saya menyikat daun daun tanaman cabe ini satu per satu. Karena saya tidak mau menggunakan pestisida unyuk tanaman saya. Baru lima belas batang saja menyikat daun, membutuhkan waktu yang sangat lama dan rasanya sangat melelahkan. Saya membayangkan bagaimana dengan petani yang tanamannya hingga ribuan. Serangan kutu ini sangat mengganggu. Sekarang saya mulai mengerti mengapa petani menggunakan pestisida. Dan mengapa kadang kadang harga cabe melonjak naik tanpa kira kira. 

Terlepas dari gangguan kutu daun putih ini, tak seberapa lama saya menemukan lagi tanaman cabe saya terserang virus yang membuat daunnya keriting dan pucuknya menghitam seperti terbakar. Ya ampuun. Cobaan datang bertubi-tubi untuk menjegal semangat saya bertanam cabe. Tapi tidak!!!! Saya tidak mau menyerah sedemikian mudah.

Di tengah ketidak berdayaan, saya terpaksa menggunting dan menggunduli tanaman cabe itu. Membuang semua daun dan pucuknya yang bermasalah (nyaris 100%). Tentu sangat sedih. 

Namun beberapa hari kemudian saya melihat tunas baru yang sehat muncul. Jadi tidak sia-sia pengorbanan saya. Tunas baru itu membesar, meninggi menjadi cabang baru dengan daunnya yang banyak. Hati saya sangat bahagia. Terharu melihat pertumbuhannya. Terlebih-lebih ketika tanaman  ini mulai menunjukkan bunganya. Bermekaran putih kehijauan satu per satu. Namun apa daya, setelah itu ternyata bunganya pada rontok satu per satu. Dan daun serta pucuk dan lengkap dengan putik bunganya semuanya mengkeret seperti hangus. Aduuh… kedukaan kembali melanda hati saya. Tak habis pikir, bagaimana caranya agar sukses membuat cabe ini berbuah. Rasanya tak kurang perawatannya. Semua cukup. Air, sinar matahari dan pemupukan. 

Dengan berat hati kembali saya menggunduli tanaman cabe saya. Seperti sebelumnya, tunas baru kembali muncul Menjadi cabang baru yang sehat dengan batang yang kuat dan daun yang banyak. Mulai berbunga dan akhirnya menjadi calon buah kecil yang hijau. Setiap hari saya memeriksanya, merawat sambil berdoa. Hingga pada bulan Maret 2016, akhirnya untuk pertama kalinya saya melihat cabe saya akhirnya memerah. Akhirnya panen juga, walaupun tidak banyak. Kurang lebih hanya 1 kilo gram semuanya (buah yang pertama memerah tidak saya petik, saya biarkan ia tetap di pohonnya hingga tua dan kering sendiri).

Setelah itu tanaman cabe saya terserang hama virus lagi. Dan kali ini saya nyaris menyerah sampai akhirnya saya pulang ke Bali.

​ Kakak sepupu dan keponakan saya memberikan Guano untuk saya coba  pada tanaman Dapur Hidup saya. 

Pupuk organik berbahan baku kotoran kelelawar  ini saya bawa ke Jakarta dan coba saya taburkan pada tananan cabe saya.

​Tanpa saya duga, hasilnya ternyata luar biasa. Cabe yang tadinya sekarat sudah hampir mati mulai tumbuh dengan baik. Bukan hanya itu, bunganya juga tiba tiba muncul sangat banyak. Membuat saya sungguh terheran heran. 
Bunga dengan cepat menjadi buah. Membesar dan berubah warna menjadi jingga lalu merah.

​ Lalu segera menyusul dengan bunga bunga yang baru, jadi buah dan memerah. Begitu seterusnya. Setiap minggu saya panen. Dan pohon cabe ini terus berbuah lebat sejak bulan Maret hingga kini. 
Sekarang sudah memasuki pertengahan Oktober. Berarti sudah lebih dari 7 bulan cabe ini berbuah terus.  Dan belum ada tanda tanda akan berhenti berbuah karena bunganya masih bermunculan. 

14 responses »

  1. Istri saya juga punya tanaman cabe mbak, maklum ia pecinta pedas… Di halaman rumahku juga ditanami cabe, berbuah lebat, kadang sampai mengering karena saking banyaknya dan seisi rumah yang suka cuma istri, jadine ya overload…

  2. Saya punya tanaman cabe cuma satu di kebun. Itu pun tumbuh sendiri. Mungkin cabenya mbaknya bisa trus tumbuh gara2 pupuknya. Tapi saya sendiri masih ragu apa cuman faktor pupuk saja?

  3. Hmm, guano itu ternyata bisa jadi obat juga ya buat tanaman cabenya? Sepertinya cabe termasuk tanaman yang rentan penyakit, kasihan banget terus-terusan kena virus. Hebat ya guano itu bisa mengobati tanaman sekaligus menyuburkannya. Organik lagi soalnya tidak pakai bahan kimia aneh-aneh, hehe.

  4. Meruahnya tanaman cabe Jeng Dani. Guano kaya fosfor dan calsium yg membantu pembentukan dan pertumbuhan buah. Bisa dicoba gerusan cangkang telor jeng. Untuk kutu putih, top markotop disikat… Kadang saya guyur dg bilasan terakhir cucian baju, sisa sabun melarutkan lilin si kutu dan akan mati saat terbuka dan kena panas matahari. Semua alami kan…. Walah serasa kontak tani wkwk…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s