Selamat Tahun Baru 2017.

Standard

​Tahun berganti lagi. Tak terasa kita sudah berada di tahun 2017. Saya sendiri tidak kemana-mana. Hanya di rumah bersama anak-anak. Tidak ada kembang api dan tidak ada perayaan apapun. Awalnya sih niat mau bakar-bakar jagung, dan sudah beli pula jagung dan arangnya. Tapi berhubung tidak ada yang berminat, akhirnya batal juga. Semuanya memilih kegiatannya masing masing. Ada yang kembali ke laptop, bermain games, leyeh-leyeh dan ada juga yang masih ngotot nggak mau diganggu  dengan prakaryanya. 

Tapi bagi saya tidak apa-apa juga. Karena menurut saya,  for the best benefits, melakukan sesuatu itu harus dengan hati senang. Saya sendiri sempat tertidur hingga anak saya masuk membuka pintu kamar  dan berujar “mommy… happy new year” katanya melihat saya terbangun. Rupanya tepat jam 12.00 malam. 

Sayapun duduk dan tiba -tiba terpikir. Ini sudah masuk tahun 2017. Dan sangat bersyukur saya ada di sini. Berarti saya masih diberi kesempatan hidup guna memperbaiki perbuatan saya. Mendadak pikiran saya jadi melayang kemana-mana. 

Jika setiap tahun baru kita anggap sebagai sebuah milestone alias tonggak kilometer seperti yang ada di pinggir jalan,  maka ini adalah milestones yang ke 52 yang pernah saya lalui. Lumayan sudah agak panjang juga ya perjalanan saya? Walau tentu jawabannya relatif. Karena sebenarnya tak pernahlah kita tahu berapa banyak milestones lagi yang akan kita lalui hingga akhirnya menemui batas akhir perjalanan hidup ini. Ketika maut menjemput dan membawa kita kembali kepadaNya. Mungkin saja hanya  tinggal sedikit lagi, atau mungkin juga masih sangat panjang atau bahkan lebih panjang dari apa yang telah kita lewati. Who knows? 

Walau jumlah milestones yang di sisa perjalanan mungkin berbeda,  namun semua kehidupan tujuan akhirnya adalah sama yakni kembali kepada Sang Maha Pencipta. Menyatu kembali kepadaNya.  Dumogi amor ring Acintya -semoga kembali kepada Ia Yang Maha Tak Terpikirkan -demikian orang Bali biasanya berkata.

Jika tujuan akhirnya ujung-ujungnya sama dan jelas, maka yang lebih penting sekarang adalah bagaimana kita bisa membuat perjalanan dari satu milestone ke milestone berikutnya menjadi lebih berkwalitas?. Berkwalitas maksud saya disini adalah perjalanan hidup yang  lebih bahagia dan yang menurut kita lebih bermakna. 

Ada yang merasa bahagia ketika sebagian besar hasrat indra fisiknya terpenuhi.Memiliki sesuatu yang indah untuk dilihat dan didengar, sesuatu yang wangi untuk dicium, sesuatu yang enak untuk dirasakan dan  sesuatu yang nyaman untuk disentuh. Yang kemudian diterjemahkan sebagai hasrat makan, hasrat untuk minum, hasrat sexual dan sebagainya.

Ada  yang merasa bahagia ketika mampu meningkatkan strata sosialnya dengan mengumpulkan dan membangun kekayaan materi dan kekuasaan. Entah semata untuk dirinya atau juga sebagian untuk menyenangkan keluarganya atau orang lain. 

Ada juga yang merasa bahagia ketika setiap saat mampu tetap melangkah di jalan dharma. Selalu bisa berbuat baik  dan membantu sesama mahluk ciptaanNYa. 

Dan ada lagi yang merasa bahagia dalam pencarian makna hidup dan spiritual dalam perjalanannya untuk kembali kepadaNya. 

Walaupun pada kenyataannya mungkin ada orang yang kebahagiaannya lebih ditrigger oleh hanya salah satu aspek saja, sementara  aspek yang lain tak mampu membuatnya tergetar, namun sesungguhnya kebahagiaan yang dipicu oleh pemenuhan hasrat duniawi dan materi  sifatnya hanya sesaat dan tidak kekal.  Sementara kebahagiaan yang ditrigger oleh pemenuhan diri dalam menjalankan perbuatan-perbuatan baik bagi sesama mahluk ciptaanNya serta dalam upaya mendekatkan diri kepadaNYa selalu lebih long last dan abadi. 

Di sinilah letak tantangannya. Bagaimana kita bisa mencapai kebahagiaan yang lebih kekal atau sedikitnya mem”balanced” kebahagiaan itu sehingga setiap saat dalam perjalanan kita dari satu milestone ke milestone berikutnya menjadi lebih berkwalitas. 

Selamat tahun baru 2017!.

Advertisements

14 responses »

  1. Bagus nih postingan. Salah satu tujuan hidup saya ingin belajar menjadi orang yg bermanfaat bagi orang lain. Kadang2 rasanya susah sekali berbuat baik kelada sesama ciptaannya. Apalagi jika dalam pelaksanaannya kita sering tersakiti secara tidak sengaja atas perbuatan orang lain. Jadi agak malas berbuat baik kepada orang tersebut.

  2. Selamat Tahun Baru, Mbak Dani
    Yup, satu milestone lagi yang terlalui, dan kita masih diberi kesempatan untuk berjalan menggapai milestone berikutnya yang tentunya akan penuh dengan segala kemungkinan yang bisa menyenangkan bisa pula tidak. Tinggal bagaimana kita menyikapinya ya Mbak

  3. Selamat tahun baru mbak sri andani.

    Kebahagian itu tergantung dari pilihan hati kita. Tapi kalo salah pilih akan rugi sepanjang masa.

    Saya salut dengan kata kata ini mbak sri andani. (kebahagiaan yang dipicu oleh pemenuhan hasrat duniawi dan materi sifatnya hanya sesaat dan tidak kekal.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s