Daily Archives: April 2, 2017

Tomat Yang Retak.

Standard

Melakukan segala sesuatu tentu ada sisi suka dan dukanya. Begitu juga ketika saya berkebun. Selalu ada bagian yang menyenangkan dan bagian yang menyedihkannya. Bagian yang menyenangkannya sudah pastilah saat melihat tanaman sehat, sayuran hijau segar, cabe memerah dan tomat juga merekah.Bagian yang menyedihkannya adalah ketika melihat tanaman diserang penyakit, daunnya keriting, layu dan akhirnya mati.

Hal lain yang juga menyedihkan adalah ketika sudah menunggu lama dan berharap banyak, tiba tiba buah tomat pada retak-retak. Akibatnya juga jadi busuk dan kurang layak dikonsumsi. 

Saya mencoba mencari tahu penyebabnya. Rupanya itu bisa terjadi jika pohon tomat sempat terexpose terlalu lama di bawah matahari hinggak kering kekurangan air, lalu tiba-tiba menerima pengairan yang berlebih baik itu lewat penyiraman maupun karena hujan lebat yang tiba tiba. Dua keadaan yang extreem. Kalau sudah begini, saya hanya bisa menarik nafas panjang guna melapangkan dada saya. Semoga besok saya lebih pintar bercocok tanam. 

                                  *****

Sebenarnya tidak ada yang aneh dengan keadaan ini. Segala sesuatu yang terekspose dengan kondisi extreem tentu sangat mungkin akan mengalami keretakan.

Memikirkan ini tiba tiba saya merasa prihatin dengan kondisi kebangsaan kita belakangan ini. Situasinya sangat mirip dengan situasi buah tomat ini. 

Sebagai masyarakat yang memang dari awalnya terdiri atas beragam suku, ras dan agama, leluhur kita telah mengikrarkan diri menjadi satu bangsa yang bertanah air satu yaitu Indonesia. Dan karenanya setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk memelihara ke Indonesiaan kita ini. Tidak ada yang mendapatkan lebih dan tidak ada yang mendapatkan kurang. Dalam bernegara hak dan kewajiban kita sama. Tidak ada yang mayor dan tidak ada yang minor. 

 Jika saja setiap warga negara sadar akan ini tentu keIndonesiaan kita akan berkembang dengan baik. Bak buah tomat yang sehat, ia pun akan tumbuh dan berkembang dengan baik hingga matang ranum dengan halus mulus. 

Namun bagaimana jika sebagian dari kita ada yang merasa memiliki hak yang lebih dibanding warga negara yang lain? Lalu berkata dan bertindak semena-mena menghakimi dan mengurangi hak orang lain sebagai warga negara hanya karena tidak satu suku dengannya? Tidak seagama dengannya? Bukankah itu sama dengan memapar keIndonesiaan kita pada kondisi extreem? Yang ujung-ujungnya berpotensi keretakan bangsa? 

Yuk kita yang masih cinta pada Indonesia, kita jaga baik baik persatuan bangsa kita. Nggak usah ngupload status yang aneh-aneh yang berpotensi merusak hubungan kita sebagai bangsa Indonesia!. 

*Renungan di bawah pohon tomat.