Daily Archives: November 5, 2018

Undangan dan Perjalanan ke Amritsar.

Standard
Undangan dan Perjalanan ke Amritsar.

Karanjit Singh, seorang sahabat saya memberi kabar jika ia akan segera menikah dan mengharapkan kehadiran saya di Amritsar, di kaki Himalaya. Sungguh senang dan ikut berbahagia mendengarnya. Sayapun segera memeriksa jadwal dan menyesuaikan pekerjaan agar bisa menghadiri acara pernikahannya.

Saya rasa perjalanan ke kaki Himalaya ini akan sangat menarik bagi saya. Pertama karena saya akan menyaksikan secara langsung upacara pernikahan sahabat saya itu dalam adat Sikh. Saya belum pernah menyaksikan pernikahan adat Sikh sebelumnya. Pasti akan sangat menarik.

Selain itu, selagi di Amritsar nanti, saya juga ingin berkunjung ke Golden Temple, salah satu Sikh Temple yang sangat terkenal. Lalu Durgana Mandhir, salah satu Hindu Temple yang juga cukup terkenal sebagai tempat pemujaan Tuhan dalam fungsinya sebagai Dewi Durga. Dan saya juga ingin sekali mengunjungi Walmiki Temple – karena kota Amritsar ini dulunya adalah tempat kediaman Bhagawan Walmiki sang penulis Ramayana.

Sementara, teman saya yang akan ikut berangkat mengajak kami sekalian mampir ke kota Agra, sekitar 4 jam perjalanan dari New Delhi untuk mengunjungi Taj Mahal dan Agra Fort, dua tempat terkenal dan bersejarah di India.

Akhirnya Karan mengatur agenda perjalanan kami seperti ini:

– 2 hari pertama di India kami akan mengikuti acara pernikahan Karan.

– 1 hari di Amritsar untuk mengunjungi Golden Temple, Durgana Mandhir, Walmiki Temple serta belanja-belanja.

– Lalu di hari terakhir kami akan ke Agra untuk mengunjungi Taj Mahal dan Agra Fort.

Saya berangkat dari Jakarta bersama 2 orang teman. Saat itu akhir bulsn Oktober.

Kami transit sebentar di Kuala Lumpur. Di sana kami bertemu dangan seorang teman lain yang juga akan datang ke acara yang sama di Amritsar.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 5 jam dari Kuala Lumpur, akhirnya mendaratlah kami di kota Amritsar pada tengah malam.

Cuaca terasa sejuk. Sekitar 21° C. Kami turun dari pesawat. Udara menyebar wangi rempah. Mengingatkan saya akan wangi udara di Bengalore yang juga menebarkan wangi rempah walaupun di sini terasa lebih ringan.

Jalan ke Pathankot yang berkabut.

Kami dijemput oleh 2 orang pria yang diutus oleh keluarga Karan. Keluarga Karan tinggal di kota kecil bernama Pathankot sekitar 2 jam perjalanan dari Amritsar. Ke sanalah kami menuju.

Begitu keluar dari bandara, jalanan sangat sepi. Hanya satu dua truk yang membawa beban yang melintas. Di kiri kanan jalan itu hanya pepohonan yang berdiri tegak.

Kabut mulai turun dan menyebar di sepanjang perjalanan kami dari Amritsar ke Pathankot. Di beberapa titik kabut bahkan sangat tebal hingga jarak pandang kami bahkan tidak mencapai setengah meterpun. Sungguh pekat. Supir kami yang cenderung melarikan kendaraannya kencang -kencang, kali ini harus berhati hati dan memperlambat kendaraan setiap kali kabut menebal dan menghalangi pandangan.

Kira kira 2 jamnya kemudian, kami tiba di rumah keluarga Karan di Pathankot. Disambut dengan hangat oleh kedua orang tua Karan, kakak kakak serta ipar dan saudaranya yang lain.

Lampu lampu generlap biru putih menjuntai dan menebarkan kebahagiaan. Rumah yang hangat.

Rupanya mereka baru saja selesai menjalankan acara adat pra pernikahan termasuk di dalamnya memasang mhendi yakni lukisan di tangan sang mempelai wanita. Sayang saya ketinggalan tak bisa menyaksikan acara yang sangat seru ini.

Apa boleh buat, akhirnya kami cuma bisa betistirahat agar esok hari sehat dan segar untuk menyaksikan pernikahan Karan di Sikh Temple.

Advertisements