Karmaphala dan Tuker Kado 50 Ribu Rupiah.

Standard

Awal tahun ini teman teman saya berinisiatif mengadakan acara tukar kado dan potluck. Buat seru seruan aja. Harga kado sudah ditetapkan 50 ribu rupiah. Oke. Baiklah!.

Sayapun membeli kado seharga yang ditetapkan. Agak susah nyarinya dengan harga yang pas 50 ribu karena hari sudah malam. Akhirnya saya mendapatkan sebuah barang yang harganya sedikit di atas 50 ribu. Sebuah box tempat makanan yang di dalamnya dibagi menjadi 5 kotak. Ya…kurang lebih lah ya. Sampai di rumah, saya dibantu membungkus kado dengan koran sama Mbak Siti. Rapilah pokoknya.

Esok paginya saya bawa kado itu ke kantor. Seorang teman yang jadi panitya menerima dan memberi code. Saya sendiri tidak terlalu memperhatikan.

Kira kira pukul 9.30 acara dimulai. Setiap orang mendapatkan kesempatan untuk mengambil nomer undian. Termasuk saya. Ah!. Saya mendapat nomer 17.

Panitya memanggil pemegang undian dari nomer 1, 2, 3, dan seterusnya untuk mengambil kado yang dimenangkan. Tak sabar rasanya saya menunggu nomer 17 dipanggil.

Ketika giliran nomer saya tiba, panitya menyerahkan sebuah bungkusan bernomer 17. Bentuknya kotak. Apa ya isinya kira kira? Sayapun membuka bungkusnya. Dan isinya….. jreng! Jreng!.

Box makanan!. Dengan 5 kotak di dalamnya!. Astagaaa!!!. Ini kan kado saya sendiri. Whua ha ha ha 🤣🤣🤣🤣.

Sungguh perustiwa langka. Jadi sebenarnya bisa dibilang saya memberi kado untuk diri saya sendiri he he he.

Teman teman saya menyarankan untuk menukarkan saja dengan kado yang didapat oleh teman lain. Saya hampir setuju. Tapi kemudian saya berpikir, peristiwa seperti ini sangat jarang terjadi. Dan alam semesta mungkin sedang mengingatkan saya akan adanya hukum Karmaphala yang abadi.

Bahwa sesungguhnya apapun yang engkau berikan kepada mahluk lain, pada akhirnya akan berbalik kepada dirimu sendiri, nett nett seharga yang telah engkau keluarkan. Tidak lebih dan tidak kurang. Jika kebaikan yang engkau berikan, maka kebaikanlah yang akan datang padamu. Sebaliknya jika keburukan yang engkau tebarkan, maka keburukan juga yang akn datang padamu. Jika 50 ribu yang engjau berikan, maka 50 ribu juga yang akan engkau terima.

Mungkin ada suatu waktu kita menerima lebih dan memberikan kurang. Sementara di lain waktu kitalah yang memberikan lebih dan menerima kurang. Tapi ujung ujungnya kita akan menerima tepat seperti apa yang kita berikan. Itulah hukum karmaphala yang kekal dan abadi.

Mengingat semua itu, akhirnya saya bilang kepada teman saya. “Nggak usahlah ditukar. Saya senang mendapatkan kado dari diri saya sendiri. Memang undiannya hasilnya begitu”. Dan sungguh…. saya sangat senang dan bahagia.

Menyadari diri saya adalah bagian dari semesta dan mengikuti hukum hukumnya. Walau sekecil apapun perbuatan yang saya lakukan, sepenuhnya mengikuti mekanisne alam semesta.

Advertisements

4 responses »

  1. Minggu lalu kantor saya mengadakan acara serupa dengan harga kado maksimal 50rb juga, konyolnya semua berahir di kado-kado yang berisi barang yang serupa yang dibeli di toko yang sama, sebut saja Miniso, we’re think alike!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s