Awas Lintasan Rel Kereta!.

Standard

Saya paling takut menyeberang rel kereta. Karena beberapa kali saya mendengar cerita tentang kecelakaan yang terjadi di pintu lintasan kereta. Jadi, saya selalu merasa was-was.

Tapi yang takut melintas di rel kereta ternyata bukan saya saja. Belum lama ini Bapak supir yang setiap hari mengantar saya kemana mana bercerita.

Ibu. Tau nggak ? Tadi saya hampir saja ketabrak kereta?”.

Hah??!!” Kata saya sungguh terkejut. Pengen tahu dong di mana kejadiannya, dan kenapa bisa begitu?.

Ia bercerita kepada saya. Bermula dari sebuah kereta datang dari arah kiri, bel pintu kereta berbunyi dan palang pun turun menutup lintasan. Pak Supir menunggu dengan sabar di antrian. Tak lama kemudian kereta lewat. Tetapi bel pintu lintasan tiada henti berbunyi dan palang pintu juga tak terangkat. Ooh…rupanya ada kereta ke dua dari arah yang berlawanan melintas. Pak Supirpun menunggu lagi dengan sabar. Setelah kereta yang ke dua lewat, pintu lintasan terangkat, bel pintu kereta berhenti berbunyi.

Lalu lintas mulai bergerak kembali perlahan. Sangat lambat, karena arus dari seberang membludak. Saking membludaknya, bukan saja memenuhi jalurnya sendiri, tetapi juga memenuhi jalur yang harusnya diperuntukan dari arah yang berlawanan di mana Pak Supir berada. Sehingga jalan di jalur Pak Supir tertutup.

Pak Supir tidak bisa maju karena kendaraan di depannya tak bisa bergerak juga, akibat ada kendaraan yang dari arah berlawanan menyumbat jalurnya. Adu moncong kendaraan. Diikuti oleh kendaraan lain yang ikut-ikutan melanggar di jalur yang salah itu. Macet total. Juga tidak bisa mundur, karena di belakangnya antrian kendaraan juga sudah sangat padat. Tidak ada ruang lagi.

Masalah terjadi ketika tiba tiba ada kereta bergerak datang dari arah kiri lagi. Bel pintu pun berbunyi ning nong ning nong dan pintu perlahan bergerak menutup. Saat itu posisi kendaraan Pak Sopir baru memasuki lintasan kereta. Ia sangat panik. Maju tak bisa, sementara mundur pun tak bisa. Macet semacet-macetnya.

Orang orang yang melihat pada berteriak panik melihat kejadian itu. Dan Pak Supir bercerita jika ia sampai tidak bisa mendengar apa apa karena saking sangat banyaknya suara teriakan. Juga tak bisa berpikir apa apa karena rasa takut yang luar biasa.

Hingga akhirnya penjaga rel kereta datang, memberi arahan agar ia melintangkan kendaraan sejajar dengan pintu rel kereta. Iapun menggerakkan mobil dengan gugup dan gemetar. Sesegera mungkin. Tepat saat ia berhasil melintangkan kendaraannya di tepi rel, saat itu kereta melintas. Dan akhirnya ia pun selamat. Legaa…. Sungguh sebuah keajaiban Tuhan.

Ya ampuuun!. Mengerikan sekali. Saya merasa sangat tegang mendengar cerita itu. Sangat kasihan pada Pak Supir. Membayangkan bagaimana ia sangat panik dan ketakutan. Bukan maksudnya ia berada di situ. Tapi situasi yang menyebabkan ia demikian.

Saya tahu pasti, Pak Supir ini adalah salah satu orang yang sangat tertib berlalu lintas. Tetapi yang namanya di jalan raya, ketertiban tidak cukup dilakukan seorang diri. Para pengguna jalan raya yang lain juga harus ikut disiplin.

Contohnya dalam kasus ini, walaupun Pak Supir sendiri sudah tertib di jalan, mengantri dengan baik dan benar, menunggu saat kereta lewat, dan hanya masuk saat pintu kereta terbuka dan tidak terlihat ada kereta api. Tetapi, jika pengguna lalu lintas lain tidak disiplin, tidak sabar dan tidak tertib, menyerobot jalur orang lain sehingga lalu lintas jadi macet. Kendaraan yang harusnya bisa masuk dan keluar lintasan kereta dengan cepat, jadinya harus tertahan di dalam lintasan kereta hingga berpuluh-puluh menit sampai akhirnya jadwal kereta berikutnya datang lagi. Nah, ini jadi salah siapa?.

Sangat jelas di sini ketidak disiplinan orang orang di jalan rayalah yang telah mengakibatkan orang lain terjebak di rel keteta hingga nyaris terjadi kecelakaan. Bukankah itu jahat namanya?.

Pelanggaran lalu lintas di pintu lintasan kereta sangat sering saya lihat. Sebagai contoh, coba saja berdiri di pintu lintasan dekat Stasiun kereta di Poris- Tangerang. Dan amati apa yang terjadi. Pastinya kita akan terkejut dan geleng-geleng kepala.

Walau bel pintu kereta sudah berbunyi ning nong ning nong bertalu-talu memberi peringatan keras agar jangan lewat , tetap saja banyak sekali orang yang tetap berbondong-bondong menyeberangi rel kereta. Bahkan, walaupun badan kereta sudah tinggal 2 detik menyambar tubuhnya, tetap saja para jagoan jalanan ini melintas tanpa takut.

Sungguh heran saya. Mengapa ya kok banyak orang seberani itu?. Apakah mereka sakti- sakti?. Atau tidak sabaran? Tidak disiplin?. Atau mungkin sedang sangat kebelet mau ke kamar kecil?.sehingga sampai berani mempertaruhkan nyawa?. Saya tidak mengerti.

Semoga kesadaran untuk tertib berlalu lintas semakin meningkat. Karena bukan saja berguna untuk keselamatan diri sendiri tetapi juga untuk keselamatan orang lain.

Advertisements

One response »

  1. Saya juga termasuk yang keder kalau melintas rel kereta api. Parno kalau tiba2 mesin kendraan yg ditumpangi mati di tengah rel hampir bersamaan dengan kereta mau lewat.
    Untung saja mobil pak sopir tetap bisa nyala walau dia sendiri dalam kondisi panik.

    Tertib di jalan dan berkendara memang sangat diperlukan untuk kebaikan semua pengguna jalan ya mba.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s