Ngebolang ke Negeri Matahari Terbit.

Standard

Liburan kali ini, mendadak saya punya keinginan untuk mengikuti rencana lama kakak saya untuk ngebolang ke Jepang. Berhubung hanya pendompleng, maka saya mengikuti saja agenda yang sudah diatur oleh para keponakan saya. Hanya ticket saja yang harus saya beli sendiri untuk saya dan anak saya. Lumayan mahal juga sih, karena saya nge-booknya last minute, sementara kakak saya dan anak-anaknya sudah ngebook ticket sejak lama. Tentu saja perbedaan harganya sangat jauh. Untuk pelajaran saja, lain kali jika niat bepergian, kita harus menjadwalkan perjalanan kita jauh jauh hari sebelumnya.

Untuk penginapan dan travelling cost selama di sana, keponakan saya yang ngatur. Saya hanya sharing cost saja.

Keponakan saya bilang, untuk menurunkan cost ia memilih menggunakan layanan Air BNB untuk penginapan, dan selama di sana kami akan lebih banyak berjalan kaki, menggunakan kereta ataupun bus. “Jadi jangan berharap hotel mewah” katanya. “Oke” kata saya.

Lalu iapun kirim foto foto tempat penginapan. ” Kamar mandinya juga sharing. Nggak apa-apa ya?” tanyanya. “Nggak apa apa” jawab saya. Saya mempercayakan perjalanan ini padanya karena ia sudah pernah berada di sana dan tentunya lebih tahu ketimbang saya.

Sesuai plan, pada hari H – nya, saya dengan anak dan keponakan berangkat dari Jakarta dan mencapai negara matahari terbit ini melalui Osaka.

Sempat transit beberapa jam di Kuala Lumpur sambil menunggu pesawat yang datang dari Denpasar membawa kakak saya bersama suami dan keponakan saya yang lain.

Tak banyak yang bisa kami lakukan di bandara di KL, selain hanya kuliner. dan diduk duduk ngantuk di kursi yang ada. Untunglah pukul 14. 00 siang akhirnya pesawat berangkat juga.

Setelah penerbangan sekitar 7 jam, pukul 11.00 malam kami tiba di Osaka.

Karena belum sempat makan, kami berhenti dulu di jalan untuk mengisi perut. Kami bertemu rumah makan cepat Sukiya yang buka hingga larut malam. Kamipun memesan makanan dengan cepat.

Saya sendiri memilih menu salad sayuran dan soup miso yang hangat. Lalu bergegas membayar setelah kami semua menghabiskan pesanan kami masing masing.

Saya baru pertama kali menggunakan layanan Air BnB. Pengalaman pertama ini jadi menarik juga buat saya. Karena saya baru tahu jika rumah tempat kami menginap itu kosong dan tuan rumah memberikan informasi di mana kunci diletakan berikut dengan kode rahasianya melalui WA. Jadi mirip pramuka yang sedang mencari jejak πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€.

Setelah mencari cari dan mencocokkan sejenak, pendek cerita akhirnya kami bisa masuk ke rumah. Sebenarnya rumahnya kecil, tapi karena ditata dengan baik dan apik, lumayan terasa lapang juga. Ada 3 ruang yang bisa dimanfaatkan untuk ruang tidur, 1 kamar mandi, 1 wc, dan 1 pantry serta ruang untuk menjemur cucian terpisah. Lumayan untuk tempat kami tinggal selama beberapa hari sebelum kami pindah ke Tokyo.

Malam itu setelah membersihkan diri saya langsung beristirahat, agar besok terasa segar dan siap untuk berkeliling kota Osaka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s