Mengunjungi Harry Potter di Universal Studio Japan.

Standard

Hari pertama di kota Osaka, saya mengunjungi Universal Studio – Japan. Yaa… namanya juga ngikut keponakan. Tentu banyak yang bisa dilihat di sana. Mulai dari Minion, Spiderman, Jurasic Park, Snoopy, Peanuts, dan sebagainya. Tapi dari semua itu, saya paling tertarik pada Harry Potter.

Kisah dunia sihir ini memang sangat menyihir perhatian saya. Dan keponakan saya seperti nauin aja kalau tantenya ini penggemar serial Harry Potter. Kami pun sepakat bermain ke wahana itu.

Kereta Api yang akan mengantarkan ke Hogwarts Castle

Begitu sampai di gerbang, wow! pemandangannya memang sudah langsung memukau dan membuat saya lupa kalau saya sebenarnya seorang “mugle” πŸ˜€. Gimana tidak, kereta dengan gerbong 5972 yang akan mengantarkan saya ke Sekolah Sihir Hogwarts sudah di depan pintu dengan uap yang mendesis siap berangkat. Seorang pemandu berdiri di depannya.

Berikutnya pemandangan desa Hogsmeade, desa Sihir yang letaknya tak jauh dari sekolah Hogwarts.

Saya sangat senang di sini.

Melihat atap atap rumah yang tertutup salju. Tak ada bosan bosannya berkeliling di sini.

Kantor Pos Sihir dengan OWL POST menggunakan tenaga burung hantu untuk mengantarkan surat dan barang.

Di sebuah aula, saya melihat sebuah kantor pos yang langit-langit bangunannya dipenuhi dengan berbagai jenis burung hantu. Tentunya burung burung hantu itu yang bertugas untuk mengantarkan segala surat dan barang di dunia sihir 😊. Sayapun mendongak mengamati jenis-jenis burung hantu itu satu per satu.

Toko alat sihir.

Ada juga berbagai toko alat alat sihir yang menarik untuk dikunjungi, yang tentunya berisi berbagai souvenir.

Di depan Hogwarts USJ.

Setelah puas berkeliling barulah kami memutuskan untuk ikut bermain di wahana utama di Hogwarts. Antriannya lumayan panjang. 100 menit !!!. Tapi nggak apa apalah. Mumpung ada di sini.

Hogwarts.

Saya sangat kagum akan tempat pariwisata ini. Pengunjungnya sungguh membludak. Mereka rela mengantri berdiri dan berpanas panasan demi masuk ke dalam wahana ini. Padahal harga ticket masuk ke Universal Studio Japan ini juga nggak murah – murah amat. Buat contekan nih, ticket masuk ke USJ untuk orang dewasa adalah 7 900 Yen atau sekitar 1 jt rupiah per orang. Tapi pengunjung tetap saja membludak.

Sungguh sebuah kesuksesan pemasaran brand Harry Potter yang luar biasa.

Kesuksesan besar dari buah pikir J. K. Rowling sang penulis novel serial ini pada awalnya. Bagaimana ia menterjemahkan khayalan di dalam ruang pikirnya ke dalam rangkaian kalimat demi kalimat yang membentuk cerita. Lalu seseorang menterjemahkan karya sastra itu ke dalam bentuk film. Dan seseorang yang lain menterjemahkannya ke dalam bangunan fisik berupa wahana ini.

Saya memasuki wahana permainan sihir dan menikmatinya bersama anak saya. Lumayan seru juga, tapi sesungguhnya saya lebih banyak memejamkan mata saya ha ha πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€. Setelah selesai lalu saya keluar ke sebuah ruangan tempat menjual berbagai pernak pernik Hogwarts. Tidak membeli apa apa, dan hanya melihat lihat saja, lalu keluar lagi.

Memandang bangunan Sekolah Sihir Hogwarts yang kelihatan kokoh berwarna kelam itu, lengkap dengan menara menaranya, saya berpikir apakah bangunan seperti ini yang ada di dalam pikiran J. K. Rowling sejak awalnya? Atau ini sudah bercampur dengan khayalan yang ada dalam pikiran sang para sutradara Chris Columbus dan kawan kawan?. Demikian juga bangunan fisik lainnya seperti desa Hogsmeade, kantor post dan lain lain beserta detail-detailnya. Tak habis habisnya saya berdecak kagum.

Tapi apapun itu, yang jelas dari sebuah ide di kepala sang penulis, berkembang menjadi sebuah cerita yang diwujudkan dalam berbagai bentuk bisnis yang baik, dari buku, film, cinderamata, wahana permainan. Nah… kapan kita bisa punya ide yang secemerlang itu ? πŸ˜€.

Sesuatu tidak akan punya cerita sukses jika tidak ada ide dalam pikiran. Tetapi ide saja akan tetap tinggal ide, jika tidak mampu kita gambarkan atau tuangkan dalam tulisan ataupun cerita.

Lalu cerita? Ya … cerita akan tambah hidup jika kita film-kan. Dan semakin membooming ketika diterjemahkan dalam berbagai souvenir dan pernak pernik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s