Daily Archives: June 16, 2019

Nara, Meet Me In The Deer Park…

Standard

Mengunjungi Nara Park di kota Nara, sebuah taman yang isinya sekumpulan rusa totol, yang pertama kali datang kepikiran saya adalah potongan lagu “Meet me in the deer park”nya Michael Franks:

Meet me in the deer park, Lady won’t you please

We can do the deer dance , underneath the ginkgo trees

We can thread the needle, build a bridge of sighs

We can bring a smile, to the Budha’ s eyes……🎶”

Saya kok yakin banget, lagu romantis yang bikin hati perempuan meleleh itu diciptakan dengan background taman di kota Nara ini. Taman indah yang lengkap dengan rusa totolnya serta pohon ginkgo bilobanya. Dan memang, nggak jauh dari the deer park ini, ada banyak situs Budha yang bisa kita temukan. Pas banget kan?.

Sebenarnya jika bicara tentang rusa, banyak sekali tempat di kota Nara ini yang dihuni oleh rusa. Mulai dari Kofkuji temple, Nara Park, hingga ke Todaiji Temple.

Bayangkan saja, ketika baru saja saya keluar dari Stasiun Kintetsu dan berjalan beberapa menit saja mau menuju Kofukuji Temple, sudah disambut oleh seekor rusa. Saya sangat senang sekali melihatnya. Lalu beberapa ekor rusa lain menyusul. Ada juga ibu rusa dan anaknya.

Lalu tentu saja lebih banyak lagi rusa yang saya temukan di taman yang disebut dengan Nara Park. Mereka banyak. Ada yang bergerombol, ada juga yang mencari makan secara individu.

Rusa rusa yang ada di kota Nara (jenis Cervus nippon), ini saya lihat memiliki totol totol putih di tubuhnya. Saya bahkan tidak bisa membedakannya dengan Rusa Totol (Axis axis) yang menghuni halaman Istana Bogor kita di Indonesia, saking miripnya. Ukuran tubuhnya juga kurang lebih sama.

Di sini banyak pengunjung yang bermain main dengan rusa dan memberikan makanan untuk rusa. Saya hanya duduk di bangku taman dan memperhatikan tingkah laku hewan ramping yang lincah itu.

Seekor rusa mendekat ke pengunjung. Ketika diberikan makanan, rusa itu mengangguk seolah memberi penghormatan kepada yang memberi makanan. Dan itu terjadi terus, setiap kali ia menerima makanan. “Haik… haik!!!”. Ha ha…lucu sekali.

Saya jadi bepikir, selain anjing dan monyet yang kita tahu secara umum memiliki kecerdasan untuk meniru atau mengikuti perintah manusia, beberapa binatang lain juga bisa terasah dengan kebiasaaan manusia. Seperti misalnya burung Kakatua yang bisa meniru ucapan manusia yang diekspose kepadanya setiap hari, mungkin rusa ini juga salah satu binatang yang bisa diajarkan mengangguk untuk mengucapkan terimakasih.

Populasi rusa ini masih tampak banyak di taman lain dan bahkan di halaman Todaiji temple.

Kalau melihat bagaimana pemerintah Jepang memberikan perawatan dan perlindungan terhadap Rusa bertotol yang disebut dengan Shika, atau Nipponjika ini, saya yakin keberlangsungan hidup rusa ini akan tetap terjaga di tempat ini.

Advertisements