Daily Archives: December 2, 2019

Mengucapkan Salam Dalam Bahasa Bali – Part I.

Standard

Salah satu pertanyaan yang sering dialamatkan teman ke saya adalah “Selamat pagi, apa dalam Bahasa Balinya ya Bu?”. Ada juga yang bertanya, bagaimana cara mengucapkan “terimakasih” dalam Bahasa Bali. Karenanya saya tertarik untuk menuliskan di sini bagaimana cara kita menyampaikan dan membalas beberapa Salam dalam Bahasa Bali.

Salam adalah Doa.

Serupa dengan suku/bangsa lain di dunia ini, Masyarakat Bali mengucapkan salam dengan cara menyampaikan Doa untuk keselamatan dan kebaikan orang yang diajaknya berbicara. Itulah sebabnya kebanyakan Salam dimulai dengan kata Selamat.

Selamat dalam Bahasa Bali adalah “Rahayu” atau jika ditambahkan kata semoga (dumogi/dumadak) misalnya Dumogi Rahayu (Semoga Rahayu, semoga dalam keadaan baik/ selamat) , maka kata ini berubah menjadi “Rahajeng“. Dua-duanya artinya sama, yakni kondisi seseorang yang dalam keadaan baik, sehat, selamat dan aman dari gangguan apapun serta tidak dalam kekurangan apapun. Bedanya hanya dalam penggunaan.

Sehingga jika tidak merujuk pada waktu atau kejadian yang spesifik masyarakat Bali mengucapkan kata Rahajeng/ Rahayu dalam memberi Salam.

Contohnya “Rahajeng, Bli” atau “Dumogi Rahayu, Bli”. Rahajeng/ Rahayu = baik, selamat, sehat sentosa. Bli = kakak laki-laki.

Maksudnya adalah “Semoga berada dalam keadaan selamat dan baik baik saja ya Kak”.

1/. Selamat Pagi/Siang/Malam.

Pagi = Semeng. Selamat Pagi = Rahajeng Semeng.

Banyak juga yang membubuhkan akhiran “an” sehingga kata Semeng menjadi Semengan. Artinya sama saja.

Siang = Tengahi. Selamat Siang = Rahajeng Tengahi.

Malam = Wengi. Selamat Malam = Rahajeng Wengi.

Kata Rahayu tidak umum digunakan dalam konteks ini. Jadi tidak ada Rahayu Semeng atau Rahayu Wengi.

2/ Ucapan Selamat Khusus & Hari Raya.

Ulang Tahun = Wanti Warsa. Selamat Ulang Tahun = Rahajeng Wanti Warsa.

Tahun Baru = Warsa Anyar. Selamat Tahun Baru = Rahajeng Warsa Anyar.

Menyampaikan Selamat Hari Raya bisa dilakukan dengan mengucapkan kata Rahajeng Dina (Dina = Hari) lalu bubuhkan nama hari rayanya. Misalnya;

Rahajeng Dina Galungan (Selamat Hari Raya Galungan), Rahajeng Dina Kuningan, Rahajeng Dina Saraswati, Rahajeng Dina Pagerwesi dsb.

Atau bisa juga disederhanakan tanpa kata Dina. misalnya:

Rahajeng Galungan, Rahajeng Kuningan dan sebagainya.

3/. Lanjutan Salam.

Secara umum masyarakat Bali tidak berhenti dengan hanya mengucapkan Salam standard Rahajeng Semeng – Rahajeng Wengi saja, tetapi umumnya memberikan doa tambahan lagi atas ucapan salam ini (terurama jika tertulis).

misalnya “Rahajeng semeng. Dumogi sami rahayu”. (Selamat pagi. Semoga semua dalam keadaan baik).

Atau “Rahajeng Wanti Warsa Putu, dumogi setata kenak, bagya tur lantang yusa”. (Selamat Ulang Tahun Putu, semoga selalu sehat, bahagia dan panjang umur).

4/. Menjawab Salam.

Secara umum salam Rahajeng Semeng/ Wengi bisa dijawab singkat dengan mengucapkan salam yang sama “Rahajeng Semeng’/ Wengi) juga.

Tetapi jika salam yang disampaikan adalah berupa ucapan selamat misalnya, ulang tahun, atau hari Raya, maka salam bisa dijawab dengan terlebih dahulu mengucapkan terimakasih lalu dengan mengucapkan salam kembali.

Terimakasih = Matur Suksma. Atau cukup dengan “Suksma” saja.

misalnya “Suksma. Rahajeng Mewali” yang maksudnya adalah ” Terimakasih. Saya mengucapkan doa yang sama baiknya untukmu juga”.

Atau bisa juga menjawab “Suksma. Dumogi rahayu sareng sami”. Artinya “Terimakasih. Semoga semua orang dalam keadaan baik”.

5/. Membalas berita bahagia.

Terkadang kita mendengar informasi/berita dari teman/kerabat tentang rencana pernikahan anaknya, atau akan menyelenggarakan upacara di rumahnya atau di kampungnya. Bagaimana cara kita mengucapkan selamat?. Cara nembalasnya adalah dengan mengucapkan doa agar pelaksanaan acaranya sukses.

Dumogi memargi antar” (semoga berjalan dengan baik tanpa rintangan).

“Dumogi labda karya” Semoga pekerjaannya berhasil.

“Dumogi labda karya sida sidaning don” Semoga pekerjaannya berhasil sesukses suksesnya.

Atau jika ingin mendoakan pengantin

Dumogi langgeng ngantos riwekasan”. Semoga langgeng hingga ke depannya terus.