Selai Buah Alkesah.

Standard

Saya mendapatkan buah Alkesah dari kampung atas perumahan tempat saya tinggal. Merasa sangat senang dan lega karena ternyata masih ada orang yang punya pohonnya di sana.

Saya sempat khawatir tanaman ini akan punah. Karena pohon yang dulunya banyak saya lihat tumbuh di halaman rumah masyarakat di kampung Betawi ini, sekarang sudah banyak yang ditebang. Tersingkir oleh pembangunan. Sayang sekali.

Buah Alkesah, alias Sawo Mentega.

Buah yang sering disebut dengan nama buah Sawo Mentega, atau Kanistel (Pouteria campechiana) ini dagingnya berwarna kuning jingga dan bertepung. Buahnya agak harum. Rasanya manis jika sudah matang. Tak jauh bedanya dengan rasa ubi Cilembu dan Labu Parang. Mengkonsumsi buah berwarna kuning yang tinggi dengan kandungan katoten ini tentunya sangat bagus untuk kesehatan.

Buah ini enak dikonsumsi begitu saja setelah matang. Cukup dengan mengupas kulitnya dan daging buahnya yang berwarna kuning langsung dimakan.

Selain itu, buah ini enak juga bisa dijus atau dimakan bersama es cream.

Buah Alkesah dengan Ice Cream.

Demikialah, setelah sebagian saya makan dan campur dengan es krim, karena masih ada sisanya, saya olah menjadi selai.

Membuat Selai Alkesah.

Membuat selai buah Alkesah sesungguhnya cukup mudah.

1/. Ambil beberapa buah mentega yang sudah matang.

2/. Cuci bersih, tiriskan. Lalu kupas kulit buahnya.

3/. Ambil daging buahnya. Hancurkan dengan sendok hingga halus.

4/. Masak air hingga mendidih. Masukkan daging buah Alkesah ke dalam air mendidih. Lalu aduk aduk hingga merata. Nyala api sedang.

5/. Tambahkan Gula pasir secukupnya. Lalu kembali diaduk- aduk.

Memasak selai buah Alkesah.

6/. Setelah adonan buah alkesah merata, lalu tambahkan tepung maizena yang sebelumnya dikocok dulu dengan air dingin. Aduk aduk terus hingga selai menjadi kental.

Membuat selai buah Alkesah.

7/. Setelah matang, angkat selai dan masukkan serta simpan di dalam toples.

Selai buah Alkesah.

8/. Selai buah Alkesah kini siap buat olesan roti.

Roti dengan selai buah Alkesah.

Comments are closed.