Top Sepuluh Kata Bebauan Dalam Bahasa Bali.

Standard

Selagi ngobrol dengan seorang saudara di Bali, tiba tiba saya berkeinginan untuk menuliskan nama berbagai bebauan dalam Bahasa Bali.

Bau dalam Bahasa Bali umum disebut Bo ( kasar/biasa), Ambu (halus), Ganda (lebih halus lagi).

Kata “Berbau” jika di terjemahkan ke dalam Bahasa Bali menjadi “Mebo”, atau “Mambu”. Sedangkan kata “Baunya” menjadi “Bone” atau “ambune”.

Bau alias Smell dalam semua Bahasa tentu ada banyak jenisnya. Ada yang wangi, busuk, amis dan sebagainya. Bau adalah sesuatu yang ditangkap oleh hidung kita. Nah bagaimana orang Bali mengatakan berbagai macam bebauan ini?. Yuk kita simak!.

1/. MIYIK.

Kata “Miyik” dalam Bahasa Bali artinya Wangi. Smell Good. Smell nice. Baunya enak. Bau yang kita cium dari botol parfum. Bau bunga bunga, beberapa jenis kayu, bau dari dupa yang dibakar, itu digolongkan sebagai Miyik.

Miyik sangat penting dalam kehidupan orang Bali. Untuk mendapatkannya orang Bali banyak menggunakan dalam kehidupan sehari hari, mulai dari perawatan tubuh (seperti air kumkuman untuk mandi dan keramas, ratus untuk mewangikan badan dan rambut, boreh miyik untuk merawat kulit agar halus ), ibadah (bunga bunga, pengasepan- pembakaran kayu cendana/gaharu, dupa).

Sumber-sumber yang diketahui memberi bau wangi antara lain, Bunga Cempaka, Sandat (Kenanga), Mawar (Rose), Pudak (bunga pandan), Anggrek Linjong (Angrek Kalajengking), Irisan Daun Pandan, Srikili (Yellow Mimosa), Cenana ( Cendana), Majagau( Gaharu).

Contoh penggunaan:

Sekadi Merak mengelo, mekebyur ambune miyik“. Artinya, “Bagaikan burung Merak menari, bertaburan baunya wangi”.

Kata Miyik ini juga memiliki Superlatif. Jika sangat harum, maka orang Bali akan mengatakan “Miyik Ngalub”. Artinya Wangiiiii banget.

2/. PENGIT.

Pengit adalah kaya dalam Bahasa Bali untuk mengatakan bau busuk.

Bau yang digolongkan sebagai “Pengit” antara lain bau yang berasal dari bangkai, dari kotoran, bau kentut, bau bunga lading. Itu Pengit.

Kata lain yang serupa dengan Pengit adalah Bengu. Bedanya, jika Pengit digunakan untuk bau tidak enak yang sangat tajam. Sedangkan Bengu digunakan untuk bau tidak enak yang kurang tajam dan berasal dari kotoran manusia.

Selain Bengu masih ada lagi kata Mangkug. Mangkug artinya sana dengan bau, tetapi yang berkaitan dengan benda cair yang sudah lama terbengkalai atau tak terawat. Misalnya air got.

3/. ANDIH.

Andih dalam bahasa Bali artinya Amis. Amis ini termasuk bau yang tidak enak walaupun bukan busuk. Tidak disukai.

Yang digolongkan ke dalam bau Andih antara lain bau ikan/bintang air tawar maupun laut, bau darah, bau daging, bau lantai/meja yang dipel dengan lap kotor.

4/. ANGIT.

Angit adalah kata untuk mengatakan bau gosong alias bau terbakar.

Kata Angit ini merujuk pada bau saat sampah dibakar, kain terbakar, korslet listrik.

5/. NYANGLUH.

Nyangluh adalah kata dalam Bahasa Bali yang merujuk pada bau gurih makanan. Sesuatu yang enak dan membuat terbit air liur. Misalnya wangi telor dadar. Itu nyangluh. Wangi kelapa yang dibakar itu juga nyangluh.

6/. APEK.

Tidak berbeda dengan Bahasa Indonesia, bau yang timbul dari sesuatu yang lembab dan kemudian terkontaminasi bakteri disebut dengan Apek.

Contohnya bau pakaian yang menumpuk dan belum dicuci. Bau handuk yang tidak kering akibat hujan berhari hari. Itu apek.

7/. MASEM.

Masem dalam Bahasa Bali artinya Asem. Bau asem. Merujuk pada bau cuka, bau jeruk dan sebagainya yang juga berkaitan dengan rasa di lidah.

Tetapi kata Masem tidak hanya terbatas pada bau yang berkaitan dengan benda benda yang berasa asem di lidah. Juga bisa merujuk pada bau keringat.

Contoh pemakaian dalam kalimat ” Beh, masem san bon peluhne I Ketut” artinya “Waduh, asem banget bau keringatnya Si Ketut”.

Kata “Masem” juga memiliki Superlatif. Jika orang Bsli ingin mengatakan sangat asem, maka is akan bilang “Masem Kelincung”. Artinya super duper asem.

8. MANGSIT.

Mangsit adalah kata dalam Bahasa Bali yang merujuk pada bau kencing. Bau amoniak. Pesing dalam Bahasa Indonesianya.

Contoh pemakaiannya dalam kalimat “Nyen ngelah mionge to nah? Mangsit san bon panyuhne”. Artinya “Siapa gerangan pemilik kucing itu?. Pesing banget bau pipisnya”.

Kata “Mangsit” juga memiliki Superlatif, yaitu “Mangsit Sengir” yang artinya pesiiiing banget.

9. NGAS.

Kata “Ngas” mengacu pada bau kambing. Sering digunakan untuk mengibaratkan bau badan yang tidak enak. Misalnya pada orang yang malas mandi. Bau keringat yang tidak enak. Baunya Ngas seperti bau kambing.

10. MANIS.

Bau manis sama artinya seperti dalam Bahasa Indonesia. Misalnya Bau Strawberry itu dianggap manis, walaupun rasa aslinya asem. Mangga yang harum seperti Pakel atau Kweni itu juga disebut manis baunya.

Superlayif untuk kata “Manis” adalah “Melenyad”. Manis Melenyad artinya manisnya kebangetan. Tetapi kata Manis Melenyad ini lebih sering dikaitkan dengan rasa ketimbang bau.

Demikianlah teman teman. Sepuluh kata bebauan dalam Bahasa Bali. Semoga tulisan ini berguna bagi yang ingin mengenal Bahasa Bali.

About Ni Made Sri Andani

A marketer and a mother of 2 children. Having passion on gardening, art and jewellery. Her professional background is Veterinary Medicine.

Comments are closed.