Daily Archives: April 11, 2020

Pasar Dan Corona.

Standard

Ini cerita beberapa hari yang lalu. Setelah berdiam diri di rumah beberapa waktu, saya menyadari jika stock makanan dan buah buahan di rumah habis. Kali ini saya harus keluar rumah mengisi persediaan. Sebaiknya ke mana ya?.

Ke Pasar Lembang sajalah, yang dekat rumah. Tukang buahnya lebih banyak dan biasanya harganya juga sedikit lebih miring dibanding di Supermarket. Sekalian pengen tahu sesepi apa pasar hari ini setelah wabah virus Corona melanda. Saya pun berangkat.

Tapi melihat situasi di jalan, saya kok tidak merasakan ada “sense of stay at home” ya di sepanjang jalan setelah keluar dari gerbang perumahan menuju pasar ini. Lalu lintas sangat ramai, dan beberapa kali kendaraan harus berjalan lambat akibat kepadatan lalu lintas. Bukan kendaraan saja, orang yang berjalan kaki juga terlihat banyak. Saya heran. Bukankah pemerintah meminta kita untuk berdiam di rumah saja?.

Apakah memang ini sebuah kebetulan belaka?. Saat saya keluar rumah, kebetulan orang orang juga sama, sedang keluar rumah semua karena kehabisan stock ya?. Ataukah setiap harinya memang begini?. Walaupun pemerintah menghimbau agar tinggal di rumah, tetapi masyarakat tidak memperdulikannya?.

Sesampai di pasar, keramaian makin bertambah. Nyaris tidak ada bedanya dengan hari tanpa Corona. Tempat parkir nyaris penuh. Saya melihat dari balik kaca, seseorang yang baru saja memarkir motornya menghampiri si Tukang Parkir, lalu bersalaman dan …. astaga!!!!! Mereka saling berpelukan seolah sudah lama tidak bertemu. Sungguh. Di sini orang tidak mengenal kata “Social Distancing”. Tambah terheran heran lagi saya.

Demikian juga di tukang buah. Orang orang masih berjejal. Laki perempuan, tua muda, tak ada yang berusaha membuat jarak satu sama lain. Bahkan walaupun ada space yang cukup untuk berdiri terpisah, beberapa orang saya lihat tetap berdiri berdekatan.

Saya terburu buru membeli buah dan segera keluar dari keramaian ini. Sungguh saya kaget akan situasi ini, karena awalnya saya menyangka pasar akan sepi.

Di jalan saya merenung. Mengapa masyarakat di sekitar saya ini banyak yang tidak mengikuti anjuran pemerintah untuk “Diam di rumah”? Apakah mereka belum paham dengan betapa seriusnya wabah Corona ini? Sosialisasi pemerintah belum cukup? Ataukah memang mereka tahu, tapi kebutuhan hidup mendesak mereka tetap keluar. Istilah seorang teman “Gue lebih takut mati kelaperan ketimbang mati karena Corona”.

Semoga setelah Pembatasan Sosial Beerskala Besar (PSBB) efektif diberlakukan per tanggal 10 April, masyarakat bisa lebih berdisiplin dalam melakukannya. Setidaknya menggunakan masker setiap kali keluar rumah.

Semoga wabah Corona cepat berlalu dan kita semua sehat dan selamat.