SORE DALAM GERIMIS.

Standard

Kebunku sore ini dalam gerimis.
Entah apa yg menyebabkanku tidak produktif akhir pekan ini. Hanya memandangi tanaman dan tidak berbuat apapun. Ada sedikit menyemprot bibit Ketumbar agar daunnya tumbuh segar. Setelah itu rasa lelah dan kantuk mengganggu.
Akupun berbaring dengan lesu.
Lalu kubuka mataku.
Kupikir harusnya aku melakukan sesuatu.

Barangkali menyiangi daun daun yg kuning melayu. Atau menakar pupuk dan mencampurnya dalam larutan yang benar. Ya sesungguhnya tanamanku butuh nutrisi. Tapi entah kenapa tak beranjak juga aku dari tempat dudukku.

Barangkali aku bisa mencincang jamur merang yang kubeli tadi pagi. Lalu mencampurnya di atas wajan dengan merica, garam, kecap dan sedikit minyak wijen. Lalu kugulung dalam kulit lumpia. Ya, sesungguhnya anakku butuh cemilan iseng iseng sambil menanti gerimis. Tapi entah kenapa, aku hanya berpangku tangan.

Barangkali aku bisa mengambil kain, benang dan jarum. Lalu memotongnya menjadi beberapa pola. Entah untuk masker, tas, maupun bantal kursi. Eh, sesungguhnya pembungkus bantal kursiku sudah lama tak diganti.Tapi entah kenapa aku hanya membiarkan pikiranku sendiri yang melayang.

Barangkali aku bisa membuka kotak cat warna, membentangkan kanvas kosong dan mulai menarikan kuasku di sana. Ya, dinding kamarku yang putih rasanya butuh lukisan penuh warna untuk menghangatkannya. Tapi entah kenapa aku hanya bisa memandangi kotak itu dan rasa berat tanganku untuk membukanya.

Barangkali aku….. bisa apa saja. Tapi masalahnya bukan soal bisanya.
Tapi kapan aku memulainya….

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s