Bagaimana Mengatakan Tidak Dalam Bahasa Bali.

Standard

Dalam sebuah percakapan entah dalam bahasa apapun, tidak selalu kita menyetujui apa yang diucapkan lawan bicara kita. Dan menyatakan ketidak setujuan tentu saja merupakan hal yang sah-sah saja.

Nah bagaimana cara kita mengucapkan ketidak setujuan kita dalam Bahasa Bali?.

Di dalam bahasa Bali kata “tidak” memiliki beberapa kata. Antara lain Sing atau Tusing, Ten atau Nenten. Dan jika diperluas lagi, kata tidak juga masih berkerabat dekat dengan kata Bukan (Boya) dan Tiada (Tuara).

1/. Sing.

Kata “Sing” berasal dari kata “Tusing” yang artinya “Tidak” dalam Bahasa Indonesia. Kata ini dianggap sebagai Bahasa kasar yang dipergunakan sehari hari untuk orang yang seumuran atau di bawah umur kita. Contohnya: Sing ada = Tidak ada. Sing nyak = tidak mau. Sing kengken = Tidak apa apa. Sing dadi = tidak boleh. Sing maan = tidak dapat. Sing taen = tidak pernah. Dan sebagainya.

Kta Sing bisa saja diganti dengan Tusing jika kita berbicara dengan lebih lambat. Sing ada berasal dari Tusing ada. Sing dadi berasal dari Tusing dadi.

2/. Ten atau Nenten.

Sama dengan Sing, kata Ten juga berarti Tidak. Ten berasal sari kata Nenten yang artinya Tidak. Tapi kata Ten dalam bahasa Bali memiliki tingkatan yang lebih halus dari kata Sing. Kata ini diucapkan jika lawan bicara kita lebih tua dari kita, atau seseorang yang kita hormati. Kata Ten juga sering digunakan dalam keluarga yang dalam kesehariannya memang biasa menggunakan kata kata halus.

Karena kata Ten ini sifatnya halus, maka kata penyertanya juga harus halus. Contoh penggunaannya misalnya, Ten wenten = tidak ada, Ten dados = tidak boleh/ tidak bisa, Ten purun =tidak berani/tidak mau (jika yg bersangkutan yg tidak mau), Ten kayun = tidak mau (jika pihak ke tiga atau pihak ke dua yg tidak mau), Ten napi = tidak apa apa, Ten polih = tidak dapat, ten naenin = tidak pernah.

3/. Boya.

Kata “boya” artinya tidak atau bukan. Digunakan jika kita ingin menyangkal atau tidak menyetujui perkataan lawan bicara kita. Contoh penggunaannya misalnya, “Boya ja tiang ngerereh uratian ida dane, niki tiyang nak wantah ngortiang sane kasujatiane”. Artinya, bukannya saya mencari perhatian anda semua, saya hanya menyampaikan kebenarannya saja. Atau contoh lain, ” Eda ja ngalih gae ane boya boya” artinya janganlah mencari kerjaan yang tidak tidak.

4/. Tuara

Tuara dalam Bahasa Bali sebenarnya memiliki arti kata “tiada”, tetapi kerap juga diartikan sebagai “tidak”. Contoh penggunaan, “Tuara ngelah apa” artinya tidak punya apa apa. Contoh lain, Tuara ngidaang = tidak mampu, tuara dingeh = tidak dengar.

5/. Eda.

Kata ” Eda” sebenarnya berarti jangan atau Tidak boleh aluas dilarang. Eda ngambul = jangan ngambek atau tidak boleh ngambek, Eda ngeling = jangan nangis, tidak boleh nangis, Eda merunyuh = jangan resek atau tidak boleh resek.

DemikiNlah sedikit ulasan tentang kata Tidak dalam Bahasa Bali. Semoga berguna bagi yang tertarik belajar Bahasa Bali sehari-hari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s