SWAB TEST.

Standard

Kemarin pagi begitu tiba kembali di Ibukota, saya segera ke sebuah Medical Center untuk melakukan Swab Test lagi, walaupun kemarinnya saya sudah melakukan Swab test juga di Denpasar. Jika Swab Test yang sebelumnya keperluannya untuk mendapatkan ijin penerbangan, yang kemarin pagi itu keperluannya agar diijinkan kembali masuk ke kantor.

Saat mengantri melakukan Swab, saya agak deg-degan juga. Karena yang mengantri di tempat ini sangaaaat banyak orang. Sementara tempatnya sempit. Sehingga jarak satu sama lain jadi sangat dekat. Bahkan bisa dibilang berdesakan.

Kita tak pernah tahu, apakah semua orang yang berdesakan mengantri itu semuanya akan negative hasilnya, atau ada beberapa diantaranya yang juga positive tanpa gejala. Who knows?.

Meningkatnya kasus di Jakarta memicu kenaikan jumlah orang yg ingin diswab sesegera mungkin. Bayangkan saja, jika ada 1 orang saja yang terdeteksi positive, sedikit tidaknya ada 4-5 orang di sekelilingnya merasa perlu diswab. Belum lagi orang-orang yang seperti saya, yang juga harus mengambil test swab karena akan/habis bepergian. Tak heranlah jika jumlah orang yang mengantri di tempat Swab melonjak hebat.

Saya agak menjauh dari kerumunan. Maksud saya biar aman. Tetapi suara si Mbak penjaganya agak kecil dan jauh. Sehingga saat nama saya dipanggil, saya tidak langsung muncul. Pertama karena terdengar hanya sayup-sayup saja. Ke dua, karena saya perlu beberapa langkah untuk menuju ke sana. Si Mbak terpaksa memanggil nama saya sampai 3 x. Itu saat menunggu giliran diswab.

Demikian juga saat mengambil hasil. Saya menunggu agak jauh. Kok nggak dipanggil-panggil ya. Padahal katanya tadi hasilnya akan keluar sekitar 15-20 menit.

Sekitar 25 menit kemudian saya bertanya, sudah ada hasil apa belum. Petugas di depan memberi tahu, tunggu saja. Nanti jika hasilnya sudah ada, pasti akan dipanggil namanya.

Saya pun menunggu agak dekat kerumunan, agar terdengar, sambil memantau ke arah petugas. Tetapi panggilan tiada kunjung datang jua. Sementara saya ada jadwal meeting online yang harus saya ikuti segera.

Akhirnya saya tanya lagi ke petugas. Kira-kira berapa lama lagikah saya harus menunggu. Jika lama, mungkin sebaiknya saya tinggal saja. Nanti saya ambil ke sini lagi jam istirahat makan siang.

Petugas bertanya, siapa nama saya. Sayapun menyebutkan nama. Lalu ia memeriksa kertas yang tergeletak di mejanya dan memberikannya ke saya. Ooh?!$??. Jadi, sebenarnya hasil saya sudah ada sejak tadi ? ???πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€

Entah dimana mislek yang terjadi. Saya tidak punya semangat untuk protes. Mungkin petugasnya yang error, mungkin juga kesalahan saya sendiri karena tadi berdiri agak jauh dari perugas. Barangkali nama saya sudah sempat dipanggil, tetapi tidak saya dengar.

Saya membuka laporan itu dan membaca hasilnya NEGATIVE.

Saya pun meninggalkan kerumunan itu dan masuk ke kendaraan dengan hati yang tetap ketar-ketir. Segera pakai Hand sanitizer. Dan sisanya berdoa, semoga hari-hari berikutnya tetap negative.

Semoga pandemi segera mereda. Orang-orang yang sakit segera disembuhkan dan tak ada lagi penambahan kasus baru.

3 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s