MEMAHAMI KEMURNIAN RASA.

Standard

Ini cerita soal kesehatan dikit ya.
Jadi setelah melihat berbagai parameter kesehatan saya yg buruk bulan lalu, (jangan tanya sakitnya apa, karena banyak dan complicated ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ – syukurnya mendapatkan penanganan dokter dengan baik dan keluarga yg juga sangat supportive), lalu saya bertekad untuk membuat parameter kesehatan saya ini agar normal kembali. Setidaknya membaiklah.

Saya pikir ini adalah badan, badan saya sendiri. Orang lain bisa kasihan, bersimpati, atau berusaha membantu, tetapi jika kitanya sendiri tidak ada usaha untuk membetulkannya, yaahโ€ฆsama aja dengan bohong ya. Jadi, saya adalah orang yang harus menyetir kesehatan diri saya sendiri.

Pertama saya menjaga diri agar tetap semangat. Orang bilang semangat itu sendiri sudah merupakan 50% dari proses penyembuhan ๐Ÿ˜€.

Lalu berbagai upaya saya lakukan, selain mengikuti pengobatan dari dokter dan berolah raga, saya juga mulai memaksa diri saya untuk cukup istirahat, tidak pulang malam-malam lagi dari kantor, kurangi begadang, mengatur pola makan, dan mengurangi level kegendutan saya.

Untuk pola makan, saya mengurangi asupan karbohidrat, mengurangi garam dan gula. Saya lebih banyak memakan sayuran rebus, tahu kukus, putih telur, daging ayam dsb. Sebenarnya apa saja saya makan, yg penting bukan yg berkarbohidrat tinggi, tidak manis dan tidak terlalu asin. Hambar?

Ya kebanyakan rasanya hambar. Terutama di awal-awal ya (kadang saya cocolin ke sambel juga biar lebih ada rasa). Barangkali karena lidah saya agak shock juga. Biasanya makan dengan rasa yang meriah, pedas, asam, manis, asin, kadang sedikit pahit, nah sekarang tiba-tiba berubah menjadi berkurang semua itu. Tidak ada lagi gegap gempitanya rasa di lidah. The party Is over!

Masih untung, saya punya semangat dan keinginan untuk sembuh. Walaupun kebanyakan hambar, saya lakoni saja dan terus lakoni dengan setia. Sehari berlalu, dua hari, 3 hari, seminggu dan seterusnya, hingga suatu hari saya menyadari, sesungguhnya makanan yang tadinya saya bilang hambar itu ternyata ada rasanya. Dan nikmat.

Saya bisa menikmati rasa itu dengan baik. Tahu yang lebih Tahu tanpa ada bumbu lain. Rasa Bayam yang lebih Bayam dalam kemurniannya. Rasa Brokoli dan segala macam rasa makanan lain dalam bentuknya sendiri yang selama ini terkamuflase di dalam polesan rasa asin, manis, pedas dan sebagainyabdari bahan lain.

Jadi hambar itu sesungguhnya bukan benar-benar hambar. Hanya karena ia tidak bisa dimasukkan ke dalam golongan panca rasa yang diklasifikasikan manusia, bukan berarti dia benar-benar hambar.

Betapa banyak sesungguhnya jenis rasa yang tercipta dalam semesta ini. Selama ini kita hanya mengklasifikasikan dengan sangat sederhana, Manis, Asin, Pedas, Pahit, Asamโ€ฆ dan kalau tidak tahu menggolongkannya, kita sebut saja Enak dan Tidak Enak. Padahal rasa itu jauh lebih banyak dari sekedar itu. Rasa Bayam berbeda dengan rasa Tauge. Berbeda dengan rasa Sawi. Berbeda dengan rasa Tahu. Dan seterusnya. Dan bahkan yang disebut dengan rasa asampun sebenarnya jenis asamnya berbeda-beda. Antara asamnya buah asam dengan buah jeruk berbeda. Dan diantara berjenis-jenis buah jerukpun berbeda-beda lagi.

Memakan makanan dalam rasa aslinya, membuat saya merasakan sel-sel lidah saya menemukan fungsinya dengan lebih baik. Ibarat melakukan meditasi ke dalam diri sendiri, melewati setiap sel perasa di lidah. Setiap sentuhan rasa di sel itu, memicu rasa syukur dan ketakjuban akan kebesaranNYA
Saya mulai mampu menikmati dan memahami setiap rasa. Memahami kemurnian.

Dalam waktu sebulan, beberapa parameter kesehatan saya mulai ada yang normal, dan sebagian lagi sudah mendekati normal. Astungkara Tinggal sedikit lagi dan saya harus terus berjuang.

Mudah-mudahan berikutnya semakin membaik.

4 responses »

  1. Ide yang menarik, mbak. Saya sedikit cerita yaโ€ฆ MPASI anak saya sebelum 1 tahun juga murni tanpa bumbu ini itu, termasuk garam. Saya icipยฒ dikit, lumayan enak juga di lidah rasa alaminya. Seperti ikan ternyata ada manis-manisnya, sayuran juga malah terasa lebih segar.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s