BUKU: BALI. SENI BUDAJA BALI. BALINESE ARTS AND CULTURE.

Standard
Buku BALI. Karya Dr Moerdowo

Membahas Buku BALI.
SENI BUDAJA BALI.
BALINESE ARTS AND CULTURE
Karya DR. MOERDOWO

Sebenarnya buku tua yang diterbitkan di Surabaya tahun 1960 ini (tua banget ya… mengingat saya aja belum lahir tahun itu) diberikan kepada saya beberapa bulan yang lalu. Saya sempat membuka-buka dan membaca isinya sepintas. Cuma karena saat itu terganggu oleh kesibukan yang lain, saya belum sempat membacanya dengan baik.

Akhir pekan ini saya memeriksa rak buku lagi, dan melihat buku besar ini di tumpukan buku, lalu keingetan jika saya belum tuntas membacanya. Saya lanjutkan baca deh.

Buku ini adalah sebuah buku yang bagus tentang Bali yang pernah saya baca, dan terlihat jika penulisnya yang walaupun bukan orang Bali, cukup menguasai budaya Bali dengan baik.

Beliau menuliskan dengan baik, bahwa bagi orang awam yang tak paham Bali atau pertama kali mengunjungi Bali, kesan pertama yang ditangkap seolah-olah Agama Hindu di Bali tampak sebagai Polytheisme, karena yang terlihat adalah banyaknya Dewa-Dewa, upacara-upacara yang membingungkan mereka yang baru pertama mengetahui Bali. Tetapi begitu mengenal Bali lebih jauh, barulah mereka memahami bahwa orang Bali menganut paham Monotheisme yang absolute, di mana Tuhan adalah yang maha tunggal dan tidak ada duanya. Dan Agama sangat mempengaruhi segala segi kehidupan masyarakat Bali, termasuk kebudayaan dan keseniannya.

Di buku ini juga ada ditampilkan cuplikan-cuplikan dari lontar Whraspati-Tattwa yang merupakan salah satu sastra penting dalam kehidupan religi di Bali.

Pak Moerdowo memaparkan jika masyarakat Bali memiliki konsep berjenjang dalam mencapai pemahaman akan hakikat Tuhan yang disebut dengan Catur Marga (4 Jalan Menuju Tuhan) yakni Bhakti Marga, Karma Marga, Jnana Marga dan Raja Marga, yang walaupun beliau hanya menyebutkan 3 jalan saja (kurang satu jalan) tetapi menurut saya beliau memaparkannya sudah dengan sangat baik. Dengan membaca buku ini, orang jadi paham, bahwa jika hanya dengan bersembahyang yang rajin saja (Bhakti Marga) tanpa berbuat baik dan benar (Karma Marga) tidaklah cukup. Dan tentunya untuk menjalankan kehidupan religi yang sebenarnya kita juga perlu menjalani Jnana Marga dan Raja Marga.

Selain itu Pak Moerdowo juga ada membahas tentang aspek-aspek lain dari kehidupan orang Bali , seperti Tri Sadhana (tiga jalan yang harus ditempuh jika ingin mencapai kamoksan/melepaskan diri dari kesengsaraan abadi) yakni mengetahui dan memahami segala agama dan pengetahuan suci, melepaskan diri dari pengaruh dan kekuasaan hawa nafsu indriya dan mampu melepaskan ikatan keduniawian.

Dan tentu saja semuanya itu tidak mudah dilakukan, sehingga untuk membantu menjalankannya sehari-haru, orang Bali menggunakan pedoman hidup moral dan ethika yang diantaranya adalah Ahimsa (tidak membunuh/menyakiti); Brahmacarya (hidup dengan kesucian), Satya (dapat dipercaya/tidak bohong); Awyawharika (tidak bertengkar/ribut); Asteya (tidak mencuri, korupsi atau mengambil bukan milik); Akrodha (tidak mudah marah); Guru Sucrusa (sayang/hormat pada Catur Guru); Socha (membersihkan pikiran dan bathin); Aharalegawa(tidak rakus/loba/tamak); Apramada (setia pada kewajiban).

Ada banyak aspek kehidupan lagi yang dibahas di buku ini. Juga tentang hari hari raya dan bagaimana orang Bali menghornati segala bentuk ciptaan Tuhan (sarwa prani), bahkan pohon-pohon dan binatangpun sangat dihormati di Bali dan ada hari rayanya.

Pak Moerdowo juga membahas tentang kehidupan sosial dan aktifitas berkesenian di Bali. Mulai dari Seni Pewayangan, Tari-Tarian, Lukisan , Seni Pahat dan sebagainya.

Buku ini dibagi menjadi 3 bagian. Bagian pertama adalah pemaparan dalam Bahasa Indonesia. Bagian ke dua adalah pemaparan dalam Bahasa Inggris. Dan Bagian ke 3 dipenuhi dengan foto- foto jadul hitam putih yang menggambarkan aktifitas sosial, keagamaan dan kebudayaan Orang Bali.

Saya suka dengan buku tua ini. Dan penulisnya tentunya. Karena saya pikir secara umum Pak Moerdowo cukup menguasai Bali, sehingga pemaparannya tentang Bali sesuai dengan apa yang dipahami oleh Orang Bali sendiri.

Setelah saya pelajari, rupanya sebelum menuliskan buku ini, Pak Moerdowo beserta istri pernah tinggal bersama keluarga Bali untuk melakukan research dan study. Ooh… pantesan pemahamannya tentang Bali sangat baik. Bukan hanya sekedar sedalam permukaan kulit saja.

Sungguh. Ini buku yang sangat bagus tentang Bali. Saya sangat berterimakasih sudah diijinkan ikut membaca dan memiliki buku ini.

Love it!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s