MEISA RATILAELA, Artis Berbakat Yang Digandrungi Penonton di Film Sedekah Gema Ramadhan.

Standard
MEISA RATILAELA,”Tanpa Netizen, Apalah Artinya Kita”. Artis berbakat yang digandrungi penonton di film Sedekah Gema Ramadhan.

Film Sedekah Gema Ramadhan mendapatkan perhatian yang sangat baik dari netizen. Penonton terkesan dengan cerita dan tokoh-tokoh di dalamnya, terutama tokoh Ibu Lala yang merupakan tokoh utama di film itu.

Banyak penonton yang merasa gemas dan kesal pada tokoh antagonis yang walaupun ramah dan rajin menjadi koordinator mengumpulkan sedekah Ramadhan dari ibu-ibu kompleks perumahan, tetapi ternyata tidak amanah. Tidak jujur dalam menjalankan tugasnya. Ia mengaku bahwa sedekah yang sesungguhnya adalah sumbangan dari ibu-ibu kompleks itu sebagai sumbangan darinya saja.

Nah siapakah pemeran Ibu Lala yang berhasil mengaduk-aduk emosi penonton ini?

MEISA RATILAELA adalah artis yang memerankan tokoh Ibu Lala ini dengan sukses. Ia berhasil menjiwai tokoh yang walaupun menurutnya sifat tokoh Ibu Lala itu sama sekali tidak sesuai dengan sifatnya sendiri sehari-hari.

Saat ditawarin untuk memerankan tokoh antagonis ini, walau sangat bertolak belakang dengan sifatnya sendiri, tetapi Meisa tetap berpikiran positif. Ia menganggapnya sebagai sebuah tantangan. Tantangan yang harus ia hadapi dan taklukkan. Dan ternyata, hasilnya memang berkah.

Meisa yang bawaannya selalu periang, ekspresif dan rame, sehari-hatinya adalah karyawati sebuah kantor kelurahan di Lembang, Bandung, yang juga mengisi waktu senggangnya sebagai crew di Triduta Film.

Selain seorang wanita yang bekerja, Meisa juga seorang Ibu rumah tangga dengan 3 anak. Terbayang bagaimana kesibukannya sebagai wanita dengan multi peran ini.

Ditanya tentang kiprahnya di dunia perfilman, MEISA bertutur jika ia memulai karirnya sebagai Ibu kost yang cerewet dalam sebuah film 13 episode pada tahun 2020.

Setelah pandemi, ia sempat vakum dengan kegiatannya di film. Lalu ia kembali mendapatkan peran saat Ramadhan tahun ini sebagai Ibu Lala dalam film Sedekah Gema Ramadhan.

Jadi praktis sebenarnya ia baru bermain sebagai pemeran utama dalam 2 film dan sisanya hanya peran-peran extras saja. Walau demikian, banyak penonton yang memuji kemampuan aktingnya, dan terlihat jika ia sangat menjiwai karakter tokoh yang diperankannya.

Ditanya tentang kiat suksesnya dalam berperan, Meisa bercerita bahwa biasanya ia baca-baca dulu tentang karakter yang akan diperankannya, lalu jalani dan nikmati saja.

Ada rasa tertantang juga, “Bisa nggak sih memerankan tokoh itu?” Dan rasa penasaran saat menunggu filmnya ditayangkan. Ternyata setelah tayang banyak komentar. Berbagai ragam. Ada yang benci, marah kepada tokoh yang ia perankan, walau kebanyakan mendukung dirinya sebagai pemerannya. Itu melegakan, karena itu berarti bahwa Meisa berhasil memerankan tokoh itu dengan baik. Dukungan dari teman-teman dan keluargapun mengalir.

Saat ditanya tentang pengalamannya selama shooting film Sedekah Gema Ramadhan, Meisa bercerita bahwa shootingnya dilakukan benar-benar saat Ramadhan. Tentunya selain harus menahan lelah dan haus, ia dan crew film yang lain juga berusaha menahan kesal, menahan hawa nafsu, misalnya jika ada teman main yang salah-salah sehingga harus ditake ulang. Ia menyatakan enjoy shooting bersama Triduta. Crewnya solid, tidak membeda-bedakan apakah itu crew, talent, atau management. Semua berbaur.

Menurutnya kisah di Film Sedekah Gema Ramadhan ini memang nyata karena pada kenyataannya di sekeliling kita juga memang ada orang yang seperti itu. Orang seoerti Ibu Lala tang licik dan tidak amanah.

Semoga dengan dibuatnya film ini, akan banyak menginspirasi penonton, agar jangan berbuat seperti itu. Bagi yang saat ini sedang atau pernah berbuat begitu agar sadar. Melakukan intropeksi diri dan tidak lagi nelakukan berikutnya. Dan bagi yang tidak melakukan juga berguna untuk mencegah agar jangan sampai melakukan. Jadi film ini penuh dengan nilai-nilai moral dan nilai pendidikan, agar jangan melakukan hal yang tidak baik.

Hal yang menarik lagi tentang MEISA adalah ia seorang yang sangat optimis dan positive. Menurutnya, agar kita bisa selalu menikmati pekerjaan kita, ia punya kiat tersendiri. “Cintai dulu, sukai dulu, nyamankan diri dulu dengan pekerjaan, pasti akhirnya kita bisa nikmati pekerjaan kita. Enjoy aja“.

Namun demikian, dibalik aktingnya yang banyak nenuai pujian, ia tetap rendah hati dan mengatakan bahwa “Tanpa netizen, apalah artinya kita”

Itulah Meisa Ratilaela, yang penuh semangat, terus berkarya dan berusaha agar hasilnya bagus dan viewernya banyak. Semoga Meisa semakin sukses ke depannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s