Author Archives: Ni Made Sri Andani

About Ni Made Sri Andani

A marketer and a mother of 2 children. Having passion on gardening, art and jewellery. Her professional background is Veterinary Medicine.

Sehari di Kota Nara, Bisa Lihat Apa Saja?

Standard

Kota Nara, terkenal sebagai kota tua dengan banyak sekali memiliki peninggalan sejarah peradaban Jepang, terutama kuil-kuil Budhist.

Saking banyaknya tempat tempat menarik yang bisa dikunjungi di Nara, sesungguhnya kunjungan sehari ke kota ini tidaklah cukup untuk melihat semuanya. Jadi kita harus memilih yang mana yang memungkinkan kita kunjungi dalam sehari.

Kami memilih Nara Park dan area sekitarnya (area yang berwana hijau di peta di atas) untuk kami kunjungi dalam sehari. Karena menurut Nara Sightseeing Map yang saya dapatkan Kintetsu – Nara Station Tourist Information Center, ada cukup banyak tempat menarik dengan lokasi yang berdekatan di tempat itu.

Kami berangkat dari Osaka sekitar jam 9 pagi dan tiba di Kintetsu Station di Nara setengah jamnya kemudian. Lalu apa saja yang bisa kami lihat dalam sehari di Nara?:

1/. Kofukuji Temple.

Kofukuji Temple adalah sebuah kompleks Kuil Budha yang luas yang terdiri atas beberapa bangunan antara lain sebuah Pagoda bertumpang lima yang merupakan simbol dari kota Nara. Dibangun di abad ke 7. walaupun pernah direkonstruksi beberapa kali misalnya pada tahun 1426.

2/. Taman Rusa.

Ada beberapa tempat di Nara Park ini yang dipenuhi dengan rusa. Mulai dari sekitar Kofukuji Temple , tak jauh dari Nara National Museum hingga sekitar Todaiji Temple.

3/. Yoshikien Garden.

Taman cantik yang dulunya merupakan cabang dari Kofukuji Temple ini menyajikan pemandangan taman khas jepang dengan memasukkan unsur kolam, bunga Azalea, Pinus Jepang , kerikil dan lumut.

4/. Todaiji Temple.

Ini adalah kuil yang samgat terkenal di mana ditempatkan sebuah patung Budha Vairocana yang sangat besar yang dikenal dengan Daibutsu (Great Budha).

5/. Nandaimon.

Nandaimon adalah Gerbang Selatan dari Todaiji Hall yang ukurannya sangat luar biasa. Dan merupakan gerbang terbesar yang ada di Jepang.

Sebenarnya masih banyak sekali yang belum sempat kami kunjungi di Nara, seperti misalnya Kasuga Taisha Shrine yang lokasinya sebenarnya masih di sekitar Nara Park juga, tapi karena keburu sore ksmi tak sempat mampir.

Lalu ada Isuien Garden, Heijo Palace, The Garden of Kasuga, Taisha Shrine, Nara City Museum of Art, Toshodaiji Temple, Yakushiji Temple, Naramachi Traditional Townhouse, Gongoji Temple, Nara National Museum, Narakogei-kan Craft Museum. Sugioka Kason Calligraphy Museum, Naramachi Toy Museum, dan sebagainya masih banyak lagi.

Kelihatannya perlu tinggal beberapa hari agar bisa melihat berbagai tempat menarik di kota tua ini.

Advertisements

Nandaimon.

Standard

Bangunan yang menarik hati saya saat mengunjungi Todai-ji Temple di Nara adalah sebuah pintu gerbang raksasa yang disebut dengan Nandaimon. Jika diterjemahkan artinya adalah Gerbang Besar Selatan (Great South Gate). Disebut begitu karena pintu gerbang yang besar ini memang merupakan pintu gerbang selatan dari Todaiji temple. Dan saya mendapat informasi bahwa Nandaimon ini adalah pintu gerbang yang terbesar yang ada di Jepang.

Terbuat dari kayu yang sangat kokoh, gerbang ini memiliki 3 pintu yang sama ukurannya.

Di bagian kiri kanan pintu ini ditempatkan 2 patung raksasa dari dewa pelindung yang disebut Kongorikishi.

Walaupun umurnya sangat tua, gerbang kayu tua ini terlihat sangat antik dan tetap gagah.

Mengunjungi Todai-ji Temple di Nara.

Standard

Selepas menikmati keindahan taman di Yoshikien Garden, kami melangkah keluar menyusuri jalan di perumahan di kota Nara untuk menuju ke Todaiji Temple.

Menurut peta, harusnya letaknya tidak terlalu jauh dari Yoshikien Garden ini. Jadi kami yakin bisa ke sana tanpa tersesat.

Setelah berjalan kira kira 15 menit, sampailah kami di gerbang kuil Todaiji ini. Sempat melihat-lihat dari luar. Keponakan saya ragu apa kita perlu masuk atau tidak. Setelah dicheck ternyata ticketnya tak seberapa mahal. 500 yen per orang jika hanya ingin mengunjungi Templenya saja. Atau 800 yen jika ingin mengunjungi Temple + Museum.

Karena sudah agak sore, kami memutuskan untuk berkunjung ke templenya saja.

Saya berjalan ke arah Budha Hall, mampir ke tempat air untuk membersihkan tangan dan wajah saya, lalu ke tempat pedupaan dan menyalakan dupa sebentar sebelum memasuki ruangan.

Templenya sendiri berupa satu ruangan yang sangat besar di mana sebuah patung Budha Vairocana ditempatkan di sana. Sehingga ruangan itu sering juga disebut dengan Budha Hall atau Daibutsuden.

Patung Budha ini sungguh sangat besar. Berdasarkan informasi beratnya 550 ton. Tingginya ada sekitar 15 meter. Di sekeliling belakang kepalanya terdapat lingkaran cahaya emas.

Ditempatkan di atas kelopak bunga Padma (lotus)

Saya menyempatkan diri untuk merenung dan berdoa sejenak di tempat itu.

Selain patung Budha yang sangat besar ini, di kiri kanan Budha juga ditempatkan 2 buah patung Dewa, yakni Kokuzo Bosatsu (Dewa Ruang).

Dan satunya lagi adalah Nyoirin Kannon ( Dewa Keberuntungan).

Jika kita berjalan mengelilingi aula, di bagian samping agak pojok belakang, kita juga menemukan 2 buah patung raksasa yang merupakan dewa dewa penjaga.

Dewa dewa ini diyakini menjaga Budha dari hal hal yang buruk.

Mereka adalah Koumokutan ( Dewa Barat).

Dan Tenmontan ( Dewa Utara). Patung dewa dewa ini terbuat dari kayu balok yang diukir dengan sangat indahnya.

O ya, hampir lupa bercerita, di dekat patung Dewa Tenmontan ini terdapat sebuah pilar denganlubang di tengahnya. Kelihatannya sangat sempit, tetapi saya lihat ternyata ada beberapa orang yang bisa lolos masuk ke dalamnya. Baik anak kecil maupun orang dewasa.

Wipro Unza Indonesia, Best Company to Work For in Asia 2019.

Standard

Jumat malam kemarin saya diundang menghadiri sebuah acara yang diselenggarakan oleh HR Asia di J.W. Mariott Hotel di Jakarta, karena PT Unza Vitalis (Wipro Unza Indonesia) perusahaan tempat saya bekerja, memenangkan kompetisi sebagai salah satu perusahaan terbaik sebagai tempat bekerja di tahun 2019.

Sebagai karyawan, tentu saja saya merasa sangat bangga dengan pencapaian di ajang HR paling bergengsi se-Asia ini. Terlebih jika mengingat bahwa terus terang perusahaan kami yang di Indonesia ini baru pertama kali ikut serta dalam ajang ini dan menang!!!. Sangat mengejutkan dan membahagiakan.

Sedikit informasi, perusahaan PT Unza Vitalis ini diakuisisi pada tahun 2007 oleh Wipro Limited sehingga merupakan bagian dari Wipro Consumer Care. Ber”head office” di Jakarta, pabrik kami ada di Salatiga.

Di Indonesia , perusahaan kami ini memasarkan brand Vitalis, Sumber Ayu, Izzi, Enchanteur, Doremi, Pandansari, Romano, BioEssence dan Safi.

Mr Neeraj Khatri, Presdir PT Unza Vitalis dan Bpk Adi Sumarno, Head of HRD.

Nah, lalu bagaimana kami bisa menang?.

Saya rasa tentu salah satu faktor penentunya adalah tingkat kepuasan karyawan yang diukur melalui survey. Selain tentu saja beberapa faktor lain yang berkaitan dengan organisasi. Nah, saya yakin team HR di perusahaan kami ini dengan sangat kompak telah bekerja keras agar bisa mengantarkan perusahaan ke kemenangan ini.

Misalnya, perusahaan tempat kami bekerja memiliki value yang disebut dengan Spirit of Wipro.

Spirit of Wipro itu terdiri atas 4 point yang kami jalani dalam kehidupan sehari hari di kantor;

1/. Be passionate about clients’success.

2/. Treat each person with respect.

3/. Be global and responsible.

4/. Unyielding integrity in everything we do.

Sungguh, ini bukan sekedar value yang ditulis dan digantung di dinding saja. tetapi sesuatu yang kami jalani sehari-hari. Team HR kami selalu mengingatkan tentang value ini setiap saat.

Saat ini perusahaan mempekerjakan 547 karyawan, yang sangat beragam generasinya, gender, suku dan agamanya. Dan dari seluruh karyawan itu 67.4% adalah kaum millenials. Dan hampir 40 % adalah wanita. Kami sangat menghargai keanekaragaman.

Hal lain yang sangat menarik adalah program-program baik yang dibesut oleh Group maupun dirancang oleh team HR lokal. Antara lain :

Code of Business Conduct .

Ini menarik banget. Karena walaupun banyak perusahaan juga berbicara tentang ini, tetapi di Wipro kami menjalaninya dengan bersungguh -sungguh. Dan kami karyawan berkomitment untuk itu serta ikut memastikan bahwa bisnis berjalan dengan baik secara fair dan beretika. COBC ini mencakup juga masalah pencegahan terhadap bullying di kantor, pelecehan sexual, pelecehan sosial, fisik, gender, agama, suku dan sebagainya, penyalahgunaan wewenang, jabatan, masalah integritas, conflict of interest dan sebagainya.

Prevention of Sexual Harassment (POSH).

Sebagai karyawan, kami semua berhak dong bekerja dengan nyaman dan bebas dari segala bentuk bullying dan pelecehan. Terlebih bagi karyawan wanita yang jumlahnya mendekati 40%. Jika tidak diatur dalam COBC tentu sangat rentan terhadap kasus pelecehan ini. Perusahaan membemtuk komite khusus POSH untuk memverikan pendidikan, penyuluhan dan training kepada seluruh karyawan, termasuk para SPG dan team di lapangan serta karyawan yang berada di Office. Training juga diberikan bagi setiap karyawan baru , dan secara berkala diberikan lagi training penyegaran bagi karyawan lama.

Employee Engagement Program.

Di kantor kami, ada banyak banget Employee Engagement Program yang membuat karyawan semakin betah untuk tetap bekerja di perusahaan. Terbukti dalam survey persepsi karyawan, tingkat kepuasan karyawan terhadap perusahaan menjadi 83%, meningkat misalnya jika kita bandingkan pada tahun 2016 yang hanya 79%. Selain itu Attrition ratenya juga cukup rendah dan berkurang dibanding tahun tahun sebelumnya.

Employee Communication Platform.

Banyak forum komunikasi yang disediakan oleh perusahaan. Mulai dari Coffee Morning – ini untuk ngupdate ke karyawan apa apa aja berita terbaru di setiap Department, sehingga karyawan nggak kudet dengan apa yang terjadi di perusahaannya sendiri , lalu ada Employee Gathering – nah ini adalah acara tahunan. Biasanya kita pergi ke suatu tempat, dibikinin acara misalnya outbond atau games-games yang membuat kita makin kompak dan makin semangat gitu. Ada juga Board Magazine yang dipakai untuk naruh berita seputaran group. Ada lagi Leaders Meeting untuk ngupdate sesuatu di lefel Head department. Terus kalau ada apa apa, HR juga menyediakan diri untuk session HR Consultation. Dan percaya nggak, di perusahaan kami ada yang namanya “Thank You Tree” tempat karyawan menggantungkan ucapan terimakasihnya kepada karyawan lain yang telah membantunya.

Sebenarnya masih banyak lagi loh yang menarik di perusahaan tempat saya kerja ini. Misalnya Family Gathering, juga hampir setiap tahun, terus kalau kita berulangtahun nih… dibikinkan acara agar bisa Lunch bersama COO kita. Terus proggram lain lagi contohnya Brand Review Challenge di Social Media, School Holiday Program, ngundang anak anak sekolah untuk datang dan bermain ke kantor kami. Juga Office Contest misalnya lomba kebersihan antar department dalam rangka hari Bumi. Atau Expert Talk ngundang ahli nih ke kantor kita untuk bicara tentang apa saja tergantung topik. Ahli Keuangan, Ahli Kesehatan, Ahli Lingkungan Hidup, dan sebagainya. Gitu deh…pokoknya keren 👍👍👍.

Eco Eyes.

Nah..ini program yang berkaitan dengan upaya kantor kami menjaga keberlangsungan kehidupan di masa depan. Kami peduli bumi kami dan masa depannya. Program Eco Eyes ini dimaksudkan agar kami bisa memantau penggunaan energy, kertas dan air dengan irit dan efisien. Bukan pelit ya.

Jadi karyawan selalu diingatkan dan didorong agar semakin hari semakin bersikap eco-friendly. Bahkan di pabrik kami di Salatiga, kami juga membuat Biodiversity Park bekerja sama dengan ebird.org agar burung burung betah datang dan membuat sarang di halaman pabrik.

Corporate Social Responsiblity (CSR).

Perusahaan tempat saya bekerja juga cukup aktif melakukan CSR. Misalnya bekerjasama dengan Nara Kreatif untuk membantu pendidikan anak anak jalanan, juga secara berkala, karyawan ikut mendonasikan darah melalui Palang Merah Indonesia, juga memberikan sumbangan kemanusian dalam kejadian bencana alam, atau berbuka puasa bersama anak yatim piatu.

Leadership Values and People Development.

Hal yang sangat menarik lain di Wipro adalah tentang Leadership dan pengembangan karyawan. Selain berbagai jenis training baik internal.maupun eksternal yang diberikan, feedback kepada karyawan juga selalu diberikan secaea berkala dan bahkan untuk para leader diberlakukan 360° review, penilaian dari atasan, dari peers, dari internal customers dan dari bawahan. Di Sales di lakukan talent review secara berkala selain untuk mendevelop leadership dari dalam, menyediakan kepemimpinan dari dalam juga untuk membantu team sales dalam mencapai target melalui Sales Award.

Nah… demikianlah cerita saya tentang PT Unza Vitalis atau Wipro Unza Indonesia, perusahaan tempat saya bekerja. Bukan saja tempat saya mengais rejeki setiap hari, tetapi juga tempat saya mengekspresikan pikiran dan ide-ide saya dengan baik, karena didukung oleh suasana kerja yang nyaman dan sangat kondusif, serta penuh semangat dan motivasi yang tinggi untuk terus berkarya dan mencapai sukses.

Wipro Unza Indonesia, great place to belong!!!.

Yoshikien Garden di Nara.

Standard

Ada banyak sekali Garden di Nara. Yoshikien Garden adalah salah satu yang sempat saya kunjungi. Garden ini sangat indah, terdiri dari 3 bagian, yakni taman yang ada kolamnya, bangunan tempat minum teh dan taman lumut.

Awalnya saya pikir kami akan membayar jika masuk ke garden ini. karena itu yang saya tangkap di plang depan taman ini. Kami juga diminta untuk menunjukkan passpor kami kepada petugas. Tetapi entah kenapa, mereka tidak memungut bayaran dari kami.

Ooh…tentu saja kami sangat berterimakasih kepada petugas itu. Kamipun masuk ke dalamnya melalui sebuah tangga kecil.

Begitu masuk terlihat pemandangan menakjubkan dari sebuah kolam yang posisinya agak dibawah.

Dikelilingi oleh bunga bunga Azalea yang cantik dan pohon pinus jepang yang bentuknya sangat artistik. Seorang petugas gardening kelihatan sedang memangkas tanaman dan merapikan taman.

Saya sungguh merasa takjub dengan pohon pinus di situ. Mirip bonsai yang dibentuk tangan manusia, tetapi dalam ukuran besar.

Hujan turun gerimis. Saya berteduh sebentar di emperan bangunan sambil melongokkan kepala melihat melalui jendela kaca.

Selembar kertas tertempel di situ. Rupanya jendela kaca bangunan itu terbuat secara traditional dari hadmade glass. Bukan kaca pabrikan. Waaah!!!. Luarbiasa ya.

Di pojok taman ada sebuah parit yang cukup dalam dan di seberangnya tampak sebuah pagoda bertumpang 13 yang menurut saya sangat mirip dengan meru. Keseluruhan landscape taman itu tampak sangat cantik dan menarik.

Setelah reda, saya berjalan menyusuri jembatan kecil dan jalan setapak yang menanjak.

Ada sebuah bangunan kecil di atas sana. Kelihatannya tempat orang minum teh. Jika kita memandang tepat ke pintunya, di seberang sana tampak sebuah taman lain yang indah. Sayang pengunjung tidak diperkenankan masuk ke sana.

Didepannya ada sebuah tempat air. Mungkin sebelum masuk ke ruangan suci itu, tamu diharapkan mencuci tangan atau kaki di sana.

Saya mengambil jalan memutar untuk sampai ke taman di seberang sana. Tempat yang sangat indah. sejuk. dan terasa sangat tenang dan damai.

Sebagai catatan, sesuai dengan yang tertera di pintu gerbang, di taman Yoshikien ini rupanya pada suatu masa adalah lokasi dari cabang Kofukuji Temple yang disebut dengan “Manishuin”. Ini menurut mereka berdasarkan foto lama dari Kofukuji Temple. Namun ketika Jepang memasuki periode Meiji (1868 – 1912), tempat ini dimiliki oleh perorangan. Setelah konstruksi dari bangunan dan taman tang sekarang pada tahun 1919, tempat ini kemudia sering dimanfaatkan untuk menerima tamu tamu VIP dari perusahaan swasta. Pada tahun 1980, Nara Perfecture mengambil alih tempat ini dan dibuka untuk publik.

Sebagai informasi, taman ini terbuka untuk umum dari jam 9 pagi hingga jam 17.00. Pintu masul terbuka hingga pukul 16. 30. Jadi kalau teman teman pembaca ada yang ingin berkunjung ke sini, jangan terlalu sore.

Nara, Meet Me In The Deer Park…

Standard

Mengunjungi Nara Park di kota Nara, sebuah taman yang isinya sekumpulan rusa totol, yang pertama kali datang kepikiran saya adalah potongan lagu “Meet me in the deer park”nya Michael Franks:

Meet me in the deer park, Lady won’t you please

We can do the deer dance , underneath the ginkgo trees

We can thread the needle, build a bridge of sighs

We can bring a smile, to the Budha’ s eyes……🎶”

Saya kok yakin banget, lagu romantis yang bikin hati perempuan meleleh itu diciptakan dengan background taman di kota Nara ini. Taman indah yang lengkap dengan rusa totolnya serta pohon ginkgo bilobanya. Dan memang, nggak jauh dari the deer park ini, ada banyak situs Budha yang bisa kita temukan. Pas banget kan?.

Sebenarnya jika bicara tentang rusa, banyak sekali tempat di kota Nara ini yang dihuni oleh rusa. Mulai dari Kofkuji temple, Nara Park, hingga ke Todaiji Temple.

Bayangkan saja, ketika baru saja saya keluar dari Stasiun Kintetsu dan berjalan beberapa menit saja mau menuju Kofukuji Temple, sudah disambut oleh seekor rusa. Saya sangat senang sekali melihatnya. Lalu beberapa ekor rusa lain menyusul. Ada juga ibu rusa dan anaknya.

Lalu tentu saja lebih banyak lagi rusa yang saya temukan di taman yang disebut dengan Nara Park. Mereka banyak. Ada yang bergerombol, ada juga yang mencari makan secara individu.

Rusa rusa yang ada di kota Nara (jenis Cervus nippon), ini saya lihat memiliki totol totol putih di tubuhnya. Saya bahkan tidak bisa membedakannya dengan Rusa Totol (Axis axis) yang menghuni halaman Istana Bogor kita di Indonesia, saking miripnya. Ukuran tubuhnya juga kurang lebih sama.

Di sini banyak pengunjung yang bermain main dengan rusa dan memberikan makanan untuk rusa. Saya hanya duduk di bangku taman dan memperhatikan tingkah laku hewan ramping yang lincah itu.

Seekor rusa mendekat ke pengunjung. Ketika diberikan makanan, rusa itu mengangguk seolah memberi penghormatan kepada yang memberi makanan. Dan itu terjadi terus, setiap kali ia menerima makanan. “Haik… haik!!!”. Ha ha…lucu sekali.

Saya jadi bepikir, selain anjing dan monyet yang kita tahu secara umum memiliki kecerdasan untuk meniru atau mengikuti perintah manusia, beberapa binatang lain juga bisa terasah dengan kebiasaaan manusia. Seperti misalnya burung Kakatua yang bisa meniru ucapan manusia yang diekspose kepadanya setiap hari, mungkin rusa ini juga salah satu binatang yang bisa diajarkan mengangguk untuk mengucapkan terimakasih.

Populasi rusa ini masih tampak banyak di taman lain dan bahkan di halaman Todaiji temple.

Kalau melihat bagaimana pemerintah Jepang memberikan perawatan dan perlindungan terhadap Rusa bertotol yang disebut dengan Shika, atau Nipponjika ini, saya yakin keberlangsungan hidup rusa ini akan tetap terjaga di tempat ini.

Mengunjungi Kofukuji Temple di Nara.

Standard

Hari ke dua di kota Osaka, saya bangun agak kesiangan, karena kelelahan akibat kemarinnya seharian menghabiskan waktu di Universal Studio hingga malam. Padahal keponakan saya sudah mewanti wanti kami akan berangkat pagi-pagi ke Nara. Takut keburu hujan.

Setelah bergegas mandi berangkatlah kami semua dengan menumpang kereta ke Stasiun Kintetsu. Perjalanan menuju ke Nara dari Osaka kurang lebih setengah jam. Sungguh beruntung, rupanya lokasi Kofukuji Temple itu tidak terlalu jauh dari Stasiun. Cukup berjalan kaki saja, sekitar 15 menit sampai deh.

Kofukuji Temple ini rupanya cukup kompleks. Saya lihat ada beberapa bangunan.

Kofukuji Temple di Nara.

Tapi kayaknya bangunan utananya adalah Pagoda tingkat 5, yang menurut saya terligat sangat mirip dengan Meru Tumpang Lima di Bali. Belakamgan saya baru tahu jika Pagoda ini rupanya dijadikan lsmbang kota Nara. Pantesan saja di beberapa tempat di luar temple ini juga banyak dijajakan souvenir dengan bentuk Pagoda tumpang lima ini.

Di sebelahnya terdapat bangunan Balai Timur.

Lalu di sebelah utaranya terdapat lagi bangunan besar berwarna merah yang dusebut Central Golden Hall. Saya sendiri sih tidak masuk ke area ini.

Lalu, sebenarnya di dekat pintu masuk tadi, saya lihat ada juga sebuah bangunan oktagonal yang disebut dengan Octagonal Hall.

Saya sendiri ikut membersihkan diri dan memanjatkan doa di kuil Octagonal itu.

Menurut cerita , kuil Budha ini usianya sudah sangat tua. Dibangun pada tahun 710 masehi oleh kelyarga Fujiwara dan pernah berkali kali rusak dan dibangun kembali. Dan termasuk sebagai salah satu kuil yang utama. Luar biasa !.

Night Parade di USJ – The Best Of Hollywood.

Standard

Berkeliling di Universal Studio Japan seharian tentu sangat melelahkan. Tapi entah kenapa anak dan para keponakan saya sepertinya tidak mengenal lelah sama sekali. Setelah itu mereka malah bilang akan stay di situ hingga malam karena jam 8.00 malam waktu setempat akan ada Universal Spectacle Night Parade – The Best of Hollywood. Astaga !!!!

Jadi kami akan stay di sini nih hingga malam. Mana angin dingin mulai diam diam bertiup. Saya bergegas mengenakan jacket saya. Untungnya Night Parade yang ditunggu tunggu itu memang sebuah pertunjukan yang luar biasa. Jadi nggak rugi juga nungguin.

Jadi intinya ini adalah parade film film terbaik dari Hollywood.

The Best of Hollywood. Night Parade USJ.

Parade dibuka dengan pertunjukan Minions di lapangan terbuka yang jalan di pinggirnya dihadikan lalu lintas arak- arakan dan peragaan dari the best of Holywood.

1/. Harry Potter.

Parade rupanya dimulai dengan Harry Potter.

Waah… senang sekali saya. Karena sangat kebetulan, saya adalah penggemar berat Harry Potter. Bukan saja filmnya, tetapi buku bukunya juga.

Parade Harry Potter ini dilengkapi dengan Kereta Api yang menuju Hogwarts, lengkap dengan gerbong yang mana kita bisa meligat Harty Potrer, Hermione ada di dalamnya. Lalu ada bendera Gryffindor, Slytherin, Ravenclaw dan Hufflepuff. He ge he… tentu saja saya penggemar team Gryffindor.

2. Transformers.

Siapa penggemar Transformers?

Nah Parade ini pasti akan sangat membuat histeris para penggemar Transformers.

Betapa tidak, karena kita bisa melihat secara langsung bagaimana robot raksasa ini berubah menjadi mobil dan sebaliknya. Sesuatu yang kita lihat di film, tetapi ini nyata dan persis di depan mata kita.

Ada 2 robot yang lewat malam itu, yaitu Bumblebee, robot berwarna kuning yang malam itu menjadi maskotnya Transformers. Lalu disusul dengan Optimus Prime yang warnanya Biru dan Merah.

3. Jurasic Park.

Berikutnya adalah Parade Jurasic Park yang membawa penonton ke masa silam. Berbagai dinosaurus kita bisa lihat di sini.Ada jenus Raptor, Parasaurolophus, Stegosaurus dan lainnya.

Tetapi jagoannya tentu T- Rex sang pemakan daging yang mengerikan.

4. Minions.

Arak-arakan malam itu ditutup dengan parade yang cukup panjang dari dunia Minions.

Keseluruhan parade itu memakan waktu kurang lebih 1 jam. Sungguh sangat mengesankan.

Kami pulang ke tempat penginapan dengan kaki super pegal dan perut mulai keroncongan.

Mengunjungi Harry Potter di Universal Studio Japan.

Standard

Hari pertama di kota Osaka, saya mengunjungi Universal Studio – Japan. Yaa… namanya juga ngikut keponakan. Tentu banyak yang bisa dilihat di sana. Mulai dari Minion, Spiderman, Jurasic Park, Snoopy, Peanuts, dan sebagainya. Tapi dari semua itu, saya paling tertarik pada Harry Potter.

Kisah dunia sihir ini memang sangat menyihir perhatian saya. Dan keponakan saya seperti nauin aja kalau tantenya ini penggemar serial Harry Potter. Kami pun sepakat bermain ke wahana itu.

Kereta Api yang akan mengantarkan ke Hogwarts Castle

Begitu sampai di gerbang, wow! pemandangannya memang sudah langsung memukau dan membuat saya lupa kalau saya sebenarnya seorang “mugle” 😀. Gimana tidak, kereta dengan gerbong 5972 yang akan mengantarkan saya ke Sekolah Sihir Hogwarts sudah di depan pintu dengan uap yang mendesis siap berangkat. Seorang pemandu berdiri di depannya.

Berikutnya pemandangan desa Hogsmeade, desa Sihir yang letaknya tak jauh dari sekolah Hogwarts.

Saya sangat senang di sini.

Melihat atap atap rumah yang tertutup salju. Tak ada bosan bosannya berkeliling di sini.

Kantor Pos Sihir dengan OWL POST menggunakan tenaga burung hantu untuk mengantarkan surat dan barang.

Di sebuah aula, saya melihat sebuah kantor pos yang langit-langit bangunannya dipenuhi dengan berbagai jenis burung hantu. Tentunya burung burung hantu itu yang bertugas untuk mengantarkan segala surat dan barang di dunia sihir 😊. Sayapun mendongak mengamati jenis-jenis burung hantu itu satu per satu.

Toko alat sihir.

Ada juga berbagai toko alat alat sihir yang menarik untuk dikunjungi, yang tentunya berisi berbagai souvenir.

Di depan Hogwarts USJ.

Setelah puas berkeliling barulah kami memutuskan untuk ikut bermain di wahana utama di Hogwarts. Antriannya lumayan panjang. 100 menit !!!. Tapi nggak apa apalah. Mumpung ada di sini.

Hogwarts.

Saya sangat kagum akan tempat pariwisata ini. Pengunjungnya sungguh membludak. Mereka rela mengantri berdiri dan berpanas panasan demi masuk ke dalam wahana ini. Padahal harga ticket masuk ke Universal Studio Japan ini juga nggak murah – murah amat. Buat contekan nih, ticket masuk ke USJ untuk orang dewasa adalah 7 900 Yen atau sekitar 1 jt rupiah per orang. Tapi pengunjung tetap saja membludak.

Sungguh sebuah kesuksesan pemasaran brand Harry Potter yang luar biasa.

Kesuksesan besar dari buah pikir J. K. Rowling sang penulis novel serial ini pada awalnya. Bagaimana ia menterjemahkan khayalan di dalam ruang pikirnya ke dalam rangkaian kalimat demi kalimat yang membentuk cerita. Lalu seseorang menterjemahkan karya sastra itu ke dalam bentuk film. Dan seseorang yang lain menterjemahkannya ke dalam bangunan fisik berupa wahana ini.

Saya memasuki wahana permainan sihir dan menikmatinya bersama anak saya. Lumayan seru juga, tapi sesungguhnya saya lebih banyak memejamkan mata saya ha ha 😀😀😀. Setelah selesai lalu saya keluar ke sebuah ruangan tempat menjual berbagai pernak pernik Hogwarts. Tidak membeli apa apa, dan hanya melihat lihat saja, lalu keluar lagi.

Memandang bangunan Sekolah Sihir Hogwarts yang kelihatan kokoh berwarna kelam itu, lengkap dengan menara menaranya, saya berpikir apakah bangunan seperti ini yang ada di dalam pikiran J. K. Rowling sejak awalnya? Atau ini sudah bercampur dengan khayalan yang ada dalam pikiran sang para sutradara Chris Columbus dan kawan kawan?. Demikian juga bangunan fisik lainnya seperti desa Hogsmeade, kantor post dan lain lain beserta detail-detailnya. Tak habis habisnya saya berdecak kagum.

Tapi apapun itu, yang jelas dari sebuah ide di kepala sang penulis, berkembang menjadi sebuah cerita yang diwujudkan dalam berbagai bentuk bisnis yang baik, dari buku, film, cinderamata, wahana permainan. Nah… kapan kita bisa punya ide yang secemerlang itu ? 😀.

Sesuatu tidak akan punya cerita sukses jika tidak ada ide dalam pikiran. Tetapi ide saja akan tetap tinggal ide, jika tidak mampu kita gambarkan atau tuangkan dalam tulisan ataupun cerita.

Lalu cerita? Ya … cerita akan tambah hidup jika kita film-kan. Dan semakin membooming ketika diterjemahkan dalam berbagai souvenir dan pernak pernik.

Ngebolang ke Negeri Matahari Terbit.

Standard

Liburan kali ini, mendadak saya punya keinginan untuk mengikuti rencana lama kakak saya untuk ngebolang ke Jepang. Berhubung hanya pendompleng, maka saya mengikuti saja agenda yang sudah diatur oleh para keponakan saya. Hanya ticket saja yang harus saya beli sendiri untuk saya dan anak saya. Lumayan mahal juga sih, karena saya nge-booknya last minute, sementara kakak saya dan anak-anaknya sudah ngebook ticket sejak lama. Tentu saja perbedaan harganya sangat jauh. Untuk pelajaran saja, lain kali jika niat bepergian, kita harus menjadwalkan perjalanan kita jauh jauh hari sebelumnya.

Untuk penginapan dan travelling cost selama di sana, keponakan saya yang ngatur. Saya hanya sharing cost saja.

Keponakan saya bilang, untuk menurunkan cost ia memilih menggunakan layanan Air BNB untuk penginapan, dan selama di sana kami akan lebih banyak berjalan kaki, menggunakan kereta ataupun bus. “Jadi jangan berharap hotel mewah” katanya. “Oke” kata saya.

Lalu iapun kirim foto foto tempat penginapan. ” Kamar mandinya juga sharing. Nggak apa-apa ya?” tanyanya. “Nggak apa apa” jawab saya. Saya mempercayakan perjalanan ini padanya karena ia sudah pernah berada di sana dan tentunya lebih tahu ketimbang saya.

Sesuai plan, pada hari H – nya, saya dengan anak dan keponakan berangkat dari Jakarta dan mencapai negara matahari terbit ini melalui Osaka.

Sempat transit beberapa jam di Kuala Lumpur sambil menunggu pesawat yang datang dari Denpasar membawa kakak saya bersama suami dan keponakan saya yang lain.

Tak banyak yang bisa kami lakukan di bandara di KL, selain hanya kuliner. dan diduk duduk ngantuk di kursi yang ada. Untunglah pukul 14. 00 siang akhirnya pesawat berangkat juga.

Setelah penerbangan sekitar 7 jam, pukul 11.00 malam kami tiba di Osaka.

Karena belum sempat makan, kami berhenti dulu di jalan untuk mengisi perut. Kami bertemu rumah makan cepat Sukiya yang buka hingga larut malam. Kamipun memesan makanan dengan cepat.

Saya sendiri memilih menu salad sayuran dan soup miso yang hangat. Lalu bergegas membayar setelah kami semua menghabiskan pesanan kami masing masing.

Saya baru pertama kali menggunakan layanan Air BnB. Pengalaman pertama ini jadi menarik juga buat saya. Karena saya baru tahu jika rumah tempat kami menginap itu kosong dan tuan rumah memberikan informasi di mana kunci diletakan berikut dengan kode rahasianya melalui WA. Jadi mirip pramuka yang sedang mencari jejak 😀😀😀.

Setelah mencari cari dan mencocokkan sejenak, pendek cerita akhirnya kami bisa masuk ke rumah. Sebenarnya rumahnya kecil, tapi karena ditata dengan baik dan apik, lumayan terasa lapang juga. Ada 3 ruang yang bisa dimanfaatkan untuk ruang tidur, 1 kamar mandi, 1 wc, dan 1 pantry serta ruang untuk menjemur cucian terpisah. Lumayan untuk tempat kami tinggal selama beberapa hari sebelum kami pindah ke Tokyo.

Malam itu setelah membersihkan diri saya langsung beristirahat, agar besok terasa segar dan siap untuk berkeliling kota Osaka.