Category Archives: Art & Handicraft

Menyimak “Motion in Transparancy” Dalam Karya-Karya Hester Van Dapperen.

Standard
Menyimak “Motion in Transparancy” Dalam Karya-Karya Hester Van Dapperen.

Entah suatu kebetulan,  minggu lalu saya menginap di sebuah hotel kecil di pinggiran kota Amsterdam yang sedang menggelar karya seni kontemporer di lobbynya. Dari sekian banyaknya karya-karya yang dipajang, mata saya tertumbuk seketika pada lukisan lukisan karya Hester Van Dapperen. 

Sangat menarik hati saya,  karena karya karya Hester ini di mata saya  terlihat sangat unik dan baru. Saya belum pernah melihat lukisan di atas media transparant seperti ini. Terlebih Double Canvas. Technique lukis baru dimana, dua canvas transparant dilukis dan ditumpuk  jadi satu  dengan jarak tertentu. Teqhnique ini memberikan efek “kedalaman” yang sangat baik. Dimensi yang lebih kaya. 

Memandangnya, entah kenapa saya melihat Hester seolah memotret pergerakan manusia di perkotaan yang riuh, bersosialisasi namun juga  sekaligus dingin dan individualistik. Barangkali juga karena pilihan warna yang dipakai yang terkesan dingin, didominasi hitam, putih dan kelabu dengan sedikit sentuhan pink pucat. Berkesan seakan meninggalkan pesan tersembunyi.  Yuk kita simak beberapa diantaranya. 

1/. Lopen.

Lopen/Walking. Hester Van Dapperen.

Dilukis dengan cat acrylic di atas materi transparant double canvas. Sesuai dengan judulnya “Lopen” alias Walking, kita melihat sosok sosok tinggi yang bergerak serasa di jalan kota. Di latar belakangnya kumpulan burung dara bertengger di kawat listrik dan orang orang yang berjalan dengan arah yang berseberangan. Menarik sekali. 

2/. Mijn Schaduw.

Mijn Schaduw. Hester Van Dapperen.

Dengan materi yang sama, Hester menggambarkan bayangan manusia yang sedang bergerak. Arah sinar entah datang dari mana mana dengan derajat berbeda beda pula, sehingga bayanganpun terlihat berbaring ke beragam arah. Teqhnique double canvas di sini memberikan dampak pluralisme yang semakin membaur dan tak teratur. Tidak seoptimal pada lukisan lain, misalnya pada Lopen. Namun demikian, secara umum lukisan ini tetap tampak menarik dan sesuai dengan judulnya Mijn Schaduw (My Shadow).
3/.Transparant in Roze, Grijs en Zilver.

Transparant in Roze, Grijs en Silver.

Pada lukisan ini  Hester menerapkan warna tambahan rossy pink  dan silver yang membuat overall tampilannya menjadi lebih feminine dan berbahagia ketimbang lukisan-lukisannya  yang lain. Saya suka komposisi warna ini. Keanggunan terpancar keluar tanpa harus dijelaskan. 

4/. Witte Dansers in Het Park.

Witte Dansers in Het Park. Hester Van Dapperen.

Karya ini penuh dengan muatan seni.  Betapa tidak. Selain komposisi dan paduan warnanya yang baik, karya ini seolah  juga menunjukkan gerakan-gerakan yang indah dari para penari dan busananya yang menarik. 

5/. Vroege Vogels

Vroege Vogels. Hester van Dapperen.

Karya yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi berjudul “Early Birds” ini, menceritakan sebuah ketergesaan. Orsng orang yang bergegas ke tempat kerja di pagi hari. 

Demikianlah karya karyanya yang terlihat oleh saya. Terlihat sangat indah dan anggun. Potret dinamika kehidupan urban dengan kehidupan modern. Ua menggambarkannya dengan sangat apik. Belakangan saya tahu bahwa Hester van Dapperen sang Contemporary Visual Artist itu ternyata juga adalah seorang Fashion Designer. Ooh…pantaslah saya seolah menangkap jejak jejak fashion dalam karya-karyanya itu. 

Keren!. 

Advertisements

Garden Art – Koleksi Kebun Dapur Hidup Saya.

Standard

Koleksi Dapur Hidupku.

Berkebun sayuran 🌱🌱🌱menjadi kegiatan favorit saya setahun dua tahun ini. Ya..  membuat Dapur Hidup! Saking senangnya, saya sampai jarang punya waktu untuk melakukan kegiatan favorit lain di luar jam kantor seperti menulis, menggambar, jahit menjahit ataupun mencoba coba resep cemilan untuk anak-anak. Blog sayapun mulai setengah terlantar. Ya..okelah. setiap orang memang cuma diberi jatah waktu 24 jam, nggak kurang dan nggak lebih. Jadi memang harus memilih, bagaimana caranya menghabiskan waktu yang 24 jam itu dengan cara terbaik menurut kita masing-masing. 

Tapi beberapa hari belakangan ini, tiba-tiba saya mendapat ide untuk membuat kumpulan sketsa hitam putih tanaman sayuran  yang ada atau pernah saya tanam di kebun Dapur Hidup saya. Selain menyenangkan hati, juga untuk mengingatkan saya kelak,  eeh…sayuran ini pernah saya tanam lho di kebun saya. Ada di album “My Garden Collection”. Siapa tahu kehabisan ide untuk menanam apa lagi. Karena lahan pekarangan rumah saya sempit, tanaman sayuran itu kebanyakan memang saya tanam silih berganti. 

Alasan lain adalah, saya lihat kebanyakan orang membuat lukisan , gambar ataupun sketsa bunga atau tanaman hias. Lebih jarang orang membuat gsmbar atau sketsa sayuran. Jadi saya pilih untuk menggambar isi kebun sayuran🌱🌱🌱 saja lah kalau begitu. Biar beda 😃😃😃.

Untuk koleksi Dapur Hidup ini, saya memilih menggambar dengan pensil di atas kertas gambar warna putih. Hitam putih saja. Kelihatannya lebih menarik dan klasik. Nah.. ini adalah 6 gambar pertama yang saya buat untuk koleksi Dapur Hidup saya. 

1/. Artemisinin

Artemisinin, alias Kenikir obat  adalah tanaman Dapur Hidup yang sekaligus Apotik Hidup. Karena daun tanaman ini basa digunakan orang untuk pecel, tetapi juga memiliki benefit pengobatan.  Daunnya sangat indah dan keriwil. Sangat menarik untuk digambar. Ukurannya yang kecil memberi tantangan tersendiri saat menggambar, tetapi saya mengakalinya dengan membuatnya menjadi lebih besar.
2/. Sawi Pagoda alias Tatsoi.

Tatsoi adalah ratunya Dapur Hidup di halaman rumah saya. Tampilannya yang cantik dan anggun selalu mendapat komentar dari teman teman yang melihat fotonya ataupun melihat langsung saat berkunjung ke rumah saya “waah.. kalau cantik begini sayang dimasaknya. Jadikan pajangan saja” begitu rata rata komentar teman. Jadi layak banget diabadikan dengan pensil ya. Challengenya adalah bagaimana caranya menggambar  tumpukan daun daunnya yang melingkar membentuk pagoda itu dengan rapi dan tidak tumpang tindih dengan amburadul satu sama lain. 

3/. Sawi Putih alias Pitchay

Pitchay atau Pitsai atau Sawi Putih, tananan sawi jenis lain yang juga sering saya tanam di halaman. Tanaman ini daunnya mengenbang seperti rosette pada awalnya, kemudian menekuk ke dalam dan memadat di tengah pada akhirnya. Terlihat gendut dan lucu. Menarik juga untuk digambar. Challengenya adalah, bagaimana membuat daun-daunnya kelihatan menggelung ke dalam dan terlihat padat.  Yang saya gambar ini adalah tanaman yang masih muda  yang berada di stage baru mulai menggelung daun -daun tengahnya. 

4/. Pare.

Pare adalah tanaman yang dari sononya sudah artistik. Batangnya merambat dengan daun keriting dan sulur sulur yang banyak membuatnya terlihat sangat cantik tanpa diapa-apain. Challengenya seupa dengan menggambar Artemisinin. Bagaimana caranya menggambar bagian kecil kecil kemriwil itu dengan tetap halus. 

5/. Rosemary.

Sekalian keblenger dengan menggambae element tanaman yang kecil kecil, sekalianlah saya menggambar Rosemary. Daunnya kecil kecil banget. Aah…perbesar saja dikit.  Rosemary adalah tanaman bumbu yang baru saya pelihara kurang dari setahun.  Saya sangat suka dengan wangi daunnya. Enak untuk ditabur di atas kentang goreng. 

6/. Sawi Sendok alias Pakchoy

Tanaman ini juga sangat menarik karena pangkal tangkai daunnya yang cekung dan gendut mirip sendok bebek. Juga merupakan tanaman yang paling sering saya tanam di halaman. Karena enak 😃. Challengenya adalah bagaimana membuat pangkal tangkai daunnya ini benar benar terlihat cekung di dalam dan cembung keluar. 

Tapi apapun challenge-nya, menggambar sayuran selalu menarik dan menyenangkan. 

Coretanku: Bentangkan Sayapmu. 

Standard

*pencils on paper.

Bentangkan sayapmu lebar lebar, sayang. 
Laksana kupu-kupu, hanya jika sayapmu kau bentangkan kau akan merasa ringan, hilang letih duka nestapa. Hanya jika sayapmu kau bentangkan, jantungmu kan segera memompakan semangat, yang membuatmu siap menghadapi kehidupan.Dan hanya jika sayapmu terbentang, kau akan bisa terbang. Menari diantara bunga-bunga di taman, melintasi savana dan mencium lidah awan. 

Bentangkanlah sayapmu. Karena hanya jika sayapmu terbentang,  dunia ikut tersenyum bahagia bisa menyaksikan keindahan pernak pernik warnamu. 

Coretanku: Mushroom In The Wild.

Standard

image

Tantangan dalam kehidupan, laksana jamur di alam. Ada yang enak dimakan, tapi ada juga yang beracun. Banyak yang tertarik untuk menghadapinya, tapi lebih banyak lagi yang tak mau mengambil resiko bahkan hanya untuk sekedar mencobanya.

Sang penjawab tantangan akan belajar memahami agar bisa  berhasil dan mengambil resiko berdiri di garda depan. Untuknya hanya ada kata sukses yang gemilang. Karena jika ia gagal, maka ia telah gugur dan tak sempat lagi merasakan kegagalannya.

Sedangkan sang pengekor menunggu di belakang. Untuknya tidak pernah ada kata sukses, karena jikapun ia sukses karena mengekor, kesuksesan itu sesungguhnya diakibatkan oleh orang lain yang berdiri di garda depan.

*pencils on paper.

Coretanku: Urban Garden with Limited Space.

Standard

image

Urban Garden.
There are many good reasons for growing food, no matter how small the scale of production.

Keterbatasan, tidak akan jadi halangan berarti jika ada niat dan kesungguhan hati untuk mengerjakannya.
* Pencils on paper.

Coretanku: Massed Flowers Tumbling Down The Slope.

Standard

image

Tangga yang sama untuk mendaki atau menurun, tergantung dari arah mana kita memandangnya.

Jika kita pikirkan jumlah anak tangga dan kesulitannya, maka hanya kelelahan yang kita dapatkan sepanjang perjalanan.

Tapi jika sambil berjalan kita perhatikan keindahan bunga-bunga liar di kiri kanannya, maka kebahagiaan akan selalu menyertai perjalanan kita.

*pencils on paper.

Centerpiece Crochet Untuk Meja Teras Belakang.

Standard

“Bikin apa itu, Mama?” Anak saya bertanya melihat saya memegang benang dan jarum renda. “Mau bikin centerpiece” jawab saya sambil menunjuk meja pendek di teras belakang yang tampak kusam tak bertaplak.

Taplaknya entah kemana. Mungkin sudah dibuang sama si Mbak karena barangkali sudah terlalu tua dan kurang layak dipakai lagi.

“Mana designnya?” tanya anak saya lagi. “In my mind” jawab saya tertawa. Ha ha. 
Tapi serius!. Saya belum punya designnya. Harus mikir dulu sambil mengerjakannya. Ntar biasanya ide datang sendiri begitu tangan mulai merenda. Anak saya melongo. Ia heran bagaimana saya bisa merenda sesuatu yang gambarnya masih di kepala. Tidak di sketsa dulu, tidak didrawing dulu.

Tapi ia tidak berkata apa apa lagi selain hanya memperhatikan saya mulai bekerja. Satu rantai,  dua rantai, tiga rantai. Jarum dan benang saya bergerak mengikuti gerakan tangan saya.

“Sekarang Mama kelihatan seperti grandma beneran”. Komentar anak saya. Hah?!. Saya tidak setuju dibilang grandma. “Cara Mama membuat centerpiece itu lho!.Masih pakai tangan dan jarum. Sekarang orang pasti lebih senang mengerjakannya dengan mesin. Lebih cepat” sambung anak saya. Yap!.Mungkin saja.  Dan sudah pasti lebih cepat jika membuat dengan mesin. Tapi saya pikir saya bisa mengerjakan centerpiece ini dalam waktu beberapa jam saja.  Walaupun sambil ngurusin tanaman, sambil ke dapur dan juga sambil nganter si kecil ke toko buku. Pokoknya bisalah selesai dalam sehari ini.

image

Pukul  16.28 , centerpiece yang saya kerjakan sudah berdiameter 17 cm. tinggal seikit lagi selesai.

image

Pukul 18.40 akhirnya selesai. Yihaa!!!. Centerpiece crochet dengan diameter 29 cm dengan desain dadakan yang ada di kepala saja. Segera saya tunjukkan hasilnya ke anak saya.  Not bad!.

Warnanya yang hijau cocoklah jika dipakai sebagai alas pot tanaman. Nyambung dengan kehijauan tanaman Dapur Hidup di sekitarnya. Saya pikir ide bagus juga kalau saya meletakkan pot pohon cabe di atasnya.

Tapi saya baru nyadar, ternyata meja ini sudah lama belum divarnis. Tampak rada rada usang gitu jika centerpiece yang kinclong ini saya letakkan langsung di atasnya. Kebanting banget.

Mungkin ada baiknya saya kasih alas dulu ya. Nah ini ada  kain ulos pemberian kakak saya.

image

Lumayan ya. Jika diberi tanaman, jadi tampaknya seperti ini.

image

Pilihan lainnya adalah kain hijau pemberian seorang teman.

image

Ini kelihatannya yang lebih nyambung warnanya. Jika dikasih pot pohon cabe di atasnya akan nampak seperti ini.

image

Atau  jika diletakkan pot Pakchoi  Sam Hong di atasnya akan tampak keren seperti ini.

image

Tapi baru semenit saya mencoba menata pot tanaman, si kucing tak mau ketinggalan. Ikut mengagumi tanaman cabe yang saya letakkan di atas meja.

image

Tampak ia sangat menikmati taplak meja baru itu.

image

Kursi ini sangat enak untuk bermalas-malasan sambil minum kopi atau minum teh sambil mrmandang segarnya tanaman sayuran yang tumbuh subur di halaman.