Selamat Tahun Baru 2018.

Standard
Selamat Tahun Baru 2018.

Selamat pagi teman- teman pembaca. Selamat Tahun Baru 2018!.

Tahun 2017 baru saja lewat. Tentu saja tahun itu memberi arti yang berbeda-beda bagi setiap orang. Ada yang menganggapnya sebagai tahun yang penuh dengan hal-hal baru yang menyenangkan, tahun tahun yang penuh dengan kebahagiaan dan kesuksesan, atau mungkin juga ada yang menganggap tahun 2017 adalah tahun yang penuh dengan kedukaan dan sebagainya.

Bagi saya sendiri, setelah saya tengok ke belakang, tahun 2017 adalah tahun yang paling kurang produktif. Baik secara pribadi maupun dalam aspek kehidupan saya yang lainnya. Tahun di mana saya hanya menghasilkan sedikit karya yang memuaskan hati saya.

Salah satu contohnya adalah dalam dunia blogging. Jumlah tulisan saya tahun ini sungguh turun drastis. Hanya 49 buah dalam setahun. Sebagai pembanding saya ambil tahun lain secara acak – misalnya tahun 2012, saya menghasilkan 201 tulisan dalam setahun!. Nah, bayangkan betapa kurang produktifnya saya di tahun 2017 lalu. Seperempat dari tahun 2012 pun tak ada. Sungguh terlalu!.

Contoh lain adalah dalam hal per”dapur hidup” an. Kegiatan saya dalam menanam kebutuhan dapur sehari-hari. Tahun 2017 ini panen saya sangat terbatas jika dibandingkan tahun sebelumnya. Terang saja, karena kegiatan menanam agak berkurang. Lho…kenapa bisa begitu ya?

Alasannya tentu banyak. Semua alasan bisa kita cari sebagai bentuk pembenaran atas kekurang berhasilan kita. Yang paling mudah adalah menyalahkan kondisi ekonomi di tahun 2017 yang lagi sulit πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€, yang menyita perhatian dan waktu saya lebih banyak, sehingga saya tak punya banyak waktu untuk berpikir dan menghasilkan sesuatu. Kedengeran agak masuk akal nggak?. Ha ha..πŸ˜ƒ πŸ˜ƒπŸ˜ƒ

Terlepas dari apapun yang saya sebut sebagai penyebabnya, namun di dalam hati saya tetap mengakui bahwa seandainya saja saya sedikit lebih semangat dan lebih rajin mengerahkan pikiran, daya upaya dan usaha saya, tentu hasilnya akan menjadi lebih baik dari itu.

Nah lho?! Jadi kesimpulan sebenarnya adalah, segala bentuk kesuksesan ataupun kekurang suksesan, jika mau jujur sangat ditentukan oleh seberapa jauh kita meletakkan semangat dan upaya kita untuk mencapainya diatas segala situasi yang ada.

Hari ini tahun 2018 telah hadir. Saya rasa ada baiknya saya gunakan sebagai tonggak batu, tonggak titik balik yang memompa semangat hidup saya kembali agar bisa lebih produktif lagi berkali lipat dibanding tahun 2017.

Orang bilang, ucapan adalah doa. Dan doa akan selalu berhasil terbaik jika dibarengi dengan upaya yang sepadan juga.

Baiklah teman-teman semuanya, sekali lagi Selamat Tahun Baru 2028. Semoga di tahun 2018 ini kita semua menjadi lebih produktif dan lebih sukses.

Advertisements

Liburan Di Bali: Toya Devasya.

Standard
Liburan Di Bali: Toya Devasya.

Jika pulang ke Bali, biasanya saya hanya tinggal di rumah orang tua saya saja di Bangli. Rumah masa kecil yang selalu memberi rasa nyaman. Sesekali saya juga mampir ke rumah ibu saya di Banjar Pande atau ke rumah kakek saya di tepi danau Batur, atau bertemu keluarga ataupun teman yang ngajak saya mampir ke rumahnya. Sangat jarang kami pergi ke tempat wisata. Sebagai akibat, anak-anak saya tidak begitu nyambung jika teman-temannya bercerita tentang tempat- tempat wisata di Bali. “Rumah di Bali kok nggak tahu tempat wisata di Bali?”. Ya…karena kalau di Bali biasanya cuma di rumah saja.

Liburan kali ini saya mengajak anak anak jalan-jalan. Ke mana sajalah, termasuk salah satunya ke Toya Devasya, salah satu tempat wisata air panas di tepi danau Batur di Kintamani. Natural Hotspring!.

Toya Devasya ini bisa kita tempuh kurang lebih dalam 1.5 jam dari Denpasar. Arahnya ke utara, ke Kintamani. Naik teruuus… hingga kita tiba di Penelokan, di tepi kaldera gunung raksasa purba.

Penelokan. Sesuai namanya Penelokan (asal kata dari ” delok” artinya lihat/ tengok; Penelokan = tempat melihat pemandangan), dari sini kita bisa memandang ke dalam kaldera yang di dalamnya terdapat danau Batur dan Gunung Batur yang sungguh sangat indah.

Nah dari sana itu kita menuruni jalan yang ada menuju tepi danau. Tiba di desa Kedisan, kita berbelok ke kiri. Kembali menyusuri jalan sambil melihat-lihat pemandangan yang luar biasa indahnya. Di kanan adalah danau biru dan bukit bukit yang menghijau. Lalu di sebelah kiri, gunung Batur dengan landscape batu batu lahar gunung berapi. Kira kira limabelas menit perjalanan, tibalah kita di Toya Bungkah, nama tempat di mana Toya Devasya ini berlokasi.

Walaupun sudah agak sore, Toya Devasya tampak ramai. Parkiran hampir penuh dengan kendaraan tamu-tamu yang entah menginap, sekedar makan di restaurant ataupun berenang. Saya dan 5 orang anak keponakanpun masuk ke sana.

Anak-anak dan keponakan yang kecil segera berenang. Ada 6 buah kolam renang di sana. Besar dan kecil. Melihat kolam renang sebanyak itu dan semuanya ramai, saya pikir besar kemungkinan orang-orang datang ke sini memang untuk berwisata air.

Keponakan saya yang lain sibuk hunting foto dan bermain drone di dekat danau.

Saya sendiri dan anak saya yang besar, melihat-lihat pemandangan sekitar. Dari anjungan Kintamani Coffee Housenya saya bisa melihat danau luas yang menghampar berdinding bukit. Di atasnya awan awan putih menutup Gunung Agung di belakangnya. Angin danau berhembus sejuk. Sungguh tenang, damai dan permai di sini. Tempat yang nyaman untuk hanya sekedar menikmati senja, membaca buku, ngopi-ngopi hingga bermain drone.

Kompleks Toya Devasya ini kelihatannya cukup luas. Dan terakhir kali saya kesini barangkali telah lebih dari 5 tahun yang lalu. Jadi penasaran juga, ingin tahu ada fasilitas apa saja di tempat wisata yang lagi naik daun di Danau Batur ini.

Mengikuti rasa ingin tahu, saya dan anak sayapun turun dari anjungan kopi, melihat lihat berkeliling sambil nunggu anak-anak selesai berenang. Kaypooo lah dikit ya πŸ˜€

Persis di bawah anjungan, ada kolam renang yang rupanya lebih banyak diminati oleh wisatawan asing. Patung patung gajah segala rupa menghiasi areal ini termasuk kolam renangnya. Yang menarik adalah, diantara sekian kolam renang yang ada, dua diantaranya berada persis di tepi danau. Memungkinkan kita untuk menikmati pemandangan danau sambil berenang ataupun berendam di air panas.

Tak jauh dari sana saya melihat counter untuk snack dan barbeque. Wah…ini penting, karena biasanya habis berenang renang perut terasa lapar πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€. Tapi saya membayangkan tempat ini juga bakalan penting jika kita bikin acara bakar bakaran bersama teman teman ataupun keluarga. Misalnya pas acara malam tahun baru gitu.

Saya berjalan lagi. Rupanya bagi yang ingin menghabiskan malam di tempat indah ini, Toya Devasya juga menyediakan Villa -villa yang dilengkapi dengan private hotspring pool.

The Ayu Villa. Waduuuh… keren ya.

Saya ditawarkan untuk menginap. Dan anak-anak juga pengen banget. Tapi sayang, besok paginya kebetulan ada acara adat yang harus kami ikuti. Jadi kami tak bisa menginap. Lain kali deh. Mudah-mudahan suatu saat saya bisa menginap di sana.

Disisi barat tak jauh dari kolam renang, saya melihat ruangan restaurant yang juga dilengkapi degan fasilitas untuk ruang meeting dan bahkan panggung indoor.

Selain berenang dan menginap, Toya Devasya juga dilengkapi tempat melakukan Yoga dan Spa yang berfokus pada methode Ayurveda dengan menggunakan bahan-bahan alam. Saya sempat melongokkan kepala saya ke sana. Ada beberapa kamar therapy yang kelihatannya nyaman juga.

Tempat ini rupanya luas juga. Saya melihat ada tempat khusus untuk camping dengan tenda tenda yang disediakan (lupa motret). Saya membayangkan malam tahun baru yang seru di tempat ini. Lalu ada anjungan untuk olah raga air di danau seperti kayaking ataupun tour di danau.

Ada panggung terbuka di sana, yang biasa dipakai untuk pertunjukan pada malam malam istimewa.

Nah…tibalah kami di spot foto yang paling sering saya lihat diupload oleh orang-orang di sosmed. Saya tentu tak mau ketinggalan. Lalu ikut-ikut berphoto di sana. Sebetulnya ada beberapa photo yang diambil sih. Sayangnya sudah terlalu sore dan langit mulai redup. Jadi hasil fotonya tak ada yang bagus he he πŸ˜€.

Matahari terbenam. Malampun tiba. Pak Ketut Mardjana, sang pemilik Toya Devasya beserta istri, mengajak kami makan malam bersama di anjungan Coffee Shop.

Hidangan khas Kintamani yang selalu ngangenin. Ikan Mujair Nyatnyat, Telor Goreng Crispy, Kacang Tanah Goreng, Soup Ikan Kecut… wah…mantap sekali. Makanannya sangat enak. Semua makan dengan lahap. Apalagi anak-anak yang baru habis berenang.

Malam semakin larut, kamipun pamit membawa kenangan indah akan tepi danau Batur dan Toya Devasya.

Terimaksih banyak Pak Ketut dan ibu atas keramahannya. Lain kali kami berkunjung lagi😊.

Ticket Pulang Kampung.

Standard

Liburan akhir tahun tiba. Saatnya melupakan kesibukan ibukota dan kembali menikmati kehidupan pribadi. Pulang kampunglah ya. Habis mau ke mana lagi?. Nggak ada tempat yang lebih nyaman dari yang namanya rumah.

Musim liburan begini, biasanya memberi kesulitan bagi saya untuk pulang kampung ke Bali. Harga ticket pesawat menuju Bali biasanya melambung tinggi nggak kira kira. Padahal nyari waktu bersama anak-anak di luar liburan sekolah juga susah.

Tapi menurut berita, liburan kali ini diperkirakan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bali menurun akibat Gunung Agung meletus. Berarti ticket pesawat ke Bali mungkin akan melimpah ya, karena tak bakalan banyak yang beli dan harganyapun pasti murah.

Jadi, minggu terakhir kerja, saya belum membeli ticket juga. Agak santai karena saya pikir masih akan ada banyak sisa ticket pesawat ke Bali, selain memang kesibukan kantor yang masih menyita waktu.

Hanya setelah mengintip banyak ticket penerbangan ke Denpasar mulai terjual dan harganya yang makin melambung naik, saya mulai panik. Harga ticket Garuda per sekali jalan hanya Jakarta -Denpasar (bukan bolak balik lho!)/orang, mulai merangkak menuju ke angka Rp 4 juta rupiah! Gile!. Mahal kaleeee!. 3-4 kali lipat harga normal. Rupanya karena tinggal itu satu-satunya penerbangan Garuda yang ticketnya masih tersedia ke Bali untuk tanggal itu. Ticketnya sudah pada habis.

Sementara ticket dari maskapai lain juga sudah pada habis. He he…kirain kali ini penerbangan ke Bali sepi. Ternyata habis ludes. Yang tersisa tinggal 2 penerbangan lagi dengan seat terbatas. Dan harganya, walau tak semahal Garuda namun tetap membuat kantong meneteskan air mata duka 😒😒😒.

Jadi sama aja ya. Ada Gunung meletus ataupun tidak, tetap saja ticket pesawat laris manis dan yang tersisa hanya yang mahal mahal saja.

Akhirnya saya berhasil membeli 3 ticket, untuk saya dan 2 orang anak saya. Rencananya nanti, setiba di Bali, kakak saya yang akan menjemput di bandara. Kebetulan, keponakan saya juga berencana pulang pada malam yang sama dan telah membeli ticket dari maskapai penerbangan lain. Jadwal penerbangannya lebih awal sejam dari jadwal saya. Jadi sekalianlah kakak saya jemput anak, adik dan keponakannya.

Pada hari H, saya berangkat ke Cengkareng lebih awal. Hujan hujan. Biasanya jalanan macet. Lebih baik berangkat lebih cepat daripada telat. Tiba tiba keponakan saya menelpon mengatakan supir taksinya nggak bawa e-toll card, sementara tak bisa bayar cash. Jadinya mereka muter jalan dan besar kemungkinan telat.Alhasil keponakan saya telat tiba di bandara. Dan ketinggalan pesawat!. Eaduuh! Saya langsung dekdekan. Karena kemarin saja jumlah ticket yang tersisa sudah terbatas. Apalagi sekarang.

Mencoba mempropose penerbangan berikutnya ke petugas di bandara ternyata sudah habis. Coba balik lagi ke toko online yang menjual ticket, ternyata penerbangan memang sudah habis semua.

Lalu saya coba ke counter maskapai penerbangan lain di bandara. Siapa tahu masih ada ticket yang tersisa atau ada orang yang membatalkan penerbangan ke Denpasar.

Ternyata habis semua juga!. Tak ada satupun yang tersisa.Bahkan yang super mahalpun sudah habis.

Jika mau, ditawarkan penerbangan ke kota lain. Ooh!. Tapi kami kan bukan mau berwisata, kami mau pulang kampung. Jadi tak bisa pindah tujuan ke kota lain. Karena kampungnya tidak bisa dipindahkan.

Malam itu saya dan 2 anak saya pulang. Sementara keponakan saya terpaksa menginap di bandara untuk menunggu penerbangan yang tersedia esok siangnya.

Apa daya !.

Siapa Yang Menabur Benih.

Standard

Musim hujan, membuat keriaan baru di alam sekitar. Pohon -pohon tumbuh subur dan biji-biji bersemaian di tanah. Demikianlah tiba-tiba saya mendapatkan banyak anakan bayam di halaman. Tumbuh di pot-pot dan tanah di sekitar tempat saya duluuuu bangeeeet pernah menanam bayam.

Rupanya ketika bayam itu menua, ia mulai berbunga dan berbuah. Biji bijinya jatuh ke tanah. Mereka tertidur di tanah hingga hujan membangunkannya kembali. Whua…senangnya dapat bibit gratisan πŸ˜€πŸ˜πŸ˜˜

Sayapun memindahkan bayam bayam itu ke pot dan ke bak hidroponik.

Kurang lebih tiga minggu kemudian, pohon-pohon bayam itu mulai membesar dan siap dipanen.

Saya senang dengan apa yang saya dapatkan. Bayam-bayam ini membuat saya merasa seperti mendapatkan durian runtuh. Tetutama karena saya sudah lama tidak menanam bayam, eeh…tiba-tiba nemu anakan bayam di sekitar tempat dulu saya pernah menanam bayam. Sungguh, saya tak pernah mengharapkan rejeki seperti ini menghampiri saya dengan mudah. Tak disangka, dari niat menanam bayam saat itu saja, saya mendapatkan hasil jangka panjang.

Ini mirip yang terjadi dengan hidup. Ketika kita berbuat baik kepada mahluk-mahluk di sekitar kita tanpa mengharapkan hasil apapun, tanpa disangka suatu saat kebaikan pun datang kepada kita dengan caranya sendiri, walaupun kita telah melupakannya. Itulah hukum Karma Pala. Segala sesuatu yang kita lakukan, baik ataupun buruk akan selalu ada hasilnya, entah jangka pendek ataupun jangka panjang .

Alam membuat catatan tentang baik buruknya perbuatan kita, dan kelak akan mengembalikannya kepada kita.

Jika kebaikan yang kita tanam kepada orang lain dan mahluk sekitar, baik pula yang akan kita tuai. Sebaliknya jika keburukan yang kita tanam kepada orang dan mahluk lain di sekitar, maka keburukan jugalah yang akan kita panen suatu saat nanti.

Saya sangat percaya akan hal ini.

Gandaria.

Standard

Wah..lagi musim Gandaria.

Bulan Desember, ketika buah Mangga mulai menipis dari pasaran, buah Gandaria pun bermunculan di Jakarta dan sekitarnya. Saya rasa, buah Gandaria (Bouea macrophylla) ini sangat khas Jawa bagian barat. Soalnya waktu masih tinggal di Bali saya belum kenal buah ini πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€.

Nah kalau di Jakarta malahan setiap musim pasti ketemu di tukang sayur. Biasanya saya beli untuk diulek dengan sambal terasi. Wah…mantap deh rasanya.

Tapi kali ini, berhubung sambelnya sudah kepalang dibuat dan baru ingat ada buah Gandaria di kulkas, jadi buah Gandarianya saya iris iris sajalah. Tetap enak kok!.

Nah balik lagi ke daerah asal buah Gandaria ini, saya pikir pasti dulunya di Jakarta buah ini umum banget. Sampai sampai ada satu daerah / kelurahan di Jakarta yang bernama Gandaria.

Juga di Jawa Barat. Buah ini tentunya sudah lama beredar. Hingga ada sebuah warna bahkan diberi nama Gandaria.

Ibu mertua saya pernah satu kali meminta saya mengambilkan bajunya di lemari. “Yang gandaria” kata beliau. Sayapun bergegas membuka lemari di kamar ibu mertua, mencoba mencari-cari baju dengan motif buah Gandaria yang dimaksud, tapi nggak ketemu. Karena nggak nemu, sayapun balik. “Nggak ada, Mam”. Kata saya. “Ada!. Di lemari mami!”. Sudah saya cari-cari tapi beneran nggak ada. Lalu ibu mertua saya masuk ke kamar, mengambil sebuah baju berwarna ungu dan menunjukkan ke saya “Yang ini lho!” Katanya. Astaga! Di mana gambar atau motif buah Gandarianya ya?. Saya heran.

Bukan motif gandaria. Tapi warna gandaria “. Oooh… saya melongo. Jadi ungu itu bahasa Sundanya “gandaria” ya? πŸ˜€.

Nah…dari situ saya ingat jika biji Gandaria itu memang berwarna ungu. Sangat cantik warnanya.

Apotik Hidup: Yuk Kita Tanam Kunyit!.

Standard

Hari ini saya mencongkel sedikit rimpang kunyit dan mengambil daunnya. Lumayan buat masak.

Kunyit alias Turmeric atau Curcuma, adalah salah satu bumbu dapur yang saya tanam di halaman selain Kencur dan Jahe Merah. Alasannya adalah karena tanaman ini memang serbaguna.

Yang pertama, sudah pasti gunanya sebagai bumbu dapur. Di Bali, Kunyit digunskan di sebagian besar masakan dan bumbu traditional dalam jumlah sedikit. Mulai dari Basa Suna Cekuh (kadang dikasih sedikit Kunyit agar tak pucat warnanya), lalu Basa Gede dan Basa Genep. Pastinya sangat berguna dalam pembuatan Nasi Kuning dan Tumpeng Kuning, Jukut Urab, Sate Lilit, Sate Lembat, Lawar dan sebagainya. Gunanya selain sebagai penyeimbang rasa, juga penetralisir keasaman lambung akibat dari campuran bahan makanan lain. Saya rasa demikian juga pada jenis masakan traditional nusantara lainnya.

Selain untuk bumbu dapur, rimpang kunyit secara traditional banyak dimanfaatkan untuk perawatan kesehatan dan pengobatan karena kemampuannya bekerja sebagai natural antiseptik.

Kunyit banyak dimanfaatkan oleh para wanita untuk membuat Loloh ( Jamu) guna membantu mengurangi rasa sakit perut terutama pada saat menstruasi. Juga digunakan untuk pengobatan luka, sakit lambung, untuk menghaluskan kulit dan juga mengurangi bau badan.

Selain rimpangnya, daun kunyit juga bisa dimanfaatkan untuk masakan. Bisa diiris iris tipis buat campuran Telor Dadar atau Nasi Goreng. Bisa juga buat ditumis ataupun untuk masakan lain.

Yuk kita tanam Kunyit!.

Dapur Hidup : Daun Pepaya Jepang.

Standard

Orang bilang tanah kita tanah surga. Tongkat kayu dan batu jadi tanaman…”

=Koes Plus=

Jika ada yang bertanya kepada saya tentang tanaman sayuran apa yang sebaiknya ditanam di halaman jika tak punya waktu untuk merawatnya, maka jawaban saya akan sangat cepat dan pasti : Daun Pepaya Jepang. Beneran!. Ini kayak yang dibilang sama Koes Plus. Tancepin batangnya, pasti jadi tanaman πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€

Tancapkanlah beberapa batang pepaya Jepang di mana saja di halaman. Asalkan ada sejumput tanah, maka iapun akan hidup dan tumbuh dengan baik. Dan ketersediaan sayuran di dapurpun terjamin.

Ini adalah beberapa dari tanaman pepaya jepang saya yang tumbuh di setiap pojok halaman rumah. Setiap ada sesenti tanah yang nganggur saya tancepin batang tanaman ini. Lumayan banget…

Dari Bigbang Izzi Video Music Star 4.

Standard
Dari Bigbang Izzi Video Music Star 4.

Bisa dibilang, semua orang tahu kalau musik memegang peranan sangat penting dalam kehidupan remaja. Saking lekatnya, begitu lepas dari pintu sekolah, hal yang pertama dilakukan adalah mengambil gadget dan mendengarkan musik. Hati senang dengerin musik, lagi galau juga dengerin musik. Musik adalah bagian dari hidup remaja. Dan Izzi mengerti banget akan hal ini.

Untuk itu Izzi yang merupakan brand fragrance remaja setiap tahun menyelenggarakan kompetisi video musik terbaik bagi para remaja yang memiliki bakat terpendam di bidang musik. Dan tahun ini adalah tahun ke 4 dari penyelenggaraan Izzi Video Music Star itu. Walaupun setiap tahun diadakan, ternyata ada yang beda kali ini lho!. Nah…pada mau tahu kan bedanya di mana?

Kompetisi yang biasanya terbatas pada “Singing” kategori ini, tahun ini mulai ditambah dengan kategori baru yakni “Dancing” juga. Mengapa? Karena selain untuk mengiringi nyanyian, musik juga digunakan untuk mengiringi tarian. Para remaja juga banyak lho yang hobby nge-dance.

Hal lain yang berbeda, kali ini kita melihat Izzi juga memperkenalkan rangkaian fragrance barunya dengan wangi segar, modern dan sesuai dengan karakter anak muda, yang mengambil tema seputaran hal-hal yang biasa dicurcolkan oleh para remaja putri kepada”Besties”nya. Ada 3 variant dari Izzi Fine Fragrance Mist yang diperkenalkan, yakni:

1/. Heart Beats, dengan note Orange- Cherry -Jasmine.

2/. Dear Diary, dengan note wangi Berry-Lemon-Lily.

3/. Secret Crush, dengan note wangi Apple-Strawberry-Rose.

Karena themanya tentang Besties, maka kali ini thema Izzi Video Music Star 4 ini pun serupa, yakni seputaran Besties juga.

Izzi mengajak remaja putri beserta besties ataupun squadnya masing masing untuk berkompetisi menunjukkan kehebatan teamnya dalam menyanyi ataupun menari dan sekaligus memenangkan hadiah yang jika ditotal-total mencapai Ratusan Juta Rupiah. Keren kan? Remaja mana yang nggak tergiur untuk tampil berprestasi dan sekaligus menyabet hadiah puluhan juta per pemenang itu?

BESTIES CHALLENGE!.

Wah… tentunya makin seru ya!.

Jadi sejak bulan Agustus yang lalu, Febriana Bustan -Brand Manager Izzi, beserta tim sudah mulai bekerja keras mempersiapkan acara ini. Mulai dari memikirkan konsepnya, membuat woro-woro dan mulai menyortir video yang masuk sesuai dengan kategorinya. Memilah dan memilih video-video yang kira-kira layak untuk menang dan masuk ke dalam babak penyisihan berikutnya. Pesertanya juga membludak.

Menurut Mohamad Andris, Digital Manager dari PT Unza Vitalis ada lebih dari 2300 video yang masuk dalam waktu kurang lebih 6 minggu Phase Submission. Dan dari sana kemudian dipilih 25 video untuk masing masing kategori Singing dan Dancing yang terbaik untuk kemudian disaring kembali menjadi masing-masing 10 video lagi untuk dimasukkan ke dalam Phase Voting secara digital yang berlangsung selama 2 minggu berikutnya.

Nah… jadi ceritanya Sabtu sore kemarin, saya ikut hadir untuk menyaksikan acara Big Bang Izzi Video Music Star 2017 yang diselenggarakan di sebuah kafe di kawasan Kemang, Jakarta.

Ini dia para jawaranya:

Untuk The Best Performance yang merupakan pilihan juri adalah:

Singing : The Pinkers.

Dancing: Girls Planet.

Untuk kategori Best Vote/Most Viral selama masa Voting berlangsung :

Singing : NYX

Dancing: JAJ Dance Crew.

Video di atas adalah penampilan JAJ Dance Crew.

Di acara ini manggung para pemenang Izzi VMS tahun ini.

Disertai oleh Anggi, bintang tamu yang merupakan pemenang Izzi VMS3 tahun 2016.

Selain itu, acara Big Bang Izzi Video Music Star 4 ini juga dimeriahkan oleh bintang tamu GAC group band yang lagi naik daun. Tampilan mereka sungguh mempesona dan membuat para penonton remaja yang hadir di pelataran Rollingstone Cafe itu berteriak heboh dan histeris kegirangan.

Semoga Izzi makin eksis dan tetap bisa mendukung para remaja yang memiliki bakat-bakat terpendam di bidang Musik, Nyanyi dan Menari.

Dari Workshop dan Acara Final “Vitalis Empress”.

Standard
Dari Workshop dan Acara Final “Vitalis Empress”.

Hari Sabtu siang kemarin saya berkesempatan hadir di acara final pemilihan pemenang “Vitalis Empression” dan Workshop Vitalis yang diselenggarakan di Fat Shogun restaurant di daerah Kuningan.

Acara ini sendiri diselenggarakan dalam rangka memperkenalkan Vitalis Eau De Cologne White Empress yang nerupakan variant fragrance terbaru dari Vitalis EDC.

Menurut Dion Purna Satwika Amudra, Brand Manager Vitalis, kegiatan yang diawali dari lomba foto sejak pertengahan bulan September ini, diminati oleh cukup banyak netizen, terbukti dengan jumlah registrant yang lebih dari 7700 orang.

Dari sana, dipilih 20 orang finalist yang memiliki pose dan keseluruhan foto paling mendekati image seorang “Empress”.

Ke dua puluh finalist ini kemudian diwawancara baik secara langsung maupun lewat skype berkaitan dengan personality-nya, kepercayaan dirinya maupun aktifitas sosialnya terutama di digital dan akhirnya terpilihlah 3 pemenang utama dengan hadiah uang tunai dan bingkisan fragrances dan produk-produk lain dari Vitalis.

Juara pertama diraih oleh Ayu Indriati, disusul di tempat ke dua adalah Marry Yanna dan di tempat ke 3 adalah Patricia Felisa.

Selain merupakan kegiatan final dari pemilihan pemenang “Vitalis Empression”, dalam rangkaian acara itu juga diadakan workshop tentang bagaimana caranya menjadi seorang influencer digital yang baik yang dibawakan oleh Michelle Saragih yang kita kenal sebagai seorang youtuber kondang di jagat maya dan Amelia Ayu Kinanti, Editor In Chief dari Vemale.com

Tentu saja acara ini sangat berkesan karena di kesempatan itu Michele dan Ayu banyak membagi-bagi tips kepada finalist dan hadirin yang lainnya bagaimana caranya menjadi influencer yang baik.

Salah satunya yang saya catat adalah bahwa sangat penting untuk selalu menjadi original. Menjadi diri sendiri dan tak perlu meniru niru orang lain.

Tips lainnya adalah tetaplah konsistent dan komit terhadap apa yang dilakukan. Jangan on-off. Karena jika on-off , maka followers yang awalnya setia menunggu update status dari kita jadi menghilang dan tak kembali lagi.

Tips yang menarik lainnya adalah harus tabah dan berbesar hati atas komentar komentar yang mungkin muncul di setiap update status kita. “Masa bodoh!. Cuekin saja jika ada komentar negative. Kan pada dasarnya kita tak bisa menyenangkan hati semua orang” katanya.

Ayu juga menambahkan, bahwa untuk menjadi influencer yang baik kita juga perlu membekali diri dengan pengetahuan yang baik seputaran thema ataupun topik post kita. “Sesuai dengan target pembaca dan demography-nya” katanya. Ayupun memberi contoh, jika misalnya kita berhijab, mungkin akan ada pertanyaan seputaran halal tidaknya produk-produk yang kita pakai.

Wah…duo Michelle dan Ayu ini keren banget deh pokoknya.

Acara juga diisi dengan penjelasan tentang brand Vitalis dan produk-produknya oleh Widya Wulandari dari Vitalis. Para finalist juga diberi bekal pengetahuan tentang fragrance dan Eau De Cologne White Empress oleh Frederick.

Fragrance ini memiliki wangi elegant yang mewah, terinspirasi dari keanggunan seorang Empress yang menawan. Memiliki top note fruity berry green yang segar dan manis, dengan mid note rose dan white flowers yang elegant dan mewah, serta bottom note musk yang feminine dan tahan lama.

Selanjutnya para finalist diberi kesempatan untuk meracik fragrancenya sendiri yang tentunya membuat para peserta menjadi sangat heboh. Wanita mana sih yang nggak suka fragrance?

Para peserta juga dichallenge kembali untuk mengikuti lomba Vitalis Empress flat-lay dan Photo of The Day. Dengan pemenang Flat Lay adalah Florencia Irene, Agnesia Rezita dan Cindy Chinthia. Sedangkan pemenang Photo Of The Day adalah Ghina Ailia.

Acara berakhir sekitar pukul dua siang dengan meninggalkan kesan yang mendalam di hati saya.

Bakpia Yang Tak Utuh.

Standard

Suatu kali, di tengah malam saya merasa agak lapar. Mau makan buah melon dan mangga potong yang ada di kulkas, tapi rasanya kok perut saya agak dingin ya. Jadi saya mencari alternatif lain.

Nah… ketemu box kertas bakpia pathok. Walaupun disimpan di kulkas juga, mungkin yang ini bisa jadi pilihan yang lebih baik. Karena tak berair.

Saya ambil box bakpia itu. Berharap masih ada 1-2 buah isinya yang tersisa. Tidak dihabiskan oleh anak-anak. Lalu saya buka. Astaga!!!. Betapa terkejutnya saya melihat isinya.

Bakpia tidak utuh dan kelihatan seperti bekas gigitan lalu dimasukan kembali ke dalam box. Tidak bundar seperti seharusnya. Sebagian tak beraturan, sebagian mirip bulan sabitπŸ™„πŸ™„πŸ™„

Aduuuh… siapakah yang melakukan perbuatan ini?. Iseng banget. Mungkinkah anak-anak? Tapi mengapa mereka melakukan hal konyol ini? Sekarang mereka sudah besar-besar, sudah tumbuh remaja. Masak begitu ya?. Kalau dulu waktu masih play group mereka begitu saya mungkin bisa mengerti. Tapi kalau sekarang? Hadeuuuh…

Saya tidak bertanya apa-apa karena kedua anak saya sudah tidur nyenyak. Sayapun lalu ikut tidur.

Esok paginya saya bertanya kepada anak saya mengapa ada bakpia yang terpotong potong bekas tergigit dimasukkan kembali ke dalam boxnya di kulkas? The moon crescent cake?.

Anak saya yang kecil segera mengatakan tidak. Bukan ia pelakunya. Dan ia juga ikut heran, mengapa ada kue bekas gigitan disimpan kembali di kulkas.

Lalu anak saya yang besar keluar dari kamar. “The explanation is….” katanya

Sebelumnya ada semut yang masuk ke dalam box bakpia itu. Untuk memastikan kalau semutnya tidak menginvestasi ke dalam kue, jadinya kuenya kupecah pecah. Aku periksain satu per satu. Tapi karena semutnya nggak ada, kupikir kuenya masih bisa dimakan. Jadi, kumasukkanlah lagi ke dalam box dan kutaruh di kulkas” kata anak saya.

Oalah…πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€. Jadi itu ya penjelasan tentang kue terpotong-potong itu. Ya…masuk akal juga sih. Tapi tanpa penjelasan itu tentu tak seorangpun mau memakan potongan-potongan kue itu karena menyangka itu kue bekas gigitan. Untung saja kue itu tidak saya buang ke tong sampah semalam.

Ya ya!. Memahami keseluruhan permasalahan itu sangat penting gunanya agar kita tidak salah mengambil kesimpulan dan tidak salah mengambil tindakan.

Kayanya sering terjadi juga dalam kehidupan kita sehari-hari ya? Seringkali kita melihat sesuatu, agak aneh menurut pandangan kita. Tanpa bertanya, entah karena enggan, malu atau tidak tahu bagaimana caranya bertanya atau kepada siapa bertanya, kita jadi cenderung menduga-duga sendiri apa yang terjadi.

Walaupun ketika kita tahu keseluruhan ceritanya, ternyata sangat jauh dari apa yang kita pikirkan atau sangkakan sebelumnya.

Kita jadi sering under-estimate orang lain atau over-estimate orang lain. Kadang berburuk sangka pada hal yang sebenarnya baik. Atau kebalikannya, terlalu berbaik sangka pada apa yang terlihat sangat indah padahal sebenarnya banyak motivasi buruk dibaliknya.

Selamat hari Minggu siang, teman-teman semuanya.