Tag Archives: 100 Cerita Inspiratif

Bedah Buku 100 CERITA INSPIRATIF Oleh Kritikus Sastra Indonesia Narudin Pituin.

Standard

Narudin Pituin, seorang Kritikus Sastra Indonesia membedah buku 100 CERITA INSPIRATIF dan menguploadnya di Sosmed.

Saya meminta ijin untuk bisa share tulisan beliau tentang buku pertama saya itu di bawah ini.

**********************************

VERSTEHEN 100 CERITA INSPIRATIF ANDANI:
PEMBACAAN HERMENEUTIKA

Oleh Narudin

Buku 100 Cerita Inspiratif (2021) karya Ni Made Sri Andani ini merupakan buku yang secara hermeneutik mengembangkan konsep memahami (verstehen). [1] Memahami yang dimaksud ialah bukan semacam pengetahuan atau sains, melainkan pandangan seorang manusia dalam usaha memahami keadaan sekitar yang bersifat individual dan sosial. Atau seperti dikutip dalam “Verstehen: The Sociology of Max Weber” (2011) oleh Frank Elwell, verstehen merupakan pemeriksaan menafsir atau ikut terlibat tentang fenomena sosial.

Andani tak melihat keadaan sekitar itu secara umum—ia menggunakan segala kemampuan bawaannya demi mengomentari keadaan alam sekitar itu secara khusus dan pribadi sifatnya, serta berupaya agar tulisan-tulisannya menginspirasi orang banyak.

Dari 1000 tulisan cerita inspiratif ia pilih menjadi 100 cerita inspiratif—yang berasal dari blog-nya selama 10 tahun. Dengan demikian 100 cerita inspiratif ini termasuk ke dalam jenis “sastra digital”—yang menghendaki keringkasan dan kebermanfaatan yang bersifat segera bagi “warga digital” pula.

Verstehen Andani disusun dalam suatu narasi atau cerita yang bersifat detail dan “idiosinkratik”, yakni ditulis khas sesuai pengetahuan dan keyakinan bawaannya. Kadang-kadang narasi-narasinya tak terduga dengan sekian tema yang banyak. Ambil beberapa cerita inspiratif ini, sekadar contoh: “Ketika Pedas Ketemu Air Hangat”, “Ada Sambal di Telpon Genggamku”, “Isah, Kisah Pembantu Rumah Tangga yang Tinggal Selama Seminggu”, sampai cerita inspiratif “Kencing Kucing”.

Bagaimana masalah sederhana pedas yang berjumpa air hangat dipahami oleh Andani? Hangat dan pedas hampir sama, tetapi mengapa pedas bisa hilang akibat hangat? Ini suatu fakta sehari-hari, tetapi Andani menaikkan derajat yang nyata kepada hal yang mungkin (transcending the real into the possible), dalam tradisi teori Hermeneutika. Begitu pula dengan kasus ada sambal di telepon genggamnya—hal sepele, namun begitu mengganggu kenyamanan hidup. Teks ditulis oleh Andani, lalu ia menuangkan pengalaman, serta mengomunikasikannya kepada orang banyak, pada mulanya lewat blog, kemudian ia cetak dalam bentuk sebuah buku ini.

Andani pun menggunakan sudut pandang orang ketiga selain sudut pandang orang pertama, seperti dalam cerita inspiratif “Isah, Kisah Pembantu Rumah Tangga yang Tinggal Selama Seminggu”. Cerita ini sederhana, tetapi disusun secara realis hingga faktanya terasa ke dalam lubuk hati pembaca dan turut bersimpati kepada tokoh Isah yang ususnya menderita. Hingga sampai pada kisah “Kencing Kucing” yang lucu, namun mengandung pesan yang bijaksana. Jangan dulu menyalahkan orang lain sebelum kita memeriksa kesalahan kita sendiri.

Sebagai penutup—ini cerita yang paling disukai oleh Andani, sesuai pengakuannya sendiri—yaitu berjudul “Di Bawah Langit di Atas Laut”, cerita ke-100 dalam buku ini.

Kisah ini sebuah perjalanan yang senantiasa diingat oleh Andani sebagai perjalanan tubuh dan roh atau tamasya jasmani dan rohani. Latar tempat dan latar waktu rupa-rupanya bukanlah hal yang utama dalam kisah ini, melainkan kisah renungan yang cukup dalam terhadap fenomena alam di tengah hiruk-pikuk kehidupan sosial sehari-hari. Andani mengagumi alam besar (makrokosmos) dan alam kecil (mikrokosmos). Keduanya dipahami (verstehen) oleh Andani sesuai dengan pengetahuan dan pengalamaan bawaannya.

Terhadap alam besar, ia merasa takjub dengan kebesaran penciptaannya. Ia mengatakan alam semesta berada di dalam-Nya. Ini pandangan panteistik. Pernah pula ilmuwan Ibnu Sina berkata bahwa alam semesta ini berada di dalam Tuhan sehingga menimbulkan dua istilah wujud: wujud mungkin ada (semua ciptaan-Nya) dan Wujud Wajib Ada (Tuhan). Lalu, Andani berpesan agar manusia bebas dari segala ikatan duniawi atau badan kasar, yang hanya menumpang saja di alam ini. Kebahagiaan sejati menurutnya ialah membebaskan roh dari segala ikatan duniawi—sebab setelah mati segala kemewahan atau jabatan atau kekayaan tak dibawa.

Terhadap alam kecil, Andani merasa dirinya mahakecil semacam butiran atom atau butiran yang kecil sekali. Ia memandang tak berbeda dirinya dari unsur kapal, samudra, dan benda-benda lainnya di alam ini pada level sub-atomik—dengan batasan tegas porsi dan komposisinya berbeda. Di lain pihak, ada pula perbedaan tingkat, tingkat bendawi, botani, hewani, hingga tingkat insani. Perbedaan ini menegaskan mana benda mati dan mana makhluk hidup—dan mana makhluk hidup yang punya pikiran dan perasaan, yaitu manusia.

Lalu Andani berkata, jika mati saya tiba, semua unsur pembentuk diri saya akan kembali lagi ke alam. Jadi apa yang harus aku takutkan jika mati tiba? Mati dan hidup hanyalah dipisahkan oleh sebuah kesadaran yang berbeda. Di lain pihak, dikatakan bahwa apa yang telah dikerjakan di alam ini akan di bawa pada alam berikutnya, yakni alam setelah mati.

Andani menutup ceritanya dengan menyebut perjalanan ini menyenangkan dan akan dikenang.

Verstehen (memahami) dalam 100 cerita inspiratif Andani dapat diambil segi baik manfaatnya. Dalam sastra ini disebut sebagai fungsi komunikatif. Sedangkan secara fungsi puitis, cerita-cerita ini dapat termasuk prosa sastra digital yang bersifat ringkas dan segera. Deskripsi cerita di dalamnya tak bisa disebut ringan jika sudah masuk ke wilayah transcending the real into the possible, seperti telah disinggung di atas.

Secara semiotik, [2] Andani telah mencoba mengomunikasikan pengalaman-pengalamannya kepada pihak pembaca dengan bahasa yang ia kuasai—masih perlu disunting. Dan memang tujuan buku ini, menurut Andani sendiri, agar memberi inspirasi pada banyak orang, dari pribadi dan pengalaman dia, dituangkan ke dalam teks atau cerita, lalu disampaikan kepada publik ramai.

***
Dawpilar, 15 Mei 2021

*) Kritik sastra di atas berasal dari acara bedah buku 100 Cerita Inspiratif (2021) di Kafe Sastra, Balai Pustaka, Jakarta, 19 Juni 2021.

CATATAN KAKI:

[1] Baca buku Narudin berjudul Epistemofilia: Dialektika Teori Sastra Kontemporer, Pasuruan: Qiara Media, 2020, halaman 24-27.

[2] Baca buku Narudin berjudul Semiotika Dialektis, Bandung: UPI Press, 2020, halaman 20-24.

Ni Made Sri Andani Sahadewa Warih Wisatsana Wayan Jengki Sunarta Darma Nyoman Putra Agoes Kaboet Soetra Jefta Atapeni  I Ketut Putrayasa Made Edy Arudi Idk Raka Kusuma Rini Intama Chye Retty Isnendes Tien Marni Rizka Amalia Dewa Gede Kumarsana Andi Mahrus Anwar Putra Bayu Ipit Saefidier Dimyati Imam Qalyubi Sunu Wasono Djoko Saryono M Tauhed Supratman Wannofri Samry Saifur Rohman Syahrul Udin Nani Syahriani Asfar Nur Kosmas Lawa Bagho Taba Heriyanto Giyanto Subagio Laora Laora Tika Supartika Na Dhien Kristy Setyo Widodo Tati Dian Rachmika Il Mustari Irawan Enung Nurhayati Elang Munsyi Hermawan An Endut Ahadiat Ermanto Yohanes Sehandi Shafwan Hadi Umry Salim Bella Pili Rafita Ribelfinza Gunoto Saparie  Nia Samsihono

*********************************

Terimakasih ulasannya Pak Narudin.

Menerbitkan Buku.

Standard
Buku 100 Cerita Inspiratif. Ni Made Sri Andani

Bulan Desember tahun lalu, tanpa terasa rupanya saya sudah nge-blog selama 10 tahun bersama WordPress. Bagi saya, ini sebuah perjalanan menulis yang lumayan membanggakan, karena saya pikir untuk bisa terus menulis selama 10 tahun berturut-turut tanpa jeda bukanlah sesuatu yang mudah. Jadi untuk itu, saya ingin menghadiahi diri saya sendiri dengan menerbitkan sebuah buku, yang isinya 100 tulisan yang saya ambil secara acak dari sekitar 1100 tulisan-tulisan yang pernah saya published di blog ini.

Buku yang saya beri judul ” 100 Cerita Inspiratif” ini tidak saya perjual-belikan, karena dua alasan:

1. Kebetulan perusahaan tempat saya bekerja saat ini tidak membenarkan karyawannya mekakukan “double job” alias mendapatkan penghasilan dengan cara lain selain dari kantor. Nah, sebagai karyawan yang baik, tentu saya harus mematuhinya dengan cara tidak memperjualbelikan buku ini. Selain itu, sebelumnya saya juga melaporkan rencana penerbitan buku ini ke kantor guna mendapatkan ijin.

2. Penerbitannya dalam rangka menghadiahi diri saya sendiri. Jadi hanya saya bagikan free kepada keluarga saya, para sahabat dan teman-teman dekat saya saja yang memang menyatakan ingin membaca buku ini.

Cetaknya pun terbatas. Niat awalnya pun hanya 100 buah, tetapi mengingat yang mendaftar ingin membaca bukunya lebih dr 100 orang, akhirnya saya cetak 200 buku. Dan terakhir, karena permintaan terus meningkat, akhirnya saya tambah cetak sebanyak 200 buku lagi. Jadi total 400 buku. Itu saja. Sudah cukup banyak saya rasa.

Ide menerbitkan buku ini awalnya datang dari melihat teman-teman penyair yang menerbitkan buku-buku antology pribadi maupun bersama. Mereka memiliki karya-karya yang dibukukan, yang asyik juga dibaca di saat-saat senggang sambil tiduran atau minum teh. Sebagai seorang blogger, saya tak punya karya yang dibukukan. Karena karya saya semuanya tersedia online. Sastra digital. Padahal masih banyak juga orang yang lebih suka membaca buku cetak.

Demikianlah akhirnya saya memilih acak 100 tulisan yang saya tulis berdasarkan kejadian sehari-hari yang memberi saya pelajaran, renungan dan inspirasi untuk menjalani kehidupan untuk saya terbitkan sebagai buku.

Buku ini terbit pada bulan Maret yang lalu, dan terus terang saja, masih ada kesalahan ketik disana-sini.

Synopsis Buku 100 Cerita Inspiratif.

Standard
100 Cerita Inspiratif . Ni Made Sri Andani

Buku 100 Cerita Inspiratif ini berisi tentang kisah kisah inspiratif yang disarikan dari kejadian sehari- hari, yang memberikan perenungan diri, ide ide, dan gagasan untuk pengembangan diri yang lebih baik.

Dimulai dari cerita pertama  Ketika Pedas Ketemu Air Hangat, berkisah  tentang bagaimana rasa pedas yang berkurang setelah diminumin air hangat memberi inspirasi untuk memecahkan masalah sehari hari dengan cara membagikan kesedihan dan kegelisahan hati kita dengan orang orang terdekat, ketimbang terus bermurung diri dalam kesendirian yang beku, yang malah tidak memecahkan masalah apapun. Jadi saat hidup kita terasa pedas, carilah kehangatan dari orang-orang yang kita percayai. Tentu sangat menolong.

Cerita berikutnya, Ada Sambal Di Telpon Genggamku, terinspirasi oleh telpon genggam yang tercelempung ke sambal saat makan siang. Tanpa disadari cairan sambel yang mengering, menutup lubang suara dan menyebabkan suara telpon semakin lama semakin mengecil, sehingga sangat mengganggu. Kejadian ini memberi pelajaran, bahwa sesuatu yang buruk kadang terjadi karena keteledoran kecil yang tidak kita sadari, akhirnya membuat masalah besar dalam kehidupan kita.

Cerita-cerita berikutnya juga memiliki nilai-nilai yang baik yang bisa kita ambil hikmah dan pelajarannya. Misalnya cerita tentang Kebingungan Tukang Ketoprak memberi pelajaran tentang bagaimana sebaiknya kita berkomunikasi agar tidak menimbulkan kebingungan pada orang lain.

Lalu cerita Isah, Pembantu Rumah Tangga Yang Tinggal Selama Semingu memberi renungan bahwa tidak semua rejeki yang kita terima adalah milik kita. Sekian % dari rejeki itu mengandung hak orang lain yang mungkin dititipkan oleh Tuhan lewat kita.  Barangkali orang itu tidak berhasil menemukan pintu rejekinya, dan barangkali kitalah yang ditugaskan untuk membukakannya.

Lalu berikutnya  ada cerita tentang Nyala Api & Pemantiknya. Dari cerita ini, kita mendapatkan inspirasi bahwasanya setiap orang membutuhkan pemicu semangat agar tetap bertahan hidup dan terus berkarya, ibaratnya api yang hanya mungkin berkobar jika ada pemantiknya. Sebuah renungan yang mengajak kita untuk menjadi penyemangat bagi orang orang yang kita sayangi. 

Cerita menarik lainnya untuk disimak adalah cerita tentang Keramik Yang Retak. Kisah ini memberi pelajaran agar kita memelihara hubungan baik dengan orang lain, karena jika sampai retak, maka susah untuk membuatnya mulus kembali.

Dan masih banyak kisah-kisah menarik lainnya yang memberi pelajaran tentang bagaimana kita mengembangkan pribadi kita dengan lebih baik, seperti misalnya bagaimana kita bisa memberi dengan keikhlasan hati yang penuh, bagaimana kita menjaga kwalitas diri yang baik,  memperbaiki kesalahan berulang yang kita lakukan, bagaimana mengelola rasa kesal dan benci karena semua itu adalah musuh yang ada di dalam diri kita sendiri,  bagaimana menurunkan ketinggian hati, bagaimana memperbesar kebahagiaan diri, melakukan refleksi diri, tentang kejujuran, tentang keberanian dan kemauan, tentang ketabahan hati, tentang kesederhanaan,  tentang harapan dan sebagainya.

Buku ini juga membantu kita mendapatkan inspirasi tentang bagaimana kita menempatkan diri kita dalam hubungan dengan orang lain. Misalnya bagaimana kita bisa menerima keadaan dan tidak memaksakan diri bahwa kita harus selalu menjadi pemeran utama di setiap kejadian, bagaimana cara bertengkar yang sehat dengan menurunkan volume suara dan memperkuat argumentasi,  bagaimana kita lebih terbuka dan tidak hanya mengutamakan sudut pandang kita sendiri,  atau bagaimana kita jangan menjadi parasit  bagi orang lain dan sebagainya.

Juga memuat kisah kisah yang membantu meningkatkan profesionalisme kita dalam bekerja dan mengembangkan karir kita, seperti  tentang leadership,  tentang bagimana kita mengutamakan pelanggan, menerapkan profesionalisme, service excellent, meningkatkan kreatifitas, meningkatkan fokus dan lain-lain.

Demikianlah setiap cerita memberikan renungan dan pelajaran yang bisa kita petik pelajarannya dan implementasikan dalam kehidupan kita sehari- hari.

Menariknya, banyak pelajaran dan inspirasi yang kita dapatkan di buku ini, dipetik dari kejadian sehari hari ketika berinteraksi dengan sekitar, misalnya saat mengamati tingkah laku atau sikap orang lain, dari mengamati burung burung, bekicot, tanaman dan alam, seperti gelombang air laut, gunung, bintang-bintang dan sebagainya.

Buku 100 Kisah Inspiratif  ini, ditutup dengan kisah petualangan yang sangat inspiratif, baik sebagai perjalanan fisik, pikiran dan jiwa, yang mengantarkan kita pada kesadaran makro dan mikrokosmik. Bahwa pada kesadaran makrokosmik tertentu, kita ini hanyalah setitik debu dari setitik debu dalam setitik debu dalam semesta raya yang maha besar dan tak mampu terpikirkan keagungannya ini. Dan pada kesadaran mikrokosmik tertentu, akhirnya kita ini adalah sekumpulan partikel sub-atomik yang tiada bedanya dengan air, kayu, udara dan unsur unsur penyusun alam semesta lainnya.

Kita adalah semesta itu sendiri.