Tag Archives: Bali

Gamelan Jawa Yang Teduh.

Standard

Catatan Tercecer Dari Perjalanan Ke Solo.

Di depan Hotel Lor In di Solo , tempat saya menginap beberapa minggu yang lalu terdapat sebuah perangkat  Gamelan Jawa yang menarik perhatian saya. Kebetulan sore itu saya sedang duduk-duduk di lobby menunggu kedatangan Agency setempat yang akan mengeksekusi sebuah project yang konsepnya sudah kami design sebelumnya.  Saat itu, sebuah grup penabuh gamelan dan seorang sindennya sedang melakukan pertunjukan. Suaranya merdu dan mendayu dengan tempo yang sangat lambat dan tenang.  Mengingatkan saya akan sebuah jenis Gamelan yang bertempo sangat pelan di Bali yang bernama  Tabuh Lelambatan. Tabuh Lelambatan, seperti namanya, memiliki tempo yang sangat lambat. Sangat berbeda temponya dengan jenis gamelan Bali yang lebih dikenal umum yakni  Gong Kebyar yang  sangat aggresive, rush dan dynamis. Read the rest of this entry

Advertisements

Vasudhaiva Kutumbakam – Kita Semua Bersaudara.

Standard

Hari Minggu lalu, saya memiliki banyak acara bersama teman-teman saya. Antara lain menengok seorang teman yang sedang melakukan upacara “metatah’ atau potong gigi bagi putra-putrinya. Lalu menengok seorang teman SMA yang ayahnya meninggal dunia,  menengok seorang teman SMP yang sakit dan terakhir  perlu menengok teman SMP yang lain yang ibuya juga meninggal dunia.  Awalnya saya pikir acara akan menjadi sangat ribet. Mengingat bahwa tidak semua teman SMP saya kenal dengan teman SMA saya. Demikian juga sebaliknya.Namun ternyata semuanya menjadi sangat mudah. Read the rest of this entry

Bali, Where Art Is Never Die!.

Standard

Di Bali, Art adalah sebuah kehidupan. Bukan hanya sebuah kata dasar. Bukan hanya sebuah kata sifat. Namun kehidupan. Dengan berkesenian, masyarakat Bali bisa melanjutkan hidupnya. Dengan berkesenian, masyarakat Bali bisa menikmati hidupnya. Karena pada dasarnya seni juga memiliki kehidupan. Setiap aliran seni mengenal cyclus kehidupan. Mengenal kelahiran, mengenal pertumbuhan, proses pendewasaan, masa kejayaan dan popularitas dan akhirnya masa kesuraman. Namun kehidupan seni di Bali tak pernah mati.  Karena kelahiran aliran seni  baru selalu terjadi. Dan aliran seni yang menua, mengalami ‘booster’ untuk merejuvenasi kehidupannya.  Di sini, Art Is Never Die! Read the rest of this entry

Yuk Bermain Ke Hutan Mangrove Ngurah Rai- Bali.

Standard

Saya berkesempatan membawa anak-anak berjalan-jalan ke hutan Mangrove yang terletak tidak jauh dari By Pass Ngurah Rai di Bali. Anak saya yang rupanya sudah belajar dari sekolah tentang pentingnya bakau untuk menahan abrasi, mengurangi dampak tsunami,menyediakan oksigen yang berlimpah dan melindungi kehidupan biota pantai, sangat tertarik begitu mendengarkan rencana saya.

Hutan tepi pantai dengan luas kurang lebih 1375 Ha itu memang sebuah tempat yang sangat menarik untuk berwisata dan sekaligus memberikan pengajaran tentang alam bebas kepada anak-anak. Selain bisa menunjukkan bagai mana system perakaran tanaman bakau yang sekaligus digunakan sebagai alat pernafasan bagi tanaman ini, juga bisa melihat banyak sekali jenis biota pantai. Ada kepiting berbagai ukuran yang hidup di sana. Juga kelomang dan burung-burung pantai. Read the rest of this entry

Shiiro Dan Kurumi – All About The Trust.

Standard

 

Diantara tempat-tempat favorit saya, adalah tepi pantai Sanur di Bali. Pantai landai itu tidak langsung menghadap ke Samudera Hindia, karena selain posisinya yang tidak menghadap ke Selatan, juga terhalang oleh Nusa Penida sehingga memiliki ombak yang lebih bersahabat bagi pencinta pantai biasa.Pagi ini saya menyempatkan berjalan-jalan di sana. Banyak kegiatan yang dilakukan orang-orang di sana. Mulai dari petugas pembersih pantai yang sedang menyapu kotoran  yang dihempaskan ombak ke pantai, para wisatawan yang menunggu terbitnya matahari, pejalan kaki, orang yang olah raga, anak-anak yang nyebur di air atau mencari kulit lokan dan kelomang, hingga yang asyik memotret ataupun hanya sekedar duduk-duduk saja. Saat itu saya melihat seorang pria sedang menggembalakan dua ekor anjingnya  berjalan-jalan di tepi pantai. Read the rest of this entry

Keraton Surakarta Hadiningrat: Benda-Benda Seni Hadiah Para Sahabat.

Standard

Persahabatan! Sebuah kata yang sangat menyenangkan. Sangat  menarik buat siapa saja yang mendengarkannya. Karena setiap orang membutuhkan sahabat. Demikian juga sebuah kesunanan.

Itulah yang saya lihat,  juga tercermin sangat kuat dari sisa sisa peninggalan masa lalu Kesunanan Surakarta  yang sempat saya kunjungi  Sabtu yang lalu. Kesunanan ini rupanya telah mengadakan hubungan diplomatik dan persahabatan yang sangat kuat dengan berbagai negara atau kerajaan lain baik di manca negara maupun di wilayah nusantara. Terlihat dari banyaknya benda-benda seni yang bertebaran di areal istana yang dibuka untuk umum.  Mulai dari patung-patung Yunani yang sangat artistik,  lampu ballroom yang meriah,  vas metal dan penyangganya, pot-pot keramik China yang indah, kursi kayu berukir  dan sebagainya.  Sebagian kecil diantaranya saya sempat ambil gambarnya. Read the rest of this entry

Bali Yang Saya Tidak Tahu Sebelumnya.

Standard
Bali Yang Saya Tidak Tahu Sebelumnya.

Setiap orang tentu pernah memiliki pengalaman yang membuat penasaran menyangkut kampung halamannya sendiri. Teman saya dari Sukabumi pernah bercerita, bahwa daerahnya dikenal sebagai penghasil dan tempat pengasahan batu permata. Namun ia sendiri tidak tahu di mana tempat persisnya. Maka ia pun penasaran.

Saya juga pernah memiliki hal yang membuat saya penasaran berkaitan dengan ‘sesuatu’yang bernama Bali, tapi saya yang orang Bali tidak tahu sebelumnya.  Pertama adalah  Jeruk Bali dan kedua adalah Bumbu Bali.

Jeruk Bali.

Ini cerita ketika saya duduk di bangku SD. Suatu hari saya bermain dan bernyanyi dengan kencang berasa teman-teman saya:

Lihat ibu keretaku yang baru/Cukup besar buat ayah dan ibu/Roda empat buatanku sendiri/Dari kulit buah Jeruk Bali”. Read the rest of this entry

French Marigolds, Bunga Mitir Memedi Dari Semak Belukar.

Standard

Pernah suatu kali entah karena iseng sahabat blog saya Budi Arnaya bertanya kepada saya “Memedi itu kira-kira apa ya, Mbok?” Mbok adalah panggilan untuk Kakak perempuan dalam Bahasa  Bali. Saya tidak tahu persis juga akan apa yang sebenarnya disebut  dengan Memedi. Namun dari obrolan orang-orang, saya menyimpulkan sendiri  bahwa Memedi itu adalah sejenis mahluk halus yang tinggal di semak belukar, jurang, bebatuan ataupun pohon-pohon besar. Konon seperti manusia, mahluk ini punya masyarakat dan perkampungan juga. Kebanyakan bersifat baik, namun kembali lagi seperti manusia, ada juga yang jahat. Ada beberapa kata dalam bahasa Bali yang dikaitkan dengan Memedi. Misalnya: Capung Memedi (capung jarum; capung berukuran kecil yang biasanya tinggal di semak belukar) dan Mitir Memedi (kenikir liar yang tumbuh di semak belukar, berwarna merah gelap). Read the rest of this entry

Resep Ayam Tomat Cabe Kering Ala Jineng Bali.

Standard
Resep Ayam Tomat Cabe Kering Ala Jineng Bali.

Sore tadi, saat akan menyiapkan makan malam untuk suami dan anak-anak,  saya melihat ada  persediaan cabe kering. Seketika saya terpikir untuk memasak Ayam Tomat Cabe Kering. Barangkali ada yang mau resepnya?

Bahan utama yang diperlukan adalah beberapa potong daging ayam. Takaran bumbu sebenarnya suka-suka. Bisa ditambahkan atau dikurangi  sesuai selera keluarga kita. Tapi untuk memudahkan saya sebutkan saja, 3 butir bawang merah, 3 siung bawang putih, 2 buah tomat sedang, 5-6 buah cabe kering, kecap asin dan kecap manis secukupnya. Serta minyak goreng untuk menumis.

Cara membuatnya cukup mudah. Read the rest of this entry

Cabe Kering – Optimalkan Sisa Kebutuhan Dapur.

Standard

Mungkin  ada yang pernah memiliki sisa cabe yang cukup banyak di dapur? Sudah digunakan selama beberapa hari, namun tetap masih ada sisa? Membusuk dan akhirnya terbuang? Sayang sekali. Padahal harga cabai sangat fluktuatif. Kadang mahal, kadang murah. Banyak yang akhirnya hanya membeli cabe agak banyak saat harganya murah.  Walaupun tidak selalu, saya kadang punya cabe agak banyak. Kadang karena memang sengaja membeli agak lebih banyak saat harganya rendah. Kadang karena pohon cabe yang di halaman sedang berbuah cukup banyak.  Atau kadang karena oleh-oleh pemberian teman yang pulang dari ladang.  Nah, kalau kebetulan sedang punya stock yang berlebih, jangan dibiarkan membusuk dan terbuang. Kita bisa mengeringkannya untuk kita gunakan lain kali. Terutama jika harga cabai sedang melambung. Read the rest of this entry