Tag Archives: Bali

Satu Jam Bersama Pak Toron – Sang Spearo Master.

Standard
Satu Jam Bersama Pak Toron – Sang Spearo Master.

Bali Spear Fishing.

Di Bali, buat saya kehidupan selalu indah bergulir. Segala yang kita lakukan terasa menyenangkan. Kegiatan seni dan budaya, keagamaan dan adat, rekreasi dan sebagainya – semuanya terasa seru. Bahkan kegiatan sehari-hari seperti  menangkap ikan pun, tetap saja seru. Percakapan tentang berbagai cara menangkap ikan, tempat memancing, jenis ikan dan umpannya,serta peralatan yang digunakan sepertinya tak habis-habis dibicarakan. Salah satu  topik yang sedang  ‘hot’ di Bali saat ini adalah Spearfishing!. Read the rest of this entry

Advertisements

Karuna, Kasih Sayang Di Sekitar Kita.

Standard

Hidup memang penuh cinta!. Setelah menghabiskan waktu yang sangat membahagiakan bersama orang-orang yang saya cintai di Bali, saya pun kembali ke kerutinan hidup di Jakarta yang juga penuh cinta. Anak-anak menyambut saya dengan suka cita. Anak saya yang kecil segera menutup tubuh saya dengan selimut yang hangat ketika tanpa sengaja saya tertidur kelelahan. Super ngantuk!. Lalu beberapa jam kemudian, anak saya yang besar membangunkan saya dengan ciuman di pipi sambil berbisik “ Mama, bangun Ma!  Mama tertidur dan belum mandi!”. Rupanya anak saya ingin membangunkan saya, namun tidak ingin membuat saya kaget dan pusing. Saya terbangun dan terharu menyadari betapa baiknya anak-anak memperlakukan saya, ibunya.  Penuh kelembutan dan  kasih sayang. Read the rest of this entry

Balinese Traditional Body Scenting.

Standard

Cara Tradisional Mewangikan Badan di Bali

Hari ini adalah Hari Banyu Pinaruh di Bali. Perayaan bagi Ilmu Pengetahuan yang  laksana air (banyu) membasuh segala bentuk kegelapan pikiran, kekotoran jiwa, kebodohan dan ketidaktahuan manusia. Dengan pengetahuan, maka setiap orang akan melihat jalan yang terang dan bersih di dalam hidupnya. Namun di Bali,  di mana segala sesuatu diterjemahkan ke dalam  “Art, Shape and Symbol”, pembasuhan terhadap segala kebodohan, kegelapan dan  kekotoran ini pun diterjemahkan secara sekala dan niskala. Secara fisik dan non fisik. Selain melakukan persembahyangan dan doa untuk memohon kebersihan pikiran dan hati, maka berbagai acara pembersihan ‘fisik’pun dilakukan juga. Read the rest of this entry

Tutut, Si Keong Sawah – Makanan Masyarakat Agraris.

Standard

Saya melihat sebuah MOKO (Mobil-Toko) parkir di depan sebuah tanah lapang di Graha Raya Bintaro.  Menjual Tutut!. Karena gambar yang diperlihatkan di spanduk mobil itu berbeda dengan yang bisanya,maka saya mendekat. Rupanya mo-ko itu berdagang makanan tradisional yang disebut Tutut. Hmm..Tutut! Namanya aneh. Serupa dengan nama panggilan puteri sulung Pak Harto. Mbak Tutut!. Tapi Tutut yang dijual di sini rupanya adalah keong sawah yang berbentuk kerucut pendek. Read the rest of this entry

Agawe Sukaning Wong Len .

Standard

A Meaningful Life Approach In Happiness.

Ada banyak jalan bagi kita untuk mencapai kebahagiaan. Ada yang mencapai kebahagiaannya bila mampu memenuhi cita-citanya untuk mendapatkan jabatan tertentu. Ada yang bahagia karena berhasil membeli mobil mewah, rumah mewah, berhasil melakukan tour keliling dunia dan sebagainya. Namun ada juga yang bahagia jika hanya sekedar berhasil bisa makan hari ini.  Kebahagiaan memang sangat relatif.  Sesuatu yang sangat membahagiakan bagi seseorang, belum tentu membahagiakan bagi orang lain. Namun kebahagiaan adalah dambaan setiap orang, terlepas apa itu suka bangsanya, agamanya, tua-muda, besar-kecil, kaya-miskin, pria-wanita. Semua mencari kebahagiaan dalam hidupnya. Read the rest of this entry

Payung Yang Terkembang.

Standard

Hal yang cukup menyenangkan untuk dilakukan di pantai selain berenang atau mencari kulit kerang adalah melakukan kegiatan para sailing.  Setidaknya demikian pendapat saya saat sedang duduk-duduk di tepi pantai Sanur di Bali dan melihat sebuah payung  melintas di atas saya. Payung para sailing dan pengendaranya. Rupanya mau mendarat tidak jauh dari tempat  saya duduk. Sayang saya tidak punya nyali yang kuat untuk mencoba kegembiraan itu. Akibatnya saya hanya bisa menonton saja dari kejauhan. Tapi itu sudah cukup menyenangkan juga. Read the rest of this entry

Gamelan Jawa Yang Teduh.

Standard

Catatan Tercecer Dari Perjalanan Ke Solo.

Di depan Hotel Lor In di Solo , tempat saya menginap beberapa minggu yang lalu terdapat sebuah perangkat  Gamelan Jawa yang menarik perhatian saya. Kebetulan sore itu saya sedang duduk-duduk di lobby menunggu kedatangan Agency setempat yang akan mengeksekusi sebuah project yang konsepnya sudah kami design sebelumnya.  Saat itu, sebuah grup penabuh gamelan dan seorang sindennya sedang melakukan pertunjukan. Suaranya merdu dan mendayu dengan tempo yang sangat lambat dan tenang.  Mengingatkan saya akan sebuah jenis Gamelan yang bertempo sangat pelan di Bali yang bernama  Tabuh Lelambatan. Tabuh Lelambatan, seperti namanya, memiliki tempo yang sangat lambat. Sangat berbeda temponya dengan jenis gamelan Bali yang lebih dikenal umum yakni  Gong Kebyar yang  sangat aggresive, rush dan dynamis. Read the rest of this entry

Vasudhaiva Kutumbakam – Kita Semua Bersaudara.

Standard

Hari Minggu lalu, saya memiliki banyak acara bersama teman-teman saya. Antara lain menengok seorang teman yang sedang melakukan upacara “metatah’ atau potong gigi bagi putra-putrinya. Lalu menengok seorang teman SMA yang ayahnya meninggal dunia,  menengok seorang teman SMP yang sakit dan terakhir  perlu menengok teman SMP yang lain yang ibuya juga meninggal dunia.  Awalnya saya pikir acara akan menjadi sangat ribet. Mengingat bahwa tidak semua teman SMP saya kenal dengan teman SMA saya. Demikian juga sebaliknya.Namun ternyata semuanya menjadi sangat mudah. Read the rest of this entry

Bali, Where Art Is Never Die!.

Standard

Di Bali, Art adalah sebuah kehidupan. Bukan hanya sebuah kata dasar. Bukan hanya sebuah kata sifat. Namun kehidupan. Dengan berkesenian, masyarakat Bali bisa melanjutkan hidupnya. Dengan berkesenian, masyarakat Bali bisa menikmati hidupnya. Karena pada dasarnya seni juga memiliki kehidupan. Setiap aliran seni mengenal cyclus kehidupan. Mengenal kelahiran, mengenal pertumbuhan, proses pendewasaan, masa kejayaan dan popularitas dan akhirnya masa kesuraman. Namun kehidupan seni di Bali tak pernah mati.  Karena kelahiran aliran seni  baru selalu terjadi. Dan aliran seni yang menua, mengalami ‘booster’ untuk merejuvenasi kehidupannya.  Di sini, Art Is Never Die! Read the rest of this entry

Yuk Bermain Ke Hutan Mangrove Ngurah Rai- Bali.

Standard

Saya berkesempatan membawa anak-anak berjalan-jalan ke hutan Mangrove yang terletak tidak jauh dari By Pass Ngurah Rai di Bali. Anak saya yang rupanya sudah belajar dari sekolah tentang pentingnya bakau untuk menahan abrasi, mengurangi dampak tsunami,menyediakan oksigen yang berlimpah dan melindungi kehidupan biota pantai, sangat tertarik begitu mendengarkan rencana saya.

Hutan tepi pantai dengan luas kurang lebih 1375 Ha itu memang sebuah tempat yang sangat menarik untuk berwisata dan sekaligus memberikan pengajaran tentang alam bebas kepada anak-anak. Selain bisa menunjukkan bagai mana system perakaran tanaman bakau yang sekaligus digunakan sebagai alat pernafasan bagi tanaman ini, juga bisa melihat banyak sekali jenis biota pantai. Ada kepiting berbagai ukuran yang hidup di sana. Juga kelomang dan burung-burung pantai. Read the rest of this entry