Tag Archives: Bayi

Perawatan Dasar – Cara Sederhana Merawat Bayi…

Standard

Sebagai seorang wanita yang kebetulan pernah bekerja di bidang perawatan bayi selama bertahun-tahun, saya sering mendapatkan pertanyaan mengenai cara-cara perawatan bayi yang praktis, terutama dari calon-calon ibu yang sebentar lagi melahirkan bayi pertamanya. Banyak yang bingung, produk apa yang sebaiknya digunakan, kapan dan bagaimana menggunakannya. Banyak juga yang concern, jika budget yang dimiliki untuk membali produk perawatan bayi sangat- sangat terbatas, produk mana yang perlu didahulukan mengingat sedemikian banyaknya jenis produk perawatan bayi yang beredar di pasaran. Read the rest of this entry

Memilih Sabun Untuk Memandikan Bayi dan Anak.

Standard

Banyak sekali teman yang bertanya kepada saya, bagaimana sebaiknya kita memilih sabun untuk bayi dan anak. Dengan sedemikian banyaknya jenis dan bentuk sabun yang beredar di pasaran, memang kadang-kadang agak membingungkan. Terutama bagi ibu-ibu. yang pertama kali memiliki bayi. Dalam hal ini saya tidak akan membicarakan merk, karena masalah pemilihan merk merupakan hak para ibu dengan mempertimbangkan banyak hal termasuk diantaranya kepercayaan terhadap merk itu sendiri, harga, ketersediaan di toko terdekat, promosi yang sedang dijalankan, pilihan kandungan dan lain sebagainya. Pembicaraan dalam hal ini akan berfokus pada jenis sabun saja, yakni kapan kita perlu menggunakan sabun batang, sabun cair, sabun dari rambut ke kepala/head to toe dsb.

A. Jenis jenis Sabun.

A.1. Sabun Batang/Bar Soap.

Sabun batang merupakan sabun jenis pertama yang tersedia untuk bayi. Dan terutama di pasar Indonesia, sabun ini masih menempati peringkat pertama dalam hal pemakaian dan penyebaran. Sama halnya dengan sabun untuk orang dewasa/keluarga yang juga pada saat ini di Indonesia masih menempati posisi pertama. Faktor teknologi awal dan harga merupakan penyebab utama, mengapa sabun batang tetap bertahan digunakan oleh sebagian masyarakat Indonesia, walaupun di Negara-negara maju lainnya (bahkan di negara-negara tetangga kita seperti Malaysia, Singapore, Thailand) – penggunaan sabun batang ini sudah tergeser oleh sabun cair.

Sabun batang bayi diproduksi melalui proses saponifikasi biasa, memiliki pH basa, menghasilkan busa yang cukup dan meninggalkan rasa ‘bersih kesat’  dan tidak licin di kulit yang lebih disukai oleh sebagian besar masyarakat Indonesia saat ini. Kesukaan terhadap ‘bersih kesat’ ini, sangat erat kaitannya dengan kebiasaan orang dewasa Indonesia yang telah terbiasa menggunakan sabun batang sejak kecil.  Busa yang banyak, sebenarnya tidak berkaitan langsung dengan tingginya tingkat kebersihan kulit, namun memberikan dampak psikis bagi yang menggunakannya. Sabun yang banyak busa dikesankan oleh banyak ibu, sebagai sabun yang membersihkan dengan lebih baik. Hal ini juga dipicu oleh banyaknya iklan-iklan sabun yang ditonton oleh ibu-ibu di media televisi yang menunjukkan busa yang berlimpah, bahkan terkadang jauh lebih melimpah dari apa yang sebenarnya mungkin terjadi dari sebuah sabun batang.

Sabun batang sangat baik dipertimbangkan untuk pemakaian sehari hari pada bayi, mengingat harganya yang jauh lebih murah. Harga sebuah sabun batang bayi dalam per gram sekitar 40% dari harga per mili dari sebuah sabun cair bayi. Jadi cukup signifikan dari sudut pandang biaya yang harus dikeluarkan oleh para ibu.

Sabun batang bayi juga sangat mudah kita temukan baik di toko toko seperti hypermarket, supermarket, minimarket , apotik, toko obat, toko perlengkapan bayi, kios di pasar hingga toko di pinggir jalan ataupun ruko di perumahan-perumahan di seluruh Indonesia. Jadi kita sebagai ibupun tidak perlu khawatir akan mengalami kesulitan untuk mendapatkannya.

Namun demikian, sabun batang juga memiliki kelemahan yakni bila sudah dibuka, kita harus memperhatikan penyimpanannya. Bila tidak disimpan dengan baik, sabun bisa menjadi terlalu lembek, atau bila dibiarkan di udara kering yang terbuka bisa menjadi terlalu keras dan busanya semakin terasa berkurang. Jadi kita perlu menyimpannya dalam kotak sabun yang benar, yang tertutup untuk menghindari debu dan kekeringan yang berlebihan namun memiliki ventilasi di bawahnya untuk menjaga agar sabun tidak tergenang air.

Pilihlah sabun bayi berukuran kecil ( 70 -80gram), mengingat bahwa tubuh bayi yang kecil hanya perlu menggunakan sedikit sabun. Sabun bayi berukuran kecil tentunya akan lebih cepat habis dan bisa kita gantikan dengan sabun yang baru yang lebih segar kembali. Sabun yang baru dibuka dari bungkusnya akan selalu memberikan kesegaran yang lebih baik dibandingkan dengan sabun yang telah terlalu lama dibuka. Pembelian sabun juga sebaiknya disesuaikan dengan besar genggaman tangan ibu. Sabun yang terlalu besar atau terlalu kecil, akan kurang nyaman saat dipakai dan lebih mudah tergelincir ke lantai saat kita memandikan bayi.

A. 2.  Sabun Cair.

Mengingat bahwa sabun cair bayi umumnya 2.5 x lebih mahal dari sabun batang bayi, beberapa teman ada juga yang bertanya, “ ..lalu untuk apa kita menggunakan sbun cair jika lebih mahal?”. Sabun cair tetap kita butuhkan walaupun kita telah menggunakan sabun batang. Minimal untuk keperluan jika kita bepergian  beberapa hari dengan membawa bayi. Jika kita bepergian, membawa sabun batang yang mudah lembek dan repot penyimpanannya bukanlah merupakan ide yang lebih baik dari membawa sebotol sabun cair berpenutup yang praktis. Kita hanya perlu memastikan botolnya tertutup rapat agar tak mudah tumpah.

Sabun bayi cair juga terlihat lebih modern, lebih hygienis dan lebih trendy. Kebanyakan pasangan muda di kota-kota besar belakangan ini mulai lebih memilih sabun cair untuk memandikan bayi/anaknya dengan pertimbangan lebih praktis selain juga karena faktor diatas tadi. Tampilan sabun cair bayi/anak di dalam botol terlihat lebih cantik dan mewah.

Sabun mandi cair bayi/anak, kebanyakan menggunakan bahan surfactant bukan sabun untuk menghasilkan stabilitas produk yang lebih baik. Secara umum, sabun cair memberikan busa yang lebih berlimpah dibandingkan dengan sabun biasa dan umumnya pula jika ia mengandung fragrance, maka wangi yang ditinggalkannya akan jauh lebih tetangkap indera penciuman kita dibandingkan dengan sabun batang bayi.  Hal ini juga menjadi salah satu alasan mengapa semakin hari semakin banyak ibu yang memilih sabun cair. Produsen bisa mengatur tingkat keasaman sabun cair agar lebih sesuai dengan kondisi kulit bayi, sehingga saat inipun kita bisa temukan sabun cair dengan pH balance/seimbang dengan kulit.

Namun demikian, sabun cair bayi selain memiliki harga yang lebih mahal juga meninggalkan kesan “masih licin’ di kulit jika dibandingkan dengan sabun batang yang agak kurang disukai di daerah tropis. Kesan ‘masih licin’ itu sebenarnya hanya perasaan di kulit saja bagi yang sudah biasa menggunakan sabun batang yang kesat, namun dari sisi fungsi, tidak ada kaitannya dengan tingkat kemampuan sabun cair itu dalam membersihkan kulit. Sabun cair membersihkan kulit sama baiknya dengan sabun batang.

Kita bisa memilih ukuran sabun cair di toko yang terdekat. Untuk keperluan travelling 2- 3 hari pilihlah sabun cair bayi dengan ukuran kecil 50ml – 100ml. Jika kebetulan anda lebih memilih untuk menggunakan sabun cair untuk membersihkan bayi dan anak anda setiap hari, maka pilihan ukuran yang lebih besar (200ml – 750ml) akan memberikan keuntungan harga per mili yang lebih baik jika dibandingkan dengan ukuran kecil. Untuk pemakaian jangka panjang & berulang, kita juga bisa memilih kemasan isi ulang/refill yang biasanya dikemas dalam pouch/doy pack yang jauh lebih ekonomis.

Secara umum, ukuran sabun cair yang lebih besar akan lebih mudah ditemukan di modern market (hypermarket, supermarket, minimarket), sedangkan ukuran yang lebih kecil lebih mudah ditemukan di minimarket dan toko-toko pinggir jalan/pasar.

A. 3.  Head To Toe/Hair & Body Wash/ Sabun Cair untuk badan & rambut.

Banyak ibu-ibu yang menanyakan kapan sebaiknya kita menggunakan Head To Toe atau yang dikenal juga dengan nama Hair & Body Wash untuk bayi kita.

Head To Toe dari namanya kita tahu bahwa sabun jenis ini digunakan untuk tubuh bayi dari ujung kepala sampai ke ujung kaki. Jadi fungsinya adalah menggantikan sekaligus fungsi sabun untuk membersihkan badan dan fungsi shampoo untuk membersihkan rambut dan kulit kepala. Produk ini sangat sesuai digunakan untuk pekerjaan perawatan bayi yang membutuhkan sisi kepraktisan yang sangat tinggi. Sebagai contoh misalnya untuk ibu yang baru pertama kali melahirkan & belum terbiasa memandikan bayi. Umumnya memandikan bayi merupakan saat yang menegangkan sekali (belum bisa memegang bayi dengan benar, leher bayi masih lemah, takut licin, khawatir bayi tergelincir saat dimandikan, dsb). Yang diperlukan pada saat ini adalah bagaimana bisa memandikan bayi dalam waktu yang singkat dan selamat. Maka, dibandingkan dengan harus menggunakan 2 produk (– sabun dulu untuk memandikan badan bayi, lalu ganti lagi dengan shampoo untuk membersihkan rambut & kulit kepala bayi) tentu jauh lebih praktis menggunakan Head To Toe, yang sekali dituangkan ke telapak tangan bisa digunakan untuk membersihkan baik tubuh maupun rambut bayi sekaligus.

Demikian juga bila akan bepergian. Head To Toe juga bisa menjadi pilihan yang tepat, karena tak perlu lagi membawa 2 jenis produk perawatan bayi (sabun dan shampoo) di dalam tas. Cukup satu produk. Head To Toe!.

Lalu mengapa kita gunakan Head To Toe  untuk seterusnya? Sebenarnya jawabannya adalah ‘Ibu boleh saja menggunakan Head To Toe seterusnya untuk menggantikan sabun & shampoo, namun umumnya baik Sabun maupun Shampoo bayi memang telah dirancang dengan keperluannya masing-masing. Sebagai contoh saja, jika kita bisa mendapatkan Shampoo bayi dengan kandungan kemiri untuk membantu menjaga rambut bayi tampak hitam dan lebih lebat, tentu bahan kemiri yang sama tidak akan kita temukan pada Head To Toe yang akan digunakan hanya untuk rambut saja, tapi juga untuk badan. Jadi keistimewaan seperti inilah yang tidak akan kita dapatkan pada Head To toe. Karena Head To Toe sifatnya lebih general, sedangkan sabun dan shampoo sifatnya lebih khusus.

B. Pilihan Wangi & Kandungan Pada Sabun Bayi/Anak.

Karena jenis sabun batang untuk bayi yang beredar di pasaran cukup banyak, banyak juga yang bertanya kepada saya , bagaimana cara  memilihnya?. Seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya, memilih adalah urusan selera, tingkat kepercayaan, harga, ketersedian, promosi dsb.

B.1. Pilihan Wangi

Wangi yang tersedia cukup bervariasi, mulai yang wangi bunga-bungaan (floral), buah-buahan (fruity), campuran bunga-buah (floral –fruity), wangi mirip bedak bayi secara umum (powdery) dsb. Bisa juga meruapakan campuran. Satu jenis wangipun bisa berbeda beda. Wangi floral misalnya, ada yang floralnya mengingatkan kita akan bunga mawar, ada yang mirip bunga, aggrek,  melati, campuran bunga-bunga, dsb. Semuanya adalah soal selera. Tingkat kesukaan pada wangipun berbeda pada setiap orang. Ibu –ibu Asia umumnya lebih menyukai wangi sabun yang lebih kuat, walaupun sebenarnya sebagai ibu kita juga perlu mengetahui bahwa wangi yang kuat bukan memberikan jaminan bahwa produk itu adalah yang terbaik buat bayi/anak kita. Beberapa ahli menyarankan penggunaan parfume yang minimal pada produk perawatan bayi, terutama untuk bayi yang baru lahir untuk menghindarkan  iritasi pada kulit bayi yang peka. Namun demikian, kita masih tetap menggunakan produk-produk perawatan bayi yang menggunakan parfum yang ringan, karena umumnya pemilihan parfum pada produk perawatan bayi juga dilakukan dengan jauh lebih hati-hati, dan banyak diantaranya melalui uji klinis serta pengembangan dengan meniadakan atau meminimalkan element-element fragrance yang bisa membuat allergi & iritasi pada kulit bayi.

B.2. Kandungan

Banyak kandungan yang disebutkan ada dalam sabun bayi, mulai dari ekstrak tanaman alami yang bersifat menguntungkan bagi kulit  hingga susu dan vitamin. Mana yang lebih baik?  Pilihlah sesuai dengan apa yang ibu percaya dan yakini serta butuhkan. Karena untuk menentukan kandungan apa yang akan ditambahkan pada sabun bayi, biasanya pihak produsen telah melakukan proses riset dan pengembangan produk yang cukup panjang. Mereka tentu punya kelebihan masing-masing dan berusaha menjelaskan keunggulannya melalui berbagai media (misalnya pada kemasan, brosur, iklan, lewat tenaga penjual (SPG) dsb)

Jika ibu secara umum lebih yakin akan penggunaan bahan –bahan alam, ibu bisa memilih sabun bayi yang mengandung ekstrak bahan alami. Demikian juga misalnya bila ibu type yang lebih ilmiah, lebih memilih kandungan-kandungan yang secara ilmiah lebih dikenal misalnya vitamin, ibu juga bisa mengambil keputusan untuk memilihnya.

Namun yang paling penting harus ibu ingat adalah fungsi utamanya sebagai produk untuk membersihkan kulit bayi. Yang lain-lain itu hanyalah tambahan sifatnya.

C. Sabun Bayi vs Sabun Dewasa vs Sabun Anak.

Sekarang tiba pada pertanyaan “ Apakah saya boleh menggunakan sabun orang dewasa untuk bayi dan anak saya?” Jawaban sebenarnya adalah boleh –boleh saja. Dalam artian, fungsi pembersihan pada sabun bayi tetap akan bisa ibu dapatkan pada sabun dewasa jika ibu menggunakannya pada bayi/anak ibu. Nah, jadi ibu tidak perlu panik jika tidak berhasil mendapatkan sabun khusus bayi untuk putra ibu. Lalu mengapa kita harus membeli sabun bayi atau sabun anak secara khusus?

Perbedaannya adalah terletak dalam proses pengembangannya. Sabun bayi umumnya dikembangkan oleh para produsen produk perawatan bayi melalui riset khusus yang melibatkan ibu-ibu yang memiliki bayi, dikembangkan sesuai dengan kebutuhan ibu akan perawatan kulit bayinya, pengetahuan ilmiah mengenai perbedaan kulit bayi dibanding kulit orang dewasa dan sebagainya. Sehingga misalnya saya ambil contoh gampangnya, pada produk sabun bayi, secara umum kita tidak  menemukan bahan untuk pemutihan kulit yang banyak kita temukan pada sabun dewasa, karena memang memutihkan kulit bukanlah kebutuhan pada perawatan kulit bayi. Contoh yang lain adalah fragrance. Fragrance pada sabun bayi umumnya tidak memiliki wangi sekuat wangi sabun dewasa, karena beberapa component fragrance yang menimbulakn bau kuat dan wanginya enak, diketahui tidak cukup aman bagi bayi – sehingga bahan-bahan itupun telah dibuang dari fragrance yang digunakan pada sabun bayi. Walhasil, wangi sabun bayi menjadi tidak seenak & sekuat sabun dewasa, namun jauh lebih aman.

Dari pemaparan saya di atas, bisa kita ringkas bahwa sabun dewasa tetap bisa digunakan untuk memandikan bayi jika kebetulan kita sedang tidak memiliki sabun bayi, namun akan lebih baik jika para ibu menggunakan sabun yang memang dikembangkan khusus untuk membersihkan kulit bayi.

Bagaimana dengan sabun anak? Sabun anak dikembangkan melalui riset yang serupa dengan pengembangan sabun bayi, yakni dengan mempertimbangkan kebutuhan ibunya plus kesukaan anaknya. Penggunaan warna yang cerah, design yang meriah dan fragrance yang berbau buah-buahan sangat menonjol pada sabun anak-anak. Dari sisi fungsi tidak ada masalah jika sabun anak-anak ini juga digunakan pada bayi (0-5 tahun), atau sebaliknya anak-anak (3-12 tahun) menggunakan sabun bayi. Namun kembali lagi dari sisi pengembangan , jika kita memang memiliki dana yang cukup dan tersedia di tempat kita berbelanja sehari-hari, mengapa tidak kita pilih sabun yang memang dikembangkan khusus sesuai dengan kebutuhan perawatan kulit khusus untuk bayi dan anak-anak.

Memilih & Merekrut Baby Sitter….Tips Bagi Ibu Bekerja

Standard

Setelah  3 bulan di rumah selama cuti melahirkan, saatnya kita kembali ke kantor guna menjalankan tugas kita sehari-hari. Kebanyakan ibu merasakan berat untuk meninggalkan si kecil di rumah, namun apa boleh buat,  biaya hidup yang semakin meningkat membuat kita terpaksa harus mengambil keputusan yang sama sekali tidak menyenangkan ini. Pilihan untuk mengasuh si kecil akhirnya jatuh kepada Ibu, Ibu Mertua, keluarga yang lain kalau ada, dan apabila tidak memungkinkan mendapatkan bantuan mereka,  yaa  mungkin terpaksa harus mengambil pilihan mempercayakannya pada Baby Sitter.

Pertanyaan yang paling sering diajukan kepada saya oleh rekan-rekan yang belakangan mengalami masa ini adalah, bagaimana caranya kita memilih & memperlakukan Baby Sitter agar mendapatkankan yang terbaik bagi anak kita. Berikut adalah beberapa tips yang ingin saya share, barangkali ada gunanya.

1. Mencari Yayasan Yang Bagus.

Untuk mendapatkan Baby Sitter yang baik tentu kita harus mencari Yayasan Penyedia Jasa Baby Sitter yang baik dan bisa dipercaya terlebih dahulu.  Cara terbaik adalah dengan mencari informasi dari teman-teman wanita, kakak, keluarga yang telah berpengalaman menggunakan jasa Yayasan. Yayasan yang bagus tidak selalu ditandakan oleh mahalnya fee yang diterima. Tanyakanlah tingkat kepuasan mereka  akan kinerja Baby Sitter yang pernah bekerja dengannya. Yayasan yang bagus tentunya menyalurkan para Baby Sitter dengan standard kwalitas yang baik, yang memiliki kinerja yang baik, paham akan cara perawatan bayi yang benar dan memiliki etos kerja yang baik serta sopan santun yang tinggi. Jangan lupa meminta  alamat & nomer telponnya. Dengan cara mengumpulkan informasi dari berbagai sumber ini, maka tentunya kita akan mendapatkan pilihan beberapa Yayasan. Dari sini kita kemudian perlu memilah dan memilih serta meranking Yayasan mana yang akan kita datangi untuk mencari informasi langsung.

2. Mengunjungi Yayasan –Yayasan Yang Direkomendasikan.

Kunjungilah  2-3 Yayasan penyedia Baby Sitter yang terbaik menurut kita berdasarkan informasi sebelumnya  untuk mendapatkan informasi yang lebih detail lagi dari yayasan yang bersangkutan mengenai jasa pelayanan mereka. Jelaskanlah bahwa kedatangan kita ini baru  dalam tahap mendapatkan informasi. Tidak usah merasa malu bila kita kemudian tidak jadi mengadakan kontrak dengan mereka.  Semua ini kita lakukan demi mendapatkan yang terbaik. Biasanya yayasan akan memberikan kita informasi detail mengenai  hak & kewajiban baby sitter serta yayasan, cakupan kerjanya, jam kerja, hak cuti, seragam, dsb hingga hal detail mengenai hak & kewajiban kita sebagai pengguna jasa serta biaya ( mis: administration fee,  monthly fee, biaya kalau ada lembur, THR, infal, pengobatan dsb). Selain hak & kewajiban yang dijelaskan oleh yayasan, dengan mengunjungi beberapa kantor yayasan kita jadi tahu lokasi  kantor yayasan ini (jaga-jaga bila terjadi apa-apa), dan juga bisa membandingkan cost yang harus kita keluarkan untuk pelayanan Baby Sitter ini.  Dengan membandingkan beberapa yayasan secara langsung, diharapkan kemudian kita bisa mengambil keputusan  untuk manjalin kerjasama dengan yayasan yang terbaik.

Catatan: Fee untuk  Baby Sitter sangat bervariasi tergantung antara lain dari 1) standard rate dari yayasan, 2) pelatihan & training yang diterima, 3) jam terbang dari Baby Sitter yang bersangkutan 4) pasaran  fee Baby Sitter di lokasi yayasan tersebut.

3. Merekrut  Baby Sitter.

Baby Sitter merupakan tenaga kerja terlatih yang umumnya mendapatkan pelatihan perawatan bayi & anak dalam jangka waktu tertentu oleh pihak yayasan. Pastikanlah hal ini kepada yayasan, karena jika Baby Sitter yang kita pilih belum memiliki ketrampilan ini, maka tidak ada gunanya kita membayar lebih mahal untuk tenaga yang sama tak terdidiknya dengan pembantu rumah tangga biasa. Mintalah waktu kepada yayasan untuk bertemu muka dan melakukan wawancara dengan Baby Sitter.

a. Penampilan Fisik & Kesehatan.

Pada saat bertemu dengan Baby Sitter yang diperkenalkan oleh yayasan, kita perlu memberi perhatian terhadap fisik dari Baby Sitter dari ujung kaki ke ujung rambutnya. Pilih Baby Sitter yang berpenampilan bersih dan tidak jorok. Perhatikan  cara ia menata rambutnya, kebersihan badan dan jemarinya. Pastikan ia tidak mengalami gangguan bau badan, karena ia akan menggendong bayi kita setiap saat kita tidak di rumah. Tidak masalah mengenai warna kulit,  yang penting bersih dan rapi. Kuku harus dipotong pendek & rapi. Bila perlu tanyakan riwayat kesehatannya. Saya pernah mendengarkan kisah seorang teman yang bayinya tertular penyakit TBC oleh sang Baby Sitter. Kita juga perlu hati-hati, namun bukan berarti kita sebagai ibu harus berlebihan dalam menghadapi masalah ini.

b. Tingkah Laku & Air Muka.

Selain penampilan fisik, yang perlu kita perhatikan juga adalah tingkah laku dan air muka sang Baby Sitter. Dari sini kita bisa melihat tingkat kesabaran Baby Sitter nantinya jika menangani bayi kita. Pilih Baby Sitter yang air mukanya terlihat baik, pandangan matanya tenang dan tidak gelisah serta tingkah lakunya yang sopan, namun terlikat cekatan & gesit. Dengarkan suara hati kita dalam menilai Baby Sitter, karena sering terbukti kebenarannya. Kalau rasanya tidak sreg sejak awal, lebih baik jangan direkrut. Intuisi seorang ibu sering benar. Seperti halnya karyawan di bidang lain, Baby Sitterpun manusia biasa yang juga memiliki wataknya masing-masing. Ada yang periang dan ramah, ada yang  pendiam. Ada yang disiplin dan sangat teliti, ada yang teledor. Ada yang sabar, ada yang kurang sabar dsb. Idealnya sih kita mendapatkan Baby Sitter dengan watak dan sifat yang sempurna. Namun karena tidak ada manusia yang sempurna dan watak Baby Sitter ini bermacam-macam, maka kita harus menyadari kita tak bisa menuntut Baby Sitter agar memiliki watak sempurna seperti yang kita inginkan (kita sendiripun belum tentu memiliki sifat yang sempurna), maka yang perlu kita utamakan adalah menyesuaikan sifat-sifat  Baby Sitter itu untuk kebutuhan  umur/tahap pertumbuhan bayi kita, misalnya:

–          Untuk Bayi 0 –  6/9 bulan : Pada umur ini merawat bayi sebenarnya belum terlalu sulit, karena bayi masih belum banyak beraktifitas selain tidur & menyusu, atau sedikit makanan tambahan apabila ibu mengalami kekurangan air susu dan tidak bisa memberi ASI eksklusif. Jika bayi di umur ini kita tinggal ke kantor, maka yang diperlukan adalah Baby Sitter yang trampil, berpengalaman dan displin. Karena yang kita butuhkan pada saat bayi kita di umur ini adalah bagaimana caranya agar semua hal yang berkaitan dengan kesehatan & pertumbuhan bayi terjaga dengan baik  (kebersihan peralatan minum/makan, makan/minum jangan sampai telat, memberi obat dilakukan dengan hati-hati apabila saat bayi kita sakit kita  terpaksa  ada di kantor , mandi, makan, tidur dengan teratur dan tepat waktu.

–          Untuk Bayi 9-24 bulan: saat ini bayi kita mulai belajar bicara, merangkak, berjalan dan melakukan eksplorasi, dsb. Ini adalah saat-saat yang sangat melelahkan bagi Baby Sitter, tertama saat harus menitah nitah bayi yangmulai belajar berjalan. Yang diperlukan adalah Baby Sitter yang memiliki kesabaran tinggi pada anak-anak. Baby Sitter yang banyak mengajak bayi kita berbicara akan membuat bayi kita cepat pandai bicara. Baby Sitter yang rajin memberi cerita pada bayi akan membuat bayi cepat memiliki pengetahuan.Demikian juga Baby Sitter yang rajin membantu bayi belajar berjalan, akan membuat bayi kita cepat pandai berjalan. Tentu saja iapun tetap harus memiliki ketelitian dan kedisiplinan yang cukup baik juga.

–          Untuk Anak 24 bulan ke atas dimana pada saat ini anak-anak sudah mulai bersosialisasi, meningkatkan ketrampilannya dengan cara mengeksplorasi sekitarnya, bergaul dan mengenal media ilmu pengetahuan, Baby Sitter  diumur ini juga perlu yang ramah dan berbudi pekerti yang baik, namun tetap displin. Kadang kadang di umur ini bayi/anak pun sering susah makan, karena perhatiaannya focus pada hal hal lain(misalnya mainan). Baby Sitter yang pintar membujuk diperlukan di usia ini.

c. Pengetahuan & Ketrampilan.

Pengetahuan & Ketrampilan, berkaitan dengan training yang didapatkan dari yayasan, jam terbang,  serta kecerdasan sang Baby Sitter.  Semakin kecil bayi, semakin tinggi tingkat pengetahuan & ketrampilan  Baby Sitter yang dibutuhkan. Itu sebabnya banyak yayasan yang menyediakan Baby Sitter rendah pengalaman dengan fee lebih murah untuk mengasuh bayi yang sudah lebih besar/anak. Ada baiknya kita mengajukan beberapa pertanyaan kepada Baby Sitter untuk memastikan bahwa ia memiliki pengetahuan & ketrampilan dalam merawat bayi, terutama kalau tujuan kita mencari Baby Sitter adalah untuk  merawat bayi yang belum lama lahir.

Namun diluar itu, sebenarnya pada faktanya seringkali juga kita menemukan Baby Sitter dengan jam terbang yang tinggi justru mulai ogah-ogahan kerja, mulai terlalu membanding-bandingkan kita dengan bosnya yang lama, mulai banyak menutut, mulai terlalu banyak  menggunakan waktunya untuk ber handphone atau berblack berry-an sehingga tidak focus pada kerjaaanya. Sebaliknya Baby Sitter yang baru, yang masih polos dan belumbanyak gaul justru lebih semangat bekerja karena belum punya Hp/BB. Selain itu Baby Sitter yang baru keluar dari pendidikan biasanya masih lebih ingat akan step-step perawatan bayi yang benar dibandingkan dengan yang sudah lama.

4. Mengambil Keputusan & Menanda Tangani Perjanjian Dengan Yayasan

Setelah kita yakin akan pilhan kita dan setuju akan fee-nya ( baik administrasi, bulanan dll), maka pelajarilah perjanjian sekali lagi. Pastikan isinya tidak ada yang memberatkan kita di kemudian hari. Tanyakan kembali jika ada hal-hal yang tidak jelas. Catat alamat rumah asal/kampung  sang Baby Sitter, nomor yang bisa dihubungi di kampungnya dan  akan lebih baik lagi apabila ia dibekali dengan KTP.

5. Baby Sitter Di Rumah.

Hal yang penting dilakukan sebelum menjemput Baby Sitter untuk tinggal di rumah kita adalah mempersiapkan tempat istirahat yang layak. Perlakukanlah Baby Sitter  dengan baik, adil dan manusiawi karena hal-hal baik yang kita lakukan terhadapnya umumnya akan kembali kepada kita juga dalam bentuk perlakuan yang baik dan benar terhadap bayi kita. Sebagian besar Baby Sitter yang kita temui sebenarnya baik dan professional.  Mungkin ada 1 – 2 yang pernah kita dengar melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan, namun itu sangat jarang. Jaga selalu hubungan baik dengannya dan terus tingkatkan komunikasi untuk menghindari kesalahpaman, bagaimanapun juga ia adalah orang yang mewakili kita dalam merawat & mendampingi anak saat kita tidak ada di rumah.

Sampaikan peraturan-peraturan yang berlaku di rumah sejak awal (misalnya penggunaan handphone, pemeliharaan kuku, kebersihan badan, jam kerja & jam istirahat, pergaulan dengan karyawati lain di rumah, kunjungan saudara/pacar, dsb) untuk menghindarkan hal-hal yang tak diinginkan di kemudian hari. Jelaskan juga tugas & tanggungjawabnya kembali.

Apabila kita tidak puas dengan kinerja Baby Sitter umumnya yayasan membolehkan penggantian  Baby Sitter  max sekian kali (misalnya 3x – atau di yayasan lain mungkin 2 x atau ada juga yang 4x dsb) tanpa harus membayar kembali administration fee.