Tag Archives: Binatang Peliharaan

Cerita Minggu Pagi: Melacak dan Menelusuri.

Standard

2015-06-14 10.51.49Di bunderan jalan di kompleks perumahan saya melihat 3 ekor anjing sedang bermain. Seekor Rottwelier hitam. Seekor Toy Poodle kelabu yang tampak kurang terurus. Entah siapa pemiliknya.Dan seekor anjing berbulu coklat pirang yang saya tidak tahu persis rasnya. Mirip anjing Bali tapi kalau lihat dari bentuk tubuh dan ekornya yang melingkar begitu, saya teringat jenis Shiba Inu. Jadi saya tidak tahu persis apa jenis anjing itu.

Tiba-tiba si anjing coklat itu kencing di pohon yang tumbuh di tengah bunderan itu. Wah ..rupaya ia sedang menandai tempat itu untuk mengingatkan dirinya bahwa ia pernah berada di sana. Setelah itu ia berlari.

Saya  jadi tertarik ingin mengikuti apa yang akan dilakukan berikutnya. Jadi saya ikut berlari mengikuti kemana arah anjing itu berlari. Sesaat kemudian ia berhenti. Mengendus-endus rumput di tepi jalan.Saya ikut berhenti dan memperhatikan perbuatannya. Ia melihat ke arah saya sebentar, lalu lanjut berlari lagi. Saya juga kembali berlari di belakangnya. Ia berhenti lagi. Mengendus-endus tanaman hias di tepi jalan. Saya ikut berhenti berlari dan mengamati kelakuannya lagi. Ia mengendus-endus dan akhirnya kencing di sebuah batang pohon di dekatnya. Lalu berlari lagi.

Demikian seterusnya berkali-kali. Berlari-mengendus-endus – berlari lagi, atau berlari mengendus-endus – kencing dipohon/tonggak/batu- lalu berlari lagi. Sayapun tentunya ikut berlari dan berhenti lalu berlari lagi berulang-ulang.

Saya pikir anjing itu mahluk yang luar biasa. Ia memiliki kelebihan dalam hal indera penciumannya ketimbang mahluk lain. Ia mampu membedakan benda A dengan benda B hanya dari baunya. Yang mana kita manusia hanya dianugerahi kemampuan terbatas dalam hal itu.

Saya ingat di tahun 80-an drh Pudji Raharjo, seorang dosen saya yang sangat banyak berurusan dengan anjing-anjing Bali, suatu kali pernah mendemonstrasikan kehebatan anjing-anjing Bali yang dilatihnya bersama tim kepolisian untuk melacak narkoba dan kejahatan lain.  Dalam demonstrasi yang dilakukan team kepolisian di halaman kampus itu, saya bisa melihat dengan jelas bagaimana anjing-anjing Bali yang cerdas itu bisa dengan cepat dan akurat mampu melacak keberadaan narkotika, hanya dengan diberi sebuah perintah sederhana.

Kehebatan melacak orang juga pernah saya lihat pada seekor anjing milik seorang seniman besar di Bali yang jahil melatih anjingnya mengendus “bau” istrinya. Tentu saja istrinya yang dijahilin itu mencak-mencak walaupun tertawa geli juga mengetahui kekonyolan suami tercintanya. Saya sendiri sangat terkesan akan kehebatan anjing itu. Yahhh… kesimpulannya sangat jelas, anjing memang bisa melacak keberadaan sesuatu dengan sangat baik dari indra penciumannya.

Kemampuan melacak ini juga disertai dengan kemapuan anjing untuk men’tracking’ alias menelusuri sebuah perjalanan. Seperti yang saya ikuti tadi pagi. Anjing itu keluar rumah, lalu kencing di titik-titik tertentu di sepanjang perjalanannya. Dengan kemampuannya mengendus dengan baik tentu ia tahu dititik-titik  mana ia pernah berada. Sehingga walaupun ia melanglang jauh ia pasti selalu bisa pulang kembali ke rumah dan tidak mungkin tersesat. demikian juga ketika anjing ini ingin melakukan tracking terhadap keberadaan lawan jenisnya. Hanya mengendus tempat-tempat di mana lawan jenisnya pernah berada, akan membawanya menemui pasangannya.  Demikianlah cara anjing melakukan tracking terhadap sesuatu.

Men’tracking’ sesuatu adalah kegiatan yang terkadang kita lakukan juga. Misalnya dalam pekerjaan sebagai pemasar, kita melakukan tracking terhadap penjualan kita dari hari ke hari, minggu keminggu, bulan ke bulan dan tahun ke tahun.Tracking juga kita lakukan terhadap biaya yang kita keluarkan, harga di pasaran dan sebagainya. Lalu dalam hal menangani permasalahan. Baik  itu pemasalahan dalam kehidupan sehar-hari maupun pekerjaan, kita juga menelusuri sebab musababnya berhasil menemukan ‘root cause’nya untuk membantu kita memberikan pemecahan masalah yang sifatnya lebih ‘causalis’ ketimbang ‘simptomatis’. Yang tentunya hasilnya lebih bagus.

Melacak dan menelusuri, perlu juga sesekali kita lakukan terhadap amal perbuatan kita. Melacak mana saja pemikiran, perkataan dan perbuatan yang baik atau kurang baik yang kita lakukan. Kita bisa menelusuri kembali, apakah dalam rentang waktu tertentu perbuatan baik kita sudah lebih mendominasi? Atau malah perbuatan yang kurang baik malah mendominasi?. Kita juga perlu menelusuri kembali sebab musabab mengapa kita melakukannya dan apa dampaknya terhadap orang lain, untuk kita ambil intisari pelajarannya dan kita perbaiki ke depannya.

Anjing itu tiba-tiba berhenti di depan sebuah rumah yang pagarnya masih ditutup. Barangkali penghuninya belum bangun. Ia mengendus-endus dan berputar-putar tak jauh dari tempat itu. Lalu berjongkok menghadap ke gerbang halaman, seolah berharap dibukakan pintu. Oooh..barangkali di sana rumahnya. Ia bangun kembali, mengendus-endus, berputar dan kembali lagi berdiri di depan gerbang. Beberapa kali ia melihat ke arah saya.

Sebenarnya saya masih ingin mengamati tingkah laku anjing coklat itu lagi – tapi saya agak tidak nyaman berdiri di sana terlalu lama. Walaupun saya hanya sedang mengamati tingkah laku anjingnya, orang bisa salah paham. Bisa menyangka saya sedang memata-matai rumah dan penghuninya. Tentu itu tidak sopan. Saya mengajaknya berlari lagi, tapi ia tidak mau. Dan lebih memilih menunggu di depan gerbang.

Jadi dengan berat hati, saya terpaksa meninggalkan anjing itu sendiri di sana dan kemudian saya melanjutkan perjalanan saya sendiri.

 

 

Welcome, Persia…

Standard

Pulang kantor saya melihat anak saya  bermain di teras depan. Agak mengherankan. Pertama karena hari sudah malam. Seharusnya ia ada di kamar mengerjakan PR atau belajar.  Kedua karena tidak biasanya ia seperti itu.  Ada apa? Saya mendekat. Ooh, rupanya ia sedang menunggui seekor kucing kecil yang diletakkannya di dalam keranjang. “Mama, kita  punya kucing baru” kata anak saya. Waaww! Tambah heran saya.  Kucing baru? Berarti mulai sekarang kami akan memiliki dua ekor kucing. Bagaimana bisa? Darimana ia  mendapatkan  kucing? Apakah ayahnya sudah setuju? Mengingat suami saya sama sekali tidak menyukai kucing. Satu kucing saja sudah membuatnya bete,apalagi dua ekor kucing. Read the rest of this entry

Everybody Wants To Be A Cat.

Standard
Everybody Wants To Be A Cat.

Diantara kita semua tentu banyak yang suka menemani putra-putrinya menonton film kartun. Selain untuk memastikan kwalitas informasi yang diterima anak, meningkatkan kebersamaan dengan anak, juga sekalian menikmati kembali kegembiraan masa kecil yang tidak lagi kita nikmati setelah dewasa. Film kanak-kanak, selain memiliki alur cerita dan ide, juga menyajikan musik dan lagu-lagu yang enak dinikmati.  Salah satu lagu yang enak menurut saya adalah “Everybody Wants To Be A Cat” dalam film  “The Aristocats” yang sebenarnya bukan film baru. Read the rest of this entry

Mengajak Anak Untuk Memahami Anatomi Sederhana Kura-Kura.

Standard

Banyak sekali pertanyaan yang menggelitik seputar dunia hewan  ditanyakan oleh anak-anak kepada saya, ibunya. Mereka menyangka bahwa dokter hewan tahu semua urusan perbinatangan. Padahal tentu saja tidak. Saya mencoba menjelaskan, bahwa apa yang saya pelajari adalah mengenai penyakit hewan, diagnosa dan therapynya. Bukan segala urusan tetek bengek tentang hewan. Serupa dengan dokter manusia, apakah dokter manusia mampu menjawab semua tetek bengek urusan manusia? Tentu saja tidak. Demikian juga dokter hewan. Apalagi jumlah hewan beribu-ribu kali lebih banyak jenisnya dibanding manusia. Pasti lebih banyak yang tak terjawab daripada yang terjawab. Namun tetap saja mereka berharap mendapatkan jawaban yang memuaskan dari saya. Read the rest of this entry

Menemani Anak Memelihara Bebek..

Standard

Anak anak saya sangat menyukai binatang. Dan saya sebagai ibunya cenderung untuk membiarkan saja kesenangan anak anak itu, mengingat  saat saya masih kecil orangtua sayapun tak pernah melarang-larang saya untuk menyukai binatang apa saja dan saya merasakan kebahagiaan atas pengertian orang tua saya atas kesukaan saya pada binatang. Dan bahkan ketika saya memutuskan untuk mengambil kuliah di Kedokteran Hewan Universitas Udayana, orangtua sayapun akhirnya tetap menghormati & mendukung pilihan saya. Namun untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik dan aman, sebagai orangtua saya hanya merasa perlu mengawasi dan mengarahkan anak anak saya agar semuanya berjalan lancar & natural serta tidak membahayakan.

Beberapa hari yang lalu, saat saya ajak pergi ke poultry shop untuk membeli anak ayam,  anak saya terlihat sangat tertarik pada anak bebek yang ditawarkan di sana dan bertanya pada saya apakah suatu hal yang mungkin jika ia meminta ijin pada saya untuk memelihara bebek di rumah. Tentu saja saya mengijinkan. Saya selalu berusaha melihat sisi positif dari keinginan anak saya pada binatang. Saya lalu membantu anak saya untuk melihat lihat dan memilih anak anak bebek itu.

Memilih Anak Bebek

Sama dengan memilih anak ayam, sebaiknya kita arahkan anak anak untuk memilih anak bebek yang terlihat aktif dan trengginas diantara kelompoknya. Anak bebek yang aktif, banyak bergerak, makan atau bermain dengan temannya menandakan bahwa anak bebek itu sehat.  Sebenarnya ada beberapa jenis bebek yang umum kita temui di Indonesia, namun pada akhirnya kita hanya akan bisa memilih dari apa yang tersedia di poultry shop itu pada saat itu.

Makanan Bebek

Karena ini bukanlah pemeliharaan bebek untuk skala ekonomi, maka pemberian makanan yang praktis adalah dengan memberinya makanan/ransum yang sudah diracik dan dijual untuk anak bebek di poultry shop. Jika tidak, bebek juga bisa kita berikan ransum sisa makanan kita berupa nasi, jagung maupun sayuran. Bebek juga senang jika kita beri cincang daging siput sawah, daun eceng gondok dsb.

Membuat Kandang Bebek

Kandang Bebek bisa dibuat dengan memanfaatkan kayu bekas/bamboo. Namun jika rumah kita berdekatan dengan sungai atau lahan terbuka, sebaiknya digunakan kandang yang lebih kokoh atau yang terbuat dari besai/kawat untuk menghindari serangan musang pada malam hari. Dalam membuat kandang, yang perlu diperhatikan adalah lokasi dimana nanti kita akan meletakkan kandang agar ventilasinya baik dan mendapatkan sinar matahari yang cukup.

Sesekali bebek bisa dikeluarkan dari kandangnya dan biarkan anak anak mengajaknya berenang di air yang disediakan (misalnya di kolam rumah, ataupun di bak air/ember besar).

Penyakit Bebek Yang Umum.

Sebagai orangtua, kita perlu waspada akan beberapa jenis penyakit bebek yang mungkin saja diderita oleh bebek peliharaan anak kita. Beberapa penyakit yang cukup sering menyerang bebek antara lain:

  1. a.       Coccidiosis.

Penyakit ini disebabkan oleh sejenis protozoa yang disebut Coccidia. Umumnya bisa kita ketahui dari gejala gejalanya yang antara lain : bebek terlihat lemah dan tak mau makan, serta umumnya kotorannya terlihat encer dan kadang berdarah. Penularan penyakit umumnya terjadi lewat makanan/minuman yang tercemar.

  1. b.      Pasteurellosis

Penyakit Pasteurellosis cukup berbahaya bagi bebek, karena jika tidak kita tangani dengan baik bisa menyebabkan kematian pada bebek kesayangan anak kita. Gejala penyakit Pasteurellosis pada bebek yang mudah dikenali adalah  kotorannya yang berwarna putih –hijau, bebek keluar lender baik dari mata maupun hidungnya.

  1. c.       Salmonellosis

Salmonellosis  adalah penyakit pada bebek yang disebabkan oleh bakteri Salmonella yang gejalanya pada bebek adalah terjadinya pembengkakan pada muka bebek, keluarnya lender dari hidung dan mulut yang disertai dengan menurunnya nafsu makan bebek ini.

Sebenarnya masih ada beberapa jenis penyakit lain yang umum menyerang bebek juga yang tidak saya sebutkan disini. Namun jika terjadi gangguan kesehatan pada binatang kesayangan anak anda ini, sebaiknya segera meminta bantuan dokter hewan terdekat.

Mendampingi Anak Memelihara Kelinci

Standard

Kelinci adalah salah satu  binatang peliharaan favorit anak-anak. Wajahnya yang lucu dan bulunya yang halus dan lembut tak pelak lagi memberikan daya tarik sendiri bagi anak-anak. Tak heran jika kita sebagai orangtua tak mampu menolak jika anak merengek dengan wajah  penuh harapan minta dibelikan kelinci. Banyak hal positif yang didapat dari membiarkan anak memelihara binatang peliharaan termasuk kelinci, antara lain:

1.       Meningkatkan kasih sayang dan perhatian anak  terhadap sesama mahluk hidup. Anak-anak yang memelihara binatang/tanaman yang merupakan mahluk hidup yang perlu dirawat, memiliki perhatian dan kasih sayang yang tinggi terhadap sesama.

2.       Meng-ekspose anak pada hal-hal yang berkaitan dengan ilmu biologi sejak dini. Dengan memelihara binatang peliharaan anak-anak tanpa disadari akan belajar mengenai biologi dasar dari mahluk hidup.

3.       Meningkatkan rasa sosial dan tanggung jawab anak. Dengan keputusan memelihara binatang, maka anak bisa kita didik untuk bertanggungjawab dengan baik, memberi makan dan minum serta membersihkan kandang serta mengajak binatang peliharaannya bermain. Bila tanggungjawabnya kurang, tentu binatang kesayangannya akan tidak bisa hidup sehat seperti selayaknya.

Menurut cerita, kelinci konon sudah mulai dijinakkan manusia  beberapa abad sebelum Masehi. Sesungguhnya Kelinci memiliki kemampuan beradaptasi yang cukup baik, terbukti dengan fakta bahwa binatang ini penyebarannya sangat beragam dari mulai wilayah dekat padang pasir hingga dekat kutub. Namun kelinci akan berkembang dengan optimal jika berada di daerah dengan temperature sedang.Untuk di Indonesia, kita perhatikan kebanyakan kelinci dipelihara di daerah-daerah dingin seperti misalnya di Puncak, Bogor.  Jika kebetulan kita tinggal di daerah panas seperti Jakarta dan tetap ingin memelihara kelinci, mungkin perhatian ekstra perlu kita berikan untuk menjaga agar kelinci tetap bertahan hidup dan berkembang biak dengan baik.

Beberapa jenis kelinci bisa kita temukan di jual di Pet Shops (toko binatang peliharaan), di pameran-pameran di mall –mall maupun di pasar-pasar kaget mulai dari kelinci local hingga trah import.

Membeli Kelinci.

Saat kita menyetujui keinginan anak untuk membeli kelinci, sebaiknya dampingi anak untuk memilih. Hal yang perlu kita ketahui, terutama jika kita membeli kelinci dari tempat pameran maupun di pasar kaget adalah bahwa belum tentu semua kelinci yang dijual tersebut berada dalam kondisi kesehatan yang baik. Mengingat kelinci kelinci tersebut mungkin baru dipindahkan dari lingkungan aslinya dan tentu saja membutuhkan waktu dan tenaga untuk menyesuaikan diri. Pilihlah kelinci yang terlihat sehat dan aktif bergerak dengan mata yang hidup dan aktif. Bulu kelinci yang sehat juga terlihat halus dan tidak menggumpal.

Memegang Kelinci

Walaupun telinga kelinci panjang, namun sebaiknya jangan mengajarkan anak untuk mengangkat kelinci dengan cara menarik kedua telinganya. Karena jika kita angkat dengan menarik telinganya, tentulah kelinci akan merasakan kesakitan terutama karena harus menanggung  berat badannya sendiri dan ini dapat mengakibatkan kelinci memberontak dan menendang anak-anak dengan kakinya. Kelinci harus dipegang erat-erat dan hati-hati . Kelinci yang kecil bisa dipegang di bagian pinggangnya dengan  kedua belah tangan, namun untuk menangani kelinci dewasa dimana tendangan kakinya cukup kuat, ajarkan anak untuk memegang tengkuknya dengan tangan kanan, sementara tangan kiri menyangga badannya. Usahakan agar anak mengarahkan kaki kelinci menjauhi badannya agar badan anak tidak mudah kena cakar oleh kaki kelinci.

Kandang Kelinci dan Kebersihannya.

Seperti binatang peliharaan lain, kelinci juga membutuhkan kandang. Kandang kelinci yang praktis dapat dibeli langsung dari pedagang kelinci atau dibikinkan tersendiri setelah berada di rumah. Pilih/buat kandang yang agak besar agar mudah dibersihkan. Minimal seminggu sekali kelinci dikeluarkan dan kandangnya dibersihkan. Jangan lupa menyediakan tempat untuk makan dan minum kelinci.

Makanan & Minum Kelinci.

Kelinci membutuhkan air minum per hari sekitar 100ml/kg berat badannya. Jangan lupa untuk selalu memeriksa tempat minumnya dan   mengisinya tiap kali kosong. Makanan kelinci bisa ditemukan di petshop berupa pellet, atau  bisa juga diberikan sayur mayur kesukaannya seperti kangkung ataupun  wortel secukupnya.

Kelinci sangat peka terhadap panas (temperature yang tinggi) dan lembab. Jangan biarkan anak-anak menjemur meninggalkan kandangnya di terik matahari selepas bermain-main dengan kelincinya.

Dalam kondisi yang baik, rata-rata umur kelinci  adalah  5 – 10 tahun, dengan umur dewasa 4-10 bulan.Jika kita cukup serius, menternakkan kelinci baik untuk keperluan dijual kembali anakannya maupun dijadikan bahan makanan (sate kelinci, bakso kelinci, nugget kelinci, dsb), juga merupakan pilihan usaha yang cukup layak dilirik.

Penyakit  Kelinci

Kebanyakan kelinci peliharaan anak-anak mati karena penanganan yang kurang baik (kurang makan/minum, terpapar matahari dengan panas yang ekstrem). Namun sebagai orangtua kita perlu juga mengetahui beberapa penyakit yang mungkin ditemukan pada kelinci walaupun jarang antara lain adalah Pasteurellosis yang disebabkan oleh bakteri Pasteurella multocida dengan gejala-gejala keluar cairan encer atau nanah dari hidung & mata kelinci. Kelinci yang sakit biasanya batuk dan bersin hingga bisa menular ke kelinci yang sehat. Dalam kondisi yang akut, kelinci sakit tiba-tiba mati. Penyakit lain yang mungkin ditemui adalah Koksidiosis dengan gejala  mencret, nafsu makan hilang dan bulunya kasar. Ada beberapa penyakit kelinci lainnya yang mungkin kita temukan, termasuk juga diantaranya adalah serangan kutu,  tungau dan serangga lainnya yang menyebabkan kelinci menjadi kurus.  Tidak usah khawatir, segeralah bawa kelinci kesayangan anak anda ke dokter hewan terdekat jika melihat kasus ini.

Mengadopsi Anak Kucing Liar..

Standard

Anak saya yang kecil sangat menyukai kucing. Terutama anak kucing. Tidak heran karena kucing memang selalu terlihat lucu dan menggemaskan. Tiap kali melihat kucing ia selalu minta agar bisa memilikinya.  Bahkan kalau melihat kucing liarpun ia ingin mengadopsinya untuk dipelihara di rumah. Namun sayang ayahnya kurang menyukai kucing. “Kucing sangat berisik!” itu selalu komentarnya tiap kali anaknya ribut ingin memelihara kucing. Ia lebih suka anaknya memelihara binatang peliharaan lain misalnya kelinci, kura-kura, burung dsb. Tapi bukan kucing!. Read the rest of this entry