Tag Archives: Bogor

Tiga Jam Di Pintu Ciawi II.

Standard

Penunjuk jalanGerimis mulai berkurang, beberapa orang lelaki  lengkap dengan helpnya mengacung-acungkan tangannya. Awalnya saya agak bingung. Apa yang dilakukan oleh orang-rang itu?Mengapa ia mengetok-ngetok jendela pengemudi dan memberi tanda dengan telunjuknya? Akhirnya saya ingat, bahwa mereka adalah orang-orang yang  membujuk pengendara agar mau mengikuti mereka melalui jalan pintas menuju Puncak. Tentu saja dengan maksud agar mendapat upah sebagai penunjuk jalan. Profesi baru yang muncul akibat kemacetan. Kami tidak mau. Terutama karena sebelumnya kami pernah mencoba jalur itu, bahkan lebih parah macetnya ketimbang jalan besar yang lebih resmi. Ujung-ujungnya kami sampai di Puncak  setelah hampir lima jam berjuang di jalan sempit yang penuh dengan para Pak Ogah yang meminta uang di setiap tikungan. Jadi tak ada gunanya juga mengikuti mereka.  Toh hasilnya tidak akan lebih baik juga. Read the rest of this entry

Deep Blue Salvia: Keteduhan Laut Yang Dalam.

Standard

Andani Blue Salvia3Ini adalah salah satu tanaman hias yang sangat saya sukai, namun belum pernah saya miliki. Tidak seperti  saudaranya jenis Scarlet Salvia yang berwarna merah terang dan  sangat umum kita temukan di tukang tanaman, maupun di taman-taman  perumahan ataupun perkantoran, Salvia berwarna biru ini hanya pernah saya lihat di Taman Bunga Nusantara, di Cipanas, Cianjur. Barangkali ada juga sih di tempat lain – namun sayangnya saya tidak tahu.  Barangkali juga tanaman ini hanya bersahabat dengan udara yang dingin.

Apa yang menarik dari tanaman ini? Sudah pasti bunganya yang berupa  tajuk-tajuk panjang dengan tangkai gelap dan penuh dengan bunga berwarna biru. Baik kelopak bunganya maupun mahkotanya, semuanya berwarna biru. Sehingga ketika kita memandang hamparan tanaman ini yang sedang berbunga dan terangguk-angguk oleh hempasan angin dingin pegunungan,  serasa kita sedang memandangi sebuah keteduhan laut biru yang dalam.

Daunnya  sepintas lalu mirip dengan daun kemangi.  Hijau lembut dan agak lonjong. Rupanya  tanaman ini memang termasuk keluarga “Sage” yang banyak digunakan sebagai bumbu dapur di negara-negara Eropa. Karena tingginya tidak seberapa, rasanya sangat indah jika dimanfaatkan sebagai tanaman border atau untuk mengisi blok-blok tanah di halaman rumah ataupun untuk ditanam di bawah pohon penaung.

Umbi & Rimpang Penghasil Bunga Yang Cemerlang.

Standard

Memperbanyak tanaman hias merupakan salah satu aktifitas yang menyenangkan di hari libur.  Kita bisa melakukan stek langsung, cangkok, menyemai biji, menanam umbi, menanam daunnya ataupun memisahkan anakannya.  Pada awalnya, saya mengira memperbanyak tanaman hias merupakan pengetahuan setiap orang. Namun  belakangan, setelah  saya sering menulis tentang tanaman hias kesayangan saya, banyak diantara teman-teman saya yang bertanya ‘ Jika saya pengen menanam bunga x, bagian mananya ya yang harus saya ambil dan tanam?. Akarnya? Batangnya? Umbinya? Buahnya? ”.  Oops! Ternyata tidak semua orang tahu. Terutama teman-teman saya yang sejak kecil dibesarkan di metropolitan. Mempertimbangkan fakta ini , maka saya pikir mungkin  ada gunanya juga jika  saya menulis tentang hal ini.  Barangkali tulisan saya ini ada manfaatnya bagi yang membutuhkan. Read the rest of this entry

Mendampingi Anak Memelihara Kelinci

Standard

Kelinci adalah salah satu  binatang peliharaan favorit anak-anak. Wajahnya yang lucu dan bulunya yang halus dan lembut tak pelak lagi memberikan daya tarik sendiri bagi anak-anak. Tak heran jika kita sebagai orangtua tak mampu menolak jika anak merengek dengan wajah  penuh harapan minta dibelikan kelinci. Banyak hal positif yang didapat dari membiarkan anak memelihara binatang peliharaan termasuk kelinci, antara lain:

1.       Meningkatkan kasih sayang dan perhatian anak  terhadap sesama mahluk hidup. Anak-anak yang memelihara binatang/tanaman yang merupakan mahluk hidup yang perlu dirawat, memiliki perhatian dan kasih sayang yang tinggi terhadap sesama.

2.       Meng-ekspose anak pada hal-hal yang berkaitan dengan ilmu biologi sejak dini. Dengan memelihara binatang peliharaan anak-anak tanpa disadari akan belajar mengenai biologi dasar dari mahluk hidup.

3.       Meningkatkan rasa sosial dan tanggung jawab anak. Dengan keputusan memelihara binatang, maka anak bisa kita didik untuk bertanggungjawab dengan baik, memberi makan dan minum serta membersihkan kandang serta mengajak binatang peliharaannya bermain. Bila tanggungjawabnya kurang, tentu binatang kesayangannya akan tidak bisa hidup sehat seperti selayaknya.

Menurut cerita, kelinci konon sudah mulai dijinakkan manusia  beberapa abad sebelum Masehi. Sesungguhnya Kelinci memiliki kemampuan beradaptasi yang cukup baik, terbukti dengan fakta bahwa binatang ini penyebarannya sangat beragam dari mulai wilayah dekat padang pasir hingga dekat kutub. Namun kelinci akan berkembang dengan optimal jika berada di daerah dengan temperature sedang.Untuk di Indonesia, kita perhatikan kebanyakan kelinci dipelihara di daerah-daerah dingin seperti misalnya di Puncak, Bogor.  Jika kebetulan kita tinggal di daerah panas seperti Jakarta dan tetap ingin memelihara kelinci, mungkin perhatian ekstra perlu kita berikan untuk menjaga agar kelinci tetap bertahan hidup dan berkembang biak dengan baik.

Beberapa jenis kelinci bisa kita temukan di jual di Pet Shops (toko binatang peliharaan), di pameran-pameran di mall –mall maupun di pasar-pasar kaget mulai dari kelinci local hingga trah import.

Membeli Kelinci.

Saat kita menyetujui keinginan anak untuk membeli kelinci, sebaiknya dampingi anak untuk memilih. Hal yang perlu kita ketahui, terutama jika kita membeli kelinci dari tempat pameran maupun di pasar kaget adalah bahwa belum tentu semua kelinci yang dijual tersebut berada dalam kondisi kesehatan yang baik. Mengingat kelinci kelinci tersebut mungkin baru dipindahkan dari lingkungan aslinya dan tentu saja membutuhkan waktu dan tenaga untuk menyesuaikan diri. Pilihlah kelinci yang terlihat sehat dan aktif bergerak dengan mata yang hidup dan aktif. Bulu kelinci yang sehat juga terlihat halus dan tidak menggumpal.

Memegang Kelinci

Walaupun telinga kelinci panjang, namun sebaiknya jangan mengajarkan anak untuk mengangkat kelinci dengan cara menarik kedua telinganya. Karena jika kita angkat dengan menarik telinganya, tentulah kelinci akan merasakan kesakitan terutama karena harus menanggung  berat badannya sendiri dan ini dapat mengakibatkan kelinci memberontak dan menendang anak-anak dengan kakinya. Kelinci harus dipegang erat-erat dan hati-hati . Kelinci yang kecil bisa dipegang di bagian pinggangnya dengan  kedua belah tangan, namun untuk menangani kelinci dewasa dimana tendangan kakinya cukup kuat, ajarkan anak untuk memegang tengkuknya dengan tangan kanan, sementara tangan kiri menyangga badannya. Usahakan agar anak mengarahkan kaki kelinci menjauhi badannya agar badan anak tidak mudah kena cakar oleh kaki kelinci.

Kandang Kelinci dan Kebersihannya.

Seperti binatang peliharaan lain, kelinci juga membutuhkan kandang. Kandang kelinci yang praktis dapat dibeli langsung dari pedagang kelinci atau dibikinkan tersendiri setelah berada di rumah. Pilih/buat kandang yang agak besar agar mudah dibersihkan. Minimal seminggu sekali kelinci dikeluarkan dan kandangnya dibersihkan. Jangan lupa menyediakan tempat untuk makan dan minum kelinci.

Makanan & Minum Kelinci.

Kelinci membutuhkan air minum per hari sekitar 100ml/kg berat badannya. Jangan lupa untuk selalu memeriksa tempat minumnya dan   mengisinya tiap kali kosong. Makanan kelinci bisa ditemukan di petshop berupa pellet, atau  bisa juga diberikan sayur mayur kesukaannya seperti kangkung ataupun  wortel secukupnya.

Kelinci sangat peka terhadap panas (temperature yang tinggi) dan lembab. Jangan biarkan anak-anak menjemur meninggalkan kandangnya di terik matahari selepas bermain-main dengan kelincinya.

Dalam kondisi yang baik, rata-rata umur kelinci  adalah  5 – 10 tahun, dengan umur dewasa 4-10 bulan.Jika kita cukup serius, menternakkan kelinci baik untuk keperluan dijual kembali anakannya maupun dijadikan bahan makanan (sate kelinci, bakso kelinci, nugget kelinci, dsb), juga merupakan pilihan usaha yang cukup layak dilirik.

Penyakit  Kelinci

Kebanyakan kelinci peliharaan anak-anak mati karena penanganan yang kurang baik (kurang makan/minum, terpapar matahari dengan panas yang ekstrem). Namun sebagai orangtua kita perlu juga mengetahui beberapa penyakit yang mungkin ditemukan pada kelinci walaupun jarang antara lain adalah Pasteurellosis yang disebabkan oleh bakteri Pasteurella multocida dengan gejala-gejala keluar cairan encer atau nanah dari hidung & mata kelinci. Kelinci yang sakit biasanya batuk dan bersin hingga bisa menular ke kelinci yang sehat. Dalam kondisi yang akut, kelinci sakit tiba-tiba mati. Penyakit lain yang mungkin ditemui adalah Koksidiosis dengan gejala  mencret, nafsu makan hilang dan bulunya kasar. Ada beberapa penyakit kelinci lainnya yang mungkin kita temukan, termasuk juga diantaranya adalah serangan kutu,  tungau dan serangga lainnya yang menyebabkan kelinci menjadi kurus.  Tidak usah khawatir, segeralah bawa kelinci kesayangan anak anda ke dokter hewan terdekat jika melihat kasus ini.