Tag Archives: Bunga

Edible Flowers: Bunga-Bunga Yang Bisa Dimakan Dalam Masakan Indonesia.

Standard

Ketika kita menyebut kata sayur, yang terbayang di pikiran kita adalah daun-daunan yang berwarna hijau royo-royo, misalnya kangkung, bayam, sawi hijau, kol, pakchoi, daun singkong, daun ubi jalar, daun kemangi dan sebagainya. Pokoknya Daun ya?. Walaupun ada diantaranya yang berwarna bukan hijau.

Selain  daun-daunan,  yang berikutnya kita ingat adalah sayur dari buah-buahan, biji-bijian ataupun kecambahnya. Misalnya sayur labu, oyong, buncis, kacang panjang, jagung, pare, terong, pepaya, kacang merah, tauge kacang hijau dan sebagainya.

Berikutnya sayur dari umbi seperti wortel, kentang, lobak.

Tapi setelah diingat-ingat ternyata banyak juga lho sayuran atau masakan Indonesia yang terbuat dari bahan bunga-bungaan. Apa saja sih? Nah…ini adalah sebagian dari yang bisa saya ingat.

1/. Bunga Pepaya alias Bungan Gedang.

image

Bunga berwarna hijau yang berubah menjadi putih kekuningan saat mekar ini sangat umum dimasak di dapur hampir semua  suku di Indonesia. Dan paling sering kita lihat dihidangkan di restaurant Menado. Yang umum dimanfaatkan adalah bunga pepaya jantan.
Di Bali, bunga pepaya sering disebut dengan Bungan Gedang.  Karena umumnya berenceng renceng, maka lebih umum lagi disebut dengan Bungan Gedang Renteng.
Rasa bunga pepaya agak pahit. Namun demikian, orang -orang tetap menyukainya, terutama karena orang percaya akan khasiat baiknya untuk kesehatan.

2/. Bunga Kecicang.

image

Bunga Kecicang alias Bunga Kecombrang (Jawa) atau Honje (Sunda) adalah bunga favorit saya di dapur. Bunga yang sangat cantik ini sungguh sangat menawan. Bukan saja karena keindahan dan warnanya yang pink atau merah (yang merah adalah kecicang hutan), tetapi karena rasanya juga sangat unik aromatik.
Bunga Kecicang yang belum mekar, di Bali disebut dengan nama Bongkot. Saya sangat suka membuat Kecicang dan Bongkotnya untuk sambal. Sambrl Kecicang atau Sambel Bongkot. Cara membuatnya sama dengan cara nembuat Sambel Matah, hanya saja ditambahkan dengan terasi bakar. Banyak juga yang memanfaatkannya untuk campuran sayur lodeh.

3/. Bunga Sedap Malam.

image

Bunga sedap malam alias polyantes warnanya  putih dan wangi. Umum dimasak sebagai campuran sup. Dimasak bersama dengan jamur kuping dan soun dalan masakan Kimlo. Bunga sedap malam sering dijual dalam keadaan kering. Jadi untuk memasaknya kita perlu rendam dulu. Rasanya enak dan empuk, sama sekali tidak asa unsur pahitnya.

4/. Brokoli.

image

Walaupun warnanya hijau, sangat jelas sekali bahwa bagian dari brokoli yang kita makan itu sebenarnya adalah bunganya. Kecil-kecil bergerombol, brokoli menjadi salah satu sayuran yang membuat hidangan di atas meja makan jadi terlihat menggiurkan.
Anak-anaj sangat menyukai brokoli ketimbang sayuran lain. Saya sering memasaknya dengan kentang rebus dan keju leleh. Yummy!!!. Bisa juga dimasak ca dengan bawang putih, atau dicampur jamur, ataupun sebagai campuran masakan lain.

5/. Kembang Kol.

image

Serupa dengan brokoli, hanya saja bunganya putih kekuningan. Kembang kol, sesuai namanya sayuran ini jelas jelas adalah bunga. Bunga kol.
Secara umum rasanya enak dan empuk. Bisa dimasak Ca biasa, atau dijadikan campuran nasakan lain seperti misalnya Capcay, ikan masak nanas, dan sebagainya.

6/. Bunga Genjer.

image

Genjer alias Biyah-Biyah adalah sejenis tanaman air yang umum ditemukan liar di sawah. Mastarakat agraris tentunya sangat mengenal tanaman ini. Daunnya, berikut tangkai daunnya umum dimanfaatkan untuk sayur. Demikian juga bunganya yang belum mekar. Umum dimasak tumis atau dikombinasi dengan tauco. Rasanya secara umum enak, walau ada sedikit rasa sepat tang khas.

7/. Bunga Bawang.

image

Bawang, selain umbinya digunakan untuk setiap masakan, daun dan bunganya juga bisa dimanfaatkan untuk sayuran lho. Bunga bawang berwarna putih dengan tangkai yang agak tebal dan renyah. Enak ditumis atau dikombinasi dengan bahan lain misalnya tofu atau seafood.

8/. Jantung Pisang.

image

Bunga pisang yang belum mekar alias jantung pisang atau puduh biyu adalah salah satu sayuran eksotis yang bisa kita temukan di dapur Indonesia. Ada beberapa jenis bunga pisang yang tidak pahit jika dimasak. Salah satunya adalah jantung pisang batu. Sangat enak untuk ditumis, dimasak santan atau untuk dipepes.

9/. Bunga Turi.
Bunga pohon turi sangatlah cantik. Warnanya putih bersemu peach. Kita sering melihatnya ditanam orang sebagai pagar di ladang.  Saya pernah makan sayur bunga turi walaupun belum pernah  memasaknya sendiri. Ada sedikit rasa pahit, tapi menurut saya,  nyaris tidak terasa. Bunga turi tidak umum diperjualbelikan di pasar dekat rumah saya. Yang memasaknya biasanya karena punya pohonnya sendiri di rumah.

10/. Terubuk.
Sayur bunga tanaman mirip tebu ini saya kenal di tanah Betawi. Belum pernah lihat di daerah lain. Biasanya dihidangkan di tempat pesta pernikahan adat Betawi dan dikenal dengan sebutan Sayur Penganten. Harganya juga lumayan mahal di tukang sayur di pasar. Dan sangat jarang ada.

Selain 10 jenis sayuran dari bunga yang saya sebutkan di atas, saya yakin masih banyak lagi jenis bunga-bungaan lain yang bisa dan biasa dimakan di Indonesia.

Bunga-Bunga Liar Pegunungan Tengger.

Standard
Mt. Bromo Savana Flowers Bouquet.

Mt. Bromo Savana Flowers Bouquet.

Ketika hendak  turun dari Pananjakan pagi harinya, saya ditawari seikat bunga oleh pedagang di sana. Warnanya sangat menarik. Putih, krem, ungu, merah, kuning. Dan yang lebih menarik lagi, bunga itu ditata sedemikian rupa menjadi berbagai bentuk. Ada yang berupa flower bouquet biasa, ada juga yang berupa boneka lucu-lucu. Awalnya saya pikir itu bunga kering, tapi setelah saya dekati ternyata bunganya masih segar.  Terdiri atas bunga-bunga edelweiss dan bunga-bunga rumput berwarna-warni yang memang secara umum tahan kekeringan. Wah…cantik sekali. Saya harus acungkan jempol untuk kreatifitasnya.

Gara-gara melihat bouquet -bouquet bunga liar itu, saya  jadi menyadari bahwa di pegunungan Tengger ini tentu tumbuh beraneka ragam tanaman liar dan rerumputan yang berbunga indah-indah. Maka ketika turun dari Pananjakan menuju ke Lautan Pasir, mata saya tak lepas dari bunga-bunga tanaman liar yang saya temui di perjalanan.  Ada beberapa yang saya kenali jenisnya. Namun  kebanyakan tidak saya ketahui juga. Di bawah ini adalah beberapa diantaranya.

1/. Kuning secerah matahari pagi.

Yang paling menyolok mata saya pagi itu adalah bunga-bunga kuning yang menghampar di sana-sini. Warna kuning seperti mendominasi perjalanan saya selama di Tengger hari itu.  Yang paling jelas adalah bunga Adas pedas (Foeniculum vulgare)  yang saya temukan sangat banyak populasinya menempati sebagian padang savana di ujung lautan pasir.

Tanaman liar lain yang berbunga kuning dan juga terlihat sangat banyak di sana adalah tanaman sawi liar. Saya melihat kumpulan tanaman ini di sebuah tebing di bawah Pananjakan. Barangkali karena sawi-sawi liar itu tumbuh berkumpul di sana dan mereka serempak berbunga, seluruh dinding tebing kelihatan berwarna kuning cerah.

Lalu ada juga tanaman Dandelion, yang jika sudah tua dan kering bunganya kerap diterbangkan angin mirip orang naik payung udara. Walaupun tidak berkelompok, namun saya melihatnya sangat cemerlang pagi itu.

Selain itu ada lagi jenis tanaman liar berbunga kuning yang saya tidak tahu namanya. Bentuknya lucu. Mahkota bunganya  yang berwarna kuning menggelembung menjadi kantong udara membuat keseluruhan bunga itu mirip sarung tangan bayi berwarna kuning. Ada banyak di Pananjakan. Bunga jenis ini baru pertama kali saya lihat dalam hidup saya.

2/. Ungu yang menenteramkan hati.

Selain bunga-bunga yang berwarna kuning, saya juga menemukan banyak bunga liar yang berwarna ungu. Diantaranya yang paling banyak saya temukan di Savana adalah bunga Verbena liar (Verbena bonariensis) yang ujungnya berwarna ungu. Kelihatannya ada 2 gradasi warna ungu yang saya jumpai.Ungu tua dan ungu sedikit lebih muda. Bunganya kecil-kecil. Di savana ini rumput Verbena tumbuh sangat tinggi, lebih tinggi dari tubuh saya.

Selain Verbena ini, di sela-sela semak saya juga menemukan jenis tanaman lain yang berbunga ungu di ketinggian Pananjakan, yaitu bunga Cestrum liar. Bunga itu  jika ditilik dari batang dan daun serta bunganya tentu masih sekeluarga dengan tanaman Arum Dalu yang berbunga putih kehijauan. Mungkin karena habitatnya tepat, tanaman ini berbunga cukup lebat.

3/. Pink dan Merah yang romantis.

Pegunungan Tengger dan savananya tidak hanya menyediakan bunga berwarna kuning dan ungu. Ternyata tanaman Cestrum liar yang berbunga pink juga ada di semak-semak. Saya membayangkan jika tanaman menyender ini ditanam di pinggir tembok taman-taman yang luas di daerah dingin, tentu akan sangat menarik sekali. Karena bunganya cukup lebat juga.

Bunga warna merah lain yang juga menarik perhatian saya adalah bunga dari rumput Sorell. Warnanya merah karat bercampur hijau memenuhi tajuk bunganya yang panjang. Sepintas mirip bunga bayam atau bunga kemangi merah. Saya temukan dalam jumlah cukup banyak di sela sela rumput dan semak savana.

 

4/. Putih  yang membawa kedamaian.

Bunga -bunga liar berwarna putih juga  cukup banyak menghiasi pegunungan Tengger. Banyak diantaranya yang saya tidak tahu namanya. Tapi diantaranya ada juga bunga bunga yang mudah saya kenali, seperti misalnya Edelweiss, bunga Girang-girang (Elder flower), bunga Fox Gloves liar.

Bunga Edelweiss selalu menjadi penghuni abadi daerah pegunungan tinggi. Setiap orang yang mendaki gunung tentunya mengenali bunga ini dengan mudah. Bunga Edelweiss yang di atas saya temukan di tepi jurang saat saya berhenti dan turun sebentar dari jeep untuk memotret Gunung Batok dari kejauhan. Warnanya putih kecil dan halus teranguk angguk di tiup angin.

Lalu saya juga menemukan bunga Fox Glove liar yang berwarna putih. Cantik sekali diterpa cahaya pagi. Lalu ada lagi kembang Girang yang bunganya merupakan kumpulan bunga-bunga kecil membentuk payung lebar.

Nah..itulah antara lain foto-foto dari bunga-bunga liar yang saya temukan di Pegunungan Tengger. Cukup banyak dan cantik-cantik bukan? Sehingga tidak heran, banyak penduduk setempat memanfaatkannya untuk dirangkai menjadi bouquet yang cantik dan menarik.

 

Cuci Mata: Kota Batu dan Tanaman Hiasnya.

Standard

BatuBatu! Setiap kali mendengar nama kota kecil di dekat Malang itu saya selalu terbayang udara yang dingin dan buah apel!.  Akhir pekan yang lalu, saya menyempatkan diri bermain ke Batu, mampir di rumah salah seorang saudara yang tinggal di situ. Saya tiba saat malam menjelang. Kerlap-kerlip cahaya lampu di kejauhan dari bukit-bukit yang tinggi membuat malam menjadi sangat menyenangkan.

Esok paginya saya diajak berjalan-jalan di sekitar rumah. Melihat-lihat para petani kembang dan tanaman hias bekerja menyiram tanamannya dan mengurus kebun bunganya. Ada yang sedang memetik bunga mawar potong. Ada yang sibuk menjalin batang tanaman membuat topiari. Ada yang sedang menyiangi tanaman, menyiram bunga, menaikkan tanaman dalam polybag ke atas truk, menurunkan sekam, dan sebagainya. Sangat senang melihatnya. Perekonomian di sini sangat hidup akibat kembang dan tanaman hias. Truk dan mobil pick-up tampak mondar-mandir memuat dan mengangkut tanaman entah ke mana.

Saya melihat-lihat. Ada banyak jenis tanaman hias yang dipelihara di sana. Ada yang dipelihara untuk dijual sebagai bunga potong, misalnya mawar, gladiol, chrysant dan sebagainya.

Ada juga tanaman dari jenis yang hanya disukai karena daunnya. Misalnya tanaman pucuk merah,cyphres, pakis, tanaman untuk topiari dan sebagainya.

Berjalan sedikit agak ke atas, saudara saya  mengajak saya melihat-lihat pengusaha tanaman hias yang kelihatannya sudah jauh lebih professional ketimbang para petani yang saya lihat di dalam tadi. Setidaknya ia sudah memiliki green house untuk Anggrek dan berbagai tanaman kaktus.

Tanaman Kaktus & Succulents.

Deretan tanaman kaktus ini sungguh sangat menawan hati. Ada puluhan jenisnya dalampot-pot mungil yang berderet.Sebagian ada yang memiliki segment yang berwarna cerah menawan, sebagian lagi ada yang berbunga.  Sedikit diantaranya seperti gambar yang saya tampilkan di atas.

Selain cactus, di tempat yang sama juga berderet-deret pot succulents yang cukup banyak. Sangat cantiktampilannya. Banyak yang mirip bunga mawar hijau kelabu yang sedang mekar.

Yang menarik lagi adalah tanaman hias Kalanchu alias Cocor Bebek yang berbunga ganda. Saya belum pernah melihat yang berbunga ganda seperti ini. Biasanya hanya berbunga selapis.

Bukan hanya tanaman daerah kering dan gurun yang dikembangkan di sana, namun berbagai jenis anggrek juga tampak terpelihara dan bermekaran di sana. Mulai dari Phalaenopsis hingga kalajengking.

Masih banyak lagi jenis tanaman hias yang bisa kita lihat di Batu, yang membuat kita betah berlama-lama berada di sini. Bukan saja karena udaranya yang sejuk, namun juga karena keindahan tanaman hiasnya..

Bunga Merah Kacang Ucu Liar Dari Sumatera Barat.

Standard
Bunga Kacang Ucu berwarna Merah dari tepi jalan di Sumatera Barat.

Bunga Kacang Ucu berwarna Merah dari tepi jalan di Sumatera Barat.

Dalam sebuah perjalan dari arah Bukittinggi ke Padang, saya yang duduk di belakang  melihat-lihat pemandangan yang sangat menarik hati saya. Lembah dan ngarai yang berdinding batu dan tanaman. Diselingi dengan  pemandangan sawah dan rumah-rumah penduduk dan bangunan yang satu dua masih ada yang bertahan dengan bentuk atap tradisionalnya.  Sangat senang melihatnya.

Setelah melewati Padang Panjang dan saya pikir sekarang kami berada di wilayah Pariaman, mata saya tertuju ke semak-semak berbunga merah di pinggir jalan. Wild bush bean yang berbunga merah!. Wow!. Saya pernah melihat gambar bunga liar itu entah di mana, namun saya belum pernah melihatnya langsung di alam. bunganya sungguh cantik dan warnanya sangat menawan.

Saya ingat, saya pernah melihat bunga sejenis di tepi pantai Benoa di Bali yang saya tulis di sini sekitar dua setengah tahun yang lalu. Hanya saja, yang saya lihat di Bali itu adalah jenis yang berbunga hitam. Sebenarnya mungkin warnanya super merah gelap, namun saking gelapnya jadi terlihat berwarna hitam. Sementara yang di Sumatera Barat ini adalah jenis yang berbunga merah.

Bunga  kacang Ucu berwarna Hitam yang ditemukan di tepi Pantai Benoa di Bali

Bunga kacang Ucu berwarna Hitam yang ditemukan di tepi Pantai Benoa di Bali

Ah, seandainya saya bisa berhenti sejenak dan memotret bunga indah itu.  Ooh..betapa inginnya saya berhenti. Namun tentu saja saya tidak enak meminta teman saya yang menyetir kendaraan untuk berhenti begitu saja demi keinginan saya pribadi. Padahal kami di sana kan sedang dalam urusan pekerjaan kantor. Tentu tidak sepantasnya saya minta berhenti.  Akhirnya saya hanya diam saja.

Tepat ketika saya berpikir begitu, teman saya melambatkan kendaraannya, menyeberang dan kami berhenti di sebuah halaman rumah makan. Kiambang Raya.  “Kita berhenti dulu di sini. Sudah waktunya makan siang” kata teman saya. Ooh??!!. “Kenapa, Bu? Sudah lapar kan?” tanyanya.  Horeee!!! Saya girang bukan main. Lupa menjawab pertanyaannya, saya  minta ijin untuk menyeberang karena saya ingin memotret bunga Wild Bush Bean yang berwarna merah itu. Karena mengkhawatirkan keselamatan saya saat menyeberang, dengan mempertimbangkan lalulintas bus dan truck lintas Sumatera yang berkecepatan tinggi, seorang teman akhirnya mengikuti  saya menyeberang jalan. Dan mulai memotret motret di bawah terik matahari. Dan bunga -bunga itu memang luar biasa indah.

Bunga Kacang Ucu liar berwarna merah (Macroptilium lathyroides). Saya tidak tahu apa namanya dalam Bahasa Minang. Yang jelas tanaman ini agak kurang merambat dibanding saudara-saudaranya yang lain, dan bahkan pohonnya segikit agak bisa tegak. Namun unga dan buahnya sama denga jenis  Kacang Ucu  yang berbunga hitam.

Cantik-cantik bukan? Lihatlah warna merahnya yang menyala.  Walaupun ukurannya kecil, namun warnanya sangat memikat hati. Demikian juga bentuknya yang mirip kupu-kupu.  Terayun-ayun di tiup angin tepi jalan.

Jika saja ada orang yang serius membudidayakan kacang ucu ini, saya pikir tanaman ini sangat layak dijadikan tanaman hias .

Makasar: Bunga Mimosa Air.

Standard

Bunga Mimosa AirKetika berjalan-jalan di perkampungan di daerah Makasar, saya melihat ada sebuah bunga kuning yang menarik perhatian saya. Bunga itu tumbuh di lahan basah berawa-rawa. Warnanya kuning, sangat cerah. Mirip kemoceng mini. Imut sekali.  Bunga apa itu? Terus terang saya belum pernah melihat tanaman itu sebelumnya. Atau lebih tepatnya,belum pernah memperhatikannya.

Sekarang bunga itu menjadi sangat menarik perhatian saya. Karena setelah saya pikir-pikir, bunga dan daun tanaman itu sangat mirip dengan bunga kuning kecil yang kalau di Bali disebut dengan nama bunga Srikili (Mimosa Kuning). Bedanya, bunga Srikili hidup di darat, sedangkan bunga ini hidupnya di air. Selain itu, bunga Srikili juga berbatang tegak, sedangkan tanaman ini terlihat menyender dan rebah.  Jadi, sebenarnya agak berbeda.

Selain hidup di darat dan memiliki batang dan cabang yang kuat, bunga Srikili juga sangat wangi, sehingga sering digunakan untuk keperluan persembahyangan. Waktu saya kecil, saya sering melihat tanaman Srikili ini, walaupun belakangan ini saya tidak pernah melihatnya lagi.    Bunga ini juga mirip dengan tanaman Puteri Malu yang merambat, berduri dan berbunga ungu (Mimosa pudica).

Saya mencoba bertanya kepada orang-orang di sekitar tentang nama tanaman air itu, namun tak ada yang tahu namanya. Akhirnya saya menduga sendiri barangkali ini adalah Srikili Air atau Mimosa Air. Saya pikir, nanti ketika bisa terhubung ke internet akan saya coba cari tahu lebih jauh.

Akhirnya saya mendapatkan clue-nya dari Wikipedia.

Bunga Mimosa Air 1Rupanya tanaman ini memang bernama Mimosa Air (Neptunia oleraceae).  Tanaman umum penghuni rawa-rawa. Jadi dugaan saya tidak salah.

Tanaman yang saya sangka gulma ini rupanya bisa menjadi tanaman pengganggu dan bisa jadi sumber makanan, tergantung bagaimana kita memandang dan  memanfaatkannya. Ada yang mengatakan ini adalah gulma yang perlu diperhatikan ketat, karena perkembangannya yang pesat dan batangnya yang busuk bisa jadi berperanan dalam proses pendangkalan rawa-rawa.

Namun di sisi lain rupanya tanaman air ini malah banyak dibudidayakan untuk dijadikan bahan sayur mayur di negara-negara Asia, seperti Thailand, Vietnam, Kamboja dsb.  Pucuknya dimakan, demikian juga akar dan bijinya.  oooh..kelihatannya enak juga. Saya tidak tahu apakah di Makasar dan di bagian lain Indonesia tanaman ini juga disayur. Saya belum pernah mendengarnya.

Saya sangat senang, karena kali ini pengetahuan saya tentang tanaman liar jadi bertambah satu.

 

Menyaksikan Hukum Genetika Bekerja Pada Bunga Kembang Sepatu.

Standard

Kembang Sepatu JinggaTentunya banyak yang masih ingat akan pelajaran  dasar Genetika yang menjadi sub bagian pelajaran Biology di SMA ? Saya masih sedikit ingat dengan Hukum Mendel yang bercerita tentang bagaimana prinsip-prinsip genetika bekerja pada setiap individu. Lah?  Kenapa tiba-tiba saya berbicara soal Genetika dan  Hukum Mendel? Guru Biology bukan, Ilmuwan bukan, Biologist pun bukan. Ceritanya berawal dari sini.

Berada di rumah, menyebabkan saya memperhatikan hal-hal yang terjadi di sekeliling rumah dengan lebih detail. Kali ini ada hal menarik yang saya lihat di bunga kembang sepatu saya yang berwarna  jingga.  Fotonya seperti di sebelah ini. Sepintas lalu tidak ada  yang terasa aneh. Bunganya cantik. Mahkotanya selapis, jumlahnya 5 dan berukuran sedang. Berwarna jingga dan sedikit bergelombang di tepinya. Di pangkal mahkotanya ada warna merah terang, dibatasi warna pink yang membaur dengan warna jingga muda. Lalu di tengahnya terdapat tangkai putik berwarna  putih, dilengkapi dengan benang-benang sari dan kepala sari yang berwarna kuning pucat. Nah! Lalu keanehannya di mana?

Kembang Sepatu Jingga bertingkatBunga ini barulah terasa aneh jika kita tahu bahwa tanaman Kembang Sepatu saya ini  sehari-harinya mengeluarkan bunga bertingkat seperti foto di sebelah ini. Sejak ia ditanam, barangkali entah ratusan atau bahkan ribuan kuntum bunga telah dihasilkannya. Semuanya bertingkat. Mahkotanya terdiri atas dua tingkat. Bagian bawah persis sama dengan yang pertama, yakni terdiri atas mahkota selapis berjumlah 5 lembar, dengan warna jingga muda. Bagian tengahnya berwarna merah dibatasi pink. Lalu ada tangkai putik yang berwarna putih.

Bedanya sebelum tumbuh benang sari, bermunculan mahkota-mahkota bunga di sekelilingnya yang berwarna jingga muda, menyusun bunga baru berimple dengan ukuran yang lebih kecil dari mahkota di bawahnya. Dari pusat mahkota bunga itulah kemudian keluar benang-benang sari dan kepala sarinya. Dengan demikian Kembang Sepatu jingga ini kelihatan bertumpang /bertingkat.  Cantik sekali.

Kembang Sepatu merah selapisSaya juga memiliki cerita serupa  denagn Kembang  Sepatu Merah saya ini.  Kembang Sepatu saya ini memiliki mahkota bunga  selapis berjumlah 5 buah berwarna merah terang .  Saya sangat menyukai warna merahnya yang terasa sangat merah sempurna. Merah semerah-merahnya. Merata dari ujung mahkotanya sampai ke pinggir.   Sebenarnya mungkin ada sedikit gradasi tingkat kegelapan dari warna merahnya terutama pada pangkalnya, namun nyaris tak terlihat. Mahkotanya melengkung ke bawah pada ujungnya dan berukuran sedang, karena Kembang Sepatu ini memang dari jenis yang berukuran sedang.

Tangkai putiknya panjang berwarna merah, dengan 5 kepala putik yang berwarna merah. Lalu ada banyak benang sari dan kepala sari  yang berwarna kuning. Begitulah saya menggambarkan bunga Kembang Sepatu saya ini.

Kembang Sepatu merah doubleNah, mari kita coba lihat bagaimana tampilan bunga Kembang Sepatu ini sehari-harinya. Fotonya seperti ini.  Beda sekali, bukan?

Warnanya nyaris sama. Merah semerah-merahnya. Tapi mahkota bunganya bukan selapis, namun double dan berimple. Ada banyak mahkota bunga yang tumbuh dari pangkal yang sama. Bergelombang semuanya dan sangat penuh. Sehingga alih-alih bentuknya  seperti bunga kembang sepatu klasik lainnya, kumpulan mahkota bunga kembang sepatu ini malah membulat nyaris membentuk bola.

Benang-benang sari dan kepala putiknya muncul dari sela-sela tumpukan mahkotanya. Kadang-kadang  arahnya tak jelas atau bahkan muncul di titik yang berbeda.

Kembang SepatukuKedua bunga yang  tampak berbeda ini muncul dari pohon yang sama dari cabang besar yang sama. Sebenarnya ini bukan pertama kalinya bagi saya melihat kejadian ini terjadi pada tanaman kemabng Sepatu merah ini. Sebelumnya saya sudah sempat melihat kemunculan bunga selapisnya dua kali. Jadi buat saya sudah tidak aneh lagi. Namun memang sangat jarang terjadi. Padahal tanaman yang satu ini sangat rajin berbunga. Setiap hari  kuntum bunganya yang mekar antara 5 – 20 buah.

Kejadian itulah yang mengingatkan saya akan Hukum Mendel I yang disebut dengan  Hukum Segregasi, seperti yang diajarkan oleh Guru Biology saya di SMA dulu.  Dimana pada hukum ini disebutkan bahwa setiap induk (individu) memiliki pasangan Gen yang disebut dengan Alel. Pada saat terjadinya perkawinan dengan individu yang lain, Alel-Alel ini akan memisah dari individu induknya dan bergabung dengan Alel pasangannya di dalam individu baru (anak).

Bagi yang menyukai pelajaran Biology tentu ingat bahwa Alel-Alel ini ada yang bersifat Dominant (Terlihat) dan ada yang bersifat Resesif (kurang/tidak terlihat) pada anaknya. Alel yang Dominant akan selalu tampak dengan nyata – misalnya Alel bertingkat pada bunga  Kembang Sepatu jingga  saya ini tentulah bersifat Dominant, karena ia selalu terlihat bertingkat pada hampir setiap kuntum bunganya selama bertahun-tahun. Baru sekali ini saya melihatnya berbunga selapis dan tidak bertingkat (Alel Resesif). Barangkali saja ia pernah mengeluarkan 1 – 2 kuntum bunga selapis tak bertingkat seperti ini sebelumnya,  namun mungkin tidak sempat saya lihat karena kesibukan.

Dan pada tanaman Kembang Sepatu merah yang saya miliki , tentunya mahkota ganda dan berimple merupakan sifat yang lebih Dominant ketimbang sifat mahkota selapisnya yang bersifat lebih Resesif.

Ah! Saya berpikir barangkali ada baiknya saya panggil anak saya untuk ikut melihat kejadian ini dan belajar  Biology langsung dari contoh kejadiannya secara langsung. Sayapun memanggil anak saya.

Ia sangat tertarik dengan Hukum Mendel ini. Lalu berkomentar. “Very interesting!. Aku sudah pernah membaca sebelumnya dan mengerti general idea dari Genetic Transformation itu. Tapi yang aku ingin tahu, bagaimana rumus persisnya, kapan dan berapa banyak masing-masing kasus dominant dan resesif itu terjadi?“. Aduuuuuh! Saya malah nggak siap dengan jawabannya. harus baca-baca literatur lagi atau ngacak-acak Google dulu nih minta informasi.

Sambil menunggu saya mencari-cari jawaban, anak saya terus nyerocos menceritakan kepada saya games-games yang menurutnya sangat menarik tentang bagaimana kita mengotak-atik gen dan menciptakan individu baru yang bisa kita rekayasa sendiri agar memiliki gen unggul seperti yang kita inginkan. Dengan fasih ia menyebut kata-kata genetic engineering, genetic transformations, biotechnology, genome manipulations dan sebagainya. Semuanya ia dapatkan dari games dan internet. Dunia seperti berputar  cepat di kepala saya, membuat saya merasa pening.

Betapa teknology dan  informasi merasuk ke dalam otak anak-anak sedemikian cepatnya dan meninggalkan otak para orangtua yang bergerak lebih lambat…

Yang Mekar Hari Ini.

Standard

Selagi di rumah, tentu kegiatan yang paling menyenangkan adalah memeriksa tanaman. Walaupun belakangan sempat agak terlantar, tidak sempat ngurus, tapi beberapa tanaman ini tetap berbunga. Saya ingin bercerita tentang bagaimana tanaman ini ada di rumah saya.

1/. Bromelia Merah.

Bromelia Merah

Bromelia merah ini saya dapatkan dari seorang tetangga. Waktu itu saya melihat seorang tetangga saya sedang berbersih bersih dan mencabuti semua pohon Bromelianya. Karena menurutnya, pohonnya jelek dan tak mau berbunga. Lalu saya kasih tahu barangkali lokasi menanamnya kena sinar matahari langsung. Tapi beliau sudah tidak mau menanamnya lagi dan bersiap akan membuangnya ke tempat sampah. Daripada terbuang percuma, maka saya minta saja dan saya tanam di bawah ceracapan atap rumah. Tidak kena sinar matahari langsung.  Mau deh berbunga.

2/. Kaktus Pear.

Kaktus Pear.

Kaktus Pear yang cukup sering berbunga ini ditanam oleh anak saya yang besar.  Sebenarnya saya agak kurang menyukainya di awal. Tapi karena ia merengek minta dibelikan saat diajak main ke tukang tanaman, akhirnya saya belikan juga. Ia tanam di dekat tembok yang kena sinar matahari. Sekarang pohon kaktusnyajadi besar dan ia rajin berbunga.

3/. Jempiring.

Kacapiring

Bunga Jempiring atau Kacapiring (Gardenia jasminoides) adalah bunga kesayangan ibu saya. Jika mendapat giliran untuk menyediakan Vas Bunga  untuk meja guru di sekolah dasar, ibu saya selalu menyarankan saya untuk memanfaatkan bunga ini. Selain sangat wangi, menurut saya bunga ini sangat simple dan elegant. Saya punya beberapa batang. Tanaman ini saya beli dari tukang tanaman di Bintaro. Walaupun ada juga yang batangnya saya bawa dari rumah di Bali.

4/. Lotus Putih.

Lotus Putih

Sebenarnya bunga ini belum layak disebut mekar.Karena baru setengah mekar, alias setengah kuncup. Ini adalah Lotus Putih Thailand dari jenis yang berkelopak banyak lapis.  Kalau mekar besar sekali. Segede piring makan yang besar. Saya mendapatkannya dari tukang tanaman di Graha Raya. Sebenarnya saya ingin mencari Lotus Putih lokal selapis yang sekarang malah sudah sangat sulit menemukannya. Tapi tidak apa-apalah.

5/. Lotus Pink.

Lotus Pink

Ini juga sama dengan Lotus yang putih. Belum mekar penuh. Dan Pink Lotus ini adalah jenis yang berkelopak banyak lapis dan berasal dari Thailand juga. Saya juga mendapatkannya dari Tukang Taman di Graha Raya. Lotus adalah bunga favorit saya.

6/. Anggrek Golden Shower.

Golden Shower

Anggrek yang berwarna kuning ini adalah pemberian dari Ibu Mertua saya yang penggemar tanaman hias. Oleh karenanya, tanaman ini sangat penting kedudukannya. Harus dirawat dengan baik. Jangan sampai mati atau layu. Salah-salah bisa dipecat jadi menantu he he. Saat ini saya tempelkan di batang pohon mangga.

7/ Anggrek Bulan.

Anggrek Bulan

Nah, kalau yang ini adalah hadiah dari kakak ipar saya di  Malang. Sama statusnya dengan anggrek Golden Shower. Karena dipecat menjadi ipar sama tidak enaknya dengan dipecat menjadi mantu. Sebenarnya saya juga dihadiahi anggrek jenis lain yang lebih sphisticated, sayangnya saat ini sedang tidak berbunga.Anggrek bulan ini saya tempelkan di batang pohon Tabebuia.

8/. Kembang Sepatu Kuning.

Kembang Sepatu Kuning

Ini adalah bunga saya yang paling rentan dengan serangan belalang. Entah apa sebabnya, belalang hoby banget menggerogoti kelopak bunganya. Tidak terjadi pada bunga Kembang sepatu yang berwarna lain. Saya punya dua batang. Sebatang saya tanam dibawah pohon Tabebuia dan sebatang lagi di bawah pohon mangga. Yang di bawah pohon mangga jarang sekali berbunga karena kurang mendapatkan cahaya matahari. Dapatnya dari tukang tanaman.

9/. Pucuk Arjuna /PucukBang Alit alias Kembang Sepatu Merah Kecil.

Pucuk Arjuna

Ini adalah bunga yang biasa diselipkan di telinga, di rambut atau diikat kepala orang Bali. Bunga ini saya dapatkan dari rumah orangtua saya di Bali.  Yang di rumah di Bali, aslinya berukuran sangat kecil, sehingga sangat pas jika disuntingkan di telinga. Entah kenapa saya tanam di Jakarta, kok menjadi agak besar. Dan makin ke sini malah makin membesar, walaupun tetap tidak sebesar kembang Sepatu Merah biasa. Saya pikir mungkin memang ada gen campurannya dengan Kembang Sepatu merah biasa.

10/. Kembang Sepatu Pink

Kembang Sepatu Pink

Ini  adalah tanaman yang sangat tangguh. Sudah pernah nyaris mati gara gara saya pindahkan dan akhirnya mati karena dimakan rayap, ternyata ada satu cabangnya yang sempat pingan dan tumbuh bertunas  kembali.Inilah sisanya. Luar biasa. Beli dari tukang tanaman di Bintaro.

11/. Kembang Sepatu Jingga

Kembang Sepatu Jingga

Ini jenis yang cukup rajin berbunga. Bunganya agak kurang jelas,karena saya memotret dari jarak yang agak jauh. Ini saya beli dari tukang tanaman di Daan Mogot.

12/. Kembang Sepatu Jingga bertingkat.

Kembang Sepatu Jingga bertingkat

Ini saya beli karena keunikannya.Bunganya bertingkat. Dan sangat rajin berbunga. Juga saya dapatkan dari tukang tanaman di Bintaro.

13/.Kembang Sepatu Merah Ganda.

Kembang Sepatu Merah ganda

Awalnya agak sulit membungakan ini. Tapi setelah saya pindahkan ke depan, dimana cahaya matahari penuh dan tanahnya juga agak kering,malah sangat rajin sekali berbunga. Saya membelinya dari seorang ibu-ibu yang berprofesi menjadi tukang taman. Sangat jarang ya?

14/. Kembang Sepatu Pink Ganda Medium.

Kembang Sepatu Pink Ganda Medium

Bunga ini punya cerita sendiri. Awalnya di tempat ini saya menanam Kembang Sepatu yang sama dengan jenis ini, namun dengan ukuran yang besar. Pohonnya mati ketika harus dipindahkan gara-gara pohon Tabebuia di tasnya tumbang waktu musim hujan angin. Akhirnya saya mencari penggantinya di tukang tanaman. Tukang taman ibu-ibu yang sama dengan Kembang Sepatu yang merah ganda. Tidak mendapatkan dengan bunga sebesar yang asli, namun ukuran bunganya sedang saja. Bunga ini adalah jenis bunga kembang sepatu kesayangan bapak saya. Kami dulu memiliki sebatang dengan bunga sebesar piring di halaman di Bali.

15/. Kembang Air mata Pengantin

Kembang Airmata Pengantin

Kembang airmata pengantin atau Coral vine adalah tanaman dengan bunga paling romantis yang saya tahu. Saya tak punya rambatan khusus untuk tanaman ini, jadi saya rambatkan saja di pohon Tabebuia. jadi keindahannya agak kurang optimal. Saya mendapatkannya dari tukang tanaman di Graha Raya Bintaro.

16/ Bunga Torenia Ungu.

Bunga Ungu

Pertama kali menanam pohon ini, saya membawa bijinya dari Bali.Tumbuh beberapa musim, tapi karena saya kurang telaten menyimpan bijinya lalu hilang. sempat mebeli lagi dari tukang tanaman yang berwarna lain (pink,putih), nasibnya sama.  Tiba-tiba saja ada yang tumbuh lagi setelah lama sekali dormant.

17/. Mawar Jingga.

Mawar Jingga

Ini tanaman yang cukup tangguh juga. Asal muasalnya, tanaman ini digunakan untuk shooting sebuah iklan. Agak patah karena terinjak-injak oleh crew film dan tak dipakai lagi. Lalu saya minta dan tanam di halaman. Sempat rajin berbunga. Sayangnya kemarin ketika menebang pohon pucuk merah, batangnya patah tertimpa salah satu cabang pohon itu. Untung cabangnya yang sedang ada bunga mekarnya tidak patah.

18/. Jepun Cenana

Jepun Cenana

Jepun Cenana atau Kamboja Kuning yang wangi ini saya bawa dari Bali. Bunga ini sangat penting artinya, karena selalu digunakan untuk menghias rambut saat saya menari ketika saya kecil dulu. Belakangan ini, terkadang ada juga tukang pungut entah darimana yang mampir ke halaman rumah, mengambil bunga-bunga yang jatuh di rermputanuntuk dikumpulkan,dikeringkan dan dijual untuk bahan potpouri.

19/ Jepun Putih Alit.

Jepun Alit

Sama seperti saudaranya yang kuning, bunga kembang kamboja mini inipun saya bawa dari Bali juga. Ukuran bunganya sangat kecil imut imut. Bunga ini cocok untuk menghias telinga.

20/.Bunga Jatropha

Bunga JatrophaSaya suka tanaman ini karena  paling sering didatangi kupu-kupu besar. Sayangnya sangat rentan dengan serangan kutu putih. Jika kita ingin halaman rumah kita sering dikunjungi kupu-kupu sedang – besar, tanaman ini jangan sampai terlewatkan. Saya mendapatkannya dari tukang tanaman di Graha Raya Bintaro.

Sebenarnya masih bnayak lagi tanaman lain yang juga berbunga.  Namun 20 bunga di atas sudah sangat membuat saya senang. Walaupun kurang diurus belakangan ini,namun masih tetap ingat untuk mekar.

Welcoming October 2013 -Hidup Penuh Bunga.

Standard

October 2013

Oktober selalu menjadi bulan favorit saya.  Saya selalu menyukainya setiap kali ia datang berkunjung bersama angin.

Membawa kegembiraan yang membuat bunga-bunga  bermekaran dengan penuh keindahan.  Udara seketika dipenuhi wangi surga, yang menguap dari  berjuta kelopak-kelopak kecil nan  elok di padang rumput maupun, di taman-taman  perumahan hingga dari semak-semak berbunga. Oktober membuat dunia menjadi sumringah penuh warna.  Hidup penuh bunga!.

Juga menebarkan kebahagiaan bagi kupu-kupu yang beterbangan dengan gemulai dari bunga ke bunga. Menyediakan madu berlimpah bagi para lebah untuk persediaan yang banyak di musim yang susah.   Dan memberi semangat  pada burung-burung pipit yang bercericit terbang dari rumput ke rumput  mencari biji-bijian di pinggir kali.

Selamat datang,Oktober!. Bulan penuh  bunga…

 

Serangan Kutu Putih Pada Kembang Sepatu.

Standard

Serangan Kupu Putih 1Kutu putih!  Belakangan ini  gerombolan kutu putih kembali  menyerang tanaman-tanaman di halaman rumah saya. Serangga berwarna putih yang punggungnya mirip undur-undur namun berwarna putih ini menyerang tanaman kembang sepatu hingga bunganya pada menciut, cacat dan bentuknya tak menentu. Tidak ada lagi bunga kembang sepatu indah yang mekar sumringah menyambut pagi. Semuanya tampak malu-malu dan mengkeret seolah-olah kurang percaya diri untuk tampil.  Semua kepercyaan dirinya telah dirampas oleh kutu putih.

Kutu putih atau yang disebut juga dengan mealybugs  mengisap tanaman dengan cara yang sangat merusak. Sungguh kasihan saya melihat tanaman-tanaman itu.  Selain itu serangga ini juga rupanya vektor dari virus kuning yang menyebabkan kuning daun di usia muda.

Sebenarnya ini bukan serangan yang pertama kalinya. Beberapa tahun yang lalu, serangga ini pernah juga menyerang tanaman-tanaman saya dengan sangat ganas.  Yang menjadi korban saat  itu selainkembang sepatu juga tanaman frangipani, jatropha, hingga morning glory. Semuanya diserangnya  tanpa ampun. Saya coba basmi dengan menggunakan air sabun,namun ternyata kurang efektif.  Saya coba cara  manual,menyikatnya satu persatu , ternyata juga sangat tidak praktis dan memakan waktu. Hilang satu tumbuh seribu. Sangat susah dibasmi, karena saya juga tidak mau menggunakan diazinone maupun insektisida lain untuk membasmi hama tanaman itu. Selain khawatir akan kemananan anak saya – takutnya anak-anak bermain di sekitar tanaman, juga saya khawatir banyak burung dan serangga lain yang tak berdosa ikut kena musibah racun serangga ini. Setelah lama berpikir, akhirnya saya memutuskan untuk memangkasnya pada bagian yang terserang hama lalu membiarkan daun-daun barunya tumbuh kembali.  Dan ternyata, saya bisa memulihkan kesehatan tanaman-tanaman itu kembali tanpa perlu menggunakan pestisida. Namun semuanya memang butuh kesabaran.

Tahun ini saya mendapat kunjungan kembali dari gerombolan kutu putih ini.  Dan kemungkinan saya harus dengan tega memangkas tanaman-tanaman saya kembali.  Apa boleh buat!! Terkadang kita terpaksa harus memotong sebuah jari tangan kita yang membusuk untuk menyelamatkan empat jari lainnya yang masih sehat.

Menikmati Alam Cigelong: Bunga Rumput Liar.

Standard

Apakah ada yang pernah tahu atau pernah mendengar nama Cigelong?  Tempat itu adanya di wilayah Sukabumi. Jika kita datang dari arah Jakarta, sebelum mencapai kota Sukabumi, kita akan bertemu daerah yang bernama Parung Kuda. Di sana kita belok kanan, ambil arah ke Citarik (tempat wisata Arung Jeram).  Kita jalan terus menuju daerah Cipetir, lalu Cikidang dan masuk ke area Cigelong.  Ke sanalah saya pergi selama liburan.  Walaupun tempatnya agak jauh dari kota Sukabumi ( bahkan mungkin sudah lebih dekat ke Pelabuhan Ratu), saya senang berjalan ke sana,karena sepanjang jalan saya bisa melihat -lihat pemandangan. Hamparan tanah perkebunan, yang dulunya penuh dengan kebun teh dan kebun karet kini sudah diganti dengan kelapa sawit.  banyak sekali bunga-bunga liar yang sedang bermekaran saya temukan di tepi jalan – walaupun tidak semuanya sempat saya abadikan. Lantana Di Pojok Ladang Kembang Lanting Landa alias Lantana camara ini terlihat sungguh romantis terangguk-angguk di tiup angin di sudut ladang. Bunganya yang berwarna pink  bercampur jingga tampak  ceria menghibur hari.  Barangkali karena syaraf mata terhubung sedemikian eratnya dengan syaraf ingatan, melihat kembang Lantana  camara ini, saya teringat pada Prof  AA Ressang dan mata kuliah Patologi Penyakit Baliziekte pada sapi, terutama pada sapi bali.  Si cantik jelita berbunga indah ini mengandung senyawa Lantadene  yang merupakan racun yang bersifat hepatotoksik ,  sering mengakibatkan gangguan parah – luka-luka dan nekrosa  pada kulit sapi jika sapi digembalakan secara liar dan dibiarkan memakan tanaman ini. Namun dibalik keburukannya itu, biji-biji lantana adalah makanan yang umum disukai burung punai. Saya tidak pernah membaca catatan ataupun laporan mengenai keracunan biji tanaman ini pada burung punai.  Namun apapun itu, bunga tanaman ini sungguh sangat menarik untuk dilihat.

Bunga Ilalang

Bunga Rumput Pennisetum polystachyon alias rumput gajah yang sangat mirip dengan  rumput ilalang. Awalnya saat saya lihat dari jauh,  saya pikir itu rumput alang-alang. Tapi kemudian ketika saya dekati ternyata bunganya bukan putih berkilau, namun coklat kuning keemasan.  hanya ada satu kata yang terucap mengomentari tanaman ini  “Indah!”. Memandang bunga rumput ini membuat saya teringat pada angin.  Karena bunga rumput ini akan terlihat semakin indah ketika ia menari-nari disapa angin. Semak Bunga Ratna Putih  Liar Bunga berikutnya yang sangat menarik perhatian saya adalah Bunga Ratna Liar yang berwarna putih. Bunga Ratna ini kalau ditempat lain biasanya disebut Kembang Kenop liar  atau Gomphrena celosioides. Salah satu anggota dari keluarga bayam-bayaman ( Amaranthaceae). Tidak habis pikir saya, bagaimana bisa bunga-bunga putih yang cantik ini bertebaran ribuan jumlahnya menghampar di pinggir jalan dengan indahnya. Kenopnya yang putih menyembul dari sana sini ditopang oleh tangkainya yang panjang dan langsing. Kalau ada waktu,mungkin akan saya cabuti bunga liar  itu satu persatu, akan saya jadikan rangkaian bunga untuk menghias pojok ruangan saya. Rumput Pecut Kuda Biru Pernah dengan Rumput Pecut Kuda?  Rumput Pecut Kuda atau Stachytharpheta jamaicensis adalah rumput liar yang sangat mudah kita temukan di mana-mana. Setahu saya, ada 3 variant warna bunganya. Yang biru seperti dalam gambar ini, yang putih dan yang pink. Terus terang saya baru pernah lihat yang biru dan putih saja.  Secara tradisional, konon rebusan tanaman ini digunakan sebagai obat untuk mengurangi radang tenggorokan, hepatitis, untuk amandel bahkan ada yang bilang bagus untuk menurunkan tekanan darah. Namun di satu sisi ada juga yang mengatakan bahwa tanaman ini beracun.  Saya tidak tahu kebenarannya, karena  belum pernah mencoba.  Tapi bunga mungil dari rumput pecut kuda ini sungguh menawan. Tergantung pada seutas tangkai bunga yang memang mirip pecut, sehingga tidaklah mengherankan jika diberi nama Pecut Kuda. Blue floss Ada lagi rumput yang sebanrnya sangat menarik bunganya. Namanya Rumput Bandotan (Ageratum conyzoides) . Warnanya ada yang putih, ada yang pink dan ada yang biru. Yang saya temukan kali ini kebetulan yang berwarna biru – sehingga sering juga disebut dengan Blue Floss . Terus terang bunganya indah sekali. Dan diluar sebenarnya juga banyak yang dibudidayakan sebagai tanaman hias. Entah kenapa di Indonesia kok pangkatnya hanya sebatas gulma, tanaman pengganggu saja ya. Saya membayangkan seandainya rrumput ini berbunga semua pada saat yang bersamaan, tentu keseluruhan ladang akan tampak berwarna biru. Bunga Kering Ada lagi pemandangan yang menarik. Kali ini bukan bunga segar, namun bunga kering dari Rumput Bandotan. Walaupun sudah tua dan mati,namun tetap meninggalkan keindahananya untuk ditatap mata manusia. Alam selalu memberikan keindahan, jikakita ingin melihatnya.