Tag Archives: Butterfly

Coretanku: Bentangkan Sayapmu. 

Standard

*pencils on paper.

Bentangkan sayapmu lebar lebar, sayang. 
Laksana kupu-kupu, hanya jika sayapmu kau bentangkan kau akan merasa ringan, hilang letih duka nestapa. Hanya jika sayapmu kau bentangkan, jantungmu kan segera memompakan semangat, yang membuatmu siap menghadapi kehidupan.Dan hanya jika sayapmu terbentang, kau akan bisa terbang. Menari diantara bunga-bunga di taman, melintasi savana dan mencium lidah awan. 

Bentangkanlah sayapmu. Karena hanya jika sayapmu terbentang,  dunia ikut tersenyum bahagia bisa menyaksikan keindahan pernak pernik warnamu. 

Attacus Atlas Si Kupu – Kupu Barong.

Standard
Kupu-Kupu Barong

Kupu-Kupu Barong

Liburan. Saya menghabiskan waktu di Sukabumi. Tidak pergi ke mana-mana, selain  hanya melihat-lihat di halaman rumah. Di bagian halaman yang berkerikil, saya melihat ada benda coklat bergerak-gerak diterbangkan angin. Sepasang sayap Kupu-Kupu  Barong yang sudah mati. Wow! Lumayan besar juga. Walaupun tidak sebesar yang pernah saya lihat di masa kecil dulu di Bali. Tapi tetap besar. Bentangan sayapnya melebihi telapak tangan saya. Tapi badan dan kepalanya kemana ya? Tampaknya sudah dimangsa semut atau binatang lain. Sehingga yang tinggal hanya sayapnya saja. Itupun di bagian ujung kirinya juga sudah sobek. Mengenaskan sekali.

Saya memanggil anak saya yang kecil agar ia bisa ikut melihat ada ngengat raksasa yang bernama latin Attacus Atlas diterbangkan angin kehalaman rumah. Walaupun cuma sayapnya saja. Anak saya ikut mengamati-amati sayap itu. Warnanya coklat dengan design yang khas Kupu-Kupu Barong.  Segitiga putih berbatas hitam di keempat sayapnya. Sayap depannya melengkung kebelakang. Lalu ada corak mirip tali di tepi sayapnya.  “Namanya apa tadi? Kupu-Kupu Barong ya Ma?” Anak saya kelihatan tertarik. Saya mengambil kesempatan ini untuk bercerita tentang Kupu-Kupu Barong  yang mulai jarang terlihat itu kepadanya.

Kupu-kupu Barong alias Rama-rama (Attacus Atlas), sebenarnya bukanlah Kupu-Kupu (butterfly). Tapi ngengat. Ngengat raksasa (moth).  Lalu apa bedanya? Tampilannya serupa? Ya..memang serupa. Tapi sebenarnya berbeda.

Sayang sekali binatang ini tidak ada badan dan kepalanya. Jika ada, kita akan bisa melihat jika antenna binatang ini pendek, lebih lebar dan berbulu.. Itulah antena moth alias ngengat. Beda dengan antena Kupu-Kupu yang biasanya lebih panjang, tipis dan kadang melengkung ujungnya. Demikian juga tubuh ngengat biasanya lebih berbulu dibanding Kupu-Kupu.

Selain itu yang membedakan adalah, Ngengat biasanya lebih aktif pada malam hari .Sedangkan Kupu-Kupu lebih aktif pada siang hari. Dan  ada satu lagi kebiasaan Ngengat jika sedang hinggap, biasanya membentangkan sayapnya. Sedangkan kupu-kupu biasanya mengatupkan sayapnya. Walaupun tidak semua kupu-kupu begitu sih. Ada juga beberapa jenis yang suka membentangkan sayapnya berlama-lama. Tapi setidaknya, memberi indikasi awal, apakah yang sedang kita lihat itu Kupu-Kupu atau Ngengat.

Ulat Kupu-Kupu Barong ini tentu saja ukurannya juga cukup besar. Kalau di Bali disebut dengan nama Bijal. Warnanya hijau. kadang kadang ada warna putih di punggungnya.  Jaman dulu sering saya lihat hidup di tanaman anggur, tanaman Srikaya,ataupun tanaman jeruk.

Kupu-kupu Barong ini belakangan mulai jarang terlihat. Saya tidak tahu pasti penyebabnya.Tapi dugaan saya adalah karena penggunaan pestisida yang meningkat jauh dibanding tahun tahun sebelumnya. Terakhir saya melihat Kupu-Kupu Barong yang sedang terbang limbung di daerah perkebunan bunga dan tanaman hias di Batu, dekat Malang beberapa bulan yang lalu.

Semoga Kupu-Kupu  Barong ini tidak punah.

 

Great Blue Mormon Butterfly.

Standard

Blue Mormon 1Saya sedang duduk di halaman dan melihat ke pinggir halaman. Beberapa rumput liar ada yang mulai tumbuh agak tinggi. Belum sempat merapikannya. beberapa ekor kupu-kupu datang bertandang ke halaman. Saya hanya melihatnya sepintas. Belakangan ini sedang banyak kupu-kupu Delias terbang tinggi mengunjungi pohon mangga saya.  Walaupun cantik, merah putih kuning bergaris hitam, tapi karena kadang terbangnya terlalu ketinggian, jadinya tidak menarik lagi untuk diamati.

Sedang berpikir begitu, pandangan mata saya tertuju pada seekor Kupu-Kupu Great Mormon (Papilio memnon) jantan yang sedang hinggap di rumput liar di dekat pohon jeruk limau. Ia tampak diam. Istirahat dengan tenang. Saya tidak mengutak-utiknya, namun memperhatikan agak lama.Kupu-kupu itu sama sekali tidak bergerak. Mungkin ia tidur lelap. Saya memperhatikannya. Dari jenis yang sayapnya tidak berekor.

Blue Mormon 2Sekarang saya melihat kupu-kupu ini agak berbeda dari umumnya Kupu-kupu jenis yang sama. Warnanya yang biasanya hitam sedikit bersawang biru tua, kelihatannya malah didominasi warna biru yang lebih terang dan kuat. Hmm..menarik juga.

Saya belum pernah melihat Kupu-Kupu Great Mormon sebiru ini. Biasanya hitam legam atau hitam sedikit kebiruan. Apakah ini jenis yang berbeda? Jangan -jangan ini Blue Mormon jantan? Atau hanya variasi genetik dari Great Mormon? Garis-garisnya juga kelihatan lebih nyata terutama pada sayap belakangnya.

Takut kehilangan moment, sayapun ke dalam mengambil kamera. Sayangnya ketika baru berhasil menjepret 3 kali, Kupu-kupu itu terbangun lalu terbang tinggi menyeberang tembok dan tak kembali lagi…

Semoga lain kali ada jenis ini yang mampir lagi…

Kupu-Kupu Delias, Si Penerbang Tinggi.

Standard

Sampel: Novus- Puncak, Bogor.

 Novus 1Sebagai penggemar keindahan alam, mata saya  sangat sulit untuk dilepaskan dari  bunga-bunga liar, burung-burung ataupun kupu-kupu yang bertebangan di sekeliling saya. Kemanapun saya pergi, yang saya lihat ya itu lagi, itu lagi. Kalau bukan bunga liar, kupu-kupu, atau burung. Demikian juga ketika liburan yang lalu, saya sekeluarga bermain-main ke daerah pegunungan yang berudara sejuk di Bogor. Saya berharap menemukan speies Kupu-Kupu yang berbeda dari yang biasa saya lihat di dataran rendah seperti Jakarta.

 Sayang sekali, kabut turun selama dua hari berturut-turut. Jadi saya tidak bisa mengoptimalkan waktu saya untuk menjelajah lahan-lahan terbuka di sana. Untungnya saya sempat memiliki satu hari yang agak terang, cukup untuk  menikmati keindahan Kupu-kupu yang beterbangan di sekeliling.

Karena di tempat itu ukup banyak ada pepohonan dan tanaman berbunga, saya menemukan cukup banyak species yang beterbangan di sana, mulai dari keluarga Papillionini, Leptorcini,Pierinae, Danainae,dan sebagainya. Salah satu yang menarik perhatian saya adalah Kupu-Kupu Delias, dari keluarga Pieinae – karena kupu-kupu ini, meskipun ada di juga di  Bali dan Jakarta, namun belum pernah saya amati dalam jarak yang cukup dekat. Karena kupu-kupu ini sangat senang bermain di pepohonan.  Kadang-kadang memang ada turun sebentar, namun biasanya akan terbang membubung tinggi ke puncak pepohonan lagi.  Jadi agak sulit juga untuk saya memotretnya.

Kupu-kupu ini sering saya lihat di antara pepohonan yang menaungi jalan-jalan di daerah Kebayoran Baru dan sekitarnya. Saya belum pernah mendapatkan fotonya sebelumnya, selain karena ia terbang tinggi, juga karena setiap kali saya melihat Kupu-Kupu ini, kebetulan saya sedang tidak membawa kamera. Selama di Puncak, Kupu-Kupu ini terbang tidak terlalu jauh dari tempat saya. Kadang-kadang terbang tinggi di pepohonan, namun cukup sering juga turun  dan mencari makan di bunga-bunga yang ada di situ,  sehingga saya bisa mengambil fotonya.

Mengamati Kupu-Kupu Delias  ini terasa sangat seru.  Karena ada beberapa jenis, dengan warna pokok yang sama namun sedikit beda dalam corak dan tata letak pewarnaan pada sayapnya.  Selain itu, belakangan saya baru tahu  bahwa ternyata antara yang jantan dan yang betina pun  ada juga yang berbeda coraknya.

Delias descombesi.

Jika sayapnya sedang menguncup, Kupu-Kupu ini secara keseluruhan akan terlihat Kuning dan Hitam. Itu disebabkan karena bagian luar sayap belakangnya yang lebih lebar didominasi oleh warna kuning, dengan beberapa goresan warna hitam pada ujung sayap belakangnya. Ada bintik berwarna merah yang mencolok pada pangkal sayap belakang luarnya, yang menjadi pertanda bahwa Kupu-Kupu itu adalah Delias descombesi.  Sayap atas bagian luarnya didominasi warna hitam dengan beberapa garis oretam yang berwarna putih. Sayap atas tidak terlalu dominant kelihatannya, sehingga jika  saya bertanya kepada anak saya, apa warna kupu -kupu itu?  Maka saya berani menjamin ia akan mengatakan Kuning.

Namun yang mengejutkan adalah , jika kupu-kupu ini membentangkan sayapnya,  Kupu-kupu ini berwarna putih.  Maka  jika kita hanya melihat Kupu-kupu ini dari atas dengan keadaan sayap yang sedang mengembang, tidak ada seorangpun yang setuju jika ada yang mengatakan warnanya kuning. Seperti foto di atas – saya ambil dari Kupu-kupu yang sama. Tampak samping dan tampak atasnya jauh berbeda bukan?

Delias periboea

Delias periboeaKupu-Kupu Delias yang satu ini serupa dengan Delias descombesi. Bedanya adalah,  jika pada Delias descombesi memiliki bintik  merah  pada pangkal sayap bawahnya,  Kpu-kupu Delias periboea tidak memiliki bintik merah itu. Sebagai gantinya, ia memilki sapuan warna merah dalam jumlah  yang lebih banyak pada area ujung sayap belakang bagian luarnya. Sayang di gambar ini tidak terlalu jelas kelihatan.  Sisanya hampir sama, didominasi warna kuning, jingga kemerahan dan hitam serta putih.

Di Puncak, saya melihat populasi  Delias periboea tidak sebanyak Delias descombesi. Tapi itu mungkin saja karena saya hanya sempat mengamatinya di satu tempat dan hanya sehari.  Barangkali jika saya memiliki kesempatan lebih banyak,mungkin saja ceritanya akan berbeda.

Kupu-Kupu Delias ini berukuran sedang, kurang lebih 3.5 cm. Paling suka  hinggap di bunga jatropha, bunga benalu dan bunga sikat botol yang berwarna merah cerah.

Kupu-Kupu Penghuni Padang Rumput Bintaro II.

Standard

Melanjutkan tulisan saya sebelumnya yang bertajuk Kupu-Kupu Penghuni Padang Rumput Bintaro bagian I,  saya  kembali menulis kupu-kupu yang saya temukan di area-area terbuka dan berumput dari Bintaro Jaya yang sudah dibebaskan namun belum sempat dibangun yang saya istilahkan dengan Padang Rumput. Pada bagian ke dua ini, kupu-kupu yang saya tuliskan adalah dari jenis yang lebih kecil ukurannya dari kupu-kupu yang saya sebutkan di bagian I.

1/. Kupu-Kupu Teluk.

Kupu Kupu Teluk -Agraulis vanillaeKupu-kupu yang dalam bahasa latin bernama Agraulis vanillae ini sebenarnya merupakan penghuni padang rumput Bintaro yang cukup menarik perhatian. Jumlahnya tidak banyak. Namun karena warnanya jingga sangat cemerlang ditimpa sinar matahari, maka keberadaannya terasa sangat menyolok mata. Kalau kita lihat terbang dari kejauhan, kadang-kadang kita bisa terkecoh dan menyangkanya sebagai Kupu-Kupu Junonia jingga yang memiliki warna serupa. namun setelah kita dekati, segera kita menyadari bahwa kupu-kupu ini memiliki ukuran yang lebih kecil dan berbeda dengan Junonia jingga (Junonia almana).

Selain tubuhnya dan bagian ujung sayap belakangnya yang berwarna hitam berbercak putih, keseluruhan kupu-kupu ini nyaris hanya terdiri atas warna jingga dan sedikit hitam  saja.  Sayap depannya memiliki ukuran yang signifikan lebih pajang dari sayap belakangnya.  Warnanya jingga dengan tepi garis berwarna hitam dan beberapa bercak yang terdiri atas empat kelompok juga berwarna hitam.

Sayap bagian belakang terlihat sangat artistik, karena adanya pita hitam dengan bulatan-bulatan putih mirip bando pada ujungnya. Sisanya berwarna jingga cerah dengan sedikit bercak bercak hitam.

Jenis kupu-kupu  ini terbang cepat di atas bunga-bunga rumput dan kurang ‘friendly’ jika didekati.  Buru-buru pergi. Menyukai bunga pukul delapan.

2/. Kupu-Kupu Ksatria Kelabu.

Dusky KnightKupu-kupu berwarna coklat debu ini berukuran sangat kecil. Saya pikir jika sayapnya dibentangkan tentu tidak akan melebihi 3 cm. Umum disebut dengan nama Dusky Knight Butterfly (Ypthima arctous).

Kupu-kupu ini memiliki warna yang sama, baik jika kita lihat dari atas mapun dari bawah. Sama saja. Coklat mirip abu pembakaran.  Sangat serupa dengan warna tanah dan warna rumput-rumpit yang mati.  terelbih dengan ukurannya yang kecil, agak sulit bagi kita untuk melihatnya. Kecuali pada saat kupu-kupu ini bergerak barulah mudah bagi kita untuk melihatnya.

Sayap depannya  memiliki sebuah bulatan besar mirip mata yang berwarna hitam dengan bingkai coklat kekuningan. Sedangkan sayap belakangnya memiliki masing masing dua  bulatan kecil berwarna sama dengan bulatan besar di sayap depannya.

Kupu-kupu ini paling hobby hinggap di bunga puteri malu dan bunga rumput lainnya yang kecil-kecil.

3/. Kupu-Kupu Biru Kecil.

Kupu Kupu Kecil Biru -Common Little Blue Butterfly1Kupu-kupu ini berukuran bahkan lebih kecil lagi dari Kupu-Kupu Ksatria Kelabu. Saya rasa mungkin tidak akan lebih dari 2.5 cm. Umum disebut dengan nama Common Little Blue Butterfly (Cupido minimus).

Secara umum warna kupu-kupu ini memang biru kelabu, dengan warna yang lebih biru pada pangkalnya,lalu dilanjutkan dengan lapisan warna kelabu dan diakhiri dengan garis tipis putih membingkai sayapnya.

Tidak ada bulatan-bulatan yang saya temukan pada sayapnya. hanya warna biru dan sedikit coretan dengan warna senada. Tubuhnya juga berwarna biru kelabu.

Kupu-kupu  ini menyukai bunga rumput yang mungil-mungil. Terbangnya zigzag di atas rerumputan.

Kupu-Kupu Penghuni Padang Rumput Bintaro I.

Standard

InsectsSeperti halnya wilayah lain yang sedang mengalami pembangunan,  Bintaro dan sekitarnya juga mengalami perubahan yang sangat pesat.  Cluster-cluster  perumahan bermunculan di sana-sini menggantikan lahan-lahan  yang dulunya merupakan tanah ataupun rumah penduduk setempat. Tentu saja saya tidak akan membahas mengenai masalah pembangunan di sini.

Karena saya adalah seorang pengagum keindahan alam, maka  saya akan bercerita tentang keindahan padang rumput  Bintaro. Hah?!? Bintaro memiliki padang rumput? Saya terbayang para sahabat pembaca tentu akan bertanya-tanya sejak kapan Bintaro mempunyai Padang Rumput?  Yap! Bintaro memiliki beberapa padang rumput kecil-kecil yang sifatnya sementara.  Terbentuk dari lahan-lahan penduduk yang sudah dibebaskan, tapi mungkin sudah diratakan, namun belum dibangun.  Beberapa ada juga yang belum diratakan. Jadi nanti, ketika lahan ini sudah dibangun menjadi  pertokoan, perkantoran maupun perumahan,  tentunya tak bisa lagi kita sebut sebagai padang rumput.

Jadi sebelum dibangun, saya suka melihat-lihat padang rumput ini dan menikmati bunga-bunga liar yang indah serta berbagai insekta yang terbang mencari makan ataupun hanya sekedar bermain-main di sana.

Saya mencatat jenis-jenis kupu-kupu yang ada dan sangat suka menuliskannya, sebagai catatan saya tentang  species yang pernah exist di wilayah ini di tahun 2013.

Junonia jingga.1.  Kupu- Kupu Junonia Jingga.

Kupu-kupu ini disebut juga dengan Kupu-kupu Merak Jingga, Peacock Pansy Butterfly (Junonia almana). Mengidentifikasi Kupu-kupu berukuran sedang ini tentu cukup mudah. Warna keseluruhan tampak atasnya yang jelas adalah orange (jingga) yang sangat terang.   memiliki masing-masing sebuah bulatan mirip mata di sayap depannya. Dan dua bulatan mata – satu besar dan satu kecil pada sayap belakangnya.

Mata yang besar di sayap belakang,  berwarna coklat bergradasi hitam dengan dikelilingi cincin  putih dan hitam yang mebuatnya terlihat sangat mengesankan. Selain bulatan mirip mata, sayap depan kupu-kupu ini memiliki design berupa 3 blok  tebal dan 2 garis tipis yang bergelombang berwarna coklat gelap.  Diluar itu, di tepian sayapnya, baik yang  depan maupun belakang memiliki  3 baris garis yang membentuk renda  berwarna coklat.

Kupu-kupu ini hobbynya terbang rendah di atas bunga-bunga rumput. Berhenti dengan mengembangkan sayapnya dengan cukup sempurna.  Ia senang mampir di bunga rumput pukul  delapan, bunga kacang-kacangan, puteri malu, maupun jenis bunga  rumput lainnya.

Tubuhnya sendiri berwarna coklat.

Kupu-kupu ini termasuk berukuran sedang, sekitar 4-5 cm jika sayapnya kita bentangkan.

2. Kupu-Kupu Junonia Biru.

Junonia BiruKupu-kupu berwarna biru ini masih sekeluarga dengan Kupu-Kupu Merak Jingga. Sering juga disebut dengan Kupu-Kupu Mata Biru , Blue Buckeye Butterfly, Blue Pansy  Butterly (Junonia orithya).  Sangat serupa dengan saudaranya Junonia almana, sepintas lalu Kupu-kupu ini terlihat didominasi oleh warna biru.

Tampak atas sayap depan kupu-kupu ini  berwarna hitam pangkalnya dengan ujung berwarna krem yang terang. Dihiasi dengan dua bulatan berwarna jingga dengan inti hitam mirip mata. Pinggir sayapnya dihiasi dengan 3 baris garis berwarna coklat  gelap.  Di dekat pangkal sayapnya terdapat dua goresan berwana jingga.

Sayap belakang kupu-kupu ini didominasi warna biru (kadang ungu) dengan usapan warna hitam pada pangkalnya. Ada dua bulatan masingmasing pada sayap belakang kiri dan kanannya. Satu bulatan penuh berwarna hitam. Dan satu bulatan lagi berwarna jingga dilapis hitam, dengan iti berwarna hitam dan putih. benar-benar mirip mata.

Bagian bawah sayapnya didominasi warna krem dengan corak berawna coklat pucat. Tubuhnya berwarna hitam.

Sama seperti saudaranya di atas, kupu-kupu ini juga sangat suka terbang rendah dan hinggap di bunga-bunga rerumputan.  Ia bahkan terkadang hinggap di atas rumput atau di tanah.

Ukurannya kurang lebih sama dengan yang jingga.  Walaupun sbeberapa kali saya  pernah juga melihat yang berukuran kerdil.

3. Kupu-Kupu Junonia Coklat.

Kupu Kupu Junonia CoklatKupu-kupu berwana coklat ini sudah pasti berkeluarga dengan dua Kupu-Kupu  merak di atas. Sering disebut dengan Common Buckeye Butterfly atau  Junonia coenia, karena memang paling banyak dijumpai di mana-mana.

Jika kita lihat dari atas dimana kupu-kupu ini membentangkan sayapnya lebar-lebar, maka yang kita tangkap adalah warna colat dengan ujung berwarna krem dan delapan  buah mata yang mencolok. Setiap sayap memiliki bulatan mata masing-masing dua buah. Lumayan banyak untuk menakut-nakuti musuh yang hendak menyerang.

Jika kita perhatikan sayap depanya – sangat serupa dengan Kupu-Kupu Junonia biru, hanya saja pangkalnya berwarna coklat dan bukan hitam.  Bulatan matanya juga serupa dan ada dua, hanya saja pada Kupu-Kupu ini, bulatan mata terlihat lebih sempurna. Dua goresan warna jingga juga menghiasi bagian depan daris ayap depan kupu-kupu ini. Dan tiga baris garis yang serupa juga dimilikinya di ujung sayap.

Sayap belakangnya juga demikian. Pangkalnya didominasi warna coklat dan memudar ke arah krem di ujungnya yang memiliki 3 baris garis. Lalu ada dua bulatan mata di masing-masing sayapnya yang sangat jelas. Tubuhnya berwarna hiatm kelabu.

Ukurannya sama dengan ke dua saudaranya di atas.

 

Top 10 Kupu-Kupu Di Bintaro Dan Sekitarnya.

Standard

Ketika menulis tentang Top 10  Burung Liar yang ada di Bintaro dan menyeleksi foto-fotonya, saya  menemukan banyak sekali foto-foto kupu-kupu di file saya.  Walaupun sebagian ada yang saya ambil di tempat lain, namun sebagian besar lagi saya ambil di wilayah Bintaro dan sekitarnya.  Banyak juga jenisanya. Dan banyak yang cantik cantik sayapnya.

Di bawah ini adalah 10 Kupu-kupu  yang saya pilih diantara yang paling sering saya jumpai di wilayah Bintaro dan sekitarnya.

1. Kupu-Kupu  Lingkaran Tahun (Ariadne  ariadne).

Kupu-kupu Ariadne ariadne

Kupu -kupu berukuran kecil ini sering saya lihat terbang rendah di rerumputan.  Hinggap dengan membuka sayapnya lebar-lebar,sehingga tidak terlalu sulit untuk difoto.  Warnanya coklat dengan level warna coklat yang bergradasi dari individu ke individu lainnya, sehingga ada yang tampak coklat terang agak ke jingga, dan ada juga yang  coklat agak gelap.  Yang menarik dari kupu-kupu ini adalah corak sayapnya yang bergaris dan memiliki alur-alur yang sepintas mirip dengan  irisan melintang batang kayu, dimana kita bisa melihat adanya  garis-garis lingkaran tahun  yang berulang dari kecil, membesar dan membesar. Saya membayangkan jika kupu-kupu ini -terutama yang warnanya coklat gelap  hinggap pada sebuah tonggak batang kayu yang terpotong melintang, pasti ia tidak akan kelihatan. Bahkan jika hinggap di tanah atau di rerumputan, mungkin saja pemangsanya menyangka itu adalah potongan kayu. Ada bintik putih pada bagian depan sayap depannya. banyak di area Pondok Aren.

2. Kupu-Kupu Segitiga Hijau (Graphium agamemnon).

Kupu Kupu Segitiga hijau

Sesuai namanya,  jika hinggap, sayap kupu-kupu ini mirip dengan segitiga.  Sebenarnya sangat banyak beterbangan dari bunga ke bunga.  Warna sayapnya hitam bertotol-totol hijau terang, mirip zebra terbang  berwarna hijau. Tapi karena terbangnya sangat cepat, tidak begitu mudah memotretnya dalam keadaan sayap yang terbuka.  Itu sebabnya kebanyakan fotonya di file saya adalah saat dia sedang hinggap.  Sayangnya kalau hinggap kupu-kupu ini menutup sayapnya rapat-rapat.  Sehingga yang terlihat hanya sisi bawah dari sayapnya  yang berwarna coklat kehitaman dan hijau.  pada ujung belakang sayapnya terdapat tonjolan yang menyebabkan kupu-kupu ini dimasukkan ke dalam kelompok kupu -kupu Swallowtail.  Sangat  menyukai bunga Jatropha, bunga kersen, dan sebagainya. Kupu-kupu ini menyebar di seluruh wilayah Bintaro dan sekitarnya.

3. Kupu-kupu  Segitiga Biru (Graphium sarpedon).

Kupu Kupu Graphium sarpedon 1

Kupu-kupu yang masih bersaudara dekat dengan Si Segitiga Hijau ini, juga  sangat banyak beterbangan di halaman rumah. Serupa dengan yang hijau, kepakan sayapnya juga sangat cepat, sehingga sangat jarang saya bisa memotretnya dalam keadaan sayap terbuka. Kebanyakan dari satu sisi saja dalam keadaan sayap tertutup. Kupu-kupu ini juga sering disebut dengan Blue Bottle. Paling mudah ditemukan di bunga zinnia, bunga kersen, jatropha dan sebagainya. Menyebar luas di seluruh wilayah Bintaro, Pondok Aren hingga ke Graha Raya.

4. Kupu-Kupu  Zebra Hitam Putih (Neptis hylas)

KupuKupu

Warnanya yang bergaris putih di atas hitam mengingatkan kita pada warna kuda Zebra. Ukurannya kecil . Hobinya terbang rendah di rerumputan. Menurut saya kupu-kupu ini tergolong jinak dan tidak terlalu takut pada manusia. Banyak terlihat berkeliaran di daerah Pondok Aren.

5. Kupu-Kupu Gagak Coklat ( Euploea crameri)

Kupukupu

The Crow!. Kupu kupu berukuran besar ini memiliki kepakan sayap yang lambat, sehingga relatif mudah untuk memotretnya dalam keadaan sayap terkembang. Warnanya coklat mirip warna burung gagak, dengan bintik-bintik  kecil berwarna putih. Penyebarannya sangat luas. Terlihat mulai dari pinggir jalan Tol Bintaro,  tanaman di sepanjang jalan Sektor I  hingga ke area Graha Raya.

6. Kupu-Kupu Bola Mata Biru (Junonia orithya).

buckeye-blue

Blue Buckeye Butterfly!. Sebelumnya saya tidak menemukan referensi nama Kupu-kupu ini,walaupun sepengetahuan saya Kupu-Kupu ini berasal dari keluarga Junonia.  Mungkin sebenarnya varietas lain dari Junonia coenia biasa yang umumnya berwarna coklat. Jadi sebelumnya saya menyebutnya sebagai Junonia  coenia saja – karena paling mendekati. namun belakangan saya mengetahui bahwa Kupu-Kupu ini ternyata bernama latyn Junonia orithya. Sayapun baru hanya menemukannya di sekitar Graha Raya Bintaro – daerah sektor IX dan sekitarnya, tapi populasinya cukup tinggi. Senang terbang rendah di rerumputan.  Menyukai bunga -bunga rumput dan tanaman penutup taman lainnya. Ada juga yang variantnya berwarna ungu, ketimbang biru.

7. Kupu-Kupu Renda (Hypolimnas bolina)

kupu-hypolimnas-betina

Kupu-kupu ini adalah dari jenis yang paling mudah difoto, karena sangat fotogenik dan sadar kamera.  Terbangnya di ketinggian yang sedang dengan kecepatan kepak sayap yang rendah, seolah  memarkan keindahan sayapnya yang sangat mirip dengan renda pada pakaian wanita. Sangat menyukai bunga Zinia. Juga menyebar di wilayah yang luas,mulai sari Graha hingga Pondok Aren.

8. Kupu-Kupu Jeruk ( Papilio demolius).

Kupu-Kupu Jeruk

Lime Butterfly!. Ini kupu-kupu favorit saya. Paling hobby datang bermain ke pohon jeruk nipis saya di halaman. Tapi ia bisa ditemukan dimana-mana. menyebar luas di wilayah Coraknya sangat cantik, berwarna krem dengan garis  garis warna hitam, dengan sapuan warna jingga pada sayap belakangnya. Sangat mudah dikenali. Saya mengetahui ada dua ukuran dari kupu-kupu ini, yakni ukuran sedang agak besar dan kupu-kupu kerdil. Tapi tampangnya sangat serupa.  photo  diatas adalah dari jenis yang kerdil.

9. Kupu-Kupu Hitam Besar (Papilio memnon)

great-mormon-black1

Disebut umum sebagai The Great Mormon, kupu-kupu ini terlihat sangat berwibawa diantara para kupu-kupu lain. Semua kupu-kupu lain tiba-tiba terlihat kecil dan minggir oleh aura kupu-kupu ini. Mungkin karena ukurannya yang besar dan warnanya yang gelap. Terbang tinggi dan seolah-olah tidak perduli. menyebar di seluruh area Bintaro dan sekitarnya.

10.  Kupu-Kupu Chocolate Pansy (Junonia iphita).

Kupu-kupu  Chocolate Pansy

Kupu-kupu ini   jika hinggap suka mengembangkan sayapnya yang coklat mirip minuman chocolate bercampur sedikit susu.  Punya corak yang mirip dengan tumpahan coklat/kopi yang menguap dan sudah kering.  Walaupun kupu-kupu ini cukup banyak, namun agak sulit dilihatnya, karena warnanya yang terlalu mirip dengan tanah atau bebatuan. Pada sayap belakangnya terdapat beberapa buah bulatan kecil yang berbaris  ke atas dan sedikit bersambung ke bagian sayap depannya. Beberapakali saya lihat hinggap di atas daun pisang dan di daun bunga Bougenville. Saya menemukan di area Bintaro Regency.

Sebenarnya masih banyak sekali jenis-jenis kupu-kupu yang mudah saya lihat di Bintaro – tapi tulisan ini hanya mengulas 10 jenis diantaranya.

Cara Mengundang Kupu-Kupu Hitam Berbando Putih Ke Halaman.

Standard

Andani-Papilio demolion 2Tanah air kita sangat kaya akan keanekaragaman hayati. Sayangnya, kita tidak memiliki cukup banyak para ahli bangsa kita yang melakukakn penelitian,menganalisa dan membuat tulisan tentang berjenis-jenis spesies tanaman ataupun hewan yang menghuninya. Salah satu kekayaan hayati kita adalah puluhan atau bahkan mungkin ratusan jenis kupu-kupu indah yang terbang bebas di udara hangat Indonesia. Read the rest of this entry

Dwarf Lime Butterfly…

Standard

Selalu saja ada yang menarik, ketika kita duduk duduk di halaman dan memandang bagaimana segala jenis insekta datang, beraktifitas dan lalu terbang menjauh dari bunga ke bunga.  Saya sangat menyukai kupu-kupu. Tentu karena bentuk dan keindahan tata warna sayapnya bak palet-palet warna cat acrylic yang beterbangan di udara. Read the rest of this entry

The Great Mormon Butterfly, Tamu Istimewa Di Halaman Rumah.

Standard
The Great Mormon Butterfly, Tamu Istimewa Di Halaman Rumah.

Sudah lama saya ingin menulis tentang Kupu-Kupu berukuran besar yang sangat menarik hati saya ini. Sayangnya saya lupa dimana menyimpan file foto-foto  lama yang pernah  saya ambil tentang kupu-kupu ini.   Saat liburan, kadang saya membuang waktu dengan duduk berjam-jam di halaman rumah, demi memastikan agar bisa melihat seekor menghampiri tanaman hias saya. Hingga kemudian, minggu yang lalu saya melihat kembali kupu-kupu ini di depan mata saya, seketika saya ingat kembali keinginan saya untuk memotret dan menulisnya. Read the rest of this entry