Tag Archives: Cabai

Patah Oleh Hujan. 

Standard

​Hari Sabtu kemarin, seharusnya saya sudah mulai agak senggang.  Harusnya punya waktu untuk menulis, eh saya malah ketiduran. Bangun bangun, hujan rupanya sangat deras turun di halaman. Saya jadi tertarik menonton hujan yang menimpa tanaman sayuran saya di halaman belakang rumah. Kangkung, bayam, sawi dan tomat terangguk-angguk diterpa bulir bulir hujan.

Tapi hujan rupanya terlalu deras tak mengenal lelah. Curah air sangat berlebih hingga tumpah ruah dari pot pot tanaman. Saya mulai khawatir. Hujan sangat dibutuhkan tanaman. Tapi jika terlalu banyak, juga bisa mengganggu. 

Benar saja!. Barangkali karena tanah sekarang menjadi terlalu lembek, sementara batang dan daunnya semakin berat, tanaman cabe saya merunduk dan semakin merunduk. Dan…akhirnya kraaakkkk…. tumbang. Doyong ke kanan  hampir  menyentuh tanah. Menimpa tanaman cabe di sebelahnya yang kemudian ikut juga doyong dan menimpa lagi tanaman cabe berikutnya. Aduuuh…ini mirip efek domino. Saya hanya bisa memandang dengan hati gundah.

Setelah hujan reda, saya mencoba membantu menopang tanaman saya sedapatnya. Beberapa rantingnya patah. Sedih hati saya bukan kepalang. Tapi sebagian cabangnya masih bisa diselamatkan. Saya ikat ke penopang bambu dengan kawat kabel.Lumayanlah setidaknya masih bisa berdiri sebagian. 

Tanpa rencana, akhirnya saya terpaksa memetik buah -buah cabe dari ranting-ranting yang patah itu. Daripada terbuang percuma. Kebetulan mulai pada merah. Memang sudah waktunya dipetik. Lumayan juga sih. Cukup untuk beberapa kali nyambel. 

Yaah..begitulah. Suka dukanya bertanam. Membayangkan kejadian seperti ini terjadi pada petani, sekarang saya semakin mengerti, mengapa pada saat-saat tertentu harga cabe menjadi sangat mahal. 

Cabe Kering – Optimalkan Sisa Kebutuhan Dapur.

Standard

Mungkin  ada yang pernah memiliki sisa cabe yang cukup banyak di dapur? Sudah digunakan selama beberapa hari, namun tetap masih ada sisa? Membusuk dan akhirnya terbuang? Sayang sekali. Padahal harga cabai sangat fluktuatif. Kadang mahal, kadang murah. Banyak yang akhirnya hanya membeli cabe agak banyak saat harganya murah.  Walaupun tidak selalu, saya kadang punya cabe agak banyak. Kadang karena memang sengaja membeli agak lebih banyak saat harganya rendah. Kadang karena pohon cabe yang di halaman sedang berbuah cukup banyak.  Atau kadang karena oleh-oleh pemberian teman yang pulang dari ladang.  Nah, kalau kebetulan sedang punya stock yang berlebih, jangan dibiarkan membusuk dan terbuang. Kita bisa mengeringkannya untuk kita gunakan lain kali. Terutama jika harga cabai sedang melambung. Read the rest of this entry

Dapur Hidup!! Yuk , Kita Tanam Di Halaman…

Standard

Mungkin diantara kita masih banyak yang ingat akan ‘Dapur Hidup’? Pada masa kejayaan Pak Harto dulu, proggram ini sangat gencar dikampanyekan di televisi  dan media yang lain. Dari judulnya saja,  tentu  mudah dipahami  bahwa  Dapur Hidup maksudnya adalah menanam tumbuh-tumbuhan yang berguna untuk keperluan sehari-hari di dapur, di halaman rumah kita sendiri. Karena tinggal memetik di halaman, jadi kita tidak perlu membeli lagi bila kita membutuhkannya.

Di halaman rumah saya yang tidak seberapa luas, saya mencoba merealisasikan program Dapur Hidup ini. Dan pada kenyataannya memang sangat berguna buat keperluan sehari-hari. Saya bisa ambil sendiri untuk kebutuhan sehari-hari. Dan jika lebih, saya bisa berikan kepada tetangga yang membutuhkan. Apa saja jenis tanaman Dapur Hidup yang mudah kita tanam di halaman halaman yang terbatas? Read the rest of this entry