Tag Archives: Cats

The Hunter.

Standard

img_20151030_082711.jpgSaya punya 3 ekor anak kucing yang sekarang sudah mulai besar. Lahir dari seekor kucing liar betina yang diberi makan sejak kecil oleh anak saya. Lama kelamaan kucing betina yang diberi nama Cudly itu betah di rumah dan beranak.

2015-11-23-07.16.12.jpg.jpegTiga ekor anak kucing itu sangat berbeda warnanya. Yang lahir paling awal berwana hitam dengan sedikit bercak putih. Yang lahir ke dua berwana putih dengan sedikit bercak hitam. Sedangkan yang ke tiga berwarna coklat penuh. Karena tidak sempat memikirkan namanya kami menyebut anak kucing itu dengan kode warnanya saja. Si Hitam, Si Putih dan Si Coklat. Induknya sendiri belang tiga, Putih dengan bercak Hitam dan coklat.

Tingkah lakunya pun berbeda beda. Si Coklat cenderung serius. Hobinya makan. Sehingga paling gendut diantaranya. Si Putih sangat tenang dan lembut. Ia seekor kucing rumahan. Sedangkan Si Hitam kucing yang sejak lahir sudah ketahuan bibit bibit bandelnya.

Hal ini membuat saya semakin percaya bahwa setiap individu itu sudah membawa sifatnya masing-masing di luar nilai-nilai kehidupan yang dibangun keluarganya. Walaupun satu keluarga, belum tentu sifatnya sama.

img_20151106_191532.jpgMata kucing saya yang hitam ini termasuk “belo” untuk ukuran mata kucing.
Kelakuannya ampuun. Sangat nakal. Ia hobby merusak tanaman saya. Memanjat barang anggrek dan pohon cabe, lalu menarik-nariknya sampai mati. Ia juga menginjak-injak tanaman sayur saya. Seekor kucing preman. Kalau dilarang, maka ia akan melawan. Matanya melotot tanpa bersalah. Seolah-olah menantang bahwa apa yang ia lakukan adalah benar. Namun demikian tampang dengan mata belonya itu selalu kelihatan lucu.

Suatu hari ia terlihat sedang bermain main dengan sebuah benda berwana hitam di kakinya. Benda itu bergerak-gerak menandakan bahwa ia adalah mahluk hidup. Segera saya mengambil kacamata minus saya. Ya ampuuun…setelah saya perhatikan, benda hitam itu  ternyata seekor anak kelelawar. Dengan segera saya merebut anak kelelawar itu dari kakinya. Takutnya luka luka akibat cakaran kucing. Anak kucing saya terlihat tidak setuju. Ia pun memandang saya dengan mata protes. matanya membesar. Aduuuh…..Ia benar -benar tidak paham bahwa anak kelelawar kecil yang jatuh  itu perlu ditolong dan dilepas ke alam lagi. Bukannya diuyek-uyek dijadikan mainan.

20151209_153043.jpgKebandelan berikutnya yang ia lakukan adalah kabur dari rumah. Ketika saudara-saudaranya yang lain masih sibuk menyusu dan bermalas-malasan dengan induknya, Si Hitam sudah belajar memanjat tembok dan naik ke atap genteng. Semakin dilarang, semakin ia menjalankan niatnya. Jika diturunkan,ia segera naik lagi.

Suatu kali ia kabur dari rumah. Saya sedih bukan kepalang. Coba telusuri dan tanya-tanya tetangga. Barangkali ada yang ketemu. Tapi tidak ada seorangpun yang melihatnya. Ia menghilang begitu saja, seolah-olah ditelan bumi. Walaupun ada yang memberi tahu “kucing jantan memang suka kabur” tapi tetap saja saya merasa sedih. Ia masih terlalu muda.

Setelah beberapa hari menghilang, akhirnya saya mulai bisa menerima keadaan. Berpikir barangkali ada yang sudah mengadopsinya dan memberinya makan. Biarlah,kalau memang begitu. Semoga saja demikian. Setidaknya ia tidak kedinginan dan kelaparan di jalanan.

Tapi pada suatu malam, ketika Si Mbak pulang dari ruko, ia melihat Si Hitam sedang mengeong di dekat Tukang Pecel Ayam. Bercampur dengan kucing -kucing liar yang lain, Si Hitam rupanya menjadi sangat kurus kering. Akhirnya Si Mbak memanggilnya dan kucing hitam itupun pulang kembali ke rumah. Saudara saudaranya sangat senang  ia kembali. Demikian juga dengan saya dan anak-anak. ia segera mendapatkan makanan yang enak dan dimandikan oleh anak saya.

20151209_153110.jpgSetelah itu ia anteng selama beberapa hari. Ia menjalankan tugas menjaga rumah di halaman belakang. Selama ia ada, tidak ada seekor tikuspun yang berani masuk ke halaman. Jika ada yang berani menunjukkan moncongnya sedikit saja, langsung ia terkam tanpa ampun. Beberapa kali ia pergi keluar rumah tapi setelah sehari dua hari ia pulang kembali. Jadi saya tidak terlalu mengkhawatirkannya.

Nah  kemarin pagi, kebetulan saya kurang sehat karena flu dan demam. Saya tidak berangkat ke kantor.  Anak saya memberitahu kalau semalam Si Hitam menangkap seekor Burung Merpati dan mengoyak-ngoyak sayapnya. Ya ampuuun. Kasihan banget burung merpatinya. Saya memeriksa burung merpati itu sebentar. Lukanya tidak separah yang saya duga. Rupanya sudah dikasih obat merah oleh Si Mbak. Setelah agak pulih, burung merpati itupun dilepaskan kembali ke alam bebas. (Saya lupa mengambil foto burung merpati  yang menjadi korban perburuan Si Hitam).

Dan hari ini , anak kucing hitam itu pergi lagi keluar rumah. Saya tidak tahu akankah ia kembali lagi dan kapan. Entahlah. Saya rasa darah pemburu mengalir deras dalam dirinya. Ia seekor petualang sejati. Tak ada gunanya saya berusaha memaksanya menjadi kucing rumahan yang lucu dan manja. Karena alam liar menunggunya di luar sana. Tempat di mana ia menemukan jiwanya sendiri. Tempat di mana ia bisa berdamai dengan nalurinya sendiri.

Dan sebaiknya saya tidak usah terlalu mengkhawatirkan hidupnya.Ia akan menemukan makanannya sendiri tanpa harus dibantu oleh manusia seperti saya. Karena ia seekor pemburu sejati.

Selamat Datang Kehidupan Baru.

Standard

Selamat DatangTangal 5 Maret kemarin merupakan hari yang sangat bersejarah bagi Cudly. Siapa Cudly? O ya, saya belum pernah bercerita. Setelah kematian Persia, anak saya mengadopsi kembali seekor anak kucing liar betina yang ia beri nama Cudly. Anak kucing itu ia pelihatra dengan baik dan Cudly sekarang sudah dewasa dan hamil semenjak 2 bulan lalu. Memang sudah waktunya buat Cudly melahirkan. Sebelumnya saya sudah menyuruh anak saya menyiapkan box bekas dan kain/handuk/baju bekas untuk dijadikan sarang saat kucing itu beranak.

Malam itu saya bekerja sampai agak larut di kantor. Anak saya menelpon “Ma, cepat pulang. Cudly melahirkan. Bayi kucingnya ada satu. Lucu sekali“. Saya girang bukan main dan bergegas pulang. Ini pengalaman melahirkan pertama kali bagi Cudly. Pasti sangat menyakitkan dan melelahkan. Saya harus menemaninya.

Ketika sampai di rumah, saya melihat Cudly terbaring lemah. Seekor bayi kucing berwarna belang tampak di sebelahnya. Saya pun menunggu kelahiran bayi-bayi berikutnya. Ia mungkin akan melahirkan 1-2 ekor anak lagi. Untungnya Cudly cukup pintar memilih tempat untuk melahirkan. Ia memilih kandang yang biasa ia gunakan jika saya bawa ia bepergian. Anak saya meletakkan handuk dan baju bekasnya sendiri di dekat kucing itu. Begitulah malam itu saya menemaninya berjuang menahan kesakitan saat melahirkan bayi-bayinya. Ia sangat kelelahan. Saya mengusap-usap kepalanya untuk memberinya support.  Akhirnya dekat tengah malam selesailah semuanya. Semuanya ada 3 ekor anak kucing.

Barangsiapa yang mengamati sebuah proses melahirkan, maka ia akan menyadari betapa besarnya pengorbanan seorang Ibu demi kehidupan anak-anaknya. Kesakitan, kecemasan, kelelahan, ketakutan, bahkan kesulitan yang tidak mustahil mengancam nyawa semuanya bercampur aduk. Dan seorang Ibu harus tetap menghadapinya dengan berani. Berani demi keberlangsungan hidup spesiesnya.

Selamat datang bayi kucing! Selamat datang kehidupan baru…

 

 

Mengenai Perikebinatangan.

Standard

Kucing AnonimousHari Minggu pagi, saya mengajak anak saya yang kecil berpetualang kembali di pinggir kali di belakang rumah.  Petualangan yang sangat menyenangkan, walaupun pulang-pulang kulit pada bentol-bentol digigit nyamuk. Ketika kembali berada di belakang rumah, saya mendengar anak saya yang besar berteriak  dari halaman rumah memanggil-manggil nama saya.  Suaranya terdengar panik. Ada apa ya?Saya jadi ikutan panik. Tak biasanya anak saya yang besar sudah bangun sepagi ini pada hari Minggu.

“Mama!  Mama! Tolong kucingnya Ma. Lehernya dijerat orang!” Kata anak saya.   Sayapun bergegas pulang.

Astaga!!!. Kucing liar (saya tidak tahu siapa pemiliknya) yang sering datang berkunjung ke rumah saya itu lehernya terjerat tali plastik. Anak saya mengetahui kalau leher kucing itu terjerat, ketika melihatnya datang ke rumah meminta makan.  Mungkin sudah lebih dari sebulan kucing itu selalu datang ke rumah untuk meminta makanan.  Sangat jinak dan manja. Saya pikir mungkin sebenarnya kucing itu bukan kucing liar. Hanya barangkali pemiliknya tidak terlalu perduli padanya saja. Sehingga ia tampak kurus dan kurang terpelihara. Karena tak tahu nama dan pemiliknya, maka saya sebut saja kucing itu Si Anonimous.

Sekarang kucing itu terlihat sangat lemas tak berdaya. Tentu sangat sulit bernafas. Boro-boro bisa makan.

Tali Rafia Yang Dipakai menjerat leher kucingRupanya Si Mbak dan anak saya di rumah sudah berusaha membantu melepaskan tali plastik berwarna yang menjerat leher kucing itu. Namun karena tali itu terlalu ketat dan  mereka takut usahanya akan semakin mencekik leher kucing itu, maka merekapun menghentikan usahanya.

Melihat itu, saya tak punya pilihan lain lagi. Saya minta anak saya memegang kucing itu agar tidak bergerak. Lalu dengan sedikit menekan tubuhnya dan mengangkat tali itu, saya berusaha keras menyelipkan ujung gunting diantara kulit kucing dan tali plastik itu. Semuanya menahan nafas, karena sekarang kucing itu pasti sangat tercekik dan tidak bisa bernafas.  Saya coba gunting tali itu, namun tidak berhasil.  Keras juga rupanya. Atau barangkali terlalu menempel di kulit kucing itu?.  Saya coba sekali lagi menggunting tali itu dengan tenaga yang lebih kuat dan lebih cepat.  Lalu… kresss… kresss.

Mhhh..hah!!! Syukurlah! Akhirnya tali itupun putus dan kucing Anonimous itu bisa bernafas lega kembali.  Kedua anak saya dan Si Mbakpun ikut bernafas lega. Anak saya lalu memberinya makanan. Karena tempat makanannya tidak ada, maka ia hanya meletakkannya di lantai halaman saja.

Memberi makan kucingYang saya bingung adalah, kok ada ya orang bisa setega itu terhadap binatang?. Tidak habis pikir rasanya. Apa yang ada di pikiran orang itu ketika melakukan perbuatan yang tak mengenal kasih  terhadap sesama mahluk?

Saya bisa mengerti, mungkin sebagian orang ada yang memang tidak menyukai kucing.  Entah karena suaranya yang manja, atau terlalu ribut saat musim kawin. Atau entah karena takut sama bulunya, atau karena pernah melihat kucing mencuri makanan di dapurnya dan entah karena masalah lain.  Tapi tentunya hal itu tidak cukup memberi alasan kepada kita manusia untuk boleh saja seenaknya melakukan perbuatan kejam yang sama sekali tidak terpuji itu terhadap seekor kucing, bukan?. Jika kita tidakmenyukainya, mungkin cukup hanya dengan mengusirnya dan melarang kucing itu masuk ke rumah kita. Dan bukan menjerat lehernya hingga kucing itu megap-megap kehabisan nafas.

Sama seperti kita, kucing juga mahluk hidup ciptaan Tuhan yang punya nyawa, punya rasa takut, sedih dan marah. Kucing juga mengenal trauma jika pernah diperlakukan dengan tidak baik oleh manusia.

Banyak yang mengatakan bahwa manusia adalah mahluk yang lebih mulia dibandingkan dengan binatang. Namun jika kita menjerat leher kucing karena hanya ingin menyakitinya saja, sementara kucing tidak pernah menjerat leher kita, apakah kita layak mengaku diri lebih mulia?  Sungguh sebuah hal yang perlu direnungkan.

Semoga semakin banyak manusia yang bersikap baik pada binatang.

Persia Pulang Dari Klinik- Perkelahian Kucing Jantan Dan Abses Yang Ditimbulkannya.

Standard

Mengangkat PersiaHari Minggu! Ini hari ke-lima Persia di opname di Klinik Hewan Veterina Satwa di Sektor IX Bintaro. Sesuai dengan perkiraan yang disampaikan oleh drh Yosep Sukarji yang menanganinya. Sebagaimana halnya kucing jantan yang mulai menanjak dewasa,Persia terlibat perkelahian dengan seekor kucing jantan lain yang mengakibatkan dirinya menderita luka. Luka akibat cakaran kuku kucing liar itu rupanya meninggalkan abses yang cukup parah di bagian dadanya. Berkali kali ia tampak meringis menahan sakit di dadanya. Persia pun demam dan lemas tak berdaya. Selain itu ia kedapatan muntah-muntah, yang mengakibatkannya semakin dehidrasi dan lemah.Itu terjadi pada hari selasa yang lalu. Saya tidak mempunyai obat dan peralatan, dan selain itu juga tidak punya waktu untuk merawatnya, karena harus segera berangkat dinas ke luar kota. Read the rest of this entry

Animal Behaviour – Kisah Kepahlawanan Seekor Kucing.

Standard

Andani - Persia & La Kitty 7Anak saya memiliki 2 ekor kucing yang diberi nama La Kitty dan Persia. La Kitty berwana putih dengan belang coklat abu-abu, sedangkan Persia berwarna putih dengan belang hitam. Keduanya adalah anak kucing liar yang didomestikasi di rumah kami. Namun keduanya ternyata memiliki sifat dan karakter yang berbeda. Walaupun sama-sama kucing jantan dan sama-sama berasal dari kehidupan liar ternyata mereka memiliki karakter yang berbeda.  La Kitty tumbuh menjadi seekor kucing yang pendiam, serius dan  seekor petarung yang tak kenal kata menyerah. Suaranya keras dan jelas kalau sedang mengeong. Sebelumnya saya sudah pernah bercerita bagaimana La Kitty dengan tak kenal lelahnya bertarung dengan seekor kucing jantan berwarna hitam untuk mempertahankan sesuatu yang ia pikir harus pertahankan. Sementara Persia adalah seekor kucing yang manja, lucu dan periang. Suaranya pun terdengar sangat manja dan lucu. Read the rest of this entry

Persia, The Cutest Morning Alarm.

Standard

Animal behaviour.

Andani- Persia

Beberapa bulan yang lalu, saya pernah bercerita tentang Persia, anak kucing liar yang membuntuti anak saya terus. Karena setelah melapor ke Satpam dan minta cross-ceck, ternyata tetap tidak ada seorangpun yang memilikinya, maka anak kucing liar  itu akhirnya menjadi anggota keluarga kami. Sekarang sudah lebih dari 3 bulan ia bersama kami. Anak saya memelihara dan merawatnya dengan sangat baik. Memberinya makan dan memandikannya dengan telaten.Juga menemaninya bermain di saat-saat senggang. Sebagai akibatnya kucing kecil ini menjadi sangat manja dan selalu menyenangkan. Wajahnya sangat lucu, cantik dan menggemaskan. Read the rest of this entry

Cinta Yang Harus Diperjuangkan…

Standard

Ini kisah tentang La Kitty. Kucing jantan kesayangan anak saya. Ssebelumnya ia adalah seekor anak kucing liar.  Sejak kami adopsi saat masih sangat belia, La Kitty akhirnya tumbuh menjadi seekor kucing rumah yang baik dan sopan.  Saya masih ingat bagaimana ia mulai menarik hati anak saya untuk mengadopsinya. Bagaimana anak saya harus berjuang guna mendapatkan ijin ayahnya untuk mengadopsi La Kitty. Masalahnya, saya dan anak-anak saya adalah tergolong sebagai Ailurophiles (penyuka kucing), sedangkan suami saya adalah seorang Ailurophobes (pembenci kucing).  Memang sangat sulit untuk mencapai titik temunya. Namun dengan usahanya yang positive mengusir tikus yang sebelumnya banyak berkeliaran di halaman belakang rumah, akhirnya La Kitty berhasil memenangkan symphaty dan ijin suami saya untuk tetap tinggal di rumah. Read the rest of this entry

Ngumbang!. Ketika Musim Berkelana Tiba.

Standard

Pulang kerja, anak saya menyambut di depan pintu. “Mama, La Kitty hilang!” katanya dengan wajah sedih nyaris menangis. Menceritakan kucing kesayangannya yang bernama La Kitty yang tidak ia temukan sepulang dari sekolah. Saya lalu membantu mencarinya di seputaran rumah, tetangga dan bantaran kali di belakang. Namun tak saya temukan bayangannya pun. Biasanya La Kitty keluar rumah sebentar dan kembali lagi. Dan biasanya tidak jauh. Namun kali ini La Kitty benar-benar tidak pulang. Anak saya menjadi sangat murung. Read the rest of this entry

Everybody Wants To Be A Cat.

Standard
Everybody Wants To Be A Cat.

Diantara kita semua tentu banyak yang suka menemani putra-putrinya menonton film kartun. Selain untuk memastikan kwalitas informasi yang diterima anak, meningkatkan kebersamaan dengan anak, juga sekalian menikmati kembali kegembiraan masa kecil yang tidak lagi kita nikmati setelah dewasa. Film kanak-kanak, selain memiliki alur cerita dan ide, juga menyajikan musik dan lagu-lagu yang enak dinikmati.  Salah satu lagu yang enak menurut saya adalah “Everybody Wants To Be A Cat” dalam film  “The Aristocats” yang sebenarnya bukan film baru. Read the rest of this entry