Tag Archives: Ceramics

Ha Noi Ceramic Mozaic Mural III.

Standard

Semakin lama menyusuri jalanan bertembok yang didandani dengan lukisan mural itu, semakin saya melihat alangkah banyaknya aliran seni lukis yang bertebaran di sana. Saya tidak bisa menayangkan dan membahasnya satu per satu di sini. Beraneka ragam thema, warna, tarikan garis, maupun sapuan kuas. Mulai yang berkaitan dengan kehidupan Vietnam hingga mancanegara. Mulai dari tanaman, pohon,daun, bunga hingga ke berbagai macam satwa. Masih banyak sekali, hingga proses pembuatan keramik-pun ada juga dipertontonkan di sini.

Hal ini juga semakin memberi saya kesadaran, bahwa kreatifitas kita sebagai manusia, sungguh tiada batasnya. Hendaknya  kita jangan berhenti hanya  pada hal-hal yang selama ini telah biasa kita tekuni saja. Eksplorasi pemikiran kita lebih jauh lagi kepada hal-hal lain di luar itu. Atau lakukan penggabungan beberapa element dari beberapa  aliran ataupun thema, sehingga bisa saja terbentuk sebuah aliran maupun thema baru yang berbeda. Kontemporer ataupun Fusion  – sama indahnya.

Ha Noi Ceramic Mozaic Mural II

Standard

Ini  masih tulisan yang sama dengan sebelumnya, yakni mengenai mural, seni jalanan di Ha Noi yang terbuat dari keramik. Karena jenis aliran seni dan thema yang digambarkannya sangat banyak, saya memiliki  barangkali ratusan koleksi  foto-fotonya. Tentu saja saya  masih ingin share sebagian dari foto-foto itu di sini. Barangkali ada yang suka melihatnya juga.

Blue Blue Blue…My Love Is Blue..

Ha Noi Ceramics Mural 37Aliran seni  Monochromatis ini cukup menonjol diantara  ratusan atau mungkin ribuan lukisan yang ada. Menjadi menonjol, karena terselip diantara lautan warna warni yang cerah. Sementara lukisan ini hanya menggunakan warna tunggal, yakni biru  (selain putih tentunya). Walaupun masih menggunakan elemen bunga berkelopak lima dengan  benang sari yang sama (cherry blossom/apple blossom/sakura blossom), namun karena digambarkan dalam warna biru yang nyaris monotone, tersirat kesedihan dan perasaan kering kerontang tanpa gairah kehidupan di sana.  Ketika memandangnya, saya membayangkan kedukaan hati seorang gadis yang  ditinggalkan oleh kekasih hatinya . Blue!. Read the rest of this entry

Cuci Mata: Asia Art Fusion Pada Keramik Vietnam.

Standard

Ketika menikmati sarapan pagi di hotel,  teman saya tertarik kepada sebuah teko di atas meja yang digunakan untuk menghidangkan teh bagi kami.  Saya jadi ikut mengamati teko itu. Teko cantik berbahan keramik. Dengan finishing coklat kelam mirip perunggu dan gagang dari logam. Terlihat sangat etnik dan elegant. Contoh sebuah ‘fine art’ yang tak akan saya lupakan. Teman saya rupanya juga jatuh cinta pada teko itu. Saya menghiburnya dengan mengatakan nanti kalau punya waktu, kita cari teko sejenis di toko-toko atau di pasar yang akan kita kunjungi. Namun sayang, hingga kami pulang kembali ke tanah air,  teko dengan buatan seindah itu tak berhasil kami temukan. Sayangnya pula, saya lupa mengambil gambar teko itu. Read the rest of this entry