Tag Archives: Children

Menerima Hadiah Dari Anak..

Standard

Mungkin diantara kita para ibu, sering menerima hadiah dari si kecil berupa hasil karya tangannya yang lucu. Hadiah mungkin berupa kartu ucapan, gambar atau lukisan hasil karyanya, kartu ucapan ulang tahun, origami, kerajinan tangan yang dibuat atas ide & kreatifitasnya sendiri maupun atas arahan ibu gurunya di sekolah, karangan bunga dan lain sebagainya. Sangat menyenangkan dan membuat kita terharu, bukan?  Ada bberapa hal yang mungkin perlu kita simak bersama jika kita mengingat tentang hadiah dari anak ini.

Bukan Soal Harga, Namun Soal Cinta dan Kasih Sayangnya Kepada Kita.

Jika kita perhatikan, hadiah yang diberikan oleh anak-anak kepada kita sering sekali hanya terbuat dari benda-benda yang murah dan secara ekonomi mungkin sangat rendah harganya. Misalnya bingkai foto  dengan gambar love dan amplop hias yang ia bikin sendiri. Atau mungkin perhiasan (gelang , kalung) dari lilin mainan ataupun dari pipa sedotan yang dipotong potong dan dirangkai dengan benang hingga membentuk perhiasan wanita. Atau hanya lipatan lipatan kertas yang membentuk burung bangau atau ikan. Dan sebagainya. Anak saya bahkan sering menghadiahkan bunga rumput liar yang dipetiknya dipinggir lapangan olah raga untuk saya.

Memang harganya tidak seberapa dan mungkin bahkan sangat murah sekali.  Namun bagi kita, mungkin bukan soal harganya, tapi nilai cinta dan kasih sayang serta perhatian yang diberikan oleh anak kita itulah yang merupakan hal yang paling membanggakan dan tak bisa tergantikan nilainya dengan uang. Jadi jangan pernah abaikan hadiah ini, walaupun nilai ekonomisnya tidak seberapa. Gunakanlah sebaik-baiknya di saat atau tempat dan suasana yang memungkinkan. Jika tidak, simpanlah dengan baik.

Menghargai dan menyimpan dengan baik hasil karya anak, bukan saja membuat anak merasa dihargai dan diterima namun sekaligus juga akan membuatnya bangga dan meningkatkan rasa kasih sayangnya pada kita.

Bukan Soal Kwalitasnya, Namun Ketulusan Hatinya.

Namanya buatan anak-anak, secara umum kwalitasnya tentu belum sebaik kwalitas yang dibuat orang dewasa (walaupun banyak anak-anak yang juga mampu menciptakan sesuatu dengan kwalitas yang membuat kita tercengang saking baiknya. Seringkali saya perhatikan, jika anak-anak membuat sesuatu untuk orangtuanya, mereka benar-benar mencurahkan perhatiannya penuh pada usahanya sejak awal hingga akhir. Walaupun kita tahu, guntingannya mungkin agak miring sedikit atau bergelombang, warnanya mungkin kurang rata dan belang belontang. Namun karena mereka melakukannya dengan sepenuh hati, maka kita bisa merasakan getaran kasih sayang yang tulus dari dalam hati anak-anak itu kepada kita. Lihatlah matanya yang berbinar-binar saat memberitakan bahwa ia punya sesuatu yang istimewa untuk kita. Lihat pula indahnya cahaya matanya saat menyerahkan hadiah itu untuk kita. Jadi disini bukan soal kwalitasnya, namun ketulusan hatinya.

Bukan Soal Hasilnya, Namun Proses Pembelajarannya.

Hal lain yang perlu kita hargai juga adalah proses pembelajarannya. Lihatlah bagaimana mereka berpikir, akan memberikan sesuatu yang terbaik untuk ibunya. Wanita yang telah melahirkannya. Mereka memikirkan idenya dan cara eksekusinya dengan baik – bahannya apa saja, darimana mendapatkannya, bentuknya seperti apa, warnanya apa, dsb). Anak-anak belajar cepat dengan cara meniru orang dewasa dan mencari pengalamannya sendiri. Membuat sesuatu, bagi anak sama dengan melatih kreatifitas yang memberi peualangan alam pikir.  Latihan berkreasi  yang akan sangat berguna kelak dalam menjalani kehidupannya yang masih panjang. Untuk inipun kita jangan pernah mengabaikannya. Karena bagian pentingnya di sini bukanlah pada hasil akhirnya, namun pada proses saat si Anak mengerjakannya.

Keindahan Bawah Laut – Kreasi Daur Ulang

Seperti halnya anak-anak yang lain, kedua anak saya juga sangat suka mengotak-atik benda-benda disekitarnya dan menjadikannya ‘sesuatu’. Saya  sering terpesona dan takjub akan kreatifitasnya. Dan lebih menyenangkannya lagi, anak-anak saya juga kerapkali menghadiahkan hasil kreasinya untuk saya, disertai ucapan-ucapan sayang  kepada saya yang membuat saya merasa sangat tersentuh. “I love you, mom!”. Tentu saja saya sangat bangga dan bahagia menerimanya.

Akhir pekan ini, anak saya yang kecil menghadiahi saya sebuah rangkaian daur ulang yang  indah yang ia beri nama Keindahan Bawah Laut. Rangkaian ini terbuat dari sisa-sia barang yang tak berguna dan bekas mainannya yang sudah lama tidak ia pergunakan lagi. Mungkin ada baiknya saya share pengamatan saya tentang bagaimana anak saya membuatnya, barangkali sebagai ide bagi teman-teman, para ibu yang lain untuk mengajak anak-anak di rumah melakukan kreatifitas serupa.

Mula-mula saya melihat ia mengamati batu-batu karang dan kerikil serta  sisa kulit kerang dari bekas aquarium yang sudah tidak dipergunakan lagi. Rupanya  ia mendapatkan ide dari sana untuk kemudian membuat concept  tentang “Keindahan Bawah Laut”.  Anak saya tidak membuat  sketsa apapun sebelumnya. Namun seperti biasa, ia pasti sudah membayangkan sesuatu di kepalanya.

Ia lalu mengambil kertas lipat berwarna biru, mengguntingnya dengan gunting hias dan menempelkan sisa sisa lilin mainan diatasnya. Batu kerikil, kulit kerang, pecahan karang ia tempelkan satu persatu diatas lilin mainan sehingga terlihat seolah olah memang terangkai seperti itu di dasar laut. Untuk menambah keindahannya, iapun memanfaatkan beberapa kelerengnya yang berwarna warni diatas lilin itu, yang membuat keseluruhan rangkaian itu menjadi terlihat sangat indah dan cukup layak dipajang diatas meja kerja atau meja rias  kita.

Selain bahwa saya sangat senang menerima hadiah rangkaian ini darinya, saya juga melihat anak saya sangat senang melakukannya. Kegiatan seperti ini terlihat sangat sederhana dan simple, tapi saya yakin aktifitas bongkar-pasang, mix-match seperti ini sangat berguna untuk melatih  kreatifitas anak dalam menggali ide-ide baru yang kelak pasti berguna saat ia dewasa nanti.

Kreatifitas daur ulang seperti ini juga lumayan membantu anak untuk menghargai & memanfaatkan benda-benda yang sudah tidak digunakan lagi. Jika kreatifitas dilakukan pada akhir pekan, dengan sendirinya juga bisa menjadi pilihan aktifitas  yang irit, karena nyaris tidak mengeluarkan biaya.  Selain  karena semuanya memang barang bekas, kita  juga tidak perlu mengajaknya jalan-jalan ke mall, restaurant  atau tempat hiburan lain yang kadang membuat kita terpaksa melakukan pengeluaran tak terduga yang sebenarnya tak perlu terjadi. Kalau aktifitas di rumah sudah sangat menyenangkan, mengapa harus mencari keluar rumah? Anak senang, Ibu bangga.

Menemani Anak Memelihara Bebek..

Standard

Anak anak saya sangat menyukai binatang. Dan saya sebagai ibunya cenderung untuk membiarkan saja kesenangan anak anak itu, mengingat  saat saya masih kecil orangtua sayapun tak pernah melarang-larang saya untuk menyukai binatang apa saja dan saya merasakan kebahagiaan atas pengertian orang tua saya atas kesukaan saya pada binatang. Dan bahkan ketika saya memutuskan untuk mengambil kuliah di Kedokteran Hewan Universitas Udayana, orangtua sayapun akhirnya tetap menghormati & mendukung pilihan saya. Namun untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik dan aman, sebagai orangtua saya hanya merasa perlu mengawasi dan mengarahkan anak anak saya agar semuanya berjalan lancar & natural serta tidak membahayakan.

Beberapa hari yang lalu, saat saya ajak pergi ke poultry shop untuk membeli anak ayam,  anak saya terlihat sangat tertarik pada anak bebek yang ditawarkan di sana dan bertanya pada saya apakah suatu hal yang mungkin jika ia meminta ijin pada saya untuk memelihara bebek di rumah. Tentu saja saya mengijinkan. Saya selalu berusaha melihat sisi positif dari keinginan anak saya pada binatang. Saya lalu membantu anak saya untuk melihat lihat dan memilih anak anak bebek itu.

Memilih Anak Bebek

Sama dengan memilih anak ayam, sebaiknya kita arahkan anak anak untuk memilih anak bebek yang terlihat aktif dan trengginas diantara kelompoknya. Anak bebek yang aktif, banyak bergerak, makan atau bermain dengan temannya menandakan bahwa anak bebek itu sehat.  Sebenarnya ada beberapa jenis bebek yang umum kita temui di Indonesia, namun pada akhirnya kita hanya akan bisa memilih dari apa yang tersedia di poultry shop itu pada saat itu.

Makanan Bebek

Karena ini bukanlah pemeliharaan bebek untuk skala ekonomi, maka pemberian makanan yang praktis adalah dengan memberinya makanan/ransum yang sudah diracik dan dijual untuk anak bebek di poultry shop. Jika tidak, bebek juga bisa kita berikan ransum sisa makanan kita berupa nasi, jagung maupun sayuran. Bebek juga senang jika kita beri cincang daging siput sawah, daun eceng gondok dsb.

Membuat Kandang Bebek

Kandang Bebek bisa dibuat dengan memanfaatkan kayu bekas/bamboo. Namun jika rumah kita berdekatan dengan sungai atau lahan terbuka, sebaiknya digunakan kandang yang lebih kokoh atau yang terbuat dari besai/kawat untuk menghindari serangan musang pada malam hari. Dalam membuat kandang, yang perlu diperhatikan adalah lokasi dimana nanti kita akan meletakkan kandang agar ventilasinya baik dan mendapatkan sinar matahari yang cukup.

Sesekali bebek bisa dikeluarkan dari kandangnya dan biarkan anak anak mengajaknya berenang di air yang disediakan (misalnya di kolam rumah, ataupun di bak air/ember besar).

Penyakit Bebek Yang Umum.

Sebagai orangtua, kita perlu waspada akan beberapa jenis penyakit bebek yang mungkin saja diderita oleh bebek peliharaan anak kita. Beberapa penyakit yang cukup sering menyerang bebek antara lain:

  1. a.       Coccidiosis.

Penyakit ini disebabkan oleh sejenis protozoa yang disebut Coccidia. Umumnya bisa kita ketahui dari gejala gejalanya yang antara lain : bebek terlihat lemah dan tak mau makan, serta umumnya kotorannya terlihat encer dan kadang berdarah. Penularan penyakit umumnya terjadi lewat makanan/minuman yang tercemar.

  1. b.      Pasteurellosis

Penyakit Pasteurellosis cukup berbahaya bagi bebek, karena jika tidak kita tangani dengan baik bisa menyebabkan kematian pada bebek kesayangan anak kita. Gejala penyakit Pasteurellosis pada bebek yang mudah dikenali adalah  kotorannya yang berwarna putih –hijau, bebek keluar lender baik dari mata maupun hidungnya.

  1. c.       Salmonellosis

Salmonellosis  adalah penyakit pada bebek yang disebabkan oleh bakteri Salmonella yang gejalanya pada bebek adalah terjadinya pembengkakan pada muka bebek, keluarnya lender dari hidung dan mulut yang disertai dengan menurunnya nafsu makan bebek ini.

Sebenarnya masih ada beberapa jenis penyakit lain yang umum menyerang bebek juga yang tidak saya sebutkan disini. Namun jika terjadi gangguan kesehatan pada binatang kesayangan anak anda ini, sebaiknya segera meminta bantuan dokter hewan terdekat.

Keyakinan Dan Ketabahan… Petualangan Outbond Anak.

Standard

Seorang sahabat baik saya dari Bali, kebetulan berprofesi sebagai Technical Engineer di sebuah perusahaan  peralatan & pembangunan sarana tempat Outbond sedang berada di Jakarta selama beberapa minggu untuk mensupport pembangunan di sebuah kawasan wisata terkenal di Jakarta. Ia menghubungi saya dan menawarkan waktu agar kami bisa bertemu dan ngobrol. Saya sangat senang menerima telponnya. Segera menyetujui dan berangkatlah saya untuk menengoknya pada akhir pekan dengan kedua anak saya.

Wah.. saya cukup terperangah dengan apa yang ia & teamnya sedang kerjakan. Rumah – rumah pohon yang lucu di ketinggian, yang bisa diakses melalui jaring jaring tali temali. Mengingatkan saya akan masa-masa menjadi pramuka penggalang pada jaman dulu. Saya segera membayangkan betapa tempat ini akan menjadi daya tarik anak-anak yang memiliki naluri petualang untuk memanjat dan menjajal keberaniannya. Kami kemudian mengobrol tentang masa lalu. Tentang teman teman sekolah yang lain dan sedikit perjalanan hidup kami masing-masing selepas SMA dan kesuksesannya sebagai partner beberapa tempat wisata terkenal. Tentu saja saya bangga akan apa yang telah menjadi pilhan hidup sahabat saya itu.

Berhubung rumah pohonnya belum selesai saat itu, ia menawarkan anak-anak saya untuk menjajal outbond dengan tali temali di lokasi yang sudah ready. Tidak jauh dari lokasi rumah pohon itu. Anak-anak seperti biasanya sangat antusias. Berlari dengan cepat ke lokasi. Saya meminta bantuan petugas untuk memastikan keselamatan anak saya. Teman saya juga ikut turun tangan memeriksa keamanan alat-alat bantu yang akan digunakan anak saya. Nah sekarang semuanya sudah siap.

Journey dimulai dari tangga dan terowongan jaring tali temali. Anak saya yang lebih kecil segera menapaki tangga dan melaju dalam terowongan dengan penuh semangat dan antusias. Entah kenapa, sekelebat saya melihat rasa khawatir terpancar dari wajah anak saya yang lebih besar. Walaupun ia juga bergerak menapaki tangga dan masuk ke lorong tali temali. Naluri saya sebagai Ibu seketika tersentuh untuk memberikan fokus perhatian yang lebih banyak kepadanya  saat itu. Anak saya yang kecil  justru terlihat sangat cekatan. Ketika saya check,anak saya yang besar  bilang bahwa  ia ‘Ok’ dengan situasinya. Beberapa langkah ia bergerak lagi, lalu tiba-tiba stop. Terlihat keraguan lagi di matanya. Saya mendekatinya. Kepala saya sekarang ada di bawah badannyanya yang tersangkut di terowongan tali temali yang membentang diantara dua pohon. Anak saya lalu bilang ia ragu, apakah badannya yang bongsor akan bisa lolos atau tidak dari lorong itu. Karena lorong terlihat menyempit dan setiap kali ia bergerak lorong tali temali itu terlihat oleng. Saya mencoba memperkirakan lorong itu dengan ukuran tubuhnya dan saya berpikir ukurannya sedikit lebih besar dari badan anak saya. Dan saya yakin anak saya masih bisa lolos.

“ Lorong itu cukup besar pintunya. Pasti bisa!” kata saya memberi keyakinan. Anak saya lalu bergerak perlahan dengan hati-hati. Lorong tali temali ikut bergoyang goyang seiring dengan gerakan anak saya. Setelah menahan nafas beberapa saat, akhirnya anak saya bisa meloloskan diri dari lorong itu. Terlihat wajahnya mulai lebih lega.

Perjalanan berikutnya adalah beragam pengalaman berjalan di atas tari, bergerak dari satu pohon ke pohon yang lainnya dan anak saya kelihatannya mampu melewatinya dengan baik. Anak saya yang kecil bahkan sudah bergerak sangat maju, penuh semangat dan riang gembira tanpa khawatir satu rintanganpun. Namun makin  lama rintangan semakin sulit dan tali semakin tinggi. Pada pohon yang ke sekian, tiba tiba anak saya yang besar tergelincir dari tali. Ia berusaha bertahan  dengan memegang erat tali pengaman dengan kepala yang sekarang terbalik ada di bawah dan kaki tergantung diatas. Untunglah system keamanan peralatan itu baik dan petugas juga sangat sigap segera meolong anak saya. Tentu saja sebagai Ibu saya sangat khawatir. Saya bertanya apakah ia akan melanjutkan petualangannya atau akan menghentikannya sampai disitu. Sejenak ia terdiam dan parkir di pohon sambil  berpikir. Saya tidak ingin memaksakan untuk mendapat sebuah jawaban ya atau tidak.

Sementara ia belum mengambil keputusan, saya menyodorkan air minum dan mencoba mencari tahu apa yang ia rasakan dan pikirkan sebelum, sesaat dan sesudah kejadian itu. Ia lalu bercerita, bahwa ia sesungguhnya khawatir akan ketinggian dan tidak yakin apakah ia akan sanggup melewatinya atau tidak dan benar saja, saat ia lewat ia merasakan ketegangan itu. Tanah terlihat sangat jauh dan tiba-tiba saja kakinya tergelincir.

Kami lalu melihat pergerakan adiknya yang kecil yang  dengan sangat trengginas sudah bergerak sangat jauh dan kelihatannya tak mengalami masalah sedikitpun. Beberapa anak lain juga kelihatannya bermain dengan penuh semangat. Tiba –tiba anak saya yang besar bangkit dan bilang kepada saya akan mencobanya kembali. Giliran saya yang merasa khawatir, tapi ia meyakinkan saya bahwa ia akan bisa dan akan lebih hati-hati. “ Aku pasti bisa, ma!”. Katanya dengan kepercayaan diri yang tiba-tiba datang entah darimana..  Ia mulai bergerak lagi dan kali ini terlihat lebih lancar dan lebih berani. Saya melihatnya bergerak selangkah demi selangkah meniti tali  hingga akhirnya ia berhasil mendarat dengan baik setelah berseluncur di sebuah tambang dari ketinggian. Akhirnya saya bisa menarik nafas lega melihat senyum di wajah anak saya. Happy ending!

Wah.. sebuah petualangan yang sangat menyenangkan. Karena sudah sore saya dan anak anak segera pamit dan mengucapkan terimakasih kepada sahabat saya itu. Sepanjang perjalanan pulang, anak-anak berceloteh tentang betapa hebatnya permainan tadi. Tentang betapa tingginya tambang yang harus mereka jalani. Tentang betapa mengerikannya bila harus tergelincir dari tali dan bergantung dengan kaki diatas dan kepala di bawah. Tentang betapa kuatnya system pengamanan yang bisa menahan tubuh saat jatuh, dan sebagainya. Anak- anak sangat memuji dan berkeinginan untuk datang kembali.

Saya mendengarkan  obrolan anak-anak  dan membayangkan kejadian demi kejadian yang dialami oleh anak saya yang besar di atas tambang yang membentang di antara pepohonan itu. Membayangkan keraguan yang terpancar diwajahnya sebelum jatuh dan keyakinan yang tiba-tiba terbangun hingga ia mampu menyelesaikan perjalanannya dengan baik. Ketrampilan dan pengetahuan anak-anak untuk menghadapi situasi di atas temali  memberi peluang yang besar bagi mereka untuk berhasil. Namun ketabahan hati dan keberanian untuk meniti tali temali itu memberi nilai plus terhadap keyakinan mereka untuk berhasil. Dan seterusnya keyakinan diri yang sangat baik pada anak-anak, membuat keberhasilan itu menjadi terealisasi.

Saya rasa demikian juga yang terjadi dalam kehidupan kita  sehari-hari.  Tingkat ketabahan dan keberanian seseorang dalam menghadapi suatu masalah sangat membantu meningkatkan keyakinan dan kepercayaan diri kita.  Dan kesuksesan kita dalam mencapai segala sesuatu sangat ditentukan oleh tingkat keyakinan yang telah terbentuk dalam benak kita. Jika kita yakin pasti bisa, maka kemungkinan keberhasilannya semakin tinggi. Jika kita ragu dan khawatir, dengan sendirinya akan mengurangi tingkat kemampuan kita untuk berhasil. Jadi apapun yang kita pikirkan dan yakini sangat erat kaitannya dengan hasilnya. Your mind  just  like a magnet!

Mendampingi Anak Memelihara Kelinci

Standard

Kelinci adalah salah satu  binatang peliharaan favorit anak-anak. Wajahnya yang lucu dan bulunya yang halus dan lembut tak pelak lagi memberikan daya tarik sendiri bagi anak-anak. Tak heran jika kita sebagai orangtua tak mampu menolak jika anak merengek dengan wajah  penuh harapan minta dibelikan kelinci. Banyak hal positif yang didapat dari membiarkan anak memelihara binatang peliharaan termasuk kelinci, antara lain:

1.       Meningkatkan kasih sayang dan perhatian anak  terhadap sesama mahluk hidup. Anak-anak yang memelihara binatang/tanaman yang merupakan mahluk hidup yang perlu dirawat, memiliki perhatian dan kasih sayang yang tinggi terhadap sesama.

2.       Meng-ekspose anak pada hal-hal yang berkaitan dengan ilmu biologi sejak dini. Dengan memelihara binatang peliharaan anak-anak tanpa disadari akan belajar mengenai biologi dasar dari mahluk hidup.

3.       Meningkatkan rasa sosial dan tanggung jawab anak. Dengan keputusan memelihara binatang, maka anak bisa kita didik untuk bertanggungjawab dengan baik, memberi makan dan minum serta membersihkan kandang serta mengajak binatang peliharaannya bermain. Bila tanggungjawabnya kurang, tentu binatang kesayangannya akan tidak bisa hidup sehat seperti selayaknya.

Menurut cerita, kelinci konon sudah mulai dijinakkan manusia  beberapa abad sebelum Masehi. Sesungguhnya Kelinci memiliki kemampuan beradaptasi yang cukup baik, terbukti dengan fakta bahwa binatang ini penyebarannya sangat beragam dari mulai wilayah dekat padang pasir hingga dekat kutub. Namun kelinci akan berkembang dengan optimal jika berada di daerah dengan temperature sedang.Untuk di Indonesia, kita perhatikan kebanyakan kelinci dipelihara di daerah-daerah dingin seperti misalnya di Puncak, Bogor.  Jika kebetulan kita tinggal di daerah panas seperti Jakarta dan tetap ingin memelihara kelinci, mungkin perhatian ekstra perlu kita berikan untuk menjaga agar kelinci tetap bertahan hidup dan berkembang biak dengan baik.

Beberapa jenis kelinci bisa kita temukan di jual di Pet Shops (toko binatang peliharaan), di pameran-pameran di mall –mall maupun di pasar-pasar kaget mulai dari kelinci local hingga trah import.

Membeli Kelinci.

Saat kita menyetujui keinginan anak untuk membeli kelinci, sebaiknya dampingi anak untuk memilih. Hal yang perlu kita ketahui, terutama jika kita membeli kelinci dari tempat pameran maupun di pasar kaget adalah bahwa belum tentu semua kelinci yang dijual tersebut berada dalam kondisi kesehatan yang baik. Mengingat kelinci kelinci tersebut mungkin baru dipindahkan dari lingkungan aslinya dan tentu saja membutuhkan waktu dan tenaga untuk menyesuaikan diri. Pilihlah kelinci yang terlihat sehat dan aktif bergerak dengan mata yang hidup dan aktif. Bulu kelinci yang sehat juga terlihat halus dan tidak menggumpal.

Memegang Kelinci

Walaupun telinga kelinci panjang, namun sebaiknya jangan mengajarkan anak untuk mengangkat kelinci dengan cara menarik kedua telinganya. Karena jika kita angkat dengan menarik telinganya, tentulah kelinci akan merasakan kesakitan terutama karena harus menanggung  berat badannya sendiri dan ini dapat mengakibatkan kelinci memberontak dan menendang anak-anak dengan kakinya. Kelinci harus dipegang erat-erat dan hati-hati . Kelinci yang kecil bisa dipegang di bagian pinggangnya dengan  kedua belah tangan, namun untuk menangani kelinci dewasa dimana tendangan kakinya cukup kuat, ajarkan anak untuk memegang tengkuknya dengan tangan kanan, sementara tangan kiri menyangga badannya. Usahakan agar anak mengarahkan kaki kelinci menjauhi badannya agar badan anak tidak mudah kena cakar oleh kaki kelinci.

Kandang Kelinci dan Kebersihannya.

Seperti binatang peliharaan lain, kelinci juga membutuhkan kandang. Kandang kelinci yang praktis dapat dibeli langsung dari pedagang kelinci atau dibikinkan tersendiri setelah berada di rumah. Pilih/buat kandang yang agak besar agar mudah dibersihkan. Minimal seminggu sekali kelinci dikeluarkan dan kandangnya dibersihkan. Jangan lupa menyediakan tempat untuk makan dan minum kelinci.

Makanan & Minum Kelinci.

Kelinci membutuhkan air minum per hari sekitar 100ml/kg berat badannya. Jangan lupa untuk selalu memeriksa tempat minumnya dan   mengisinya tiap kali kosong. Makanan kelinci bisa ditemukan di petshop berupa pellet, atau  bisa juga diberikan sayur mayur kesukaannya seperti kangkung ataupun  wortel secukupnya.

Kelinci sangat peka terhadap panas (temperature yang tinggi) dan lembab. Jangan biarkan anak-anak menjemur meninggalkan kandangnya di terik matahari selepas bermain-main dengan kelincinya.

Dalam kondisi yang baik, rata-rata umur kelinci  adalah  5 – 10 tahun, dengan umur dewasa 4-10 bulan.Jika kita cukup serius, menternakkan kelinci baik untuk keperluan dijual kembali anakannya maupun dijadikan bahan makanan (sate kelinci, bakso kelinci, nugget kelinci, dsb), juga merupakan pilihan usaha yang cukup layak dilirik.

Penyakit  Kelinci

Kebanyakan kelinci peliharaan anak-anak mati karena penanganan yang kurang baik (kurang makan/minum, terpapar matahari dengan panas yang ekstrem). Namun sebagai orangtua kita perlu juga mengetahui beberapa penyakit yang mungkin ditemukan pada kelinci walaupun jarang antara lain adalah Pasteurellosis yang disebabkan oleh bakteri Pasteurella multocida dengan gejala-gejala keluar cairan encer atau nanah dari hidung & mata kelinci. Kelinci yang sakit biasanya batuk dan bersin hingga bisa menular ke kelinci yang sehat. Dalam kondisi yang akut, kelinci sakit tiba-tiba mati. Penyakit lain yang mungkin ditemui adalah Koksidiosis dengan gejala  mencret, nafsu makan hilang dan bulunya kasar. Ada beberapa penyakit kelinci lainnya yang mungkin kita temukan, termasuk juga diantaranya adalah serangan kutu,  tungau dan serangga lainnya yang menyebabkan kelinci menjadi kurus.  Tidak usah khawatir, segeralah bawa kelinci kesayangan anak anda ke dokter hewan terdekat jika melihat kasus ini.

Memilih Sabun Untuk Memandikan Bayi dan Anak.

Standard

Banyak sekali teman yang bertanya kepada saya, bagaimana sebaiknya kita memilih sabun untuk bayi dan anak. Dengan sedemikian banyaknya jenis dan bentuk sabun yang beredar di pasaran, memang kadang-kadang agak membingungkan. Terutama bagi ibu-ibu. yang pertama kali memiliki bayi. Dalam hal ini saya tidak akan membicarakan merk, karena masalah pemilihan merk merupakan hak para ibu dengan mempertimbangkan banyak hal termasuk diantaranya kepercayaan terhadap merk itu sendiri, harga, ketersediaan di toko terdekat, promosi yang sedang dijalankan, pilihan kandungan dan lain sebagainya. Pembicaraan dalam hal ini akan berfokus pada jenis sabun saja, yakni kapan kita perlu menggunakan sabun batang, sabun cair, sabun dari rambut ke kepala/head to toe dsb.

A. Jenis jenis Sabun.

A.1. Sabun Batang/Bar Soap.

Sabun batang merupakan sabun jenis pertama yang tersedia untuk bayi. Dan terutama di pasar Indonesia, sabun ini masih menempati peringkat pertama dalam hal pemakaian dan penyebaran. Sama halnya dengan sabun untuk orang dewasa/keluarga yang juga pada saat ini di Indonesia masih menempati posisi pertama. Faktor teknologi awal dan harga merupakan penyebab utama, mengapa sabun batang tetap bertahan digunakan oleh sebagian masyarakat Indonesia, walaupun di Negara-negara maju lainnya (bahkan di negara-negara tetangga kita seperti Malaysia, Singapore, Thailand) – penggunaan sabun batang ini sudah tergeser oleh sabun cair.

Sabun batang bayi diproduksi melalui proses saponifikasi biasa, memiliki pH basa, menghasilkan busa yang cukup dan meninggalkan rasa ‘bersih kesat’  dan tidak licin di kulit yang lebih disukai oleh sebagian besar masyarakat Indonesia saat ini. Kesukaan terhadap ‘bersih kesat’ ini, sangat erat kaitannya dengan kebiasaan orang dewasa Indonesia yang telah terbiasa menggunakan sabun batang sejak kecil.  Busa yang banyak, sebenarnya tidak berkaitan langsung dengan tingginya tingkat kebersihan kulit, namun memberikan dampak psikis bagi yang menggunakannya. Sabun yang banyak busa dikesankan oleh banyak ibu, sebagai sabun yang membersihkan dengan lebih baik. Hal ini juga dipicu oleh banyaknya iklan-iklan sabun yang ditonton oleh ibu-ibu di media televisi yang menunjukkan busa yang berlimpah, bahkan terkadang jauh lebih melimpah dari apa yang sebenarnya mungkin terjadi dari sebuah sabun batang.

Sabun batang sangat baik dipertimbangkan untuk pemakaian sehari hari pada bayi, mengingat harganya yang jauh lebih murah. Harga sebuah sabun batang bayi dalam per gram sekitar 40% dari harga per mili dari sebuah sabun cair bayi. Jadi cukup signifikan dari sudut pandang biaya yang harus dikeluarkan oleh para ibu.

Sabun batang bayi juga sangat mudah kita temukan baik di toko toko seperti hypermarket, supermarket, minimarket , apotik, toko obat, toko perlengkapan bayi, kios di pasar hingga toko di pinggir jalan ataupun ruko di perumahan-perumahan di seluruh Indonesia. Jadi kita sebagai ibupun tidak perlu khawatir akan mengalami kesulitan untuk mendapatkannya.

Namun demikian, sabun batang juga memiliki kelemahan yakni bila sudah dibuka, kita harus memperhatikan penyimpanannya. Bila tidak disimpan dengan baik, sabun bisa menjadi terlalu lembek, atau bila dibiarkan di udara kering yang terbuka bisa menjadi terlalu keras dan busanya semakin terasa berkurang. Jadi kita perlu menyimpannya dalam kotak sabun yang benar, yang tertutup untuk menghindari debu dan kekeringan yang berlebihan namun memiliki ventilasi di bawahnya untuk menjaga agar sabun tidak tergenang air.

Pilihlah sabun bayi berukuran kecil ( 70 -80gram), mengingat bahwa tubuh bayi yang kecil hanya perlu menggunakan sedikit sabun. Sabun bayi berukuran kecil tentunya akan lebih cepat habis dan bisa kita gantikan dengan sabun yang baru yang lebih segar kembali. Sabun yang baru dibuka dari bungkusnya akan selalu memberikan kesegaran yang lebih baik dibandingkan dengan sabun yang telah terlalu lama dibuka. Pembelian sabun juga sebaiknya disesuaikan dengan besar genggaman tangan ibu. Sabun yang terlalu besar atau terlalu kecil, akan kurang nyaman saat dipakai dan lebih mudah tergelincir ke lantai saat kita memandikan bayi.

A. 2.  Sabun Cair.

Mengingat bahwa sabun cair bayi umumnya 2.5 x lebih mahal dari sabun batang bayi, beberapa teman ada juga yang bertanya, “ ..lalu untuk apa kita menggunakan sbun cair jika lebih mahal?”. Sabun cair tetap kita butuhkan walaupun kita telah menggunakan sabun batang. Minimal untuk keperluan jika kita bepergian  beberapa hari dengan membawa bayi. Jika kita bepergian, membawa sabun batang yang mudah lembek dan repot penyimpanannya bukanlah merupakan ide yang lebih baik dari membawa sebotol sabun cair berpenutup yang praktis. Kita hanya perlu memastikan botolnya tertutup rapat agar tak mudah tumpah.

Sabun bayi cair juga terlihat lebih modern, lebih hygienis dan lebih trendy. Kebanyakan pasangan muda di kota-kota besar belakangan ini mulai lebih memilih sabun cair untuk memandikan bayi/anaknya dengan pertimbangan lebih praktis selain juga karena faktor diatas tadi. Tampilan sabun cair bayi/anak di dalam botol terlihat lebih cantik dan mewah.

Sabun mandi cair bayi/anak, kebanyakan menggunakan bahan surfactant bukan sabun untuk menghasilkan stabilitas produk yang lebih baik. Secara umum, sabun cair memberikan busa yang lebih berlimpah dibandingkan dengan sabun biasa dan umumnya pula jika ia mengandung fragrance, maka wangi yang ditinggalkannya akan jauh lebih tetangkap indera penciuman kita dibandingkan dengan sabun batang bayi.  Hal ini juga menjadi salah satu alasan mengapa semakin hari semakin banyak ibu yang memilih sabun cair. Produsen bisa mengatur tingkat keasaman sabun cair agar lebih sesuai dengan kondisi kulit bayi, sehingga saat inipun kita bisa temukan sabun cair dengan pH balance/seimbang dengan kulit.

Namun demikian, sabun cair bayi selain memiliki harga yang lebih mahal juga meninggalkan kesan “masih licin’ di kulit jika dibandingkan dengan sabun batang yang agak kurang disukai di daerah tropis. Kesan ‘masih licin’ itu sebenarnya hanya perasaan di kulit saja bagi yang sudah biasa menggunakan sabun batang yang kesat, namun dari sisi fungsi, tidak ada kaitannya dengan tingkat kemampuan sabun cair itu dalam membersihkan kulit. Sabun cair membersihkan kulit sama baiknya dengan sabun batang.

Kita bisa memilih ukuran sabun cair di toko yang terdekat. Untuk keperluan travelling 2- 3 hari pilihlah sabun cair bayi dengan ukuran kecil 50ml – 100ml. Jika kebetulan anda lebih memilih untuk menggunakan sabun cair untuk membersihkan bayi dan anak anda setiap hari, maka pilihan ukuran yang lebih besar (200ml – 750ml) akan memberikan keuntungan harga per mili yang lebih baik jika dibandingkan dengan ukuran kecil. Untuk pemakaian jangka panjang & berulang, kita juga bisa memilih kemasan isi ulang/refill yang biasanya dikemas dalam pouch/doy pack yang jauh lebih ekonomis.

Secara umum, ukuran sabun cair yang lebih besar akan lebih mudah ditemukan di modern market (hypermarket, supermarket, minimarket), sedangkan ukuran yang lebih kecil lebih mudah ditemukan di minimarket dan toko-toko pinggir jalan/pasar.

A. 3.  Head To Toe/Hair & Body Wash/ Sabun Cair untuk badan & rambut.

Banyak ibu-ibu yang menanyakan kapan sebaiknya kita menggunakan Head To Toe atau yang dikenal juga dengan nama Hair & Body Wash untuk bayi kita.

Head To Toe dari namanya kita tahu bahwa sabun jenis ini digunakan untuk tubuh bayi dari ujung kepala sampai ke ujung kaki. Jadi fungsinya adalah menggantikan sekaligus fungsi sabun untuk membersihkan badan dan fungsi shampoo untuk membersihkan rambut dan kulit kepala. Produk ini sangat sesuai digunakan untuk pekerjaan perawatan bayi yang membutuhkan sisi kepraktisan yang sangat tinggi. Sebagai contoh misalnya untuk ibu yang baru pertama kali melahirkan & belum terbiasa memandikan bayi. Umumnya memandikan bayi merupakan saat yang menegangkan sekali (belum bisa memegang bayi dengan benar, leher bayi masih lemah, takut licin, khawatir bayi tergelincir saat dimandikan, dsb). Yang diperlukan pada saat ini adalah bagaimana bisa memandikan bayi dalam waktu yang singkat dan selamat. Maka, dibandingkan dengan harus menggunakan 2 produk (– sabun dulu untuk memandikan badan bayi, lalu ganti lagi dengan shampoo untuk membersihkan rambut & kulit kepala bayi) tentu jauh lebih praktis menggunakan Head To Toe, yang sekali dituangkan ke telapak tangan bisa digunakan untuk membersihkan baik tubuh maupun rambut bayi sekaligus.

Demikian juga bila akan bepergian. Head To Toe juga bisa menjadi pilihan yang tepat, karena tak perlu lagi membawa 2 jenis produk perawatan bayi (sabun dan shampoo) di dalam tas. Cukup satu produk. Head To Toe!.

Lalu mengapa kita gunakan Head To Toe  untuk seterusnya? Sebenarnya jawabannya adalah ‘Ibu boleh saja menggunakan Head To Toe seterusnya untuk menggantikan sabun & shampoo, namun umumnya baik Sabun maupun Shampoo bayi memang telah dirancang dengan keperluannya masing-masing. Sebagai contoh saja, jika kita bisa mendapatkan Shampoo bayi dengan kandungan kemiri untuk membantu menjaga rambut bayi tampak hitam dan lebih lebat, tentu bahan kemiri yang sama tidak akan kita temukan pada Head To Toe yang akan digunakan hanya untuk rambut saja, tapi juga untuk badan. Jadi keistimewaan seperti inilah yang tidak akan kita dapatkan pada Head To toe. Karena Head To Toe sifatnya lebih general, sedangkan sabun dan shampoo sifatnya lebih khusus.

B. Pilihan Wangi & Kandungan Pada Sabun Bayi/Anak.

Karena jenis sabun batang untuk bayi yang beredar di pasaran cukup banyak, banyak juga yang bertanya kepada saya , bagaimana cara  memilihnya?. Seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya, memilih adalah urusan selera, tingkat kepercayaan, harga, ketersedian, promosi dsb.

B.1. Pilihan Wangi

Wangi yang tersedia cukup bervariasi, mulai yang wangi bunga-bungaan (floral), buah-buahan (fruity), campuran bunga-buah (floral –fruity), wangi mirip bedak bayi secara umum (powdery) dsb. Bisa juga meruapakan campuran. Satu jenis wangipun bisa berbeda beda. Wangi floral misalnya, ada yang floralnya mengingatkan kita akan bunga mawar, ada yang mirip bunga, aggrek,  melati, campuran bunga-bunga, dsb. Semuanya adalah soal selera. Tingkat kesukaan pada wangipun berbeda pada setiap orang. Ibu –ibu Asia umumnya lebih menyukai wangi sabun yang lebih kuat, walaupun sebenarnya sebagai ibu kita juga perlu mengetahui bahwa wangi yang kuat bukan memberikan jaminan bahwa produk itu adalah yang terbaik buat bayi/anak kita. Beberapa ahli menyarankan penggunaan parfume yang minimal pada produk perawatan bayi, terutama untuk bayi yang baru lahir untuk menghindarkan  iritasi pada kulit bayi yang peka. Namun demikian, kita masih tetap menggunakan produk-produk perawatan bayi yang menggunakan parfum yang ringan, karena umumnya pemilihan parfum pada produk perawatan bayi juga dilakukan dengan jauh lebih hati-hati, dan banyak diantaranya melalui uji klinis serta pengembangan dengan meniadakan atau meminimalkan element-element fragrance yang bisa membuat allergi & iritasi pada kulit bayi.

B.2. Kandungan

Banyak kandungan yang disebutkan ada dalam sabun bayi, mulai dari ekstrak tanaman alami yang bersifat menguntungkan bagi kulit  hingga susu dan vitamin. Mana yang lebih baik?  Pilihlah sesuai dengan apa yang ibu percaya dan yakini serta butuhkan. Karena untuk menentukan kandungan apa yang akan ditambahkan pada sabun bayi, biasanya pihak produsen telah melakukan proses riset dan pengembangan produk yang cukup panjang. Mereka tentu punya kelebihan masing-masing dan berusaha menjelaskan keunggulannya melalui berbagai media (misalnya pada kemasan, brosur, iklan, lewat tenaga penjual (SPG) dsb)

Jika ibu secara umum lebih yakin akan penggunaan bahan –bahan alam, ibu bisa memilih sabun bayi yang mengandung ekstrak bahan alami. Demikian juga misalnya bila ibu type yang lebih ilmiah, lebih memilih kandungan-kandungan yang secara ilmiah lebih dikenal misalnya vitamin, ibu juga bisa mengambil keputusan untuk memilihnya.

Namun yang paling penting harus ibu ingat adalah fungsi utamanya sebagai produk untuk membersihkan kulit bayi. Yang lain-lain itu hanyalah tambahan sifatnya.

C. Sabun Bayi vs Sabun Dewasa vs Sabun Anak.

Sekarang tiba pada pertanyaan “ Apakah saya boleh menggunakan sabun orang dewasa untuk bayi dan anak saya?” Jawaban sebenarnya adalah boleh –boleh saja. Dalam artian, fungsi pembersihan pada sabun bayi tetap akan bisa ibu dapatkan pada sabun dewasa jika ibu menggunakannya pada bayi/anak ibu. Nah, jadi ibu tidak perlu panik jika tidak berhasil mendapatkan sabun khusus bayi untuk putra ibu. Lalu mengapa kita harus membeli sabun bayi atau sabun anak secara khusus?

Perbedaannya adalah terletak dalam proses pengembangannya. Sabun bayi umumnya dikembangkan oleh para produsen produk perawatan bayi melalui riset khusus yang melibatkan ibu-ibu yang memiliki bayi, dikembangkan sesuai dengan kebutuhan ibu akan perawatan kulit bayinya, pengetahuan ilmiah mengenai perbedaan kulit bayi dibanding kulit orang dewasa dan sebagainya. Sehingga misalnya saya ambil contoh gampangnya, pada produk sabun bayi, secara umum kita tidak  menemukan bahan untuk pemutihan kulit yang banyak kita temukan pada sabun dewasa, karena memang memutihkan kulit bukanlah kebutuhan pada perawatan kulit bayi. Contoh yang lain adalah fragrance. Fragrance pada sabun bayi umumnya tidak memiliki wangi sekuat wangi sabun dewasa, karena beberapa component fragrance yang menimbulakn bau kuat dan wanginya enak, diketahui tidak cukup aman bagi bayi – sehingga bahan-bahan itupun telah dibuang dari fragrance yang digunakan pada sabun bayi. Walhasil, wangi sabun bayi menjadi tidak seenak & sekuat sabun dewasa, namun jauh lebih aman.

Dari pemaparan saya di atas, bisa kita ringkas bahwa sabun dewasa tetap bisa digunakan untuk memandikan bayi jika kebetulan kita sedang tidak memiliki sabun bayi, namun akan lebih baik jika para ibu menggunakan sabun yang memang dikembangkan khusus untuk membersihkan kulit bayi.

Bagaimana dengan sabun anak? Sabun anak dikembangkan melalui riset yang serupa dengan pengembangan sabun bayi, yakni dengan mempertimbangkan kebutuhan ibunya plus kesukaan anaknya. Penggunaan warna yang cerah, design yang meriah dan fragrance yang berbau buah-buahan sangat menonjol pada sabun anak-anak. Dari sisi fungsi tidak ada masalah jika sabun anak-anak ini juga digunakan pada bayi (0-5 tahun), atau sebaliknya anak-anak (3-12 tahun) menggunakan sabun bayi. Namun kembali lagi dari sisi pengembangan , jika kita memang memiliki dana yang cukup dan tersedia di tempat kita berbelanja sehari-hari, mengapa tidak kita pilih sabun yang memang dikembangkan khusus sesuai dengan kebutuhan perawatan kulit khusus untuk bayi dan anak-anak.

Memilih & Merekrut Baby Sitter….Tips Bagi Ibu Bekerja

Standard

Setelah  3 bulan di rumah selama cuti melahirkan, saatnya kita kembali ke kantor guna menjalankan tugas kita sehari-hari. Kebanyakan ibu merasakan berat untuk meninggalkan si kecil di rumah, namun apa boleh buat,  biaya hidup yang semakin meningkat membuat kita terpaksa harus mengambil keputusan yang sama sekali tidak menyenangkan ini. Pilihan untuk mengasuh si kecil akhirnya jatuh kepada Ibu, Ibu Mertua, keluarga yang lain kalau ada, dan apabila tidak memungkinkan mendapatkan bantuan mereka,  yaa  mungkin terpaksa harus mengambil pilihan mempercayakannya pada Baby Sitter.

Pertanyaan yang paling sering diajukan kepada saya oleh rekan-rekan yang belakangan mengalami masa ini adalah, bagaimana caranya kita memilih & memperlakukan Baby Sitter agar mendapatkankan yang terbaik bagi anak kita. Berikut adalah beberapa tips yang ingin saya share, barangkali ada gunanya.

1. Mencari Yayasan Yang Bagus.

Untuk mendapatkan Baby Sitter yang baik tentu kita harus mencari Yayasan Penyedia Jasa Baby Sitter yang baik dan bisa dipercaya terlebih dahulu.  Cara terbaik adalah dengan mencari informasi dari teman-teman wanita, kakak, keluarga yang telah berpengalaman menggunakan jasa Yayasan. Yayasan yang bagus tidak selalu ditandakan oleh mahalnya fee yang diterima. Tanyakanlah tingkat kepuasan mereka  akan kinerja Baby Sitter yang pernah bekerja dengannya. Yayasan yang bagus tentunya menyalurkan para Baby Sitter dengan standard kwalitas yang baik, yang memiliki kinerja yang baik, paham akan cara perawatan bayi yang benar dan memiliki etos kerja yang baik serta sopan santun yang tinggi. Jangan lupa meminta  alamat & nomer telponnya. Dengan cara mengumpulkan informasi dari berbagai sumber ini, maka tentunya kita akan mendapatkan pilihan beberapa Yayasan. Dari sini kita kemudian perlu memilah dan memilih serta meranking Yayasan mana yang akan kita datangi untuk mencari informasi langsung.

2. Mengunjungi Yayasan –Yayasan Yang Direkomendasikan.

Kunjungilah  2-3 Yayasan penyedia Baby Sitter yang terbaik menurut kita berdasarkan informasi sebelumnya  untuk mendapatkan informasi yang lebih detail lagi dari yayasan yang bersangkutan mengenai jasa pelayanan mereka. Jelaskanlah bahwa kedatangan kita ini baru  dalam tahap mendapatkan informasi. Tidak usah merasa malu bila kita kemudian tidak jadi mengadakan kontrak dengan mereka.  Semua ini kita lakukan demi mendapatkan yang terbaik. Biasanya yayasan akan memberikan kita informasi detail mengenai  hak & kewajiban baby sitter serta yayasan, cakupan kerjanya, jam kerja, hak cuti, seragam, dsb hingga hal detail mengenai hak & kewajiban kita sebagai pengguna jasa serta biaya ( mis: administration fee,  monthly fee, biaya kalau ada lembur, THR, infal, pengobatan dsb). Selain hak & kewajiban yang dijelaskan oleh yayasan, dengan mengunjungi beberapa kantor yayasan kita jadi tahu lokasi  kantor yayasan ini (jaga-jaga bila terjadi apa-apa), dan juga bisa membandingkan cost yang harus kita keluarkan untuk pelayanan Baby Sitter ini.  Dengan membandingkan beberapa yayasan secara langsung, diharapkan kemudian kita bisa mengambil keputusan  untuk manjalin kerjasama dengan yayasan yang terbaik.

Catatan: Fee untuk  Baby Sitter sangat bervariasi tergantung antara lain dari 1) standard rate dari yayasan, 2) pelatihan & training yang diterima, 3) jam terbang dari Baby Sitter yang bersangkutan 4) pasaran  fee Baby Sitter di lokasi yayasan tersebut.

3. Merekrut  Baby Sitter.

Baby Sitter merupakan tenaga kerja terlatih yang umumnya mendapatkan pelatihan perawatan bayi & anak dalam jangka waktu tertentu oleh pihak yayasan. Pastikanlah hal ini kepada yayasan, karena jika Baby Sitter yang kita pilih belum memiliki ketrampilan ini, maka tidak ada gunanya kita membayar lebih mahal untuk tenaga yang sama tak terdidiknya dengan pembantu rumah tangga biasa. Mintalah waktu kepada yayasan untuk bertemu muka dan melakukan wawancara dengan Baby Sitter.

a. Penampilan Fisik & Kesehatan.

Pada saat bertemu dengan Baby Sitter yang diperkenalkan oleh yayasan, kita perlu memberi perhatian terhadap fisik dari Baby Sitter dari ujung kaki ke ujung rambutnya. Pilih Baby Sitter yang berpenampilan bersih dan tidak jorok. Perhatikan  cara ia menata rambutnya, kebersihan badan dan jemarinya. Pastikan ia tidak mengalami gangguan bau badan, karena ia akan menggendong bayi kita setiap saat kita tidak di rumah. Tidak masalah mengenai warna kulit,  yang penting bersih dan rapi. Kuku harus dipotong pendek & rapi. Bila perlu tanyakan riwayat kesehatannya. Saya pernah mendengarkan kisah seorang teman yang bayinya tertular penyakit TBC oleh sang Baby Sitter. Kita juga perlu hati-hati, namun bukan berarti kita sebagai ibu harus berlebihan dalam menghadapi masalah ini.

b. Tingkah Laku & Air Muka.

Selain penampilan fisik, yang perlu kita perhatikan juga adalah tingkah laku dan air muka sang Baby Sitter. Dari sini kita bisa melihat tingkat kesabaran Baby Sitter nantinya jika menangani bayi kita. Pilih Baby Sitter yang air mukanya terlihat baik, pandangan matanya tenang dan tidak gelisah serta tingkah lakunya yang sopan, namun terlikat cekatan & gesit. Dengarkan suara hati kita dalam menilai Baby Sitter, karena sering terbukti kebenarannya. Kalau rasanya tidak sreg sejak awal, lebih baik jangan direkrut. Intuisi seorang ibu sering benar. Seperti halnya karyawan di bidang lain, Baby Sitterpun manusia biasa yang juga memiliki wataknya masing-masing. Ada yang periang dan ramah, ada yang  pendiam. Ada yang disiplin dan sangat teliti, ada yang teledor. Ada yang sabar, ada yang kurang sabar dsb. Idealnya sih kita mendapatkan Baby Sitter dengan watak dan sifat yang sempurna. Namun karena tidak ada manusia yang sempurna dan watak Baby Sitter ini bermacam-macam, maka kita harus menyadari kita tak bisa menuntut Baby Sitter agar memiliki watak sempurna seperti yang kita inginkan (kita sendiripun belum tentu memiliki sifat yang sempurna), maka yang perlu kita utamakan adalah menyesuaikan sifat-sifat  Baby Sitter itu untuk kebutuhan  umur/tahap pertumbuhan bayi kita, misalnya:

–          Untuk Bayi 0 –  6/9 bulan : Pada umur ini merawat bayi sebenarnya belum terlalu sulit, karena bayi masih belum banyak beraktifitas selain tidur & menyusu, atau sedikit makanan tambahan apabila ibu mengalami kekurangan air susu dan tidak bisa memberi ASI eksklusif. Jika bayi di umur ini kita tinggal ke kantor, maka yang diperlukan adalah Baby Sitter yang trampil, berpengalaman dan displin. Karena yang kita butuhkan pada saat bayi kita di umur ini adalah bagaimana caranya agar semua hal yang berkaitan dengan kesehatan & pertumbuhan bayi terjaga dengan baik  (kebersihan peralatan minum/makan, makan/minum jangan sampai telat, memberi obat dilakukan dengan hati-hati apabila saat bayi kita sakit kita  terpaksa  ada di kantor , mandi, makan, tidur dengan teratur dan tepat waktu.

–          Untuk Bayi 9-24 bulan: saat ini bayi kita mulai belajar bicara, merangkak, berjalan dan melakukan eksplorasi, dsb. Ini adalah saat-saat yang sangat melelahkan bagi Baby Sitter, tertama saat harus menitah nitah bayi yangmulai belajar berjalan. Yang diperlukan adalah Baby Sitter yang memiliki kesabaran tinggi pada anak-anak. Baby Sitter yang banyak mengajak bayi kita berbicara akan membuat bayi kita cepat pandai bicara. Baby Sitter yang rajin memberi cerita pada bayi akan membuat bayi cepat memiliki pengetahuan.Demikian juga Baby Sitter yang rajin membantu bayi belajar berjalan, akan membuat bayi kita cepat pandai berjalan. Tentu saja iapun tetap harus memiliki ketelitian dan kedisiplinan yang cukup baik juga.

–          Untuk Anak 24 bulan ke atas dimana pada saat ini anak-anak sudah mulai bersosialisasi, meningkatkan ketrampilannya dengan cara mengeksplorasi sekitarnya, bergaul dan mengenal media ilmu pengetahuan, Baby Sitter  diumur ini juga perlu yang ramah dan berbudi pekerti yang baik, namun tetap displin. Kadang kadang di umur ini bayi/anak pun sering susah makan, karena perhatiaannya focus pada hal hal lain(misalnya mainan). Baby Sitter yang pintar membujuk diperlukan di usia ini.

c. Pengetahuan & Ketrampilan.

Pengetahuan & Ketrampilan, berkaitan dengan training yang didapatkan dari yayasan, jam terbang,  serta kecerdasan sang Baby Sitter.  Semakin kecil bayi, semakin tinggi tingkat pengetahuan & ketrampilan  Baby Sitter yang dibutuhkan. Itu sebabnya banyak yayasan yang menyediakan Baby Sitter rendah pengalaman dengan fee lebih murah untuk mengasuh bayi yang sudah lebih besar/anak. Ada baiknya kita mengajukan beberapa pertanyaan kepada Baby Sitter untuk memastikan bahwa ia memiliki pengetahuan & ketrampilan dalam merawat bayi, terutama kalau tujuan kita mencari Baby Sitter adalah untuk  merawat bayi yang belum lama lahir.

Namun diluar itu, sebenarnya pada faktanya seringkali juga kita menemukan Baby Sitter dengan jam terbang yang tinggi justru mulai ogah-ogahan kerja, mulai terlalu membanding-bandingkan kita dengan bosnya yang lama, mulai banyak menutut, mulai terlalu banyak  menggunakan waktunya untuk ber handphone atau berblack berry-an sehingga tidak focus pada kerjaaanya. Sebaliknya Baby Sitter yang baru, yang masih polos dan belumbanyak gaul justru lebih semangat bekerja karena belum punya Hp/BB. Selain itu Baby Sitter yang baru keluar dari pendidikan biasanya masih lebih ingat akan step-step perawatan bayi yang benar dibandingkan dengan yang sudah lama.

4. Mengambil Keputusan & Menanda Tangani Perjanjian Dengan Yayasan

Setelah kita yakin akan pilhan kita dan setuju akan fee-nya ( baik administrasi, bulanan dll), maka pelajarilah perjanjian sekali lagi. Pastikan isinya tidak ada yang memberatkan kita di kemudian hari. Tanyakan kembali jika ada hal-hal yang tidak jelas. Catat alamat rumah asal/kampung  sang Baby Sitter, nomor yang bisa dihubungi di kampungnya dan  akan lebih baik lagi apabila ia dibekali dengan KTP.

5. Baby Sitter Di Rumah.

Hal yang penting dilakukan sebelum menjemput Baby Sitter untuk tinggal di rumah kita adalah mempersiapkan tempat istirahat yang layak. Perlakukanlah Baby Sitter  dengan baik, adil dan manusiawi karena hal-hal baik yang kita lakukan terhadapnya umumnya akan kembali kepada kita juga dalam bentuk perlakuan yang baik dan benar terhadap bayi kita. Sebagian besar Baby Sitter yang kita temui sebenarnya baik dan professional.  Mungkin ada 1 – 2 yang pernah kita dengar melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan, namun itu sangat jarang. Jaga selalu hubungan baik dengannya dan terus tingkatkan komunikasi untuk menghindari kesalahpaman, bagaimanapun juga ia adalah orang yang mewakili kita dalam merawat & mendampingi anak saat kita tidak ada di rumah.

Sampaikan peraturan-peraturan yang berlaku di rumah sejak awal (misalnya penggunaan handphone, pemeliharaan kuku, kebersihan badan, jam kerja & jam istirahat, pergaulan dengan karyawati lain di rumah, kunjungan saudara/pacar, dsb) untuk menghindarkan hal-hal yang tak diinginkan di kemudian hari. Jelaskan juga tugas & tanggungjawabnya kembali.

Apabila kita tidak puas dengan kinerja Baby Sitter umumnya yayasan membolehkan penggantian  Baby Sitter  max sekian kali (misalnya 3x – atau di yayasan lain mungkin 2 x atau ada juga yang 4x dsb) tanpa harus membayar kembali administration fee.