Tag Archives: Cuisine

Tomat Beefsteak: Dari Halaman Ke Atas Meja Makan. 

Standard

“Manen tomat banyak-banyak buat apa sih?” Seorang teman bertanya.Ya… buat dipakai di dapur lah ya.Buat dimakan. Bisa buat sambel. Buat Jus tomat. Buat sayur. Bisa juga buat salad. 

Tomat Beefsteak

Tanaman tomat saya kali ini memang berbuah cukup banyak. 

Tomat Beefsteak

Kebetulan banyak yang matang saat bersamaan. Kalau saya biarkan di pohonnya khawatir nantinya saya lupa metik dan malah busuk sendiri. Jadi selagi ingat, saya petiklah tomat-tomat itu. 

Tomat Beefsteak

Sebenarnya apapun jenis sayuran yang kita panen dari halaman, selalu bermanfaat buat di dapur. Itulah sebabnya mengapa disebut Dapur Hidup.Bagaimana kita memanfaatkannya, sangat banyak pilihannya. Bisa dimasak khusus, bisa juga dicampur bahan lain. 

Salad

Malam ini saya memanfaatkan sayuran dari halaman dicampur dengan bahan-bahan lain yang saya beli dari tukang sayur untuk makan malam. 

Broccoli Tomato Shrimp.

Onion Rings – Cincin Renyah Kesukaan Anak.

Standard

Hujan-hujan di rumah. Enaknya ngapain ya? Ngemil. Anak saya yang besar sudah merencanakan cemilannya sendiri saat saya ajak turun ke Supermarket. Kebetulan rice cooker di rumah rusak. Jadi mau nggak mau harus diganti. “Aku pengen onion rings” kata anak saya lalu minta ijin memilih bawang bombai dari rak sayuran.  Saya mengangguk setuju.2016-01-02-12.50.54.jpg.jpeg

 

Selanjutnya karena saya lagi agak malas masak, saya pikir ada baiknya membeli tepung berbumbu yang siap pakai saja. Nah…cari tepung bumbu yang crispy hasil gorengannya.

Bawang bombai, adalah salah satu bumbu dapur  yang baik untuk disiagakan di dapur. Selain baik untuk dijadikan bumbu nasi goreng, buat teman acar, salad, omelette, dan berbagai masakan lainnya,  juga sangat enak  digoreng cincin seperti onion ring ini. Anak anak sangat menyukainya.

Cara membuatnya juga gampang.

1/. Bawang bombai dibersihkan dari kulit luarnya ysng berwarna coklat kemerahan.
2/. Iris bawang bombai melintang sehingga membentuk bidang lingkaran. Yang jika dilepas lapisannya satu per satu akan membentuk gelang atau cincin.
3/. Siapkan tepung bumbu.  Bagi dua. Setengahnya dilarutkan dengan air buat bumbu celup. Setengahnya lagi dibiarkan kering.
4/. Siapkan wajan. Masukkan minyak dan panaskan. Setelah panas kecilkan api kompor.
5/. Celupkan cincin bawang itu satu persatu pada adonan cair. Lalu gulingkan di tepung bumbu yang kering.
6/. Goreng cincin bawang hingga kekuningan  dan matang. Angkat dan tiriskan.
7/. Hidangkan dengan cocolan saus cabe atau saus tomat. Bisa juga dihidangkan dengan cocolan mayonaise.

Enak buat cemilan keluarga sambil menunggu hujan reda. Apalagi ditemani dengan teh hangat. Wah..mantap deh.

Mencoba Membuat Sendiri Baklava.

Standard

Baklava 1Mama bisa bikin Baklava?” tanya anak saya. Baklava…baklava.. dimana rasanya saya pernah mendengar nama itu. Saya tak mampu memancing ingatan saya. Akhirnya saya menyerah. Anak saya lalu menunjukkan gambar makanan yang bernama Baklava itu. Oooh! Sekarang saya baru inget. Saya pernah memakan makanan ini dulu banget…saat suatu kali  saya berkunjung ke rumah mantan boss saya. Mantan boss saya itu berkebangsaan Yunani. Waktu itu ia tinggal sendirian di Manchester dan rupanya suka memasak juga untuk dirinya sendiri. Tahu saya sedang berada di kota itu, beliau menjemput dan mengajak  saya mampir ke rumahnya serta memasak berbagai makanan untuk menjamu saya. Salah satunya ada yang serupa dengan Baklava di gambar ini. Rasanya enak dan manis banget dengan rasa kacang  beraroma kayu manis dan cengkeh.

Anak saya mengajak saya untuk mencoba membuat. Jadilah kami ngubek-ubek resep Baklava dan cara membuatnya di internet. Ada petunjuk yang cukup mudah diikuti. Dari sini saya baru tahu bahwa Baklava ternyata adalah makanan asli Turki. Lah..?! Kenapa ya saya menyangka itu masakan khas Yunani?. Anak saya yang sudah lebih dulu mengubek-ubek informasi tentang Baklava ini mengatakan bahwa makanan ini memang asli Turki, namun hingga kini Yunani juga tetap mengatakan kalau Baklava itu makanan khas mereka.  Ahh.. saya pikir bagarangkali serupa dengan makanan Indonesia dan Malaysia yang nggak jauh-jauh berbeda. Nggak masalahlah….siapapun yang mengklaim sebagai makanan khasnya…wong  kenyataannya memang di masak sehari-hari di kedua negara itu.

Baklava 3Akhirnya saya dan anak saya memutuskan untuk melakukan percobaan membuat Baklava.  Kedengeranya keren. Bahan-bahannya kelihatan cukup mudah dibeli di Supermarket. Dibutuhkan Phyllo dough, gula halus, madu, kacang almond, kayu manis bubuk, cengkeh bubuk, mentega, vanilla dan kulit jeruk sunkist.

Buru-buru saya dan anak saya yang besar pergi berbelanja bahan-bahan. Phyllo dough – saya nggak nemu ada yang jual, tapi bisa saya ganti dengan dough untuk pastry yang ready to use. Nah..gula halus habis! Anak saya menemukan Gula tepung. Saya pikir sama..namun belakangan setelah masak saya baru tahu kalau gula tepung itu bukan gula halus, tapi gula halus + tepung. Walah!. Madu ok. Kacang almond dan walnut? Saya nggak nemu walnut. Cuma nemu almond saja. Jadilah saya berinisiatif menggantinya dengan kacang mede dan almond. Kayu manis dan cengkeh nggak ada yang bubuk. Adanya yang kasar. Ok nggak apa-apalah. Margarine saya pakai sebagai pengganti mentega. Vanilla dan jeruk sunkist Ok.

Langkah-langkah membuatnya (sebenarnya bukan membuat ya, tapi menyusun):

1/. Ulaskan mentega/margarine pada permukaan nampan gelas tahan panas.

2/.  Letakkan selembar pastry dough di atasnya.

3/. Cincang kasar kacang Almond dan kacang mede. Bisa juga dengan memblendernya kasar.  Kayu Manis & Cengkeh ditumbuk halus lalu diaduk ke  kacang.

4/. Taburkan kacang di atas lapisan dough pertama. lalu tutup dengan lembaran dough lagi.

5/. Ulaskan kembali mentega di atas lapisan dough yang paling atas. lalu taburkan kacang lagi di atasanya.

6/. Tutup kembali lapisan kacang dengan lembaran dough. Demikian seterusnya sampai 10 lapis. Tapi saya hanya membuatnya 4 lapis saja karena lembaran dough yang saya beli terlalu tebal. Konon di Yunani orang membuatnya hingga 33 lapis lembaran dough tipis.

7/. Setelah disusun sedemikian rupa dan ditutup terakhir dengan lembar dough, potong-potong Baklava lalu panggang  dengan api 230° selama 30 menit hingga Baklava matang.

 

baklava2Untuk sausnya,  saya menjerang air di dalam panci kecil, lalu memasukkan gula halus. Setelah itu masukkan madu. Terakhir tambahkan dengan parutan kulit jeruk sunkist.  Di aduk-aduk sambil dijerang di atas api.  Dinginkan.

Hidangkan Baklava dengan saus madu. Hmm..enak banget!. Rasanya pas seperti apa yang saya bayangkan. Kombinasi rasa kacang dengan kayu manis yang sangat menggoda plus aroma cengkeh yang hangat.

Anak-anak dan suami saya menyukainya. Mencoba membuat sendiri Baklava menyenangkan juga. Bisa menjadi salah satu alternative untuk mengisi weekend bersama keluarga.

Malang: Dari Ice Cream Hingga ke Ayam Lodho.

Standard

20150416_1029561Kali ini saya mendapatkan kesempatan mengunjungi kota Malang. Rasanya sudah sangat lama sejak terakhir kali saya berkunjung ke kota ini. Itulah sebabnya saya merasa sangat bersemangat mengunjunginya.

Hari kebetulan masih pagi ketika pesawat yang saya tumpangi mendarat di bandara  di Malang. Dari ketinggian tampak bunga-bunga tebu yang berwarna  pink keputihan, membentang di ladang-ladang di sisi bandara. Saya merasa sangat takjub akan keindahannya.

Sebenarnya saya ke sana dalam urusan kerja. Namun seperti biasa, dalam perjalanan, sekalian saya menikmati segala apa yang bisa saya lihat dan rasakan di setiap kota yang saya kunjungi. Bagi saya, walaupun hanya sejam dua jam, saat istirahat makan siang atau malam, selalu memberi saya pengalaman baru yang memperkaya pengetahuan saya. Saat itulah seorang teman mengajak kami bersitirahat di Toko Oen. “Mencicipi es krim jaman dulu” ajaknya. Sayapun ikut masuk.

Ice Cream di Toko Oen.

Toko Oen, sesuai dengan yang diperlihatkan bangunannya yang tampak tua dan antik, memang sudah berdiri sejak tahun 1930. Keantikan ruangan di dalam toko Oen itu memang terjaga. Furniture-nya mengingatkan saya akan furniture di rumah  kakek saya jaman dulu. Kursi yang sama bentuknya, dengan meja bulat berbahan batu marmer. Kamipun duduk-duduk dan mulai memilih dan memesan.

Tampilan ice cream di toko Oen ini memang sangat  menggiurkan. Bentuknya lucu-lucu. Kombinasi element makanan lain,seperti pisang, puding jagung, coklat,nenas dan lain-lain,membuat semuanya terlihat menarik dan sangat menggiurkan untuk dicoba. Saya rasa dari segi rasa sebenarnya ini typical Ice Cream rumahan jaman dulu yang rada-rada kasar dan kurang halus. Tidak seperti jenis Ice Cream jaman sekarang. Rasanya sangat nostalgia, tapi bentuknya itu lho…Rasanya saya ingin mengajak anak anak saya mampir ke sini hanya untuk menikmati berbagai macam Ice Cream ini…

Ayam Lodho. 20150416_193122Nah malam harinya, sepulang kerja teman saya mengajak mencicipi Ayam Lodho. Saya lupa nama restaurantnya. kalau tidak salah Ocean Garden, cukup mudah dicapai juga lokasinya. Saya penasaran sama menu yang namanya Ayam Lodho dan menurut teman saya itu enak banget.

Begitu melihat gambarnya, saya malah memutuskan untuk memesan Ayam Pontianak saja karena dalam gambar itu ada banyak sekali sambel yang ditebar diatasnya, dan saya ini adalah penggemar berat makanan pedas.  Teman saya memesan Ayam Lodho dan kami berjanji akan saling mencicipi biar tahu rasanya. Soalnya kan nggak mungkin satu orang mesan dua-duanya. Akhirnya datanglah itu Ayam Lodho pesanan kami.

Setelah mengambil sedikit Ayam Pontianak, lalu saya menukar menu saya itu dengan teman saya. Sayapun mengambil sedikit Ayam Lodho. Rupanya ada kuahnya. Kelihatannya pedas juga. Wah..saya pasti suka. Hmm…ternyata Ayam Lodho ini memang enak sekali menurut saya. Kuahnya sangat pedas. Masakannya mirip dengan Pecak Ikan kalau di Betawi. Sayang sekali karena masakan ini bersantan ringan, saya hanya bisa mencicipinya sedikit saja. Saya sedang menghindari konsumsi masakan yang bersantan. Walaupun demikian saya merekomendasikan makanan ini sebagai masakan yang enak.

Yuk, kita berkunjung ke Malang!

Mencicipi Masakan Lombok.

Standard

Ke Lombok, tentu tidak lengkap tanpa menikmati kulinernya. Demikianlah ketika saya dan seorang teman kebetulan ada urusan di  Lombok. Sebenarnya saya agak buru-buru, namun seorang sahabat saya drh I Ketut Wetrana yang tinggal di Lombok berkata bahwa tidak adil jika saya ke Lombok tapi tidak sempat menemuinya. Saya pikir ada benarnya juga. Sudah sangat lama saya tidak bertemu dengan sahabat semasa kuliah yang sudah seperti saudara sendiri itu.  Mungkin ada baiknya saya menemuinya di perjalanan ke bandara. Ia meminta saya mampir di sebuah rumah makan khas Lombok -sayang saya lupa namanya.  Ia akan menunggu di sana.

Masakan Lombok

Masakan Lombok

Sesuai dengan janji, di perjalanan saya pun mampir bersama dengan 2 orang teman saya. Rupanya kolega saya itu sudah memesankan makanan untuk kami nikmati sore itu. Makanan Lombok tentu saja.  Satu paket yang terdiri atas sekitar 11 jenis. Mulai dari Ayam panggang, Lebui, Ikan Bakar, Tengkong, Pelecing Kangkung, Beberok Terong, Ikan dibumbu kuah, pepes ikan, ikan teri kacang, telor dadar, hingga tahu dan tempe. Waduuuh! Walaupun porsi masing-masing jenis masakan itu tidak terlalu besar untuk kami berempat, namun yang jelas jenisnya itu banyak sekali. Jadi keseluruhannya,judulnya…makanannya banyak sekali.

Melihat masakan itu, saya merasa kembali ke alam pedesaan. Sangat alami, apalagi dinikmati di saung lesehan beralaskan bambu di rumah makan yang terlihat sangat asri dengan pemandangan sawah dan kolam kangkungnya.

Masakan Lombok terkenal pedas dan enak. Itu barangkali sebabnya kenapa pulau itu disebut dengan Pulau Lombok. Barangkali karena cabenya yang memang selalu menghiasi masakannya. Jenis masakan yang terhidang itu mungkin sudah familiar bagi sebagian orang,namun bagi sebagian orang lain lagi barangkali belum tahu. Nah inilah sebagian dari jenis masakan Lombok yang saya sukai.

1. Lebui.

lebui

Lebui adalah Kacang Hitam yang di dalam Bahasa Balinya disebut dengan  Undis, atau dalam Bahasa Jawanya disebut dengan Gude. Cara yang umum memasak Lebui adalah dengan menjadikannya Sayur Kuah alias Sop, dengan bumbu traditional bawang merah dan putih, kunyit, jahe,lengkuas, kencur, garam,cabe dan daun lengkuas. Sayur bisa ditambah dengan daun-daunan hijau seperti bayam ataupun kacang panjang, tergantung selera. Kuahnya biasanya hitam. Menurut saya, sayur Lebui ini enak sekali.

2/. Tengkong.

Tengkong

Tengkong adalah Jamur dalam Bahasa Lombok. Jamur yang dihidangkan dimasak tumis. Namun Tumis Jamur alias Tengkong ini sangat enak. Saya cukupsering menumis Jamur Tiram seperti ini, tapi biasanya rasanya lebih hambar dibanding ini. Lagi-lagi saya tidak tahu apakah penyebabnya karena cabe Lombok itu memang beda dan lebih enak dari tempat lain? Saya tidak tahu. Yang jelas Tengkong ini sangat enak dan bumbunya meresap, terutamabagi penggemar masakan pedas.

3/. Pelecing Kangkung.

Pelecing

Nah kalau yang ini sih kelihatannya sudah banyak yang tahu. Pelecing Kangkung adalah masakan sehari-hari di Bali dan Lombok. Walaupun demikian Pelecing Kangkung di kedua pulau itu memiliki gaya yang berbeda-beda.  Pelecing adalah sayuran yang direbus dengan bumbu pedas. Bahan utamanya biasanya kangkung, lalu ditambah dengan sayuran lain seperti rebusan kacang panjang dan tauge,lalu ditabur dengan urap kelapa dan sambal merah (atau kadang sambal kacang pedas)  plus kacang tanah.

4/. Beberok Terong.

Beberok Terong

Beberok terong adalah masakan asli Lombok,dengan bahan dasar Terong mentah yang dipotong-potong (kadang dicampur dengan kacang panjang mentah yang diiris-iris) dan diberi bumbu pedas dan tomat. Walaupun tidak sama persis (baik bahan-bahannya maupun bumbunya), namun tingkat kementahannya mengingatkan saya akan masakan “Jukut Serombotan” kalau di Bali.

Jenis masakan lainnya tidak saya bahas di sini, karena saya pikir bahwa masakan-masakan yang lain itu (seperti misalnya ayam panggang, tahu tempe atau telor dadar,dsb) juga umum di daerah-daerah lain di Indonesia.

Saya menikmati masakan-masakan itu, sambil mengobrol kiri kanan dengan sahabat saya itu. Obrolan tentang keluarganya, pasiennya, kasus-kasus kesehatan hewan yang dihadapinya hingga berbagai jenis operasi  untuk membantu upaya peningkatan kesehatan hewan yang dilakukannya sehari-hari. Sebenarnya kalau saja punya waktu luang, saya ingin sekali mengunjungi Klinik tempat prakteknya. Ingin mendengar lebih banyak lagi cerita-cerita darinya.  Namun sayang memang, waktu saya sangat terbatas.

Akhirnya sehabis makan, buru-buru saya pamit agar tak ketinggalan pesawat karena hari sudah mulai gelap. Tentunya tidak lupa mengucapkan terimakasih atas makanannya yang menurut saya sangat enak.  Lain kali saya juga  ingin mampir kembali ke rumah makan itu.

 

 

Tofu Cabe Garem Kesukaan Anak.

Standard

Tahu Telor Cabe GaremMumpung di rumah ,  saya menenteng anak saya yang gede ke tukang sayur.  Tujuannya ganda. Pertama mengajak ia memilih sendiri bahan makanan kesukaannya. Kedua untuk membantu saya menenteng sebagian belanjaan dari tukang sayur. Sesampainya di tukang sayur di depan ruko , anak saya melihat-lihat apa saja yang dijajakan.  Saya sendiri  langsung melihat ke box  ikan dan menanyakan udang. Rupanya kami kesiangan. Udang sudah habis. Ada sekitar 1/2 kilo tersisa sudah menjadi pesanan Budhe Tukang Jamu. Jadi saya tidak kebagian.

Akhirnya mikir-mikir lagi, mau masak apa. Anak saya menunjuk tahu telor.  Oh ya ide yang bagus juga untuk memasak tahu telor hari ini.  Tahu telor atau tofu adalah tahu yang dihasilkan dengan cara mencampur susu kedelai dengan telor lalau memasaknya. Tesksturnya sangat empuk dan halus. Saya sangat menyukai tahu telor.Demikian juga anak saya. Dan Tahu Telor Goreng dengan Cabe Garem adalah kesukaannya. maka sayapun memutuskan untuk mebuat Tahu Telor Cabe Garem untuknya.

Bahan-bahanya: Sebuah tahu telor – bisa didapatkan di Supermarket umum, cabe merah atau paprika, garam, bawang merah, bawang putih dan kalau ada soun atau bihun.

Cara membuatnya sangat mudah.

1/.  Potong-potong tahu telor lalu goreng sampai warnanya kekuningan.

2/.  Untuk bumbu,  potong kecil-kecil  bawang merah, bawang putih dan cabe merah besar atau paprika, lalu goreng bersama garam.

3/. Untuk acessories, kalau ada bihun atau soun,  – goreng dengan minyak panas hingga garing.

Hidangkan tahu telor di atas piring saji. Taburi dengan  bumbu  dan bihun/soun goreng.  Enak dimakan dengan nasi hangat.

Loofah, Sayuran Dari Pinggir Kali.

Standard

Masih cerita tentang  dunia pinggir kali. Berharap tidak bosan membacanya.

Buah Oyong.Pinggir kali merupakan tempat yang terbaik di dunia mungkin bagi puluhan jenis  mahluk hidup.  Mulai dari belalang, capung, kunang-kunang, kupu-kupu, burung, kadal, ular, biawak, bebek dan sebagainya.  Pinggir kali merupakan tempat terdapatnya sumber makanan yang berlimpah. Namun sebenarnya, pinggiran kali bukan hanya memiliki sumber makanan bagi hewan liar saja, beberapa tanaman liar yang tumbuh di sana juga sebenarnya bisa dimanfaatkan manusia untuk dimakan. Diantaranya yang saya perhatikan adalah pare liar, pucuk pepaya, biji petai cina, markisa dan ada satu lagi yang cukup menarik adalah sejenis buah Oyong  liar / gambas  yang disebut Loofah tumbuh tidak jauh dari belakang rumah saya.

Awalnya induk  tanaman Oyong  ini tumbuh di halaman belakang tempat saya menjemur pakaian. Batangnya merambat di dinding hingga ke kali . Tak pernah dirawat namun sangat subur.  Tapi buahnya jarang dimanfaatkan. Kebanyakan terbuang percuma begitu saja. Kadang-kadang  ada tukang arit rumput yang meminta  sebuah dua buah, tapi karena banyak jumlahnya, kebanyakan buahnya tumbuh  besar lalu matang dan kering sendiri. Kadang-kadang menjadi tempat tinggal serangga.  Tanaman itu kemudian terpotong oleh mesin pemotong rumput dan mati saat kami membersihkan halaman belakang & tempat jemuran.  Rupanya dari bijinya yang terbuang itu tumbuh lagi anaknya di pinggir kali.  Menjalar liar di sana dan lagi-lagi terbengkalai. Tak ada orang yang memelihara maupun memanfaatkan buahnya. Padahal kalau dipikir-pikir buahnya enak juga dimasak sup ataupun ditumis. Selain itu, secara traditional, buah ini juga dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit.

Oyong liar (Luffa cylindrica) atau yang disebut juga dengan Loofah (Chinese Okra, Vietnamese gourd) merupakan salah satu anggota keluarga pohon Timun (Cucurbitaceae).  Sangat serupa dengan Oyong  bersudut (Okra) yang umum kita temukan sehari-hari di tukang sayur.  Hanya yang ini bentuknya bulat silindris, sedangkan yang di tukang sayur bentuknya bersudut.  Namun keduanya sama-sama bisa dimakan. Dan kedua-duanya sama rasanya.  Enak. Tidak ada bedanya.  “Bisa dimakan?”. tanya anak saya.  Saya mengangguk. Anak saya melihat saya dengan pandangan tidak percaya.  “Mari kita coba !” ajak saya.

Bunganya berwarna kuning terang, dengan lima kelopak mahkota bunga. Muncul dari tangkai di mana biasanya terdapat beberapa kuntum calon bunga.  Saya melihat beberapa ekor kumbang terbang dan hinggap di bunga-bunga itu. Suaranya mendengung, memberi kehangatan pada pagi. Bentuk daunnya sama dengan bentuk daun labu siam pada umumnya, yakni berbentuk trisula tumpul. Batangnya juga merambat dan bersulur. Ada banyak sekali buah yang bergelantungan.

Lalu saya memetik tiga buah Oyong yang masih muda dan hijau. Oyong jenis ini paling enak dimasak saat masih muda, karena jika terlalu tua buahnya sudah keburu berserat dan keras.  Di beberapa tempat seratnya malah sengaja diambil untuk menggosok badan saat mandi.

Taburan Sangrai Wijen Ala Jineng Bali.

Standard

Sangrai WijenWijen! Apa yang ada di pikiran kita jika melihat atau mendengar kata Wijen?  Kebanyakan mengatakan kepada saya jadi teringat pada kue Onde-Onde, yang bentuknya bulat isinya kacang ijo dan luarnya ditaburin wijen.  Ada juga yang teringat pada minyak wijen buat masak.  Tapi kalau saya sendiri malah teringat pada “Sambel Lenga” hasil ulekan ibu saya yang terbuat dari Wijen.

Wijen atau Sesami (Sesamum indicum),  dalamBahasa Bali disebut dengan Lenga (bacaannya dalam Bahasa Bali: Lenge –  e dibaca seperti kita membaca e pada kata dekat). Jadi Sambel Lenga dibaca Sambel Lenge. Tapi kali ini saya tidak membahas Sambel Lenga, karena dalam liburan ini saya akan membuat  Tabuhan Lenga Nyanyah yang sudah saya modifikasi dengan bahan-bahan yang  tersedia pada jaman sekarang (Tabuhan = Taburan, Nyanyah = sangrai ; Tabuhan Lenga Nyanyah = Taburan Sangrai Wijen) yang sangat nikmat dijadikan taburan nasi hangat.

Bahan bahannya : Lenga (biji wijen), garam, gula pasir, cabe kering, rumput laut kering, bawang merah, bawang putih .

Cara membuatnya sangat mudah:

1/. Sangrai Wijen hingga wangi dan warnanya kuning kecoklatan.

2/.  Iris bawang merah & bawang putih lalu goreng. Bisa juga gunakan bawang goreng yang siap pakai – bisa dibeli di Supermarket terdekat. Gerus bawang goreng hingga menjadi bubuk kasar.

3/.  Goreng cabe kering, lalu gerus kasar. Bisa juga gunakan bubuk cabe kering yang sudah jadi. * untuk anak-anak, bahan cabe kering bisa dikurangi atau ditiadakan.

4/. Goreng atau sangrai lembaran rumput laut kering – lalu gerus hingga menjadi serpihan-serpihan kecil yang kasar

5/. Campur  wijen yang telah disangrai dengan bubuk kasar bawang merah/putih goreng, bubuk cabe kering, bubuk rumput laut, gula dan garam secukupnya.  Aduk-aduk hingga rata.

6/. Gunakan sebagai bahan taburan. Paling enak kalau ditaburkan diatas nasi panas yang baru matang.

Anak-anak dan keluarga pasti senang.

Ayam Goreng Laos.

Standard

Ayam Goreng LaosAda satu masakan yang selalu dihidangkan oleh ibu mertua saya setiap kali saya ikut pulang ke rumah suami saya. Ayam Goreng Bumbu Laos. Rasanya sangat enak. Gurih dan empuk. Mengapa hidangan ini menjadi semakin istimewa? Karena selain rasanya yang memang enak, juga karena Ayam Goreng Laos ini sering dimasak ibu mertua saya khusus untuk saya karena beliau tahu saya tidak mengkonsumsi daging sapi sejak kecil. Padahal ibu mertua saya sendiri justru tidak mengkonsumsi daging ayam sejak kecil.  Belakangan ketika ibu mertua saya semakin sepuh dan jarang ke dapur, kakak ipar saya yang sangat baik,  selalu memasakkan Ayam Goreng Bumbu Laos  ini untuk saya tiap kali saya datang.  Ibu mertua saya menyebutnya dengan nama Ayam Goreng Laja.

Terus terang saya tidak pernah masak Ayam Goreng Laos ini di Jakarta dan tidak pernah memakannya di tempat lain, selain di rumah ibu mertua saya. Tapi saya sungguh menyukainya. Namun saya ingat, suatu kali saya pernah makan ayam goreng yang rasanya serupa ketika saya sedang ikut sebuah training di sebuah hotel di daerah Bogor.  Di hotel itu, ayam goreng ini disebut dengan nama Ayam Goreng Sukabumi. Rasanya enak banget sih.

Karena penasaran, maka sayapun bertanya kepada kakak ipar saya bagaimana cara membuatnya.

Bahan-bahannya adalah:

Ayam 1 ekor (ayam kampung lebih baik),  Laos (sebaiknya dipilih yang masih muda),  sereh ,  bawang merah,  bawang putih,  kunyit,  garam dan daun salam secukupnya.

Cara membuatnya:

1. Bersihkan ayam,potong-potong sesuai dengan selera kita.

2. Parut laos dengan parutan kelapa. Laos yang muda lebih mudah diparut dibandingkan dengan yang tua.

3. Iris-iris batang sereh.

4.Ulek bawang merah,bawang putih, kunyit dan garam.

5. Campurkan bumbu ulek dengan parutan laos dan irisan sereh.

6. Rebus daging ayam, masukan bumbu dan tambahkan daun salam. Aduk-aduk, tutup panci dan tetap dimasak dengan api kecil hingga matang dan airnya susut (diungkep).

7. Goreng ayam beserta bumbunya hingga berwarna coklat keemasan. Angkat dan hidangkan di atas piring.

 

 

Resep Tumis Jamur Pedas Asam Ala Jineng Bali.

Standard

Andani - Tumis Jamur Pedas AsamHari Minggu pagi. Hari dimana saatnya saya menjadi ibu rumah tangga penuh. Pergi ke Pasar Segar Bintaro. Masak apa ya hari ini? Ada banyak pilihan sayuran di sana. Salah satu yang menarik adalah Jamur. O ya Jamur! Sudah lama tidak memasak jamur.

Pasar ini cukup lengkap persediaan jamurnya, walaupun tentu saja tidak selengkap supermarket khusus bahan makanan. Ada jamur merang, jamur kuping, jamur tiram, jamur shiitake, jamur enoki ada semuanya. Tiba-tiba seorang pedagang sayur yang sudah lama kenal menawarkan Jamur King Oyster . Menurutnya jamur itu pesanan seseorang kemarin,tapi pemesannya tidak datang memenuhi janji. Sehingga ia kesulitan menjualnya karena harganya reltif agak lebih mahal dibandingkan dengan jamur jenis lain. Lalu ia menawarkannya ke saya dengan harga yang murah. Sayapun setuju, dengan hati riang. Karena saya pikir, selain karena harganya diberi murah, jamur King Oyster ini rasanya paling mirip dengan Jamur Bulan. Kebetulan Jamur Bulan dan Jamur Dedalu (jamur putih, kecil-kecil dan ramping, serupa dengan Enoki tapi liar) adalah dua jenis jamur yang sering dimasak oleh Ibu saya waktu kecil. Kangen juga! Di Bali, jamur disebut dengan Oong. Sehingga nama kedua jenis jamur itu dalam bahasa Balinya menjadi Oong Bulan dan Oong Dedalu.

Tentu saja jamur bisa dimasak dengan beragam cara.  Tapi kali ini saya akan menumisnya saja. Masak Tumis Jamur Pedas Asam!. Mengapa Pedas – Asam? Ya..karena selain rasanya yang lezat dan gurih, juga ditambahkan dengan bahan pembuat rasa pedas (cabai kecil merah) dan pembuat rasa asam (kalau di Bali biasanya ditambahkan dengan pucuk daun Cemcem (sekeluarga dengan Kedondong – tapi tak berbuah, pucuk daunnya bisa dimakan rasanya asem mirip rasa buah kedondong). Jaman sekarang, dimana semakin sulit mendapatan pucuk daun Cemcem, bisa juga diganti dengan air perasan Jeruk Nipis.

Jamur King OysterBahan-bahan: Jamur ¼ kg , 4 siung bawang putih, 4 butir bawang merah, garam, 2 lembar daun jeruk purut,  1 lembar daun salam, 1 sendok teh air perasan jeruk nipis, sedikit minyak kelapa baru untuk menumis.

Cara memasak:

1/. Bersihkan jamur, suwir-suwir, cuci dengan air bersih lalu tiriskan.

2/. Iris bawang merah, bawang putih dan cabai merah. Cuci bersih daun jeruk dan daun salam

3/. Panaskan minyak dalam wajan,lalu tumis bawang merah dan bawang putih hingga layu . Masukkan irisan cabai.

4/.Masukan potongan jamur yang sudah dibersihkan. Tambahkan sedikit garam, aduk hingga bumbu rata dan jamur mengempis.

5/. Masukkan daun jeruk dan daun salam, aduk kembali.Tambahkan sedikit air minum dan air perasan jeruk nipis. Biarkan mendidih dan tunggu hingga air mendidih dan menguap habis.

6/. Angkat tumisan yang sudah berbau harum. Hidangkan di atas piring yang bersih.

Hmm… Tumis Jamur Pedas Asam, sangat lezat dan enak.  Barangkali ada yang mau resep masak Tumis Jamur Pedas Asam buat dicoba?

Yuk kita lestarikan resep masakan asli Indonesia kita!