Tag Archives: Flora

Bunga-bunga Liar Di Tepi Kali Opak.

Standard

Masih dari tepi kali Opak. Saya masih berdiri di dekat pagar restaurant. Memandang ke arah kali dengan penasaran. Masih ingin melihat burung burung air itu keluar dan menunjukkan dirinya. Tapi rupanya mereka masih ketakutan pada si Biawak.

Saya lalu turun ke bawah. Lebih dekat lagi ke tepian air sungai. Lalu berdiri di sana siap dengan kamera. Berharap ia muncul agar saya bisa mengabadikannya. Tapi apa daya si burung air tiada kunjung datang lagi. Akhirnya karena pegal berdiri, dan saya juga khawatir jangan-jangan gara gara saya berdiri di sana, si burung air malah tidak berani keluar sayapun duduk berjongkok. Saat mau jongkok tiba-tiba mata saya tertumbuk oleh banyaknya bunga-bunga kecil liar di tepi sungai ini. Wah.. banyak yang indah indah juga ya.

Bunga kuning kecil ini belum pernah saya lihat sebelumnya. Jika melihat dari daun dan bunganya, saya pikir rumput liar ini sebenarnya keluarga dari bunga chrysanthenum. Mahkota bunganya kecil sekali berwarna kuning kehijauan,tetapi benang sarinya yang banyak bergerombol membentuk bola kuning yang sangat lucu sekali tampilannya. Daunnya juga bergerigi dan berlobus seperti daun bunga chrysant. Saya petik sedikit, dan saya cium. Memang wanginya juga seperti wangi daun chrysant. Jadi untuk mudahnya, tanaman ini saya sebut saja bunga chrysant liar.

Tanaman ini mirip kemangi. Tapi bunganya berwana ungu. Bunganya cantik juga kecil kecil dengan tangkai yang panjang.

Kalau yang ini saya pikir adalah globe amaranthus liar. Kalau di Bali , Globe Amaranthus dikenal dengan sebutan Bunga Ratna. Dan umumnya berwarna ungu kemerahan. Yang sayaa temukan ini berwarna putih. Bunganya tidak sebesar  globe amaranthus dan tidak membulat juga. Hanya bertumpuk saja. Tapi lumaya cantik juga.

20151024_140612.jpgIni adalah bunga pepaya jantan. Jenis pepaya ini tidak menghasilkan buah. Hanya berbunga saja. Bunganya berenceng banyak. Sehingga kalau di Bali pepaya jenis ini disebut dengan gedang renteng. Di beberapa daerah di Indonesia,bunga pepaya ini biasanya dimasak untuk sayur.

20151024_140729.jpgIni bunga kosmos ungu. Alias kenikir. Di Bali tanaman ini dusebut dengan nama Mitir Jawa. Bunganya sangat cantik terangguk-angguk di tiup angin dari arah sungai. Mahkotanya berjumlah 8 lembar berwarna pink keunguan bergradasi putih ke tengah dengan benang sari berwarna kuning. Daunnya biasa dimakan untuk campuran urap.

20151024_140823.jpgAda lagi bunga mitir berwarna jingga alias orange marigold. Agak mengejutkan saya. Karena tanaman ini jarang saya lihat liar.  Kecuali di Bali, karena bunga ini banyak digunakan sehari-hari untuk sembahyang, maka bijinya bertebaran yang membuatnya sangat mungkin tumbuh di mana-mana.

Advertisements

Hydrangea, Si Bunga Pecah Seribu.

Standard

Jika kita menyempatkan diri untuk berjalan –jalan  ke pasar traditional di  Bali, terutama  pada musim hari raya (Galungan, Kuningan), maka kita akan menemukan banyak sekali jenis bunga-bungaan yang dijajakan secara masal oleh para padagang. Selain bunga mitir (marigold), pancar galuh (balsamia), bunga kasna (edelweiss- di pasar-pasar  pegunungan) dan  kamboja (plumeria/frangipani), kita juga masih melihat ada  jenis bunga massal lainnya yang biasa disebut oleh penduduk local sebagai  bunga pecah seribu.

Bunga Pecah Seribu (Hydrangea), umumnya berwarna biru sehingga dipergunakan dalam persembahyangan dalam menghormati  Dewa Wishnu, yakni sinar suci dari Tuhan Yang Maha Esa dalam fungsinya sebagai pemelihara dan pelindung alam semesta beserta mahluk dan segala isinya. Dengan melihat tampilan bunga yang cantik ini, maka dengan mudah kita akan mengerti bagaimana bunga ini mendapatkan namanya. Dari jauh kita melihat bunga ini sebagai sekuntum bunga biru yang besar, namun jika kita dekati, ternyata terdiri atas banyak sekali kuntum bunga kecil kecil berwarna biru dan setiap kuntumnya terdiri atas pecahan kelopak kelopak bunga kecil yang akhirnya membuat kiat sepakat untuk menyebutnya sebagai Bunga Pecah Seribu.

Sebenarnya Bunga Pecah seribu bisa kita temukan dalam 3 variant warna, yakni Biru, Putih dan Pink. Dan setiap variant warna inipun sebenarnya punya variasi lagi. Misalnya Pecah Seribu variant biru, memiliki beberapa gradasi warna, mulai dari biru yang sangat kinclong, hingga biru pucat mendekati putih. Demikian juga  yang variant pink. Mulai dari warna pink yang kuat hingga pink yang pudar.  Saya pernah mendapatkan penjelasan dari ayah saya, bahwa warna Bunga Pecah Seribu yang biru pucat bisa kita per’kinclong’ warna birunya dengan menancapkan paku (besi/aluminium) di dekat akarnya. Ketika saya coba mempraktekkan advise ayah saya,  wah benar saja ..warna biru bunga ini memang semakin kuat dan cemerlang.

Beberapa tahun kemudian barulah saya mengerti dari buku dan ngobrol ngobrol dengan seorang penjaga di toko tanaman yang terkenal bahwa pigment pada bunga Hydrangea dapat dikontrol dengan cara mengatur keasaman tanahnya. Bunga Hydrangea yang biru rupanya muncul dari tanah yang berpH asam, sedangkan  yang pink muncul dari tanah yang ber pH basa. Jadi, sebenarnya ada beberapa bahan yang lebih tepat digunakan jika kita ingin mengatur warna bunga Hydrangea ini. Misalnya menambahkan Aluminium Sulphate pada tanah untuk mendapakan biru atau tambahkan kapur untuk membuat tanah menjadi lebih basa agar mendapatkan warna pink. Namun terus terang saya belum pernah mencoba mempraktekan hal  ini.

 

Related articles:

https://nimadesriandani.wordpress.com/2011/06/05/bakung-biru-pencipta-nuansa-teduh-di-halaman/

https://nimadesriandani.wordpress.com/2010/12/12/254/

https://nimadesriandani.wordpress.com/photo-gallery/tropical-flowers/

 

Pakis.. Sayuran Yang Konon Mengantarkan Kemenangan Majapahit atas Kerajaan Bali.

Standard

Pakis atau di beberapa tempat disebut dengan Paku, merupakan tanaman yang umum kita temukan di pinggir sungai dan pagar-pagar tegalan. Beberapa jenis pakis ini bisa dimakan. Jenis yang antara lain umum dimakan ini di Bali dikenal dengan sebutan Paku Jukut. Sejak jaman dulu nenek moyang kita memanfaatkannya sebagai bahan sayur mayur utama yang tinggal petik, tanpa ada usaha untuk membudidayakannya. Namun belakangan, karena tidak ada yang memperhatikannya dengan serius, pakis mulai jarang kita temukan di pasaran, terutama di kota-kota besar, walaupun jika kita bertandang ke pelosok-pelosok desa di negeri ini, sayur pakis masih cukup umum disajikan. Di kota besar, kalaupun terkadang masih bisa kita temukan di kota besar harganya mencapai 2x lipat sayuran biasa (kangkung, bayam, dsb). Beberapa rumah makan padang, saya temukan juga terkadang masih menyajikannya. Read the rest of this entry

Impatiens… Si Kembang Pacar Air

Standard

Bagi yang hobby jalan-jalan menyusuri alam ataupun ke pedesaan, mungkin ada yang pernah memperhatikan bunga bunga cantik yang bermekaran di pinggir kolam atau bahkan di pinggir got? Banyak yang bertanya-tanya, bunga apakah itu dan mengapa ia tumbuh sedemikian mudah tanpa perlu perawatan di alam liar?

Bunga itu bernama Kembang Pacar Air atau bila di tukang bunga, namanya berubah menjadi Impatiens. Bernama Impatiens, barangkali karena tukang bunga yang membiakkannya dari biji yang dibeli di toko (biasanya imported) membacanya dari nama yang tertulis di kemasan bijinya tanpa pernah tahu namanya dalam bahasa Indonesia. Tanaman ini sangat serupa dengan tanaman Balsam atau apa yang dikenal di Indonesia dengan nama Bunga Pacar Cina, atau Bunga Pancar Galuh.

Bunganya berwarna warni dan sangat mudah tumbuh sepanjang tanah tempatnya tumbuh mengandung banyak humus. Sangat cocok ditanam untuk menghiasi pinggiran kolam, atau di tanah dekat teratapan air. Karena sesuai dengan namanya Kembang Pacar Air, tanaman ini sangat menyukai air.

Menanamnya sangat mudah, kita cukup mengambil biji-bijinya yang sudah tua (anak-anak biasanya sangat suka memetik buah tanaman ini, karena bila buahnya yang tua disentuh sedikit saja, langsung meledak, bijinya keluar dan kulit buahnya bergulung dengan cepat. Salah satu mekanisme penyebaran biji alami yang sangat baik.  Biji-biji langsung ditabur di tanah yang berhumus, dalam beberapa hari kita akan bisa melihat banyak anakan yang tumbuh.

Kita langsung bisa memindahkan anakan  yang sudah memiliki  4-5 lembar daun dengan aman ke tempat yang kita inginkan yang sebelumnya telah diberi humus. Pastikan tanaman ini mendapatkan air yang cukup, namun jangan sampai tergenang untuk menghindari busuk batang.

Beberapa jenis Impatiens sebenarnya juga bisa kita tanam dengan cara memisahkan batangnya yang memiliki sedikit akar udara (akar udara kadang-kadang bisa kita temukan di pangkal cabang tanaman ini. Saya pernah mencobanya beberapa kali dan berhasil.

Tumbuhan ini cepat berbunga.Dalam hitungan kurang dari sebulanpun kadang telah mampu berbunga.Bunganya cukup indah dan meriah. Berwarna warni, mulai dari merah, jingga, merah tua, lembayung, merah muda, jingga pucat (peach), pink pucat dan beberapa tahun yang lalu pun saya pernah sempat memiliki yang berwarna putih. Warna warni yang cerah dari bunga pacar air ini mengundang banyak kupu-kupu datang, sehingga bagi penggemar kupu-kup, menanam tanaman ini sangatlah menguntungkan.

Impatiens juga sangat baik di tanam bersama tanaman hias lainnya atau dikombinasi dengan ornament hiasan taman lainnya. Saya melihat bagaimana rumpun impatiens yang berwarna warni ini sangat cantik  bersama sebuah patung angsa digunakan untuk menghias taman sebuah restaurant ikan di daerah Sukabumi.

Cosmos.. Bunga Kenikir Yang Mencerahkan Hari

Standard

Kenikir. Siapa yang tak kenal tanaman Kenikir?  Kenikir atau  Cosmos (Cosmos Sulphureus – merujuk pada Kenikir Kuning) atau di Bali tanaman ini disebut dengan Mitir Jawa (tak jelas, siapa yang pertama kali datang membawa tanaman ini dari Jawa), adalah tanaman yang umum dipelihara di pekarangan rumah baik untuk dinikmati bunganya, maupun untuk dimanfaatkan daunnya sebagai sayuran (biasanya untuk sayur urap). Tanaman ini berumur hanya beberapa bulan. Tumbuh dengan cukup cepat, berbunga, berbiji lalu tua dan mati. Jadi yang perlu kita lakukan adalah memanen dengan segera biji-bijinya yang telah matang ( berwana hitam dan berbentuk jarum tidak tajam) sebelum tanaman yang tua kita cabut dan buang. Read the rest of this entry

Perfuming Your Garden, Cara Membuat Halaman Rumah Semerbak Mewangi..

Standard

Jika kita  hanya memiliki sedikit  waktu untuk beristirahat dan bersantai di rumah, tentunya sangat menginginkan agar  kwalitas  waktu yang  cuma sedikit itu menjadi optimal. Saat di rumah mungkin kita memilih aktifitas bersama keluarga dengan bercengkerama bersama, minum teh atau hanya sekedar duduk duduk sambil ngobrol di teras rumah. Salah satu cara untuk memberi nilai tambah pada aktifitas kebersamaan kita di teras rumah adalah dengan membuat teras rumah  selalu sejuk, segar dan wangi sepanjang waktu. Selain menjaga kebersihannya dengan menyapu & mengepel  lantainya, kita juga bisa menanam  tanaman-tanaman hias yang berbunga harum untuk mewangikan halaman rumah kita, sehingga jika ada angin yang bertiup maka wangi bunga-bunga itu akan sampai di teras tempat kita duduk-duduk. Berikut adalah contoh beberapa jenis tanaman hias yang bunganya menghasilkan wewangian yang  enak meyegarkan dan mudah ditanam, yang bisa kita tanam di halaman rumah kita.

1.       Gardenia atau Bunga Kaca Piring

Gardenia atau Bunga Kacapiring  (Gardenia jasminoides) adalah tanaman perdu dengan bunga berwarna putih bersih, memiliki harum yang lembut dan feminine.  Di Bali tanaman ini disebut dengan Jempiring.  Bunga Jempiring  ini bertahan dengan wangi optimal selama sehari, namun bunganya yang telah layupun masih tetap  wangi. Walaupun bunganya berukuran cukup besar, namun karena tanaman ini umumnya berdaun rimbun dengan warna hijau tua mirip beludru, maka bunga pada umumnya tidak terlalu menonjol, kecuali jika sedang musim bunga dimana satu tanaman  bisa memiliki bunga yang sedang mekar hingga 5-10 kuntum. Karena tanaman agak tinggi menyemak, maka bagus jika ditanam dekat dinding atau pagar. tanaman akan menghasilkan wangi yang terbaiknya pada pagi hari dan senja hari dimana angin bertiup lembut mengarah ke teras rumah.

2.       Ylang-Ylang atau Bunga Kenanga.

Ylang-Ylang atau Bunga Kenanga  (Cananga odorata) aslinya adalah tanaman yang berpohon tinggi. Namun dewasa ini sangat umum kita temukan jenis Kenanga yang hanya setinggi semak – bukan pohon. Kenanga  semak ini layak ditanam di halaman rumah. Bunganya berwarna hijau kekuningan dan menebarkan wangi yang sangat kuat, terutama jika sedang ada angin yang bertiup. Kelopak bunganya memanjang dan terpelintir. Karena warnanya yang hijau kekuningan, bunga tidak terlalu mencolok  mata. Wanginya sangat orientalis. Di Bali, bunga kenanga disebut dengan nama Bungan Sandat. Sangat banyak dipergunakan untuk persembahyangan maupun untuk merias rambut pengantin serta membuat air kumkuman (air wangi). Bunga Kenanga juga tetap mengeluarkan wangi yang semerbak, walaupun bunganya telah layu.

3.       Old Garden Rose atau Bunga Mawar.

Beberapa jenis mawar atau rose (Rosa sinensis), terutama mawar dari jenis jaman dulu (yang umum kira temukan di rumah kakek/nenek kita waktu kecil), menghasilkan wangi yang sangat kuat, walaupun beberapa jenis mawar hybrid yang banyak diperdagangkan di tukang tanaman belakangan ini banyak juga yang tak memiliki wangi . Kita bisa menanam jenis mawar yang wangi untuk mengharumkan halaman kita. Wangi mawar sangat elegant dan klasik.  Beberapa  merk parfum ternama menggunakan wangi mawar dari Rose Essential Oil  sebagai penanda merknya.   Di Bali bunga mawar disebut dengan Bungan Mawa.Banyak dimanfaatkan dalam persembahyangan.

4.       Frangipani atau  Kamboja Bali.

Beberapa jenis Frangipani atau Kamboja atau sering juga disebut Plumeria, menghasilkan wangi yang sophisticated. Terutama 2 jenis Kamboja Bali yang dikenal dalam bahasa Balinya sebagai Jepun Cenana (Kamboja Kuning Bali) dan Jepun Sudhamala (Kamboja Merah dengan tengah warna kuning dari Bali). Wanginya tidak terlalu kuat, namun sangat  memukau. Tidak umum dan tidak biasa.  Frangipani kering  sangat baik dijadikan sebagai bahan dasar untuk potpourri. Di Bali saya lihat banyak anak-anak kecil memungut bunga-bunga frangipani yang berjatuhan namun masih terlihat segar di rerumputan di bawah batang pohon ini.

Karena  wangi dan indah bentuknya, sangat menarik bila ditanam di halaman, terlebih jika pohonnya mulai tua dengan batang yang sangat artsitik sebagai element pendukung taman.

5.       Jasmine atau Melati.

Semua orang tahu kalau Jasmine atau Melati (Jasminum sambac)  merupakan penghasil parfum yang baik. Bunganya yang kecil-kecil putih menghasilkan wangi yang lembut dan feminine.  Di Bali bunga melati disebut Bungan Kemenuh. Dan umumnya penduduk lokal lebih menyukai jenis melati gambir dibandingkan melati biasa. Namun sebenarnya keduanya memiliki type wangi yang serupa.

Melati bisa kita tanam dekat pagar/tembok mengingat batangnya membutuhkan sandaran.  Upayakan tanaman agar menghadap ke arah teras, sehingga kita bisa menikmatinya saat duduk-duduk di sana. Melati bagus juga jika ditanam di bawah jendela.Sehingga jika jendela kamar kita buka dan angin bertiup, maka wangi melatipun akan semerbak terhembus ke kamar.

6.       Lavender.

Tanaman berbunga ungu yang ditukang tanaman disebut sebagai Lavender ini juga merupakan penghasil wangi yang cukup kuat dan paling sering terbawa angin hingga jarak beberapa meter. Bunganya  yang kecil-kecil bergerombol menghias tangkai yang pajang dan langsing, menghasilkan wangi  yang sangat lembut dan feminine. Wanginya banyak dimanfaatkan untuk membantu merelaksasikan pikiran. Satu rumpun tanaman Lavender bisa menghasilkan 20 – 40 batang bunga (tergantung tingkat kesuburan tanaman), sehingga jika angin bertiup ke arah teras, wanginya benar-benar kuat. Tanaman ini sangat baik jika ditanam di halamn belakang ataupun halaman samping.

7.       Scorpion Orchid /Anggrek Kalajengking.

Tidak banyak yang ngeh bahwa Anggrek jenis Kalajengking/Scorpion menghasilkan wangi tipis yang sangat sophisticated dan elegant. Terutama anggrek kalajengking yang berwarna ungu gelap. Sedemikian wanginya, membuat bunga anggrek ini mendapatkan posisi tingginya  diantara bunga-bunga yang dimanfaatkan secara tradisional untuk persembahyangan.

Wangi berasal dari kelopak bunganya yang paling panjang mirip jari tengah, sehingga tidak heran di Bali anggrek jenis ini disebut Anggrek Linjong (Linjong = Jari Tengah). Anggrek bisa kita tanam di bawah pohon  (mis mangga/jambu/kamboja dsb) dan batangnya kita sandarkan pada batang pohon penaungnya. Dalam beberapa minggu, akar hgantungnya kan keluar dan segera memeluk batang pohon penaung dengan kuat.

8.       Sedap Malam.

Bunga Sedap Malam atau Polyanthes tuberosa meninggalkan wangi yang  segar & agak misterius. Walaupun namanya Sedap malam, karena pada sore sampai malam hari bunga ini menunjukkan intensitas wangi yang lebih kuta, namun jenis fragrance yang dikeluarkan oleh bunga ini sangat fresh sehingga cocok untuk dinikmati pagi hari.  Bunganya bertajuk panjang dan jamak berwarna putih.  Mekar bergiliran. Menanamnya cukup mudah, yakni  dari anakan yang muncul dari umbinya.

Tanaman paling cocok ditanam di bawah jendela.

Angelonia, Rumpun Mirip “Lavender” di Halaman.. Calming & Relaxing

Standard

Rumpun tanaman hias yang sering disebut oleh tukang tanaman sebagai Lavender ini sungguh merupakan sumber wewangian natural yang lembut di pekarangan rumah.  Kalau kita kebetulan berdiri tidak jauh dari rumpun tanaman ini, maka sayup sayup akan kita cium wangi yang kalem dan lembut diterbangkan angin dari bunga tanaman ini. Wanginya yang sejuk sangat  menenangkan.

Tanaman ini sebenarnya cantik diletakkan di bagian mana saja dari halaman rumah, namun konon menurut ilmu Feng Sui tanaman, tanaman yang berbunga ungu sebaiknya di tanam di halaman belakang rumah untuk memberi ketentraman kepada si pemilik rumah.

Banyak yang melihat tanaman ini tumbuh di halaman saya bertanya, bagaimana caranya menanam & merawat agar sehat, subur dan rajin berbunga. Sebenarnya tidak ada yang sulit mengenai tanaman bunga ini.

Cara menanamnya gampang, tinggal mematahkan batangnya yang rapuh (pilih yang agak tua) lalu ditancapkan di tanah yang subur dan lembab. Agak sabar sedikit, karena tanaman ini yang baru ditancapkan  biasanya akan melewati periode layu terlebih dahulu. Tapi bukan mati. Jangan buru-buru dicabut. Tetap siram setiap hari dan siangi dari rumput liar sebagaimana layaknya tanaman hias hidup.  Dengan sedikit bersabar, maka tidak berapa lama kemudian, rumpun lavender baru akan bersemi.

Merawatnya pun tidak susah. Tanaman ini sama sekali tidak tergolong rewel. Asal cukup air, pasti tumbuh. Apalagi bila diberikan pemupukan secara teratur. Tunas yang mudapun akan tumbuh dengan subur. Tiap tangkai yang tua pasti akan memberikan tunas muda 3-6 yang kelak akan menghasilkan tangkai yang penuh bunga.  Rajinlah melakukan pemotongan tangkai yang tua, agar tanaman selalu terlihat segar. Tangkai yang tua biasanya ditandakan dengan warnanya yang tidak lagi hijau segar tapi mulai kekuningan. Potong tangkai tua hingga ke batas dimana tunas muda mulai tumbuh. Bila tangkai tua ini masih menyisakan banyak bunga, manfaatkanlah sebagai bunga potong, letakkan dalam vas bunga  untuk menghiasi & mengharumkan ruangan kita. Bunganya yang segar juga sering saya keringkan dan  manfaatkan untuk membuat potpourri.

 

Thanks buat Putu yang telah  mengingatkan saya, tanaman ini aslinya bernama Angelonia angustifolia.

 

 

Kecicang.. kelembutan elegant di alam liar..

Standard

Suatu pagi saat berjalan- jalan di puncak saya terkesima dengan keindahan rumpun bunga Kecicang (Bali) atau Honje (Sunda) atau Kecombrang (Jawa) yang bertebaran di pangkal batang tanaman keluarga jahe-jahean ini. Perpaduan character yang sangat unik; lembut, halus, elegant & romantis (yang dikesankan oleh warnanya yang pink halus), sekaligus kokoh dan liar (dikesankan oleh kelopak bunganya yang tebal dan kokoh untuk menghadapi hidup yang penuh tantangan di alam liar.

Ketika ditata diatas meja hotel, banyak orang mengira bahwa itu adalah bunga plastik, karena tampilan bunganya yang mengkilap, tebal dan kokoh dengan kecantikan yang seolah-olah hasil rekarayasa. Tak banyak yang menyadari bahwa Kecicang bukan hanya bunga alam yang cantik, namun juga salah satu tanaman yang umum dimanfaatkan di tanah air kita baik sebagai bahan makanan utama, sambal maupun bumbu. Di Bali, bahan bumbu aromatik ini sangat digandrungi sebagai campuran SAMBEL MATAH yang umum digunakan untuk menemani ikan/ayam bakar.

Kecicang atau kecombrang ini kelihatannya mudah ditanam dimana saja termasuk di halaman rumah kita, bila kebetulan memiliki lahan yang lebih untuk taman. Dengan menanam pohon ini, kita tidak saja menyediakan dapur hidup namun juga sekaligus mempercantik halaman dan menyediakan bunga potong yang tahan lama untuk menghias ruangan.

Menanam kecicang bisa dilakukan dengan memisahkan anakan kecicang yang muncul dari rimpangnya, lalu menanamnya kembali di tempat yang terpisah. Pohon kecicang mirip dengan pohon jahe dan lengkuas. Pohon kecicang menyukai sinar matahari, namun demikian tetap menyukai pinggiran/tembok paling tidak untuk mencegah batangnya (sebenarnya pelepah daunnya) patah jika menghadapi tiupan angin kencang.

 

Blue Water Lily, the sacred flower.

Gallery

Coral Vine… Si Kembang Air Mata Pengantin

Gallery