Tag Archives: Flower

Zepyranthes, Si Lily Hujan Nan Jelita, Penghias Padang Rumput

Standard

Ketika kecil , setiap hari Minggu saya paling suka menonton  film seri ‘Little House On The Prairie’ yang mengisahkan kehidupan Laura Ingals Wilder, tokoh yang sangat menarik hati saya. Hingga berpuluh puluh tahun kemudian saya masih terbayang suasana padang rumput yang digambarkan dalam film itu berikut sound tracknya. Entah kenapa, gambaran rumput yang luas terhampar  dengan bunga bunga liar kecil di latar depan  selalu terbayang di angan saya.  Bunga kecil dan  rumput yang terhampar! Sungguh dua hal yang sangat memukau.

Saat ini, dengan kondisi halaman rumah yang tidak seberapa luas, saya masih tetap mengangankan keindahan hamparan rumput dengan bunga-bunga kecil yang bermekaran. Maka Zepyranthes, atau yang di kenal dengan nama Lily Hujan kemudian menjadi pilihan favorit saya untuk di tanam di halaman. Anehnya, setiap kali memandang bunga ini dan hamparan rumput di sebelahnya, saya sering teringat akan film Little House On The Prairie itu.. walaupun jelas-jelas yang digambarkan di sana adalah bunga kecil liar padang rumput.

Zepyranthes, yang kita temukan beredar di pasaran bunga di Indonesia umumnya berwarna pink dan putih. Ada juga yang berwarna kuning. Belakangan ini, ada juga saya lihat jenis yang berbunga sedikit lebih besar (pink) ikut beredar.

Zepyranthes ini merupakan salah satu tanaman hias jenis umbi dari keluarga bawang-bawangan yang sangat mudah ditanam dan tergolong sangat rajin berbunga asalkan memenuhi dua sarat utama: cukup air dan cukup sinar matahari. Saya sangat menyukai bunganya yang putih. Tampak anggun, putih besih seperti bintang kejora yang menyembul diantara daunnya yang hijau bersih.

Menanam Zepyranthes sangat mudah. Cukup dengan memecah anakan umbi/ memisahkan dari umbi induknya dan kemudian ditanam di tanah yang digali dangkal.  Gunting daun lily hujan untuk mengurangi tampilan yang kurang indah karena daunnya yang langsing panjang  cenderung rebah saat baru ditanam. Beberapa saat kemudian kita akan kita lihat tanaman ini segera berdaun kembali dan berbunga. Kecil-kecil dan sangat indah. Apalagi saat musim hujan. Bunganya biasanya bertambah banyak . Mm… mungkin itu sebabnya, mengapa si jelita ini disebut Lily Hujan.

 

 

Impatiens… Si Kembang Pacar Air

Standard

Bagi yang hobby jalan-jalan menyusuri alam ataupun ke pedesaan, mungkin ada yang pernah memperhatikan bunga bunga cantik yang bermekaran di pinggir kolam atau bahkan di pinggir got? Banyak yang bertanya-tanya, bunga apakah itu dan mengapa ia tumbuh sedemikian mudah tanpa perlu perawatan di alam liar?

Bunga itu bernama Kembang Pacar Air atau bila di tukang bunga, namanya berubah menjadi Impatiens. Bernama Impatiens, barangkali karena tukang bunga yang membiakkannya dari biji yang dibeli di toko (biasanya imported) membacanya dari nama yang tertulis di kemasan bijinya tanpa pernah tahu namanya dalam bahasa Indonesia. Tanaman ini sangat serupa dengan tanaman Balsam atau apa yang dikenal di Indonesia dengan nama Bunga Pacar Cina, atau Bunga Pancar Galuh.

Bunganya berwarna warni dan sangat mudah tumbuh sepanjang tanah tempatnya tumbuh mengandung banyak humus. Sangat cocok ditanam untuk menghiasi pinggiran kolam, atau di tanah dekat teratapan air. Karena sesuai dengan namanya Kembang Pacar Air, tanaman ini sangat menyukai air.

Menanamnya sangat mudah, kita cukup mengambil biji-bijinya yang sudah tua (anak-anak biasanya sangat suka memetik buah tanaman ini, karena bila buahnya yang tua disentuh sedikit saja, langsung meledak, bijinya keluar dan kulit buahnya bergulung dengan cepat. Salah satu mekanisme penyebaran biji alami yang sangat baik.  Biji-biji langsung ditabur di tanah yang berhumus, dalam beberapa hari kita akan bisa melihat banyak anakan yang tumbuh.

Kita langsung bisa memindahkan anakan  yang sudah memiliki  4-5 lembar daun dengan aman ke tempat yang kita inginkan yang sebelumnya telah diberi humus. Pastikan tanaman ini mendapatkan air yang cukup, namun jangan sampai tergenang untuk menghindari busuk batang.

Beberapa jenis Impatiens sebenarnya juga bisa kita tanam dengan cara memisahkan batangnya yang memiliki sedikit akar udara (akar udara kadang-kadang bisa kita temukan di pangkal cabang tanaman ini. Saya pernah mencobanya beberapa kali dan berhasil.

Tumbuhan ini cepat berbunga.Dalam hitungan kurang dari sebulanpun kadang telah mampu berbunga.Bunganya cukup indah dan meriah. Berwarna warni, mulai dari merah, jingga, merah tua, lembayung, merah muda, jingga pucat (peach), pink pucat dan beberapa tahun yang lalu pun saya pernah sempat memiliki yang berwarna putih. Warna warni yang cerah dari bunga pacar air ini mengundang banyak kupu-kupu datang, sehingga bagi penggemar kupu-kup, menanam tanaman ini sangatlah menguntungkan.

Impatiens juga sangat baik di tanam bersama tanaman hias lainnya atau dikombinasi dengan ornament hiasan taman lainnya. Saya melihat bagaimana rumpun impatiens yang berwarna warni ini sangat cantik  bersama sebuah patung angsa digunakan untuk menghias taman sebuah restaurant ikan di daerah Sukabumi.

Cosmos.. Bunga Kenikir Yang Mencerahkan Hari

Standard

Kenikir. Siapa yang tak kenal tanaman Kenikir?  Kenikir atau  Cosmos (Cosmos Sulphureus – merujuk pada Kenikir Kuning) atau di Bali tanaman ini disebut dengan Mitir Jawa (tak jelas, siapa yang pertama kali datang membawa tanaman ini dari Jawa), adalah tanaman yang umum dipelihara di pekarangan rumah baik untuk dinikmati bunganya, maupun untuk dimanfaatkan daunnya sebagai sayuran (biasanya untuk sayur urap). Tanaman ini berumur hanya beberapa bulan. Tumbuh dengan cukup cepat, berbunga, berbiji lalu tua dan mati. Jadi yang perlu kita lakukan adalah memanen dengan segera biji-bijinya yang telah matang ( berwana hitam dan berbentuk jarum tidak tajam) sebelum tanaman yang tua kita cabut dan buang. Read the rest of this entry

Perfuming Your Garden, Cara Membuat Halaman Rumah Semerbak Mewangi..

Standard

Jika kita  hanya memiliki sedikit  waktu untuk beristirahat dan bersantai di rumah, tentunya sangat menginginkan agar  kwalitas  waktu yang  cuma sedikit itu menjadi optimal. Saat di rumah mungkin kita memilih aktifitas bersama keluarga dengan bercengkerama bersama, minum teh atau hanya sekedar duduk duduk sambil ngobrol di teras rumah. Salah satu cara untuk memberi nilai tambah pada aktifitas kebersamaan kita di teras rumah adalah dengan membuat teras rumah  selalu sejuk, segar dan wangi sepanjang waktu. Selain menjaga kebersihannya dengan menyapu & mengepel  lantainya, kita juga bisa menanam  tanaman-tanaman hias yang berbunga harum untuk mewangikan halaman rumah kita, sehingga jika ada angin yang bertiup maka wangi bunga-bunga itu akan sampai di teras tempat kita duduk-duduk. Berikut adalah contoh beberapa jenis tanaman hias yang bunganya menghasilkan wewangian yang  enak meyegarkan dan mudah ditanam, yang bisa kita tanam di halaman rumah kita.

1.       Gardenia atau Bunga Kaca Piring

Gardenia atau Bunga Kacapiring  (Gardenia jasminoides) adalah tanaman perdu dengan bunga berwarna putih bersih, memiliki harum yang lembut dan feminine.  Di Bali tanaman ini disebut dengan Jempiring.  Bunga Jempiring  ini bertahan dengan wangi optimal selama sehari, namun bunganya yang telah layupun masih tetap  wangi. Walaupun bunganya berukuran cukup besar, namun karena tanaman ini umumnya berdaun rimbun dengan warna hijau tua mirip beludru, maka bunga pada umumnya tidak terlalu menonjol, kecuali jika sedang musim bunga dimana satu tanaman  bisa memiliki bunga yang sedang mekar hingga 5-10 kuntum. Karena tanaman agak tinggi menyemak, maka bagus jika ditanam dekat dinding atau pagar. tanaman akan menghasilkan wangi yang terbaiknya pada pagi hari dan senja hari dimana angin bertiup lembut mengarah ke teras rumah.

2.       Ylang-Ylang atau Bunga Kenanga.

Ylang-Ylang atau Bunga Kenanga  (Cananga odorata) aslinya adalah tanaman yang berpohon tinggi. Namun dewasa ini sangat umum kita temukan jenis Kenanga yang hanya setinggi semak – bukan pohon. Kenanga  semak ini layak ditanam di halaman rumah. Bunganya berwarna hijau kekuningan dan menebarkan wangi yang sangat kuat, terutama jika sedang ada angin yang bertiup. Kelopak bunganya memanjang dan terpelintir. Karena warnanya yang hijau kekuningan, bunga tidak terlalu mencolok  mata. Wanginya sangat orientalis. Di Bali, bunga kenanga disebut dengan nama Bungan Sandat. Sangat banyak dipergunakan untuk persembahyangan maupun untuk merias rambut pengantin serta membuat air kumkuman (air wangi). Bunga Kenanga juga tetap mengeluarkan wangi yang semerbak, walaupun bunganya telah layu.

3.       Old Garden Rose atau Bunga Mawar.

Beberapa jenis mawar atau rose (Rosa sinensis), terutama mawar dari jenis jaman dulu (yang umum kira temukan di rumah kakek/nenek kita waktu kecil), menghasilkan wangi yang sangat kuat, walaupun beberapa jenis mawar hybrid yang banyak diperdagangkan di tukang tanaman belakangan ini banyak juga yang tak memiliki wangi . Kita bisa menanam jenis mawar yang wangi untuk mengharumkan halaman kita. Wangi mawar sangat elegant dan klasik.  Beberapa  merk parfum ternama menggunakan wangi mawar dari Rose Essential Oil  sebagai penanda merknya.   Di Bali bunga mawar disebut dengan Bungan Mawa.Banyak dimanfaatkan dalam persembahyangan.

4.       Frangipani atau  Kamboja Bali.

Beberapa jenis Frangipani atau Kamboja atau sering juga disebut Plumeria, menghasilkan wangi yang sophisticated. Terutama 2 jenis Kamboja Bali yang dikenal dalam bahasa Balinya sebagai Jepun Cenana (Kamboja Kuning Bali) dan Jepun Sudhamala (Kamboja Merah dengan tengah warna kuning dari Bali). Wanginya tidak terlalu kuat, namun sangat  memukau. Tidak umum dan tidak biasa.  Frangipani kering  sangat baik dijadikan sebagai bahan dasar untuk potpourri. Di Bali saya lihat banyak anak-anak kecil memungut bunga-bunga frangipani yang berjatuhan namun masih terlihat segar di rerumputan di bawah batang pohon ini.

Karena  wangi dan indah bentuknya, sangat menarik bila ditanam di halaman, terlebih jika pohonnya mulai tua dengan batang yang sangat artsitik sebagai element pendukung taman.

5.       Jasmine atau Melati.

Semua orang tahu kalau Jasmine atau Melati (Jasminum sambac)  merupakan penghasil parfum yang baik. Bunganya yang kecil-kecil putih menghasilkan wangi yang lembut dan feminine.  Di Bali bunga melati disebut Bungan Kemenuh. Dan umumnya penduduk lokal lebih menyukai jenis melati gambir dibandingkan melati biasa. Namun sebenarnya keduanya memiliki type wangi yang serupa.

Melati bisa kita tanam dekat pagar/tembok mengingat batangnya membutuhkan sandaran.  Upayakan tanaman agar menghadap ke arah teras, sehingga kita bisa menikmatinya saat duduk-duduk di sana. Melati bagus juga jika ditanam di bawah jendela.Sehingga jika jendela kamar kita buka dan angin bertiup, maka wangi melatipun akan semerbak terhembus ke kamar.

6.       Lavender.

Tanaman berbunga ungu yang ditukang tanaman disebut sebagai Lavender ini juga merupakan penghasil wangi yang cukup kuat dan paling sering terbawa angin hingga jarak beberapa meter. Bunganya  yang kecil-kecil bergerombol menghias tangkai yang pajang dan langsing, menghasilkan wangi  yang sangat lembut dan feminine. Wanginya banyak dimanfaatkan untuk membantu merelaksasikan pikiran. Satu rumpun tanaman Lavender bisa menghasilkan 20 – 40 batang bunga (tergantung tingkat kesuburan tanaman), sehingga jika angin bertiup ke arah teras, wanginya benar-benar kuat. Tanaman ini sangat baik jika ditanam di halamn belakang ataupun halaman samping.

7.       Scorpion Orchid /Anggrek Kalajengking.

Tidak banyak yang ngeh bahwa Anggrek jenis Kalajengking/Scorpion menghasilkan wangi tipis yang sangat sophisticated dan elegant. Terutama anggrek kalajengking yang berwarna ungu gelap. Sedemikian wanginya, membuat bunga anggrek ini mendapatkan posisi tingginya  diantara bunga-bunga yang dimanfaatkan secara tradisional untuk persembahyangan.

Wangi berasal dari kelopak bunganya yang paling panjang mirip jari tengah, sehingga tidak heran di Bali anggrek jenis ini disebut Anggrek Linjong (Linjong = Jari Tengah). Anggrek bisa kita tanam di bawah pohon  (mis mangga/jambu/kamboja dsb) dan batangnya kita sandarkan pada batang pohon penaungnya. Dalam beberapa minggu, akar hgantungnya kan keluar dan segera memeluk batang pohon penaung dengan kuat.

8.       Sedap Malam.

Bunga Sedap Malam atau Polyanthes tuberosa meninggalkan wangi yang  segar & agak misterius. Walaupun namanya Sedap malam, karena pada sore sampai malam hari bunga ini menunjukkan intensitas wangi yang lebih kuta, namun jenis fragrance yang dikeluarkan oleh bunga ini sangat fresh sehingga cocok untuk dinikmati pagi hari.  Bunganya bertajuk panjang dan jamak berwarna putih.  Mekar bergiliran. Menanamnya cukup mudah, yakni  dari anakan yang muncul dari umbinya.

Tanaman paling cocok ditanam di bawah jendela.

Rumpun Lavender di Halaman.. Calming & Relaxing

Standard

Rumpun tanaman hias yang sering disebut oleh tukang tanaman sebagai Lavender ini sungguh merupakan sumber wewangian natural yang lembut di pekarangan rumah.  Kalau kita kebetulan berdiri tidak jauh dari rumpun tanaman ini, maka sayup sayup akan kita cium wangi yang kalem dan lembut diterbangkan angin dari bunga tanaman ini. Wanginya yang sejuk & menenangkan sering dimanfaatkan sebagai sumber essential oil dan untuk mengusir nyamuk.

Tanaman ini sebenarnya cantik diletakkan di bagian mana saja dari halaman rumah, namun konon menurut ilmu Feng Sui tanaman, Lavender yang berbunga ungu sebaiknya di tanam di halaman belakang rumah untuk memberi ketentraman kepada si pemilik rumah.

Banyak yang melihat tanaman ini tumbuh di halaman saya bertanya, bagaimana caranya menanam & merawat agar sehat, subur dan rajin berbunga. Sebenarnya tidak ada yang sulit mengenai tanaman bunga ini.

Cara menanamnya gampang, tinggal mematahkan batangnya yang rapuh (pilih yang agak tua) lalu ditancapkan di tanah yang subur dan lembab. Agak sabar sedikit, karena tanaman ini yang baru ditancapkan  biasanya akan melewati periode layu terlebih dahulu. Tapi bukan mati. Jangan buru-buru dicabut. Tetap siram setiap hari dan siangi dari rumput liar sebagaimana layaknya tanaman hias hidup.  Dengan sedikit bersabar, maka tidak berapa lama kemudian, rumpun lavender baru akan bersemi.

Merawatnya pun tidak susah. Tanaman ini sama sekali tidak tergolong rewel. Asal cukup air, pasti tumbuh. Apalagi bila diberikan pemupukan secara teratur. Tunas yang mudapun akan tumbuh dengan subur. Tiap tangkai yang tua pasti akan memberikan tunas muda 3-6 yang kelak akan menghasilkan tangkai yang penuh bunga.  Rajinlah melakukan pemotongan tangkai yang tua, agar tanaman selalu terlihat segar. Tangkai yang tua biasanya ditandakan dengan warnanya yang tidak lagi hijau segar tapi mulai kekuningan. Potong tangkai tua hingga ke batas dimana tunas muda mulai tumbuh. Bila tangkai tua ini masih menyisakan banyak bunga, manfaatkanlah sebagai bunga potong, letakkan dalam vas bunga  untuk menghiasi & mengharumkan ruangan kita. Bunganya yang segar juga sering saya keringkan dan  manfaatkan untuk membuat potpourri.

My Sunny Brighty Zinnia

Standard

Zinnias were common flowes I found in my childhood home garden in Bangli, a small town in the central of Bali. They gave my home garden the splashes of colour and seasonal interest. My dad has very passion for flowers and often asked me to help him to take care the plants, cut the old stem, watering, clean them from pest manualy… while my mum… she really happy to cut them and arrange them for offering or .. to beautify our rooms. Balinese and flowers, they are always together. Read the rest of this entry