Tag Archives: Flowers

Ragam Bunga Pecah Seribu di Negeri Sakura.

Standard

Jepang, sangat terkenal dengan bunga Sakuranya. Saat musim bunga, berbondong- bondong tourist datang untuk menyaksikan keindahannya. Saat saya berkunjung, Sakura telah berhenti berbunga. Bunganya telah gugur dan sebagian menjadi buah cherry kecil kecil. Pertanyaannya, jika bunga Sakura telah gugur apakah tak ada bunga lain yang menarik lagi di Jepang?.

Jawabannya tentu banyak. Setidaknya ada 2 jenis bunga lagi yang sangat dominant di lanskap taman-taman di Jepang, yakni Azalea dan Hydrangea alias Bunga Pecah Seribu.

Di Indonesia kita bisa menemukan Kembang Pecah Seribu ini di berbagai area berudara dingin, seperti misalnya Malang, Puncak, Bedugul, Dieng dan sebagainya. Jenis yang umum di Indonesia adalah yang berwarna biru (paling banyak) , warna pink (jarang).

Nah, saat bermain ke Jepang, saya menemukan banyak sekali jenis jenis Bunga Pecah Seribu. Warnanya memang seputaran biru, pink dan putih, tetapi variantnya ternyata banyak sekali.

Ini adalah sebagian variant bunga Pecah Seribu dalam berbagai warna biru. Semuanya dalam gradasi warna biru. Tapi ada yang biru keputihan, biru kehijauan, ada yang biru keunguan, ada yang biru murni. Lalu ada yang binganya bergerombol, ada yang menyendiri, dan bahkan ada juga yang mempunyai putik dan benang sari terpisah. Orang Jepang mrnyebutnya dengan Hidrangea Pegunungan. Sungguh sangat cantik-cantik.

Ada juga yang berwarna pink. Dan berbagai varisnt warna pink. Sungguh cantik cantik. Pengen rasanya bawa ke Indonesia.

Dan yang baru saya lihat adalah variant yang berwarna putih. Inipun beragam juga. Ada yang benang sarinya benar benar putih, ada yang biru dan ada juga yang campuran.

Bunga-Bunga Liar Pegunungan Tengger.

Standard
Mt. Bromo Savana Flowers Bouquet.

Mt. Bromo Savana Flowers Bouquet.

Ketika hendak  turun dari Pananjakan pagi harinya, saya ditawari seikat bunga oleh pedagang di sana. Warnanya sangat menarik. Putih, krem, ungu, merah, kuning. Dan yang lebih menarik lagi, bunga itu ditata sedemikian rupa menjadi berbagai bentuk. Ada yang berupa flower bouquet biasa, ada juga yang berupa boneka lucu-lucu. Awalnya saya pikir itu bunga kering, tapi setelah saya dekati ternyata bunganya masih segar.  Terdiri atas bunga-bunga edelweiss dan bunga-bunga rumput berwarna-warni yang memang secara umum tahan kekeringan. Wah…cantik sekali. Saya harus acungkan jempol untuk kreatifitasnya.

Gara-gara melihat bouquet -bouquet bunga liar itu, saya  jadi menyadari bahwa di pegunungan Tengger ini tentu tumbuh beraneka ragam tanaman liar dan rerumputan yang berbunga indah-indah. Maka ketika turun dari Pananjakan menuju ke Lautan Pasir, mata saya tak lepas dari bunga-bunga tanaman liar yang saya temui di perjalanan.  Ada beberapa yang saya kenali jenisnya. Namun  kebanyakan tidak saya ketahui juga. Di bawah ini adalah beberapa diantaranya.

1/. Kuning secerah matahari pagi.

Yang paling menyolok mata saya pagi itu adalah bunga-bunga kuning yang menghampar di sana-sini. Warna kuning seperti mendominasi perjalanan saya selama di Tengger hari itu.  Yang paling jelas adalah bunga Adas pedas (Foeniculum vulgare)  yang saya temukan sangat banyak populasinya menempati sebagian padang savana di ujung lautan pasir.

Tanaman liar lain yang berbunga kuning dan juga terlihat sangat banyak di sana adalah tanaman sawi liar. Saya melihat kumpulan tanaman ini di sebuah tebing di bawah Pananjakan. Barangkali karena sawi-sawi liar itu tumbuh berkumpul di sana dan mereka serempak berbunga, seluruh dinding tebing kelihatan berwarna kuning cerah.

Lalu ada juga tanaman Dandelion, yang jika sudah tua dan kering bunganya kerap diterbangkan angin mirip orang naik payung udara. Walaupun tidak berkelompok, namun saya melihatnya sangat cemerlang pagi itu.

Selain itu ada lagi jenis tanaman liar berbunga kuning yang saya tidak tahu namanya. Bentuknya lucu. Mahkota bunganya  yang berwarna kuning menggelembung menjadi kantong udara membuat keseluruhan bunga itu mirip sarung tangan bayi berwarna kuning. Ada banyak di Pananjakan. Bunga jenis ini baru pertama kali saya lihat dalam hidup saya.

2/. Ungu yang menenteramkan hati.

Selain bunga-bunga yang berwarna kuning, saya juga menemukan banyak bunga liar yang berwarna ungu. Diantaranya yang paling banyak saya temukan di Savana adalah bunga Verbena liar (Verbena bonariensis) yang ujungnya berwarna ungu. Kelihatannya ada 2 gradasi warna ungu yang saya jumpai.Ungu tua dan ungu sedikit lebih muda. Bunganya kecil-kecil. Di savana ini rumput Verbena tumbuh sangat tinggi, lebih tinggi dari tubuh saya.

Selain Verbena ini, di sela-sela semak saya juga menemukan jenis tanaman lain yang berbunga ungu di ketinggian Pananjakan, yaitu bunga Cestrum liar. Bunga itu  jika ditilik dari batang dan daun serta bunganya tentu masih sekeluarga dengan tanaman Arum Dalu yang berbunga putih kehijauan. Mungkin karena habitatnya tepat, tanaman ini berbunga cukup lebat.

3/. Pink dan Merah yang romantis.

Pegunungan Tengger dan savananya tidak hanya menyediakan bunga berwarna kuning dan ungu. Ternyata tanaman Cestrum liar yang berbunga pink juga ada di semak-semak. Saya membayangkan jika tanaman menyender ini ditanam di pinggir tembok taman-taman yang luas di daerah dingin, tentu akan sangat menarik sekali. Karena bunganya cukup lebat juga.

Bunga warna merah lain yang juga menarik perhatian saya adalah bunga dari rumput Sorell. Warnanya merah karat bercampur hijau memenuhi tajuk bunganya yang panjang. Sepintas mirip bunga bayam atau bunga kemangi merah. Saya temukan dalam jumlah cukup banyak di sela sela rumput dan semak savana.

 

4/. Putih  yang membawa kedamaian.

Bunga -bunga liar berwarna putih juga  cukup banyak menghiasi pegunungan Tengger. Banyak diantaranya yang saya tidak tahu namanya. Tapi diantaranya ada juga bunga bunga yang mudah saya kenali, seperti misalnya Edelweiss, bunga Girang-girang (Elder flower), bunga Fox Gloves liar.

Bunga Edelweiss selalu menjadi penghuni abadi daerah pegunungan tinggi. Setiap orang yang mendaki gunung tentunya mengenali bunga ini dengan mudah. Bunga Edelweiss yang di atas saya temukan di tepi jurang saat saya berhenti dan turun sebentar dari jeep untuk memotret Gunung Batok dari kejauhan. Warnanya putih kecil dan halus teranguk angguk di tiup angin.

Lalu saya juga menemukan bunga Fox Glove liar yang berwarna putih. Cantik sekali diterpa cahaya pagi. Lalu ada lagi kembang Girang yang bunganya merupakan kumpulan bunga-bunga kecil membentuk payung lebar.

Nah..itulah antara lain foto-foto dari bunga-bunga liar yang saya temukan di Pegunungan Tengger. Cukup banyak dan cantik-cantik bukan? Sehingga tidak heran, banyak penduduk setempat memanfaatkannya untuk dirangkai menjadi bouquet yang cantik dan menarik.

 

Cuci Mata: Kota Batu dan Tanaman Hiasnya.

Standard

BatuBatu! Setiap kali mendengar nama kota kecil di dekat Malang itu saya selalu terbayang udara yang dingin dan buah apel!.  Akhir pekan yang lalu, saya menyempatkan diri bermain ke Batu, mampir di rumah salah seorang saudara yang tinggal di situ. Saya tiba saat malam menjelang. Kerlap-kerlip cahaya lampu di kejauhan dari bukit-bukit yang tinggi membuat malam menjadi sangat menyenangkan.

Esok paginya saya diajak berjalan-jalan di sekitar rumah. Melihat-lihat para petani kembang dan tanaman hias bekerja menyiram tanamannya dan mengurus kebun bunganya. Ada yang sedang memetik bunga mawar potong. Ada yang sibuk menjalin batang tanaman membuat topiari. Ada yang sedang menyiangi tanaman, menyiram bunga, menaikkan tanaman dalam polybag ke atas truk, menurunkan sekam, dan sebagainya. Sangat senang melihatnya. Perekonomian di sini sangat hidup akibat kembang dan tanaman hias. Truk dan mobil pick-up tampak mondar-mandir memuat dan mengangkut tanaman entah ke mana.

Saya melihat-lihat. Ada banyak jenis tanaman hias yang dipelihara di sana. Ada yang dipelihara untuk dijual sebagai bunga potong, misalnya mawar, gladiol, chrysant dan sebagainya.

Ada juga tanaman dari jenis yang hanya disukai karena daunnya. Misalnya tanaman pucuk merah,cyphres, pakis, tanaman untuk topiari dan sebagainya.

Berjalan sedikit agak ke atas, saudara saya  mengajak saya melihat-lihat pengusaha tanaman hias yang kelihatannya sudah jauh lebih professional ketimbang para petani yang saya lihat di dalam tadi. Setidaknya ia sudah memiliki green house untuk Anggrek dan berbagai tanaman kaktus.

Tanaman Kaktus & Succulents.

Deretan tanaman kaktus ini sungguh sangat menawan hati. Ada puluhan jenisnya dalampot-pot mungil yang berderet.Sebagian ada yang memiliki segment yang berwarna cerah menawan, sebagian lagi ada yang berbunga.  Sedikit diantaranya seperti gambar yang saya tampilkan di atas.

Selain cactus, di tempat yang sama juga berderet-deret pot succulents yang cukup banyak. Sangat cantiktampilannya. Banyak yang mirip bunga mawar hijau kelabu yang sedang mekar.

Yang menarik lagi adalah tanaman hias Kalanchu alias Cocor Bebek yang berbunga ganda. Saya belum pernah melihat yang berbunga ganda seperti ini. Biasanya hanya berbunga selapis.

Bukan hanya tanaman daerah kering dan gurun yang dikembangkan di sana, namun berbagai jenis anggrek juga tampak terpelihara dan bermekaran di sana. Mulai dari Phalaenopsis hingga kalajengking.

Masih banyak lagi jenis tanaman hias yang bisa kita lihat di Batu, yang membuat kita betah berlama-lama berada di sini. Bukan saja karena udaranya yang sejuk, namun juga karena keindahan tanaman hiasnya..

Yang Mekar Hari Ini.

Standard

Selagi di rumah, tentu kegiatan yang paling menyenangkan adalah memeriksa tanaman. Walaupun belakangan sempat agak terlantar, tidak sempat ngurus, tapi beberapa tanaman ini tetap berbunga. Saya ingin bercerita tentang bagaimana tanaman ini ada di rumah saya.

1/. Bromelia Merah.

Bromelia Merah

Bromelia merah ini saya dapatkan dari seorang tetangga. Waktu itu saya melihat seorang tetangga saya sedang berbersih bersih dan mencabuti semua pohon Bromelianya. Karena menurutnya, pohonnya jelek dan tak mau berbunga. Lalu saya kasih tahu barangkali lokasi menanamnya kena sinar matahari langsung. Tapi beliau sudah tidak mau menanamnya lagi dan bersiap akan membuangnya ke tempat sampah. Daripada terbuang percuma, maka saya minta saja dan saya tanam di bawah ceracapan atap rumah. Tidak kena sinar matahari langsung.  Mau deh berbunga.

2/. Kaktus Pear.

Kaktus Pear.

Kaktus Pear yang cukup sering berbunga ini ditanam oleh anak saya yang besar.  Sebenarnya saya agak kurang menyukainya di awal. Tapi karena ia merengek minta dibelikan saat diajak main ke tukang tanaman, akhirnya saya belikan juga. Ia tanam di dekat tembok yang kena sinar matahari. Sekarang pohon kaktusnyajadi besar dan ia rajin berbunga.

3/. Jempiring.

Kacapiring

Bunga Jempiring atau Kacapiring (Gardenia jasminoides) adalah bunga kesayangan ibu saya. Jika mendapat giliran untuk menyediakan Vas Bunga  untuk meja guru di sekolah dasar, ibu saya selalu menyarankan saya untuk memanfaatkan bunga ini. Selain sangat wangi, menurut saya bunga ini sangat simple dan elegant. Saya punya beberapa batang. Tanaman ini saya beli dari tukang tanaman di Bintaro. Walaupun ada juga yang batangnya saya bawa dari rumah di Bali.

4/. Lotus Putih.

Lotus Putih

Sebenarnya bunga ini belum layak disebut mekar.Karena baru setengah mekar, alias setengah kuncup. Ini adalah Lotus Putih Thailand dari jenis yang berkelopak banyak lapis.  Kalau mekar besar sekali. Segede piring makan yang besar. Saya mendapatkannya dari tukang tanaman di Graha Raya. Sebenarnya saya ingin mencari Lotus Putih lokal selapis yang sekarang malah sudah sangat sulit menemukannya. Tapi tidak apa-apalah.

5/. Lotus Pink.

Lotus Pink

Ini juga sama dengan Lotus yang putih. Belum mekar penuh. Dan Pink Lotus ini adalah jenis yang berkelopak banyak lapis dan berasal dari Thailand juga. Saya juga mendapatkannya dari Tukang Taman di Graha Raya. Lotus adalah bunga favorit saya.

6/. Anggrek Golden Shower.

Golden Shower

Anggrek yang berwarna kuning ini adalah pemberian dari Ibu Mertua saya yang penggemar tanaman hias. Oleh karenanya, tanaman ini sangat penting kedudukannya. Harus dirawat dengan baik. Jangan sampai mati atau layu. Salah-salah bisa dipecat jadi menantu he he. Saat ini saya tempelkan di batang pohon mangga.

7/ Anggrek Bulan.

Anggrek Bulan

Nah, kalau yang ini adalah hadiah dari kakak ipar saya di  Malang. Sama statusnya dengan anggrek Golden Shower. Karena dipecat menjadi ipar sama tidak enaknya dengan dipecat menjadi mantu. Sebenarnya saya juga dihadiahi anggrek jenis lain yang lebih sphisticated, sayangnya saat ini sedang tidak berbunga.Anggrek bulan ini saya tempelkan di batang pohon Tabebuia.

8/. Kembang Sepatu Kuning.

Kembang Sepatu Kuning

Ini adalah bunga saya yang paling rentan dengan serangan belalang. Entah apa sebabnya, belalang hoby banget menggerogoti kelopak bunganya. Tidak terjadi pada bunga Kembang sepatu yang berwarna lain. Saya punya dua batang. Sebatang saya tanam dibawah pohon Tabebuia dan sebatang lagi di bawah pohon mangga. Yang di bawah pohon mangga jarang sekali berbunga karena kurang mendapatkan cahaya matahari. Dapatnya dari tukang tanaman.

9/. Pucuk Arjuna /PucukBang Alit alias Kembang Sepatu Merah Kecil.

Pucuk Arjuna

Ini adalah bunga yang biasa diselipkan di telinga, di rambut atau diikat kepala orang Bali. Bunga ini saya dapatkan dari rumah orangtua saya di Bali.  Yang di rumah di Bali, aslinya berukuran sangat kecil, sehingga sangat pas jika disuntingkan di telinga. Entah kenapa saya tanam di Jakarta, kok menjadi agak besar. Dan makin ke sini malah makin membesar, walaupun tetap tidak sebesar kembang Sepatu Merah biasa. Saya pikir mungkin memang ada gen campurannya dengan Kembang Sepatu merah biasa.

10/. Kembang Sepatu Pink

Kembang Sepatu Pink

Ini  adalah tanaman yang sangat tangguh. Sudah pernah nyaris mati gara gara saya pindahkan dan akhirnya mati karena dimakan rayap, ternyata ada satu cabangnya yang sempat pingan dan tumbuh bertunas  kembali.Inilah sisanya. Luar biasa. Beli dari tukang tanaman di Bintaro.

11/. Kembang Sepatu Jingga

Kembang Sepatu Jingga

Ini jenis yang cukup rajin berbunga. Bunganya agak kurang jelas,karena saya memotret dari jarak yang agak jauh. Ini saya beli dari tukang tanaman di Daan Mogot.

12/. Kembang Sepatu Jingga bertingkat.

Kembang Sepatu Jingga bertingkat

Ini saya beli karena keunikannya.Bunganya bertingkat. Dan sangat rajin berbunga. Juga saya dapatkan dari tukang tanaman di Bintaro.

13/.Kembang Sepatu Merah Ganda.

Kembang Sepatu Merah ganda

Awalnya agak sulit membungakan ini. Tapi setelah saya pindahkan ke depan, dimana cahaya matahari penuh dan tanahnya juga agak kering,malah sangat rajin sekali berbunga. Saya membelinya dari seorang ibu-ibu yang berprofesi menjadi tukang taman. Sangat jarang ya?

14/. Kembang Sepatu Pink Ganda Medium.

Kembang Sepatu Pink Ganda Medium

Bunga ini punya cerita sendiri. Awalnya di tempat ini saya menanam Kembang Sepatu yang sama dengan jenis ini, namun dengan ukuran yang besar. Pohonnya mati ketika harus dipindahkan gara-gara pohon Tabebuia di tasnya tumbang waktu musim hujan angin. Akhirnya saya mencari penggantinya di tukang tanaman. Tukang taman ibu-ibu yang sama dengan Kembang Sepatu yang merah ganda. Tidak mendapatkan dengan bunga sebesar yang asli, namun ukuran bunganya sedang saja. Bunga ini adalah jenis bunga kembang sepatu kesayangan bapak saya. Kami dulu memiliki sebatang dengan bunga sebesar piring di halaman di Bali.

15/. Kembang Air mata Pengantin

Kembang Airmata Pengantin

Kembang airmata pengantin atau Coral vine adalah tanaman dengan bunga paling romantis yang saya tahu. Saya tak punya rambatan khusus untuk tanaman ini, jadi saya rambatkan saja di pohon Tabebuia. jadi keindahannya agak kurang optimal. Saya mendapatkannya dari tukang tanaman di Graha Raya Bintaro.

16/ Bunga Torenia Ungu.

Bunga Ungu

Pertama kali menanam pohon ini, saya membawa bijinya dari Bali.Tumbuh beberapa musim, tapi karena saya kurang telaten menyimpan bijinya lalu hilang. sempat mebeli lagi dari tukang tanaman yang berwarna lain (pink,putih), nasibnya sama.  Tiba-tiba saja ada yang tumbuh lagi setelah lama sekali dormant.

17/. Mawar Jingga.

Mawar Jingga

Ini tanaman yang cukup tangguh juga. Asal muasalnya, tanaman ini digunakan untuk shooting sebuah iklan. Agak patah karena terinjak-injak oleh crew film dan tak dipakai lagi. Lalu saya minta dan tanam di halaman. Sempat rajin berbunga. Sayangnya kemarin ketika menebang pohon pucuk merah, batangnya patah tertimpa salah satu cabang pohon itu. Untung cabangnya yang sedang ada bunga mekarnya tidak patah.

18/. Jepun Cenana

Jepun Cenana

Jepun Cenana atau Kamboja Kuning yang wangi ini saya bawa dari Bali. Bunga ini sangat penting artinya, karena selalu digunakan untuk menghias rambut saat saya menari ketika saya kecil dulu. Belakangan ini, terkadang ada juga tukang pungut entah darimana yang mampir ke halaman rumah, mengambil bunga-bunga yang jatuh di rermputanuntuk dikumpulkan,dikeringkan dan dijual untuk bahan potpouri.

19/ Jepun Putih Alit.

Jepun Alit

Sama seperti saudaranya yang kuning, bunga kembang kamboja mini inipun saya bawa dari Bali juga. Ukuran bunganya sangat kecil imut imut. Bunga ini cocok untuk menghias telinga.

20/.Bunga Jatropha

Bunga JatrophaSaya suka tanaman ini karena  paling sering didatangi kupu-kupu besar. Sayangnya sangat rentan dengan serangan kutu putih. Jika kita ingin halaman rumah kita sering dikunjungi kupu-kupu sedang – besar, tanaman ini jangan sampai terlewatkan. Saya mendapatkannya dari tukang tanaman di Graha Raya Bintaro.

Sebenarnya masih bnayak lagi tanaman lain yang juga berbunga.  Namun 20 bunga di atas sudah sangat membuat saya senang. Walaupun kurang diurus belakangan ini,namun masih tetap ingat untuk mekar.

Deep Blue Salvia: Keteduhan Laut Yang Dalam.

Standard

Andani Blue Salvia3Ini adalah salah satu tanaman hias yang sangat saya sukai, namun belum pernah saya miliki. Tidak seperti  saudaranya jenis Scarlet Salvia yang berwarna merah terang dan  sangat umum kita temukan di tukang tanaman, maupun di taman-taman  perumahan ataupun perkantoran, Salvia berwarna biru ini hanya pernah saya lihat di Taman Bunga Nusantara, di Cipanas, Cianjur. Barangkali ada juga sih di tempat lain – namun sayangnya saya tidak tahu.  Barangkali juga tanaman ini hanya bersahabat dengan udara yang dingin.

Apa yang menarik dari tanaman ini? Sudah pasti bunganya yang berupa  tajuk-tajuk panjang dengan tangkai gelap dan penuh dengan bunga berwarna biru. Baik kelopak bunganya maupun mahkotanya, semuanya berwarna biru. Sehingga ketika kita memandang hamparan tanaman ini yang sedang berbunga dan terangguk-angguk oleh hempasan angin dingin pegunungan,  serasa kita sedang memandangi sebuah keteduhan laut biru yang dalam.

Daunnya  sepintas lalu mirip dengan daun kemangi.  Hijau lembut dan agak lonjong. Rupanya  tanaman ini memang termasuk keluarga “Sage” yang banyak digunakan sebagai bumbu dapur di negara-negara Eropa. Karena tingginya tidak seberapa, rasanya sangat indah jika dimanfaatkan sebagai tanaman border atau untuk mengisi blok-blok tanah di halaman rumah ataupun untuk ditanam di bawah pohon penaung.

I Hope This Flower Will Remind You of Me…

Standard

Bunga Waru Laut

Sore hari saya berjalan  menyusuri dermaga. Melihat kesibukan yang terjadi. Ibu-ibu berbaris memancing  ikan untuk makan malam, pedagang menurunkan barang dagangannya dari kapal, anak-laki-laki menarik tali perahunya, dan burung gagak juga tak kalah sibukanya berkoak di pelabuhan. Saya memotret suasana sore di pulau Maafushi itu. Beberapa orang anak-anak yang sedang bermain nakhoda-nakhoda-an di atas sebuah beton bekas monumen, melihat ke arah saya dan memanggil minta dipotret.  Senampan kecil kembang waru laut berwarna jingga tampak bersama mereka. Rupanya mereka baru saja habis mengumpulkan kembang-kembang  itu dari pohonnya yang banyak tumbuh di sana. Saya pun mendekat dan segera memotret mereka. Anak-anak yang ceria. Penuh canda tawa. Terlihat mereka sangat senang bergaya di depan kamera. Tanpa saya suruh, malah pada berjoget dengan riangnya diatas beton itu. Read the rest of this entry

Frangipani Berkelopak Banyak.

Standard

Frangipani! Alias Plumeria atau  bunga Kamboja. Semua orang pasti mengenalnya. Terutama jika kita tinggal di Bali. Bunga ini memegang peranan yang sangat penting dalam aktifitas sehari-hari. Misalnya untuk digunakan dalam upacara keagamaan, untuk menghias rambut ataupun hanya sekedar menghias halaman rumah. Bunga ini memiliki berbagai jenis warna dan warna kombinasi dengan kualitas yang sangat baik dan cemerlang. Memiliki berbagai ukuran dan bentuk kelopak yang berbeda.Ada yang lancip, ada juga yang kelopaknya agak membulat.  Bunga ini juga menebarkan harum yang sayup dan bersahabat. Read the rest of this entry

French Marigolds, Bunga Mitir Memedi Dari Semak Belukar.

Standard

Pernah suatu kali entah karena iseng sahabat blog saya Budi Arnaya bertanya kepada saya “Memedi itu kira-kira apa ya, Mbok?” Mbok adalah panggilan untuk Kakak perempuan dalam Bahasa  Bali. Saya tidak tahu persis juga akan apa yang sebenarnya disebut  dengan Memedi. Namun dari obrolan orang-orang, saya menyimpulkan sendiri  bahwa Memedi itu adalah sejenis mahluk halus yang tinggal di semak belukar, jurang, bebatuan ataupun pohon-pohon besar. Konon seperti manusia, mahluk ini punya masyarakat dan perkampungan juga. Kebanyakan bersifat baik, namun kembali lagi seperti manusia, ada juga yang jahat. Ada beberapa kata dalam bahasa Bali yang dikaitkan dengan Memedi. Misalnya: Capung Memedi (capung jarum; capung berukuran kecil yang biasanya tinggal di semak belukar) dan Mitir Memedi (kenikir liar yang tumbuh di semak belukar, berwarna merah gelap). Read the rest of this entry

Namaku Dessy! Putih, Cantik Dan Menawan…

Standard

Beberapa orang teman saya bernama Dessy, Daisy atau Desi.  Wanita, tentu saja! Dan umumnya cantik-cantik. Tentu saja kita tahu bahwa nama  para wanita cantik itu diambil dari nama bunga. Yakni bunga Daisy.  Daisy atau Oxeye Daisy (Leucanthemum vulgare) adalah bunga cantik menawan berwarna putih bersih dengan pusat berwarna kuning dari keluarga Asteraceae. Disebut dengan Oxeye Daisy, barangkali karena memang kepala bunga ini mirip mata sapi jika sudah mulai menua. Jika masih muda dan baru mekar, bunga Daisy memiliki kepala bunga (pusat bunga) yang berwarna kuning dengan pola teratur. Mirip sekali dengan pola yang dimiliki bunga Matahari. Namun dalam ukuran kecil. Mahkota bunganya sendiri berwarna putih bersih dan melingkar di sekeliling pusat bunga yang kuning. Jumlah mahkotanya cukup banyak. Bervariasi antara 25-35 lembar.  Kalau kita ukur, barangkali diameter bunganya sekitar  5 centi meter.  Tergantung subur tidaknya tanaman ini. Read the rest of this entry

Pink Zepyranthes, Romantisme Musim Hujan…

Standard
Pink Zepyranthes, Romantisme Musim Hujan…

Adakah yang pernah membayangkan romantisme saat musim penghujan datang? Dimana matahari tersenyum malu-malu dan lebih suka berlindung di balik awan?  Saya memandang ke halaman saat butir hujan berjatuhan menetes di kuncup bunga Zepyranthes dan membayangkan romantisme di kelopaknya yang  berwarna dadu. Read the rest of this entry