Tag Archives: Garden

Dichorysandra thyrsiflora: The Blue Ginger.

Standard

Andani-Blue Ginger 1Di resort-resort tertentu di daerah dingin,terkadang kita menemukan sebuah tanaman yang batang dan daunnya mirip jahe yang berbunga biru terang benderang yang sangat menawan. Saya selalu meluangkan waktu saya untuk mengamat-amati tanaman ini setiap kali saya menemukannya sedang berbunga.  Ingin sekali memilikinya, namun belum pernah menemukannya dijajakan di tukang tanaman. Namun beberapa waktu yang lalu saya merasa sangat terkejut, ketika menemukan tanaman itu ternyata tumbuh di tepi kolam di rumah mertua saya. Sedang berbunga. Lebat pula!. Saya pikir sebelumnya itu  hanya sejenis tradescantia biasa yang tak berbunga.

Orang-orang menyebutnya dengan nama Blue Ginger, si Jahe Biru. Dichoryssandra thyrsiflora. Barangkali karena tampilan batang dan daunnya agak serupa dikit dengan keluarga jahe-jahean.Walaupun sebenarnya tanaman ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan jahe. Saya sendiri sih memang tidak merasa bahwa tanaman ini serupa jahe – tapi begitulah orang menamainya. Kalau bisa saya gambarkan tanamannya seperti ini. Batangnya berbuku-buku mirip tebu atau mirip tanaman Dracaena. Agak tinggi juga, bisa mencapai tinggi di tas kepala saya , mungkin sekitar 1,75 – 2 meter.  Daunnya mirip dengan keluarga daun Suji, namun lebih besar dan lebar, tumbuh berurutan ke atas dengan arah tumbuh mengikuti spiral pada batangnya yang tegak ke atas.  Secara keseluruhan tampilan tanaman ini cukup menarik juga untuk dinikmati sebagai tanaman hias yang berdaun indah.

Tangkai bunganya keluar dari setiap ujung pucuknya dengan ukuran yang cukup panjang dengan beberapa bunga individu yang muncul dari tangkai satu per satu. Keseluruhan kuncup bunga terlihat kokoh, kerucut gendut dan berwarna biru. Ketika mekar satu per satu, kita bisa melihat ternyata setiap bunga terdiri atas 3 helai mahkota bunga yang berwarna biru terang, dengan sedikit warna putih pada pangkal mahkotanya serta sari yang berwarna kuning. Jika kita memandang bunga ini, seketika perasaan teduh merayap memasuki perasaan kita. Barangkali karena keindahan warna birunya.

Tanaman kelihatannya tumbuh dengan sangat baik di daerah yang agak sejuk dan jika ditanam dibawah naungan pohon yang lebih besar atau rimbun, sehingga tidak langsung terkena paparan panasnya matahari. Cara memperbanyaknya adalah dengan memisahkan anakannya dari akar atau memotong cabangnya lalu menancapkannya di tanah yang subur.

Advertisements

Deep Blue Salvia: Keteduhan Laut Yang Dalam.

Standard

Andani Blue Salvia3Ini adalah salah satu tanaman hias yang sangat saya sukai, namun belum pernah saya miliki. Tidak seperti  saudaranya jenis Scarlet Salvia yang berwarna merah terang dan  sangat umum kita temukan di tukang tanaman, maupun di taman-taman  perumahan ataupun perkantoran, Salvia berwarna biru ini hanya pernah saya lihat di Taman Bunga Nusantara, di Cipanas, Cianjur. Barangkali ada juga sih di tempat lain – namun sayangnya saya tidak tahu.  Barangkali juga tanaman ini hanya bersahabat dengan udara yang dingin.

Apa yang menarik dari tanaman ini? Sudah pasti bunganya yang berupa  tajuk-tajuk panjang dengan tangkai gelap dan penuh dengan bunga berwarna biru. Baik kelopak bunganya maupun mahkotanya, semuanya berwarna biru. Sehingga ketika kita memandang hamparan tanaman ini yang sedang berbunga dan terangguk-angguk oleh hempasan angin dingin pegunungan,  serasa kita sedang memandangi sebuah keteduhan laut biru yang dalam.

Daunnya  sepintas lalu mirip dengan daun kemangi.  Hijau lembut dan agak lonjong. Rupanya  tanaman ini memang termasuk keluarga “Sage” yang banyak digunakan sebagai bumbu dapur di negara-negara Eropa. Karena tingginya tidak seberapa, rasanya sangat indah jika dimanfaatkan sebagai tanaman border atau untuk mengisi blok-blok tanah di halaman rumah ataupun untuk ditanam di bawah pohon penaung.

Tips Dari Oma: Agar Tanaman Selalu Terlihat Segar.

Standard

Saya bertetangga dengan seorang Oma  yang halamannya selalu tampak segar dengan tanaman yang hijau. Selalu lebih segar jika dibandingkan dengan tanaman di halaman rumah saya. Saya berpikir tentu itu disebabkan karena Oma sudah pensiun. Tidak bekerja lagi di kantor. Sehingga punya banyak waktu luang untuk merawat tanamannya.  Tentu saja saya tidak punya waktu di rumah sebanyak yang Oma punya. Lalu sayapun meminta tolong kepada orang rumah untuk merawat tanaman saya karena saya tidak sempat. Namun tetap saja tanaman saya tidak pernah sesegar tanaman di halaman rumah Oma. Read the rest of this entry

Namaku Dessy! Putih, Cantik Dan Menawan…

Standard

Beberapa orang teman saya bernama Dessy, Daisy atau Desi.  Wanita, tentu saja! Dan umumnya cantik-cantik. Tentu saja kita tahu bahwa nama  para wanita cantik itu diambil dari nama bunga. Yakni bunga Daisy.  Daisy atau Oxeye Daisy (Leucanthemum vulgare) adalah bunga cantik menawan berwarna putih bersih dengan pusat berwarna kuning dari keluarga Asteraceae. Disebut dengan Oxeye Daisy, barangkali karena memang kepala bunga ini mirip mata sapi jika sudah mulai menua. Jika masih muda dan baru mekar, bunga Daisy memiliki kepala bunga (pusat bunga) yang berwarna kuning dengan pola teratur. Mirip sekali dengan pola yang dimiliki bunga Matahari. Namun dalam ukuran kecil. Mahkota bunganya sendiri berwarna putih bersih dan melingkar di sekeliling pusat bunga yang kuning. Jumlah mahkotanya cukup banyak. Bervariasi antara 25-35 lembar.  Kalau kita ukur, barangkali diameter bunganya sekitar  5 centi meter.  Tergantung subur tidaknya tanaman ini. Read the rest of this entry

Mansonia Di Tepi Kolam.

Standard

Telah lama saya ingin menulis tentang bunga indah berwarna ungu ini. Namun selalu lupa  entah dimana saya menyimpan gambar-gambarnya di file saya. Beberapa saat yang lalu  kebetulan saya melihatnya sedang mekar. Tangkainya yang panjang penuh bunga terlihat indah menjuntai ke kolam ikan. Sayapun segera  menyempatkan diri untuk mengambil kembali beberapa fotonya.

Tanaman menyandar yang menghasilkan bunga berwarna ungu ini bernama Mansonia (Mansonia alliaceae). Entah kenapa beberapa tukang tanaman di Jakarta menyebutnya dengan nama Stephanotes. Padahal setahu saya Stephanotes sebenarnya merujuk pada nama tanaman hias lain yang berbunga putih. Barangkali karena bentuknya memang agak serupa. Namun saya lebih mudah mengingatnya sebagai Mansonia alliaceae. Mengapa? Karena kata allieaceae mengingatkan saya akan kata Allium sativum, yakni bawang putih. Daun tanaman ini memang berbau bawang putih jika kita robek atau remas. Jadi buat saya lebih mudah mengingatnya. Read the rest of this entry

Zinnia, Si Pemikat Kupu-Kupu Yang Paling Sukses.

Standard
Zinnia, Si Pemikat Kupu-Kupu Yang Paling Sukses.

Saya membaca di ‘Search  Engine Terms’ di blog saya,  seseorang sedang mencari informasi tentang  “jenis bunga apa yang paling disukai kupu-kupu?”.  Rasanya saya tahu jawabannya. Mungkin agak sedikit sok tahu, karena saya memang bukan ahli kupu-kupu,. Tapi setidaknya saya yakin  akan jawaban saya, berdasarkan pengamatan  yang saya lakukan dalam jangka waktu yang cukup panjang terhadap mahluk cantik ini. Karena kebetulan,  kupu-kupu dan bunga adalah dua hal yang paling menarik perhatian saya. Read the rest of this entry

Pink Zepyranthes, Romantisme Musim Hujan…

Standard
Pink Zepyranthes, Romantisme Musim Hujan…

Adakah yang pernah membayangkan romantisme saat musim penghujan datang? Dimana matahari tersenyum malu-malu dan lebih suka berlindung di balik awan?  Saya memandang ke halaman saat butir hujan berjatuhan menetes di kuncup bunga Zepyranthes dan membayangkan romantisme di kelopaknya yang  berwarna dadu. Read the rest of this entry

Real Country Story II: Kedamaian Yang Mengalir Di Ladang.

Standard
Real Country Story II:  Kedamaian Yang Mengalir Di Ladang.

 

Ketika semua pada sibuk merayakan Imlek dengan lampion-lampion merahnya yang meriah, saya menerima ajakan seorang sahabat untuk berkunjung ke  kebunnya. Sahabat saya ini sedikit agak berbeda dengan yang lainnya. Karena kebanyakan sarjana sibuk mencari kerja atau membuka usaha di kota besar begitu mereka menyelesaikan kuliahnya, namun sahabat saya ini malah memilih kembali ke kota kelahirannya untuk berkebun dan menjadi petani. Kembali ke desa.  Pilihan hidup yang jarang dan berani ia jalani bersama istri tercintanya. Tentu saja saya menerima ajakannya dengan sangat antusias, karena saya memang selalu mencintai alam pedesaan yang tentramdan damai. Anak-anak juga pasti akan sangat menyukainya karena bisa bermain di ladang sepuasnya. Ia dan istrinya menerima kami dengan sangat ramah dan baik. Beberapa saat kemudian, berangkatlah kami dari rumahnya ke kebun dengan mengendari kendaraan kebunnya yang tahan banting. Read the rest of this entry

Seeds of Flowers– Penyimpan Benih Keindahan Hidup.

Standard
Seeds  of Flowers– Penyimpan Benih Keindahan Hidup.

Sebagian dari tanaman berbunga yang kita kenal berkembang biak dengan biji. Umumnya biji-biji ini dipanen dari bunga yang telah layu dan kering. Biji bunga berukuran sangat kecil, namun tak perlu dipertanyakan lagi dari sisi kemampuannya menyimpan pesan-pesan dari leluhurnya di jaman purba, untuk diteruskan ke generasi penerusnya di kehidupan yang akan datang. Di bawah ini adalah beberapa jenis biji-biji dari tanaman berbunga yang  bisa kita temukan sehari-hari. Read the rest of this entry

Jika Musim Harus Berganti…

Standard
Jika Musim Harus Berganti…

Saya sering berjalan-jalan ke toko-toko yang menjual biji bibit bunga. Ada Daisy, Petunia, Marigold, Zinnia, Torrenia, dan sebagainya. Kebanyakan yang imported, dikemas dengan cukup baik, diberi label. Saya sering membacanya. Misalnya – “Daisy. Golitah mixed. Big double daises for spring colour.  A hardy biennial, flowers the year after sowing. Large, long lasting mainly double flowers. Perfect for spring bedding, containers and edging. “ Dan  bla bla.. seterusnya. Lalu ada petunjuk detail mengenai ketinggian tanaman,waktu tanam, bagaimana cara menyemai dan menumbuhkannya.  Harganya lumayan mahal. Bahkan kadang-kadang terlalu mahal untuk ukuran kantong saya. Kadang-kadang biji bunga itu sudah saya pegang dan masukkan ke keranjang belanjaan saya, namun sambil berjalan saya mikir ulang lagi mengingat harganya yang kemahalan.  Lalu saya balikkan kembali ke tempatnya semula. Urung membeli!. Read the rest of this entry