Tag Archives: Gardenia

Bunga Jempiring, Putih Wangi Nan Anggun…

Standard

Salah satu bunga cantik yang menjadi favorite saya  semenjak masa kanak-kanak adalah Bunga Jempiring, Alias Kaca Piring alias Pecah Piring  (Gardenia, Gardenia jasminoides). Nenek saya menanamnya di pojok merajan, sedangkan ayah saya menanamnya di taman pekarangan di tepi kolam.  Saya memetiknya setiap hari dan menjadikannya rangkaian bunga indah yang anggun dan wangi  guna menghias meja guru saya di sekolah dasar. Read the rest of this entry

Perfuming Your Garden, Cara Membuat Halaman Rumah Semerbak Mewangi..

Standard

Jika kita  hanya memiliki sedikit  waktu untuk beristirahat dan bersantai di rumah, tentunya sangat menginginkan agar  kwalitas  waktu yang  cuma sedikit itu menjadi optimal. Saat di rumah mungkin kita memilih aktifitas bersama keluarga dengan bercengkerama bersama, minum teh atau hanya sekedar duduk duduk sambil ngobrol di teras rumah. Salah satu cara untuk memberi nilai tambah pada aktifitas kebersamaan kita di teras rumah adalah dengan membuat teras rumah  selalu sejuk, segar dan wangi sepanjang waktu. Selain menjaga kebersihannya dengan menyapu & mengepel  lantainya, kita juga bisa menanam  tanaman-tanaman hias yang berbunga harum untuk mewangikan halaman rumah kita, sehingga jika ada angin yang bertiup maka wangi bunga-bunga itu akan sampai di teras tempat kita duduk-duduk. Berikut adalah contoh beberapa jenis tanaman hias yang bunganya menghasilkan wewangian yang  enak meyegarkan dan mudah ditanam, yang bisa kita tanam di halaman rumah kita.

1.       Gardenia atau Bunga Kaca Piring

Gardenia atau Bunga Kacapiring  (Gardenia jasminoides) adalah tanaman perdu dengan bunga berwarna putih bersih, memiliki harum yang lembut dan feminine.  Di Bali tanaman ini disebut dengan Jempiring.  Bunga Jempiring  ini bertahan dengan wangi optimal selama sehari, namun bunganya yang telah layupun masih tetap  wangi. Walaupun bunganya berukuran cukup besar, namun karena tanaman ini umumnya berdaun rimbun dengan warna hijau tua mirip beludru, maka bunga pada umumnya tidak terlalu menonjol, kecuali jika sedang musim bunga dimana satu tanaman  bisa memiliki bunga yang sedang mekar hingga 5-10 kuntum. Karena tanaman agak tinggi menyemak, maka bagus jika ditanam dekat dinding atau pagar. tanaman akan menghasilkan wangi yang terbaiknya pada pagi hari dan senja hari dimana angin bertiup lembut mengarah ke teras rumah.

2.       Ylang-Ylang atau Bunga Kenanga.

Ylang-Ylang atau Bunga Kenanga  (Cananga odorata) aslinya adalah tanaman yang berpohon tinggi. Namun dewasa ini sangat umum kita temukan jenis Kenanga yang hanya setinggi semak – bukan pohon. Kenanga  semak ini layak ditanam di halaman rumah. Bunganya berwarna hijau kekuningan dan menebarkan wangi yang sangat kuat, terutama jika sedang ada angin yang bertiup. Kelopak bunganya memanjang dan terpelintir. Karena warnanya yang hijau kekuningan, bunga tidak terlalu mencolok  mata. Wanginya sangat orientalis. Di Bali, bunga kenanga disebut dengan nama Bungan Sandat. Sangat banyak dipergunakan untuk persembahyangan maupun untuk merias rambut pengantin serta membuat air kumkuman (air wangi). Bunga Kenanga juga tetap mengeluarkan wangi yang semerbak, walaupun bunganya telah layu.

3.       Old Garden Rose atau Bunga Mawar.

Beberapa jenis mawar atau rose (Rosa sinensis), terutama mawar dari jenis jaman dulu (yang umum kira temukan di rumah kakek/nenek kita waktu kecil), menghasilkan wangi yang sangat kuat, walaupun beberapa jenis mawar hybrid yang banyak diperdagangkan di tukang tanaman belakangan ini banyak juga yang tak memiliki wangi . Kita bisa menanam jenis mawar yang wangi untuk mengharumkan halaman kita. Wangi mawar sangat elegant dan klasik.  Beberapa  merk parfum ternama menggunakan wangi mawar dari Rose Essential Oil  sebagai penanda merknya.   Di Bali bunga mawar disebut dengan Bungan Mawa.Banyak dimanfaatkan dalam persembahyangan.

4.       Frangipani atau  Kamboja Bali.

Beberapa jenis Frangipani atau Kamboja atau sering juga disebut Plumeria, menghasilkan wangi yang sophisticated. Terutama 2 jenis Kamboja Bali yang dikenal dalam bahasa Balinya sebagai Jepun Cenana (Kamboja Kuning Bali) dan Jepun Sudhamala (Kamboja Merah dengan tengah warna kuning dari Bali). Wanginya tidak terlalu kuat, namun sangat  memukau. Tidak umum dan tidak biasa.  Frangipani kering  sangat baik dijadikan sebagai bahan dasar untuk potpourri. Di Bali saya lihat banyak anak-anak kecil memungut bunga-bunga frangipani yang berjatuhan namun masih terlihat segar di rerumputan di bawah batang pohon ini.

Karena  wangi dan indah bentuknya, sangat menarik bila ditanam di halaman, terlebih jika pohonnya mulai tua dengan batang yang sangat artsitik sebagai element pendukung taman.

5.       Jasmine atau Melati.

Semua orang tahu kalau Jasmine atau Melati (Jasminum sambac)  merupakan penghasil parfum yang baik. Bunganya yang kecil-kecil putih menghasilkan wangi yang lembut dan feminine.  Di Bali bunga melati disebut Bungan Kemenuh. Dan umumnya penduduk lokal lebih menyukai jenis melati gambir dibandingkan melati biasa. Namun sebenarnya keduanya memiliki type wangi yang serupa.

Melati bisa kita tanam dekat pagar/tembok mengingat batangnya membutuhkan sandaran.  Upayakan tanaman agar menghadap ke arah teras, sehingga kita bisa menikmatinya saat duduk-duduk di sana. Melati bagus juga jika ditanam di bawah jendela.Sehingga jika jendela kamar kita buka dan angin bertiup, maka wangi melatipun akan semerbak terhembus ke kamar.

6.       Lavender.

Tanaman berbunga ungu yang ditukang tanaman disebut sebagai Lavender ini juga merupakan penghasil wangi yang cukup kuat dan paling sering terbawa angin hingga jarak beberapa meter. Bunganya  yang kecil-kecil bergerombol menghias tangkai yang pajang dan langsing, menghasilkan wangi  yang sangat lembut dan feminine. Wanginya banyak dimanfaatkan untuk membantu merelaksasikan pikiran. Satu rumpun tanaman Lavender bisa menghasilkan 20 – 40 batang bunga (tergantung tingkat kesuburan tanaman), sehingga jika angin bertiup ke arah teras, wanginya benar-benar kuat. Tanaman ini sangat baik jika ditanam di halamn belakang ataupun halaman samping.

7.       Scorpion Orchid /Anggrek Kalajengking.

Tidak banyak yang ngeh bahwa Anggrek jenis Kalajengking/Scorpion menghasilkan wangi tipis yang sangat sophisticated dan elegant. Terutama anggrek kalajengking yang berwarna ungu gelap. Sedemikian wanginya, membuat bunga anggrek ini mendapatkan posisi tingginya  diantara bunga-bunga yang dimanfaatkan secara tradisional untuk persembahyangan.

Wangi berasal dari kelopak bunganya yang paling panjang mirip jari tengah, sehingga tidak heran di Bali anggrek jenis ini disebut Anggrek Linjong (Linjong = Jari Tengah). Anggrek bisa kita tanam di bawah pohon  (mis mangga/jambu/kamboja dsb) dan batangnya kita sandarkan pada batang pohon penaungnya. Dalam beberapa minggu, akar hgantungnya kan keluar dan segera memeluk batang pohon penaung dengan kuat.

8.       Sedap Malam.

Bunga Sedap Malam atau Polyanthes tuberosa meninggalkan wangi yang  segar & agak misterius. Walaupun namanya Sedap malam, karena pada sore sampai malam hari bunga ini menunjukkan intensitas wangi yang lebih kuta, namun jenis fragrance yang dikeluarkan oleh bunga ini sangat fresh sehingga cocok untuk dinikmati pagi hari.  Bunganya bertajuk panjang dan jamak berwarna putih.  Mekar bergiliran. Menanamnya cukup mudah, yakni  dari anakan yang muncul dari umbinya.

Tanaman paling cocok ditanam di bawah jendela.