Tag Archives: Happy Life

I Belog Pergi Ke Kuta.

Standard

Andani-Kuta BaliKuta! Di Bali!. Nama itu mungkin sudah tidak asing lagi bagi banyak orang. Banyak orang ingin pergi ke Kuta. Para pelancong dari luar negeri, juga dari tempat lain di Indonesia. Terutama pelancong dari Australia dan Jakarta, entah kenapa lebih memilih tinggal di Kuta ketimbang tempat-tempat lain di Bali. Intinya Kuta penuh wisatawan. Oleh karenanya tempat itu penuh dengan Hotels, Restaurants, Money Changers,  Toko-toko Cinderamata dan lain sebagainya. Read the rest of this entry

Keinginan Yang Seperti Samudra Tak Bertepi.

Standard

Pagi itu saya sedikit terlambat ke kantor. Lalu lintas padat. Belum lagi lintasan kereta api yang memaksa laju kendaraan saya terhenti. Menunggu kemacetan tanpa ada sesuatu yang bisa saya kerjakan, maka sayapun melamun. Memikirkan perjalanan hidup saya.  Mulai ketika pertama kali meniti karir saya dari bawah, di belantara raya Jakarta ini, hingga usia saya kini yang sudah mendekati setengah baya. Banyak hal yang sudah saya alami, lakukan dan kerjakan. Namun terkadang saya merasa tidak tahu, entah apa yang saya cari di kota metropolitan ini. Read the rest of this entry

Magnifying Happiness.

Standard
Magnifying Happiness.

Hari Libur.Saya menghabiskan waktu seharian dengan menemani anak –anak melakukan hal-hal yang menyenangkan hatinya. Sore harinya saya mengajak anak saya mengamati kupu-kupu yang beterbangan di semak-semak bambu dan megamati benda-benda kecil  di halaman lewat mikroskop. Spora yang menempel di daun pakis, tepung sari dan kepala putik bunga yang sedang mekar, serangga mikroskopis, hingga jamur yang tumbuh menempel di bulu ayam yang lepas dari kemoceng. “Wow! Such beautiful world!” seru anak saya yang besar. Sementara anak saya yang kecil tampak begidik dan tidak menyukainya.Beda minat, beda response. Yang besarpun akhirnya sibuk dengan mikroskop dan  mencoba mengamati berbagai benda lain lagi. Berkali kali ia membuka dan memakai kacamatanya untuk memastikan bahwa ia telah melihat dengan sebaik-baiknya. Read the rest of this entry

Agawe Sukaning Wong Len .

Standard

A Meaningful Life Approach In Happiness.

Ada banyak jalan bagi kita untuk mencapai kebahagiaan. Ada yang mencapai kebahagiaannya bila mampu memenuhi cita-citanya untuk mendapatkan jabatan tertentu. Ada yang bahagia karena berhasil membeli mobil mewah, rumah mewah, berhasil melakukan tour keliling dunia dan sebagainya. Namun ada juga yang bahagia jika hanya sekedar berhasil bisa makan hari ini.  Kebahagiaan memang sangat relatif.  Sesuatu yang sangat membahagiakan bagi seseorang, belum tentu membahagiakan bagi orang lain. Namun kebahagiaan adalah dambaan setiap orang, terlepas apa itu suka bangsanya, agamanya, tua-muda, besar-kecil, kaya-miskin, pria-wanita. Semua mencari kebahagiaan dalam hidupnya. Read the rest of this entry

Kunci Pintu Yang Sesuai.

Standard

Saya sedang  ngobrol dengan teman-teman saya pada suatu siang. Mulai urusan tanaman, kerjaan, makanan hingga ke obrolan rumah tangga. Agak seru juga. Bermula dari seorang teman yang bercerita tentang suaminya yang sangat baik dan penuh perhatian.  Kami mendengarkan dengan seksama. Suaminya selalu menempatkan istrinya di posisi pertama di atas dirinya sendiri. Menyerahkan penghasilannya sepenuhnya kepada dirinya. Dan istrinya hanya memberi jatah uang saku harian ke suaminya. Suaminya pun selalu memenuhi segala permintaannya. Kalaupun tidak, maka ia akan segera mengeluarkan senjata airmata. Nah, jika ia menangis, maka suaminya tidak akan tahan lagi. Suaminyapun segera membujuk dan memenuhi permintaannya. Dengan demikian ia merasa bahwa ia telah memilih suami yang sangat tepat. Read the rest of this entry

Happy Life In Simplicity.

Standard

Duduk di bawah pohon di tepi pantai Nusa Lembongan pada suatu siang. Seekor burung tekukur melintas terbang di depan saya dengan riangnya. Terbang rendah lalu mendarat dan berjingkat di tanah yang bertabur pasir. Seolah tak perduli akan kehadiran saya di dekatnya, tekukur itu sesekali mematuk sesuatu dipasir yang barangkali biji-bjian  yang tercecer. Berjalan lagi beberapa langkah, lalu berhenti. Terlihat sangat riang dan trengginas. Mencari sesuatu di pasir. Berjingkat kembali lalu terbang rendah dan hinggap kembali di  tonggak-tonggak batu yang dijadikan pagar tempat itu. Burung itu memandang ke arah laut lepas. Oohh..hidup yang damai!. Tak terlihat sedikitpun kekhawatirannya untuk mengarungi hidup. Padahal siapa tahu apa yang akan terjadi esok hari? Barangkali seekor burung Rajawali akan  datang memangsanya? Barangkali angin laut yang kencang akan menghempaskannya di batu karang yang keras dan terjal?  Tak sedikitpun ketakutan itu tercermin di wajahnya. Hanya kebahagiaan yang terpancarkan dari gerak tubuh dan bola mata kecilnya. Read the rest of this entry