Tag Archives: Ibu Bekerja

Tips Ibu Bekerja: Membuat Stock Lumpia Beku.

Standard
Tips Ibu Bekerja: Membuat Stock Lumpia Beku.

Sebagai seorang ibu, tak semua dari kita beruntung bisa mengurus anak-anak dengan exclusive di rumah. Banyak juga yang terpaksa harus bekerja meninggalkan anak di rumah. Pemecahannya, kebanyakan orang merekrut asistent rumah tangga yang handal untuk menangani urusan domestik termasuk memasak.

Tapi sayangnya hidup tak selalu semudah itu. Terkadang asistent rumah tanggapun tak ada. Atau kadang kadang masakan si Mbsk nggak cocok dengan selera anak anak dan suami.

Lalu bagaimana?.Ya…harus meras otak ya. Bikin sendiri masakan yang disukai anak-anak.

Dalam keadaan seperti itu, saya butuh hal hal yang cepat dan praktis. Salah satu yang bisa dilakukan adalah membuat makanan beku yang bisa disimpan beberapa hari dan siap dimasak lagi jika dibutuhkan.

Nah..bagaimana kalau kita membuat stock Lumpia? Ini makanan cukup mudah dibuat dan bisa kita simpan beberapa hari dalam kondisi beku. Bikinnya tentu di hari libur. Sabtu atau Minggu sehingga bisa dimanfaatkan saat hari kerja.

Kali ini saya membuat stock Lumpia hingga 70 buah. Lumayan banyak ya. Jika sekali menggoreng menghabiskan 15-20 lumpia, maka stock ini cukuplah buat nambah nambah lauk ataupun cemilan selama hari kerja.

Lumpia Udang.

Yang dibutuhkan adalah Kulit lumpia, dada ayam, udang , wortel, daun kucai / daun bawang, seledri, bawang bombai, bawang putih, garam , merica, gula, minyak wijen, kecap inggris, telor ayam. Sedikit minyak untuk menumis.

Cara membuatnya:

1/. Cuci dada ayam dan udang hingga bersih, lalu cincang halus.

2/. Siapkan bumbu rajang halus : bawang bombai, bawang putih, daun bawang /kucai, seledri. Parut wortel.

3/. Tumis ayam dan udang cincang dengan bumbu yang sudah disiapkan halus. Gunakan api kecil.

4/. Tambahkan garam, gula, merica halus, kecap inggris, minyak wijen. Aduk hingga matang lalu angkat buat isian lumpia.

5/. Bentangkan kulit lumpia. Isi dengan adonan ayam dan udang pada salah satu ujungnya, lalu lipat dan gulung.

6/. Rekatkan ujung kulit lumpia dengan telor kocok atau putih telor.

7/. Tata dalam box makanan dan masukan ke dalam Freezer.

Ambil sesuai dengan kebutuhan. Tinggal goreng saja. Biasanya stock segitu habis dalam 3 -4 hari.

Lumayan kan? Irit waktu dan irit pengeluaran.

Advertisements

Waktu Yang Lebih Berkwalitas Dengan Anak Saat Si “Mbak” Tidak Ada.

Standard

Saat para asistent rumah tangga pada mudik lebaran, banyak diantara kita merasa betapa melelahkannya hidup tanpa mereka. Apalagi bagi ibu rumah tangga yang juga sekaligus harus mencari nafkah untuk keluarga.

Bagaimana tidak? Bangun harus lebih pagi dari biasanya. Masak untuk menyiapkan sarapan pagi untuk anak-anak dan suami, menyiapkan keperluan  seragam dan keperluan sekolah lainnya, menyapu dan merapikan rumah. Lalu buru-buru harus merapikan diri sendiri dan sim salabim harus merubah penampilan agar terlihat lebih resmi. Cantik dan professional dengan pakaian kerja. Di perjalanan masih membuka lap-top untuk mengejar utang  pekerjaan yang tak sempat dikerjakan  hari sebelumnya. Sampai di kantor menghadapi berbagai masalah dan target serta dead line yang tak pernah mengenal kata mundur.

Sambil bekerja, juga harus memastikan anak-anak ada  yang menjemput/ditebengin agar bisa pulang dan makan siang dengan baik. Malam hari pulang kantor, mampir dulu di pasar memebli keperluan dapur dan bahan makanan, lalu masak lagi untuk makan malam keluarga. Habis makan, harus periksa PR anak-anak , lalu kembali lagi ke lap-top untuk memastikan agar tak ada utang pekerjaan kantor yang tertinggal. Atau melihat cucian dan setrikaan, baru bisa mandi dan membersihkan diri sendiri agar bisa beristirahat atau menemani suami.  Walah! Serba salah. Kalau ditinggal kerja,  pekerjaan rumah sulit beresnya. Kalau cuti  juga salah, ntar pekerjaan kantor tak beres . Tentu beresiko terhadap performance diri kita sendiri dan bahkan terkadang merugikan perusahaan juga.

Syukur kalau punya suami yang mau mengerti dan bisa diajak berbagi pekerjaan. Misalnya kita bisa minta tolong suami untuk membantu membereskan rumah atau mencuci pakaian. Kan lumayan  mengurangi rasa remuk di badan. Namun terkadang ada juga teman yang mengeluh suaminya tidak mau tahu urusan rumah. Ada pembantu atau tidak, maunya semua urusan rumah beres tapi ia sendiri tak mau membantu. Nah, itu apes namanya.

Namun terlepas dari semua rasa letih itu, sebenarnya kalau kita pikir-pikir banyak hal yang menyenangkan justru bisa kita nikmati lebih baik saat pembantu rumah tangga tidak ada.  Setidaknya saya merasakan itu.

Misalnya adalah saat mempersiapkan makanan di dapur. Anak-anak saya yang biasanya hanya di kamar bermain atau membaca, semuanya pada ikut ke dapur. “Mau memasak!” kata anak saya yang besar dengan yakin, sementara yang kecil bermain dengan kucingnya di depan dapur. Iapun ikut menentukan masakan yang akan dimasak  malam itu. Mau membantu membersihkan dan memotong sayuran, memarut keju, mengocok telor di mangkok, belajar  memasak nasi dengan rice cooker dan sebagainya hingga membereskan piring kotor di meja makan. Semangat makannya meningkat. Anehnya, si kecil yang biasanya sulit makanpun ikut makan dengan lebih lahap. Anak-anak sangat senang dan memuji masakan mamanya. Iapun merasa bangga karena ikut terlibat dalam membuat masakan yang dianggapnya ‘sangat enak’ itu.

Berikutnya adalah saat mengisi waktu luang di sela-sela kesibukan rumah. Karena sepi, anak-anak jadi lebih sering berada di dekat kita. Ke ruang depan ikut. Ke halaman belakang ikut.  Juga ikut berbaring di tempat tidur dan minta kita mengulang-ulang dongeng yang lucu yang pernah kita ceritakan sebelumnya.  Senang membuatnya lebih banyak tertawa terbahak-bahak dan memeluk serta menghadiahkan ciuman untuk kita. Saya merasa kwalitas waktu saya bersama mereka jauh lebih baik dibandingkan biasanya. Karena kalau ada ‘Mbak’, selain meminta tolong kepada kita, anak-anak juga terdang meminta pertolongan Mbaknya. Sisi baiknya, kalau Mbaknya tidak ada, otomatis anak-anak hanya akan berada di dekat kita.  Terus terang saya merasa kwalitas waktu saya bersama anak-anak jadi membaik, walaupun dari segi kwantitas tetap sedikit.

Selain itu, dengan tidak adanya si ‘Mbak’ kita juga bisa manfaatkan untuk mengajak anak kita agar lebih mandiri, lebih bertanggungjawab dan lebih bertoleransi  dan rajin membantu orangtuanya yang sibuk. Hal yang positif untuk menemaninya bertumbuh.

Sekali-sekali hidup tanpa pembantu rumah tangga sungguh merupakan hal yang baik.  Tidak hanya bagi anak-anak, bagi kita sendiripun sebenarnya juga lebih baik. Kita menjadi semakin dekat dengan keluarga, semakin cepat berpikir mencari cara praktis dan cepat untuk mengerjakan beberapa tugas rumah maupun kantor sekaligus, belajar memberi prioritas pada setiap pekerjaan. Mana yang penting, mana yang kurang penting. Mana yang harus mana yang boleh belakangan. Dan bahkan juga bisa sekaligus kesempatan untuk memeriksa isi dapur, lemari piring dan sebagainya yang sebelumnya mungkin terlewatkan.

Saya sangat terkesan ketika tiba-tiba anak saya berkata “ Mam, ini namanya keluarga inti ya Ma? Cuma kita saja. Tidak ada Mbak, tidak ada yang lain-lainnya. Hanya Papa, Mama, dan dua anak .Sangat menyenangkan!” Kata anak saya. Saya tertawa. Tentu ia ingat tentang pelajaran sekolahnya saat di kelas satu tentang keluarga. Wah, ternyata anak saya menikmatinya. Itulah sisi positivenya.

Memilih & Merekrut Baby Sitter….Tips Bagi Ibu Bekerja

Standard

Setelah  3 bulan di rumah selama cuti melahirkan, saatnya kita kembali ke kantor guna menjalankan tugas kita sehari-hari. Kebanyakan ibu merasakan berat untuk meninggalkan si kecil di rumah, namun apa boleh buat,  biaya hidup yang semakin meningkat membuat kita terpaksa harus mengambil keputusan yang sama sekali tidak menyenangkan ini. Pilihan untuk mengasuh si kecil akhirnya jatuh kepada Ibu, Ibu Mertua, keluarga yang lain kalau ada, dan apabila tidak memungkinkan mendapatkan bantuan mereka,  yaa  mungkin terpaksa harus mengambil pilihan mempercayakannya pada Baby Sitter.

Pertanyaan yang paling sering diajukan kepada saya oleh rekan-rekan yang belakangan mengalami masa ini adalah, bagaimana caranya kita memilih & memperlakukan Baby Sitter agar mendapatkankan yang terbaik bagi anak kita. Berikut adalah beberapa tips yang ingin saya share, barangkali ada gunanya.

1. Mencari Yayasan Yang Bagus.

Untuk mendapatkan Baby Sitter yang baik tentu kita harus mencari Yayasan Penyedia Jasa Baby Sitter yang baik dan bisa dipercaya terlebih dahulu.  Cara terbaik adalah dengan mencari informasi dari teman-teman wanita, kakak, keluarga yang telah berpengalaman menggunakan jasa Yayasan. Yayasan yang bagus tidak selalu ditandakan oleh mahalnya fee yang diterima. Tanyakanlah tingkat kepuasan mereka  akan kinerja Baby Sitter yang pernah bekerja dengannya. Yayasan yang bagus tentunya menyalurkan para Baby Sitter dengan standard kwalitas yang baik, yang memiliki kinerja yang baik, paham akan cara perawatan bayi yang benar dan memiliki etos kerja yang baik serta sopan santun yang tinggi. Jangan lupa meminta  alamat & nomer telponnya. Dengan cara mengumpulkan informasi dari berbagai sumber ini, maka tentunya kita akan mendapatkan pilihan beberapa Yayasan. Dari sini kita kemudian perlu memilah dan memilih serta meranking Yayasan mana yang akan kita datangi untuk mencari informasi langsung.

2. Mengunjungi Yayasan –Yayasan Yang Direkomendasikan.

Kunjungilah  2-3 Yayasan penyedia Baby Sitter yang terbaik menurut kita berdasarkan informasi sebelumnya  untuk mendapatkan informasi yang lebih detail lagi dari yayasan yang bersangkutan mengenai jasa pelayanan mereka. Jelaskanlah bahwa kedatangan kita ini baru  dalam tahap mendapatkan informasi. Tidak usah merasa malu bila kita kemudian tidak jadi mengadakan kontrak dengan mereka.  Semua ini kita lakukan demi mendapatkan yang terbaik. Biasanya yayasan akan memberikan kita informasi detail mengenai  hak & kewajiban baby sitter serta yayasan, cakupan kerjanya, jam kerja, hak cuti, seragam, dsb hingga hal detail mengenai hak & kewajiban kita sebagai pengguna jasa serta biaya ( mis: administration fee,  monthly fee, biaya kalau ada lembur, THR, infal, pengobatan dsb). Selain hak & kewajiban yang dijelaskan oleh yayasan, dengan mengunjungi beberapa kantor yayasan kita jadi tahu lokasi  kantor yayasan ini (jaga-jaga bila terjadi apa-apa), dan juga bisa membandingkan cost yang harus kita keluarkan untuk pelayanan Baby Sitter ini.  Dengan membandingkan beberapa yayasan secara langsung, diharapkan kemudian kita bisa mengambil keputusan  untuk manjalin kerjasama dengan yayasan yang terbaik.

Catatan: Fee untuk  Baby Sitter sangat bervariasi tergantung antara lain dari 1) standard rate dari yayasan, 2) pelatihan & training yang diterima, 3) jam terbang dari Baby Sitter yang bersangkutan 4) pasaran  fee Baby Sitter di lokasi yayasan tersebut.

3. Merekrut  Baby Sitter.

Baby Sitter merupakan tenaga kerja terlatih yang umumnya mendapatkan pelatihan perawatan bayi & anak dalam jangka waktu tertentu oleh pihak yayasan. Pastikanlah hal ini kepada yayasan, karena jika Baby Sitter yang kita pilih belum memiliki ketrampilan ini, maka tidak ada gunanya kita membayar lebih mahal untuk tenaga yang sama tak terdidiknya dengan pembantu rumah tangga biasa. Mintalah waktu kepada yayasan untuk bertemu muka dan melakukan wawancara dengan Baby Sitter.

a. Penampilan Fisik & Kesehatan.

Pada saat bertemu dengan Baby Sitter yang diperkenalkan oleh yayasan, kita perlu memberi perhatian terhadap fisik dari Baby Sitter dari ujung kaki ke ujung rambutnya. Pilih Baby Sitter yang berpenampilan bersih dan tidak jorok. Perhatikan  cara ia menata rambutnya, kebersihan badan dan jemarinya. Pastikan ia tidak mengalami gangguan bau badan, karena ia akan menggendong bayi kita setiap saat kita tidak di rumah. Tidak masalah mengenai warna kulit,  yang penting bersih dan rapi. Kuku harus dipotong pendek & rapi. Bila perlu tanyakan riwayat kesehatannya. Saya pernah mendengarkan kisah seorang teman yang bayinya tertular penyakit TBC oleh sang Baby Sitter. Kita juga perlu hati-hati, namun bukan berarti kita sebagai ibu harus berlebihan dalam menghadapi masalah ini.

b. Tingkah Laku & Air Muka.

Selain penampilan fisik, yang perlu kita perhatikan juga adalah tingkah laku dan air muka sang Baby Sitter. Dari sini kita bisa melihat tingkat kesabaran Baby Sitter nantinya jika menangani bayi kita. Pilih Baby Sitter yang air mukanya terlihat baik, pandangan matanya tenang dan tidak gelisah serta tingkah lakunya yang sopan, namun terlikat cekatan & gesit. Dengarkan suara hati kita dalam menilai Baby Sitter, karena sering terbukti kebenarannya. Kalau rasanya tidak sreg sejak awal, lebih baik jangan direkrut. Intuisi seorang ibu sering benar. Seperti halnya karyawan di bidang lain, Baby Sitterpun manusia biasa yang juga memiliki wataknya masing-masing. Ada yang periang dan ramah, ada yang  pendiam. Ada yang disiplin dan sangat teliti, ada yang teledor. Ada yang sabar, ada yang kurang sabar dsb. Idealnya sih kita mendapatkan Baby Sitter dengan watak dan sifat yang sempurna. Namun karena tidak ada manusia yang sempurna dan watak Baby Sitter ini bermacam-macam, maka kita harus menyadari kita tak bisa menuntut Baby Sitter agar memiliki watak sempurna seperti yang kita inginkan (kita sendiripun belum tentu memiliki sifat yang sempurna), maka yang perlu kita utamakan adalah menyesuaikan sifat-sifat  Baby Sitter itu untuk kebutuhan  umur/tahap pertumbuhan bayi kita, misalnya:

–          Untuk Bayi 0 –  6/9 bulan : Pada umur ini merawat bayi sebenarnya belum terlalu sulit, karena bayi masih belum banyak beraktifitas selain tidur & menyusu, atau sedikit makanan tambahan apabila ibu mengalami kekurangan air susu dan tidak bisa memberi ASI eksklusif. Jika bayi di umur ini kita tinggal ke kantor, maka yang diperlukan adalah Baby Sitter yang trampil, berpengalaman dan displin. Karena yang kita butuhkan pada saat bayi kita di umur ini adalah bagaimana caranya agar semua hal yang berkaitan dengan kesehatan & pertumbuhan bayi terjaga dengan baik  (kebersihan peralatan minum/makan, makan/minum jangan sampai telat, memberi obat dilakukan dengan hati-hati apabila saat bayi kita sakit kita  terpaksa  ada di kantor , mandi, makan, tidur dengan teratur dan tepat waktu.

–          Untuk Bayi 9-24 bulan: saat ini bayi kita mulai belajar bicara, merangkak, berjalan dan melakukan eksplorasi, dsb. Ini adalah saat-saat yang sangat melelahkan bagi Baby Sitter, tertama saat harus menitah nitah bayi yangmulai belajar berjalan. Yang diperlukan adalah Baby Sitter yang memiliki kesabaran tinggi pada anak-anak. Baby Sitter yang banyak mengajak bayi kita berbicara akan membuat bayi kita cepat pandai bicara. Baby Sitter yang rajin memberi cerita pada bayi akan membuat bayi cepat memiliki pengetahuan.Demikian juga Baby Sitter yang rajin membantu bayi belajar berjalan, akan membuat bayi kita cepat pandai berjalan. Tentu saja iapun tetap harus memiliki ketelitian dan kedisiplinan yang cukup baik juga.

–          Untuk Anak 24 bulan ke atas dimana pada saat ini anak-anak sudah mulai bersosialisasi, meningkatkan ketrampilannya dengan cara mengeksplorasi sekitarnya, bergaul dan mengenal media ilmu pengetahuan, Baby Sitter  diumur ini juga perlu yang ramah dan berbudi pekerti yang baik, namun tetap displin. Kadang kadang di umur ini bayi/anak pun sering susah makan, karena perhatiaannya focus pada hal hal lain(misalnya mainan). Baby Sitter yang pintar membujuk diperlukan di usia ini.

c. Pengetahuan & Ketrampilan.

Pengetahuan & Ketrampilan, berkaitan dengan training yang didapatkan dari yayasan, jam terbang,  serta kecerdasan sang Baby Sitter.  Semakin kecil bayi, semakin tinggi tingkat pengetahuan & ketrampilan  Baby Sitter yang dibutuhkan. Itu sebabnya banyak yayasan yang menyediakan Baby Sitter rendah pengalaman dengan fee lebih murah untuk mengasuh bayi yang sudah lebih besar/anak. Ada baiknya kita mengajukan beberapa pertanyaan kepada Baby Sitter untuk memastikan bahwa ia memiliki pengetahuan & ketrampilan dalam merawat bayi, terutama kalau tujuan kita mencari Baby Sitter adalah untuk  merawat bayi yang belum lama lahir.

Namun diluar itu, sebenarnya pada faktanya seringkali juga kita menemukan Baby Sitter dengan jam terbang yang tinggi justru mulai ogah-ogahan kerja, mulai terlalu membanding-bandingkan kita dengan bosnya yang lama, mulai banyak menutut, mulai terlalu banyak  menggunakan waktunya untuk ber handphone atau berblack berry-an sehingga tidak focus pada kerjaaanya. Sebaliknya Baby Sitter yang baru, yang masih polos dan belumbanyak gaul justru lebih semangat bekerja karena belum punya Hp/BB. Selain itu Baby Sitter yang baru keluar dari pendidikan biasanya masih lebih ingat akan step-step perawatan bayi yang benar dibandingkan dengan yang sudah lama.

4. Mengambil Keputusan & Menanda Tangani Perjanjian Dengan Yayasan

Setelah kita yakin akan pilhan kita dan setuju akan fee-nya ( baik administrasi, bulanan dll), maka pelajarilah perjanjian sekali lagi. Pastikan isinya tidak ada yang memberatkan kita di kemudian hari. Tanyakan kembali jika ada hal-hal yang tidak jelas. Catat alamat rumah asal/kampung  sang Baby Sitter, nomor yang bisa dihubungi di kampungnya dan  akan lebih baik lagi apabila ia dibekali dengan KTP.

5. Baby Sitter Di Rumah.

Hal yang penting dilakukan sebelum menjemput Baby Sitter untuk tinggal di rumah kita adalah mempersiapkan tempat istirahat yang layak. Perlakukanlah Baby Sitter  dengan baik, adil dan manusiawi karena hal-hal baik yang kita lakukan terhadapnya umumnya akan kembali kepada kita juga dalam bentuk perlakuan yang baik dan benar terhadap bayi kita. Sebagian besar Baby Sitter yang kita temui sebenarnya baik dan professional.  Mungkin ada 1 – 2 yang pernah kita dengar melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan, namun itu sangat jarang. Jaga selalu hubungan baik dengannya dan terus tingkatkan komunikasi untuk menghindari kesalahpaman, bagaimanapun juga ia adalah orang yang mewakili kita dalam merawat & mendampingi anak saat kita tidak ada di rumah.

Sampaikan peraturan-peraturan yang berlaku di rumah sejak awal (misalnya penggunaan handphone, pemeliharaan kuku, kebersihan badan, jam kerja & jam istirahat, pergaulan dengan karyawati lain di rumah, kunjungan saudara/pacar, dsb) untuk menghindarkan hal-hal yang tak diinginkan di kemudian hari. Jelaskan juga tugas & tanggungjawabnya kembali.

Apabila kita tidak puas dengan kinerja Baby Sitter umumnya yayasan membolehkan penggantian  Baby Sitter  max sekian kali (misalnya 3x – atau di yayasan lain mungkin 2 x atau ada juga yang 4x dsb) tanpa harus membayar kembali administration fee.