Tag Archives: Jeruk

Jeruk Kalamansi.

Standard
Jeruk Kalamansi.

Suatu ketika saya datang ke pameran di JCC yang memajang hasil-hasil bumi dan olahan dari setiap propinsi di Indonesia. Salah satunya adalah Sirup Jeruk Kalamansi, kalau tidak salah dari Bengkulu. Tertarik saya untuk membeli, karena baru pertama kali mendengar nama Jeruk Kalamansi.

Setelah sampai di rumah dan mencicipinya barulah saya sadar bahwa Jeruk Kalamansi itu sama dengan Jeruk Kasturi atau Jeruk Sonkit. Ooh…kalau begitu saya punya dong pohonnya di halaman. Dan saat ini sedang berbuah. Lumayan banyak. Walaupun sudah mulai berkurang buahnya karena saya petikin hampir setiap hari.

Jeruk Kalamansi (Citrofortunella microcarpa), memang menarik untuk ditanam di halaman. Buahnya kecil-kecil dengan diameter tidak lebih dari diameter uang logam. Walau demikian 1 butir jeruk ini cukup untuk membuat segelas air jeruk.

Lumayan banget pas hujan hujan pengen minum sesuatu yang hangat.

Jeruk Kesturi.

Standard

20150118_075839Seorang kakek tua mendorong gerobak berisi bibit tanaman melintas di depan rumah. Saya memberinya tanda untuk berhenti, karena tertarik untuk membeli bibit Jeruk Purut.  Beberapa waktu yang lalu, pohon Jeruk Purut saya mati dimakan rayap. Jadi saya ingin menggantinya dengan tanaman Jeruk Purut baru. Setelah memilih dan menawar, akhirnya saya memutuskan membeli sebatang.  Saat itu mata saya tertarik pada sebatang pohon Jeruk lain. Buahnya kecil-kecil. Mirip jeruk yang dijadikan hiasan saat perayaan Sin Cia.

Ini namanya Jeruk Kesturi. Ada juga yang bilang Songkit. Mau Neng?” tanya kakek itu sekalian menawarkan. Saya berpikir sejenak. Jeruk itu mulai kelihatan berbuah. Kecil-kecil. Banyak juga buahnya. “Bisa dimakan?“tanya saya. “Bisa.Tapi asem” katanya. Saya bimbang.”Lalu buat apa ditanam kalau asem?” tanya saya. “Buat jeruk peras. Kalau nggak, buat nyambel” katanya.

Akhirnya saya memutuskan untuk membelinya sebatang. Belum terpikir untuk apa dan mau ditanam di sebelah mana. Akhirnya saya letakkan saja dulu di tepi kolam. Saya pikir walaupun tidak dikonsumsi, tapi kelihatannya pohon jeruk ini cantik juga jika sedang berbuah. “Buat hiasan” pikir saya.

20150325_061915Pohon Jeruk Kesturi saya berbuah banyak dan kulit buahnya sedikit-sedikit mulai berubah kekuningan. Saya sangat senang melihatnya. Namun sayangnya, suatu pagi saya menyadari kalau buah jeruk itu menghilang satu per satu. Makin hari makin berkurang jumlahnya. Kelihatannya ada yang memetik setiap hari. Saya tidak tahu siapa yang sangat kreatif melakukannya. Saya tanya orang rumah, tidak ada yang tahu.

Karena posisinya di depan, tentu saja banyak orang lalu lalang. Selain itu ada banyak juga anak-anak kecil yang bermain ke halaman rumah saya untuk melihat kolam, menonton ikan dan kura-kura. Apa barangkali mereka memetik buahnya dan menjadikannya mainan? Barangkali mereka tertarik melihat buah jeruk yang mungil sebesar kelerang itu.  Saya tidak tahu persis, belum tentu juga mereka yang memetik buah jeruk itu. Saya hanya pernah memergoki mereka sedang memetiki bunga teratai saya dan menjadikannya mainan. Ya sudahlah. Namanya juga anak-anak.

Tapi lama-lama pohon Jeruk yang tadinya berbuah lebat itu, sekarang buahnya tinggal sedikit. Bisa dihitung jari.

Jeruk KesturiMelihat itu, saya jadi ingin mencoba Jeruk itu sebuah. Fuahh!! Kecutnya. Tapi kemudian saya menyadari, barangkali buah Jeruk yang kecil ini memang sangat pekat kandungannya. walaupun sudah kuning,namun asemnya bukan main.  Akhirnya saya coba peras sebuah dan Saya seduh dengan air panas secangkir dan tambahkan sedikit gula. Ternyata segar dan enak sekali. Rasa jeruknya sangat terasa.

Saya pikir, normalnya untuk membuat air jeruk dengan rasa sesegar ini, setidaknya saya membutuhkan sekitar 3-4 buah jeruk Siam biasa.  Tapi kali ini saya bisa membuatnya hanya dengan menggunakan satu buah jeruk Kesturi yang berukuran sangat mini ini. Diameternya tidak lebih dari diameter uang logam, tapi konsentrasinya memang luar biasa. Wah! Saya takjub. Sungguh buah jeruk ini layak disebut Jeruk konsentrat! Jeruk dengan konsentrasi tinggi.

Karena tidak mau rugi, akhirnya saya petik lagi buah jeruk itu sebelum keburu dipetik orang lain. Sebuah setiap pagi. Sampai buahnya benar-benar habis. Sungguh saya merasa beruntung membelinya.

 

Citrus Scent – Energizing and Up-lift The Spirit..

Standard

Natural Fragrance, Potpourri & Aroma –Therapy.

Semua orang menyukai fragrance. Termasuk saya. Fragrance mengantarkan emosi  dan sensasi yang mendalam kedalam diri kita. Fragrance tertentu, membuat kita merasakan sensasi kesegaran pagi yang membangkitkan semangat untuk menyongsong hari; sementara jenis fragrance yang lain membuat kita merasakan kehangatan dan gairah percintaan yang menggelora. Fragrance juga memiliki tone yang berubah-ubah, yang dikenal dengan istilah umum sebagai; Top Note-Middle Note-Bottom Note. Contohnya saat pertama kita cium dari botol, mungkin tercium wangi segar mirip wangi jeruk (top note), yang beberapa detik  kemudian berubah lembut mirip wangi  bunga mawar (middle note) dan akhirnya meninggalkan wangi manis vanilla yang berkepanjangan (bottom note). Berbeda-beda untuk setiap fragrance. Read the rest of this entry