Tag Archives: Kofukuji

Sehari di Kota Nara, Bisa Lihat Apa Saja?

Standard

Kota Nara, terkenal sebagai kota tua dengan banyak sekali memiliki peninggalan sejarah peradaban Jepang, terutama kuil-kuil Budhist.

Saking banyaknya tempat tempat menarik yang bisa dikunjungi di Nara, sesungguhnya kunjungan sehari ke kota ini tidaklah cukup untuk melihat semuanya. Jadi kita harus memilih yang mana yang memungkinkan kita kunjungi dalam sehari.

Kami memilih Nara Park dan area sekitarnya (area yang berwana hijau di peta di atas) untuk kami kunjungi dalam sehari. Karena menurut Nara Sightseeing Map yang saya dapatkan Kintetsu – Nara Station Tourist Information Center, ada cukup banyak tempat menarik dengan lokasi yang berdekatan di tempat itu.

Kami berangkat dari Osaka sekitar jam 9 pagi dan tiba di Kintetsu Station di Nara setengah jamnya kemudian. Lalu apa saja yang bisa kami lihat dalam sehari di Nara?:

1/. Kofukuji Temple.

Kofukuji Temple adalah sebuah kompleks Kuil Budha yang luas yang terdiri atas beberapa bangunan antara lain sebuah Pagoda bertumpang lima yang merupakan simbol dari kota Nara. Dibangun di abad ke 7. walaupun pernah direkonstruksi beberapa kali misalnya pada tahun 1426.

2/. Taman Rusa.

Ada beberapa tempat di Nara Park ini yang dipenuhi dengan rusa. Mulai dari sekitar Kofukuji Temple , tak jauh dari Nara National Museum hingga sekitar Todaiji Temple.

3/. Yoshikien Garden.

Taman cantik yang dulunya merupakan cabang dari Kofukuji Temple ini menyajikan pemandangan taman khas jepang dengan memasukkan unsur kolam, bunga Azalea, Pinus Jepang , kerikil dan lumut.

4/. Todaiji Temple.

Ini adalah kuil yang samgat terkenal di mana ditempatkan sebuah patung Budha Vairocana yang sangat besar yang dikenal dengan Daibutsu (Great Budha).

5/. Nandaimon.

Nandaimon adalah Gerbang Selatan dari Todaiji Hall yang ukurannya sangat luar biasa. Dan merupakan gerbang terbesar yang ada di Jepang.

Sebenarnya masih banyak sekali yang belum sempat kami kunjungi di Nara, seperti misalnya Kasuga Taisha Shrine yang lokasinya sebenarnya masih di sekitar Nara Park juga, tapi karena keburu sore ksmi tak sempat mampir.

Lalu ada Isuien Garden, Heijo Palace, The Garden of Kasuga, Taisha Shrine, Nara City Museum of Art, Toshodaiji Temple, Yakushiji Temple, Naramachi Traditional Townhouse, Gongoji Temple, Nara National Museum, Narakogei-kan Craft Museum. Sugioka Kason Calligraphy Museum, Naramachi Toy Museum, dan sebagainya masih banyak lagi.

Kelihatannya perlu tinggal beberapa hari agar bisa melihat berbagai tempat menarik di kota tua ini.

Mengunjungi Kofukuji Temple di Nara.

Standard

Hari ke dua di kota Osaka, saya bangun agak kesiangan, karena kelelahan akibat kemarinnya seharian menghabiskan waktu di Universal Studio hingga malam. Padahal keponakan saya sudah mewanti wanti kami akan berangkat pagi-pagi ke Nara. Takut keburu hujan.

Setelah bergegas mandi berangkatlah kami semua dengan menumpang kereta ke Stasiun Kintetsu. Perjalanan menuju ke Nara dari Osaka kurang lebih setengah jam. Sungguh beruntung, rupanya lokasi Kofukuji Temple itu tidak terlalu jauh dari Stasiun. Cukup berjalan kaki saja, sekitar 15 menit sampai deh.

Kofukuji Temple ini rupanya cukup kompleks. Saya lihat ada beberapa bangunan.

Kofukuji Temple di Nara.

Tapi kayaknya bangunan utananya adalah Pagoda tingkat 5, yang menurut saya terligat sangat mirip dengan Meru Tumpang Lima di Bali. Belakamgan saya baru tahu jika Pagoda ini rupanya dijadikan lsmbang kota Nara. Pantesan saja di beberapa tempat di luar temple ini juga banyak dijajakan souvenir dengan bentuk Pagoda tumpang lima ini.

Di sebelahnya terdapat bangunan Balai Timur.

Lalu di sebelah utaranya terdapat lagi bangunan besar berwarna merah yang dusebut Central Golden Hall. Saya sendiri sih tidak masuk ke area ini.

Lalu, sebenarnya di dekat pintu masuk tadi, saya lihat ada juga sebuah bangunan oktagonal yang disebut dengan Octagonal Hall.

Saya sendiri ikut membersihkan diri dan memanjatkan doa di kuil Octagonal itu.

Menurut cerita , kuil Budha ini usianya sudah sangat tua. Dibangun pada tahun 710 masehi oleh kelyarga Fujiwara dan pernah berkali kali rusak dan dibangun kembali. Dan termasuk sebagai salah satu kuil yang utama. Luar biasa !.