Tag Archives: Kucing Liar

Welcome, Persia…

Standard

Pulang kantor saya melihat anak saya  bermain di teras depan. Agak mengherankan. Pertama karena hari sudah malam. Seharusnya ia ada di kamar mengerjakan PR atau belajar.  Kedua karena tidak biasanya ia seperti itu.  Ada apa? Saya mendekat. Ooh, rupanya ia sedang menunggui seekor kucing kecil yang diletakkannya di dalam keranjang. “Mama, kita  punya kucing baru” kata anak saya. Waaww! Tambah heran saya.  Kucing baru? Berarti mulai sekarang kami akan memiliki dua ekor kucing. Bagaimana bisa? Darimana ia  mendapatkan  kucing? Apakah ayahnya sudah setuju? Mengingat suami saya sama sekali tidak menyukai kucing. Satu kucing saja sudah membuatnya bete,apalagi dua ekor kucing. Read the rest of this entry

Cinta Yang Harus Diperjuangkan…

Standard

Ini kisah tentang La Kitty. Kucing jantan kesayangan anak saya. Ssebelumnya ia adalah seekor anak kucing liar.  Sejak kami adopsi saat masih sangat belia, La Kitty akhirnya tumbuh menjadi seekor kucing rumah yang baik dan sopan.  Saya masih ingat bagaimana ia mulai menarik hati anak saya untuk mengadopsinya. Bagaimana anak saya harus berjuang guna mendapatkan ijin ayahnya untuk mengadopsi La Kitty. Masalahnya, saya dan anak-anak saya adalah tergolong sebagai Ailurophiles (penyuka kucing), sedangkan suami saya adalah seorang Ailurophobes (pembenci kucing).  Memang sangat sulit untuk mencapai titik temunya. Namun dengan usahanya yang positive mengusir tikus yang sebelumnya banyak berkeliaran di halaman belakang rumah, akhirnya La Kitty berhasil memenangkan symphaty dan ijin suami saya untuk tetap tinggal di rumah. Read the rest of this entry

Anakku dan Kucingnya.

Standard
Anakku dan Kucingnya.

Anakku memiliki seekor kucing. La Kitty namanya. Nama pemberiannya, yang terdengar lucu di telinga. Ia mengadopsinya dari seekor kucing liar yang terlantar disebuah ruko atas ijin satpam penjaga. Karena sudah beberapa bulan tinggal bersama kami, La Kitty sekarang sudah berada di fase ‘domestikasi’ yang cukup baik sebagai kucing rumahan.  Tampilannya mulai jauh berubah, dari seekor kucing yang kurus kering, kotor dan liar menjadi lebih terawat dan bersih. Read the rest of this entry

La Kitty , Kucing Liar Yang Memenangkan Simpathy.

Standard

Ketika mampir di sebuah ruko, anak saya yang kecil ikut turun. Ternyata ia mengejar seekor anak kucing liar yang menawan hatinya. Ia merengek ingin membawa anak kucing itu pulang. Awalnya saya melarangnya. Mengingat bahwa suami saya sama sekali tidak suka kucing. Wah, saya bisa mendapatkan masalah jika mengabulkan permintaannya itu. Saya bilang tidak, pada anak saya. Kucing kecil itu terlihat kurus dan kotor. Saya lalu memeriksa kesehatannya sekilas sekedar ingin tahu. Karena anak saya terus merengek, akhirnya sayapun melunak juga. Read the rest of this entry

Mengadopsi Anak Kucing Liar..

Standard

Anak saya yang kecil sangat menyukai kucing. Terutama anak kucing. Tidak heran karena kucing memang selalu terlihat lucu dan menggemaskan. Tiap kali melihat kucing ia selalu minta agar bisa memilikinya.  Bahkan kalau melihat kucing liarpun ia ingin mengadopsinya untuk dipelihara di rumah. Namun sayang ayahnya kurang menyukai kucing. “Kucing sangat berisik!” itu selalu komentarnya tiap kali anaknya ribut ingin memelihara kucing. Ia lebih suka anaknya memelihara binatang peliharaan lain misalnya kelinci, kura-kura, burung dsb. Tapi bukan kucing!. Read the rest of this entry