Tag Archives: Kupu-Kupu Indonesia

Attacus Atlas Si Kupu – Kupu Barong.

Standard
Kupu-Kupu Barong

Kupu-Kupu Barong

Liburan. Saya menghabiskan waktu di Sukabumi. Tidak pergi ke mana-mana, selain  hanya melihat-lihat di halaman rumah. Di bagian halaman yang berkerikil, saya melihat ada benda coklat bergerak-gerak diterbangkan angin. Sepasang sayap Kupu-Kupu  Barong yang sudah mati. Wow! Lumayan besar juga. Walaupun tidak sebesar yang pernah saya lihat di masa kecil dulu di Bali. Tapi tetap besar. Bentangan sayapnya melebihi telapak tangan saya. Tapi badan dan kepalanya kemana ya? Tampaknya sudah dimangsa semut atau binatang lain. Sehingga yang tinggal hanya sayapnya saja. Itupun di bagian ujung kirinya juga sudah sobek. Mengenaskan sekali.

Saya memanggil anak saya yang kecil agar ia bisa ikut melihat ada ngengat raksasa yang bernama latin Attacus Atlas diterbangkan angin kehalaman rumah. Walaupun cuma sayapnya saja. Anak saya ikut mengamati-amati sayap itu. Warnanya coklat dengan design yang khas Kupu-Kupu Barong.  Segitiga putih berbatas hitam di keempat sayapnya. Sayap depannya melengkung kebelakang. Lalu ada corak mirip tali di tepi sayapnya.  “Namanya apa tadi? Kupu-Kupu Barong ya Ma?” Anak saya kelihatan tertarik. Saya mengambil kesempatan ini untuk bercerita tentang Kupu-Kupu Barong  yang mulai jarang terlihat itu kepadanya.

Kupu-kupu Barong alias Rama-rama (Attacus Atlas), sebenarnya bukanlah Kupu-Kupu (butterfly). Tapi ngengat. Ngengat raksasa (moth).  Lalu apa bedanya? Tampilannya serupa? Ya..memang serupa. Tapi sebenarnya berbeda.

Sayang sekali binatang ini tidak ada badan dan kepalanya. Jika ada, kita akan bisa melihat jika antenna binatang ini pendek, lebih lebar dan berbulu.. Itulah antena moth alias ngengat. Beda dengan antena Kupu-Kupu yang biasanya lebih panjang, tipis dan kadang melengkung ujungnya. Demikian juga tubuh ngengat biasanya lebih berbulu dibanding Kupu-Kupu.

Selain itu yang membedakan adalah, Ngengat biasanya lebih aktif pada malam hari .Sedangkan Kupu-Kupu lebih aktif pada siang hari. Dan  ada satu lagi kebiasaan Ngengat jika sedang hinggap, biasanya membentangkan sayapnya. Sedangkan kupu-kupu biasanya mengatupkan sayapnya. Walaupun tidak semua kupu-kupu begitu sih. Ada juga beberapa jenis yang suka membentangkan sayapnya berlama-lama. Tapi setidaknya, memberi indikasi awal, apakah yang sedang kita lihat itu Kupu-Kupu atau Ngengat.

Ulat Kupu-Kupu Barong ini tentu saja ukurannya juga cukup besar. Kalau di Bali disebut dengan nama Bijal. Warnanya hijau. kadang kadang ada warna putih di punggungnya.  Jaman dulu sering saya lihat hidup di tanaman anggur, tanaman Srikaya,ataupun tanaman jeruk.

Kupu-kupu Barong ini belakangan mulai jarang terlihat. Saya tidak tahu pasti penyebabnya.Tapi dugaan saya adalah karena penggunaan pestisida yang meningkat jauh dibanding tahun tahun sebelumnya. Terakhir saya melihat Kupu-Kupu Barong yang sedang terbang limbung di daerah perkebunan bunga dan tanaman hias di Batu, dekat Malang beberapa bulan yang lalu.

Semoga Kupu-Kupu  Barong ini tidak punah.

 

Great Blue Mormon Butterfly.

Standard

Blue Mormon 1Saya sedang duduk di halaman dan melihat ke pinggir halaman. Beberapa rumput liar ada yang mulai tumbuh agak tinggi. Belum sempat merapikannya. beberapa ekor kupu-kupu datang bertandang ke halaman. Saya hanya melihatnya sepintas. Belakangan ini sedang banyak kupu-kupu Delias terbang tinggi mengunjungi pohon mangga saya.  Walaupun cantik, merah putih kuning bergaris hitam, tapi karena kadang terbangnya terlalu ketinggian, jadinya tidak menarik lagi untuk diamati.

Sedang berpikir begitu, pandangan mata saya tertuju pada seekor Kupu-Kupu Great Mormon (Papilio memnon) jantan yang sedang hinggap di rumput liar di dekat pohon jeruk limau. Ia tampak diam. Istirahat dengan tenang. Saya tidak mengutak-utiknya, namun memperhatikan agak lama.Kupu-kupu itu sama sekali tidak bergerak. Mungkin ia tidur lelap. Saya memperhatikannya. Dari jenis yang sayapnya tidak berekor.

Blue Mormon 2Sekarang saya melihat kupu-kupu ini agak berbeda dari umumnya Kupu-kupu jenis yang sama. Warnanya yang biasanya hitam sedikit bersawang biru tua, kelihatannya malah didominasi warna biru yang lebih terang dan kuat. Hmm..menarik juga.

Saya belum pernah melihat Kupu-Kupu Great Mormon sebiru ini. Biasanya hitam legam atau hitam sedikit kebiruan. Apakah ini jenis yang berbeda? Jangan -jangan ini Blue Mormon jantan? Atau hanya variasi genetik dari Great Mormon? Garis-garisnya juga kelihatan lebih nyata terutama pada sayap belakangnya.

Takut kehilangan moment, sayapun ke dalam mengambil kamera. Sayangnya ketika baru berhasil menjepret 3 kali, Kupu-kupu itu terbangun lalu terbang tinggi menyeberang tembok dan tak kembali lagi…

Semoga lain kali ada jenis ini yang mampir lagi…

Kupu-Kupu Penghuni Padang Rumput Bintaro II.

Standard

Melanjutkan tulisan saya sebelumnya yang bertajuk Kupu-Kupu Penghuni Padang Rumput Bintaro bagian I,  saya  kembali menulis kupu-kupu yang saya temukan di area-area terbuka dan berumput dari Bintaro Jaya yang sudah dibebaskan namun belum sempat dibangun yang saya istilahkan dengan Padang Rumput. Pada bagian ke dua ini, kupu-kupu yang saya tuliskan adalah dari jenis yang lebih kecil ukurannya dari kupu-kupu yang saya sebutkan di bagian I.

1/. Kupu-Kupu Teluk.

Kupu Kupu Teluk -Agraulis vanillaeKupu-kupu yang dalam bahasa latin bernama Agraulis vanillae ini sebenarnya merupakan penghuni padang rumput Bintaro yang cukup menarik perhatian. Jumlahnya tidak banyak. Namun karena warnanya jingga sangat cemerlang ditimpa sinar matahari, maka keberadaannya terasa sangat menyolok mata. Kalau kita lihat terbang dari kejauhan, kadang-kadang kita bisa terkecoh dan menyangkanya sebagai Kupu-Kupu Junonia jingga yang memiliki warna serupa. namun setelah kita dekati, segera kita menyadari bahwa kupu-kupu ini memiliki ukuran yang lebih kecil dan berbeda dengan Junonia jingga (Junonia almana).

Selain tubuhnya dan bagian ujung sayap belakangnya yang berwarna hitam berbercak putih, keseluruhan kupu-kupu ini nyaris hanya terdiri atas warna jingga dan sedikit hitam  saja.  Sayap depannya memiliki ukuran yang signifikan lebih pajang dari sayap belakangnya.  Warnanya jingga dengan tepi garis berwarna hitam dan beberapa bercak yang terdiri atas empat kelompok juga berwarna hitam.

Sayap bagian belakang terlihat sangat artistik, karena adanya pita hitam dengan bulatan-bulatan putih mirip bando pada ujungnya. Sisanya berwarna jingga cerah dengan sedikit bercak bercak hitam.

Jenis kupu-kupu  ini terbang cepat di atas bunga-bunga rumput dan kurang ‘friendly’ jika didekati.  Buru-buru pergi. Menyukai bunga pukul delapan.

2/. Kupu-Kupu Ksatria Kelabu.

Dusky KnightKupu-kupu berwarna coklat debu ini berukuran sangat kecil. Saya pikir jika sayapnya dibentangkan tentu tidak akan melebihi 3 cm. Umum disebut dengan nama Dusky Knight Butterfly (Ypthima arctous).

Kupu-kupu ini memiliki warna yang sama, baik jika kita lihat dari atas mapun dari bawah. Sama saja. Coklat mirip abu pembakaran.  Sangat serupa dengan warna tanah dan warna rumput-rumpit yang mati.  terelbih dengan ukurannya yang kecil, agak sulit bagi kita untuk melihatnya. Kecuali pada saat kupu-kupu ini bergerak barulah mudah bagi kita untuk melihatnya.

Sayap depannya  memiliki sebuah bulatan besar mirip mata yang berwarna hitam dengan bingkai coklat kekuningan. Sedangkan sayap belakangnya memiliki masing masing dua  bulatan kecil berwarna sama dengan bulatan besar di sayap depannya.

Kupu-kupu ini paling hobby hinggap di bunga puteri malu dan bunga rumput lainnya yang kecil-kecil.

3/. Kupu-Kupu Biru Kecil.

Kupu Kupu Kecil Biru -Common Little Blue Butterfly1Kupu-kupu ini berukuran bahkan lebih kecil lagi dari Kupu-Kupu Ksatria Kelabu. Saya rasa mungkin tidak akan lebih dari 2.5 cm. Umum disebut dengan nama Common Little Blue Butterfly (Cupido minimus).

Secara umum warna kupu-kupu ini memang biru kelabu, dengan warna yang lebih biru pada pangkalnya,lalu dilanjutkan dengan lapisan warna kelabu dan diakhiri dengan garis tipis putih membingkai sayapnya.

Tidak ada bulatan-bulatan yang saya temukan pada sayapnya. hanya warna biru dan sedikit coretan dengan warna senada. Tubuhnya juga berwarna biru kelabu.

Kupu-kupu  ini menyukai bunga rumput yang mungil-mungil. Terbangnya zigzag di atas rerumputan.

Kupu-Kupu Penghuni Padang Rumput Bintaro I.

Standard

InsectsSeperti halnya wilayah lain yang sedang mengalami pembangunan,  Bintaro dan sekitarnya juga mengalami perubahan yang sangat pesat.  Cluster-cluster  perumahan bermunculan di sana-sini menggantikan lahan-lahan  yang dulunya merupakan tanah ataupun rumah penduduk setempat. Tentu saja saya tidak akan membahas mengenai masalah pembangunan di sini.

Karena saya adalah seorang pengagum keindahan alam, maka  saya akan bercerita tentang keindahan padang rumput  Bintaro. Hah?!? Bintaro memiliki padang rumput? Saya terbayang para sahabat pembaca tentu akan bertanya-tanya sejak kapan Bintaro mempunyai Padang Rumput?  Yap! Bintaro memiliki beberapa padang rumput kecil-kecil yang sifatnya sementara.  Terbentuk dari lahan-lahan penduduk yang sudah dibebaskan, tapi mungkin sudah diratakan, namun belum dibangun.  Beberapa ada juga yang belum diratakan. Jadi nanti, ketika lahan ini sudah dibangun menjadi  pertokoan, perkantoran maupun perumahan,  tentunya tak bisa lagi kita sebut sebagai padang rumput.

Jadi sebelum dibangun, saya suka melihat-lihat padang rumput ini dan menikmati bunga-bunga liar yang indah serta berbagai insekta yang terbang mencari makan ataupun hanya sekedar bermain-main di sana.

Saya mencatat jenis-jenis kupu-kupu yang ada dan sangat suka menuliskannya, sebagai catatan saya tentang  species yang pernah exist di wilayah ini di tahun 2013.

Junonia jingga.1.  Kupu- Kupu Junonia Jingga.

Kupu-kupu ini disebut juga dengan Kupu-kupu Merak Jingga, Peacock Pansy Butterfly (Junonia almana). Mengidentifikasi Kupu-kupu berukuran sedang ini tentu cukup mudah. Warna keseluruhan tampak atasnya yang jelas adalah orange (jingga) yang sangat terang.   memiliki masing-masing sebuah bulatan mirip mata di sayap depannya. Dan dua bulatan mata – satu besar dan satu kecil pada sayap belakangnya.

Mata yang besar di sayap belakang,  berwarna coklat bergradasi hitam dengan dikelilingi cincin  putih dan hitam yang mebuatnya terlihat sangat mengesankan. Selain bulatan mirip mata, sayap depan kupu-kupu ini memiliki design berupa 3 blok  tebal dan 2 garis tipis yang bergelombang berwarna coklat gelap.  Diluar itu, di tepian sayapnya, baik yang  depan maupun belakang memiliki  3 baris garis yang membentuk renda  berwarna coklat.

Kupu-kupu ini hobbynya terbang rendah di atas bunga-bunga rumput. Berhenti dengan mengembangkan sayapnya dengan cukup sempurna.  Ia senang mampir di bunga rumput pukul  delapan, bunga kacang-kacangan, puteri malu, maupun jenis bunga  rumput lainnya.

Tubuhnya sendiri berwarna coklat.

Kupu-kupu ini termasuk berukuran sedang, sekitar 4-5 cm jika sayapnya kita bentangkan.

2. Kupu-Kupu Junonia Biru.

Junonia BiruKupu-kupu berwarna biru ini masih sekeluarga dengan Kupu-Kupu Merak Jingga. Sering juga disebut dengan Kupu-Kupu Mata Biru , Blue Buckeye Butterfly, Blue Pansy  Butterly (Junonia orithya).  Sangat serupa dengan saudaranya Junonia almana, sepintas lalu Kupu-kupu ini terlihat didominasi oleh warna biru.

Tampak atas sayap depan kupu-kupu ini  berwarna hitam pangkalnya dengan ujung berwarna krem yang terang. Dihiasi dengan dua bulatan berwarna jingga dengan inti hitam mirip mata. Pinggir sayapnya dihiasi dengan 3 baris garis berwarna coklat  gelap.  Di dekat pangkal sayapnya terdapat dua goresan berwana jingga.

Sayap belakang kupu-kupu ini didominasi warna biru (kadang ungu) dengan usapan warna hitam pada pangkalnya. Ada dua bulatan masingmasing pada sayap belakang kiri dan kanannya. Satu bulatan penuh berwarna hitam. Dan satu bulatan lagi berwarna jingga dilapis hitam, dengan iti berwarna hitam dan putih. benar-benar mirip mata.

Bagian bawah sayapnya didominasi warna krem dengan corak berawna coklat pucat. Tubuhnya berwarna hitam.

Sama seperti saudaranya di atas, kupu-kupu ini juga sangat suka terbang rendah dan hinggap di bunga-bunga rerumputan.  Ia bahkan terkadang hinggap di atas rumput atau di tanah.

Ukurannya kurang lebih sama dengan yang jingga.  Walaupun sbeberapa kali saya  pernah juga melihat yang berukuran kerdil.

3. Kupu-Kupu Junonia Coklat.

Kupu Kupu Junonia CoklatKupu-kupu berwana coklat ini sudah pasti berkeluarga dengan dua Kupu-Kupu  merak di atas. Sering disebut dengan Common Buckeye Butterfly atau  Junonia coenia, karena memang paling banyak dijumpai di mana-mana.

Jika kita lihat dari atas dimana kupu-kupu ini membentangkan sayapnya lebar-lebar, maka yang kita tangkap adalah warna colat dengan ujung berwarna krem dan delapan  buah mata yang mencolok. Setiap sayap memiliki bulatan mata masing-masing dua buah. Lumayan banyak untuk menakut-nakuti musuh yang hendak menyerang.

Jika kita perhatikan sayap depanya – sangat serupa dengan Kupu-Kupu Junonia biru, hanya saja pangkalnya berwarna coklat dan bukan hitam.  Bulatan matanya juga serupa dan ada dua, hanya saja pada Kupu-Kupu ini, bulatan mata terlihat lebih sempurna. Dua goresan warna jingga juga menghiasi bagian depan daris ayap depan kupu-kupu ini. Dan tiga baris garis yang serupa juga dimilikinya di ujung sayap.

Sayap belakangnya juga demikian. Pangkalnya didominasi warna coklat dan memudar ke arah krem di ujungnya yang memiliki 3 baris garis. Lalu ada dua bulatan mata di masing-masing sayapnya yang sangat jelas. Tubuhnya berwarna hiatm kelabu.

Ukurannya sama dengan ke dua saudaranya di atas.