Tag Archives: lupa

Lupa.

Standard

Sebulan ini kesibukan saya agak meningkat. Pasalnya ada meeting penting yang harus kami jalani berturut turut selama 3 hari. Sementara minggu sebelumnya juga sangat banyak agenda, sehingga saya agak keteteran. Beberapa presentasi yg disiapkan team saya last minute belum sempat saya periksa.

Di tengah serunya meeting, seorang teman yg duduk di sebelah saya berkata” Bu, jangan lupa nanti kalau ibu sudah sempat, tolong periksain presentasi saya ya Bu. Mohon masukan kali-kali ada yang perlu direvisi, ditambahkan atau dikurangi”. Teman saya ini akan presentasi esok hari pukul 9 pagi.

Ya. Nanti malam ya. Setelah pulang kerja” jawab saya. Teman saya mengangguk setuju. Ya lah. Nanti saja. Sekarang kan lagi di tengah meeting. Tentu tak sopan jika saya mengoprek material lain di luar yang dididkusikan di meeting.

Sepulang kerja, saya makan, beresin sedikit urusan anak, rumah dan dapur, lalu mandi. Setelah itu barulah saya membuka laptop. Membuka email. Saya mau memeriksa presentasi teman saya. Tapi oh….ternyata belum masuk. “Mungkin dia sedang makan malam, jadi belum sempat ngirim ” pikir saya. Sementara menunggu email masuk, sayapun mengerjakan hal lain.

Beberapa saat kemudian saya check email lagi. Belum masuk juga. “Ooh…mungkin masih dikerjakan“, pikir saya. Saya menunggu dengan sabar.

Setelah 3 – 4 kali melihat dan tetap belum ada email yang masuk, lalu saya mengirim pesan kepada teman saya melalui Whatsap. Menanyakan kepadanya mengapa presentasinya belum dikirim?. Kalau belum dikirim bagaimana saya bisa menerima?😀 Dan jika belum saya terima bagaimana cara daya mereview?.😀😀

Teman saya tidak membalas WA saya. Saya tunggu beberapa saat, ternyata belum dibaca juga pesan saya. Waduuuh…jangan jangan dia sudah tidur. Saya baru nyadar ternyata ini sudah tengah malam. Lewat jam 12 malam.

Ah…mungkin saja ia masih memperbaiki presentasinya. Jadi belum sempat membaca pesan saya. Saya mencoba berpikir positive.

Beberapa saat kemudian, jarum jam di dinding melewati angka satu. Saya memeriksa email dan WA. Tak ada tanda tanda kalau teman saya itu masih terjaga, mengerjakan dan akan segera mengirimkan presentasinya ke saya. Ingin menelpon, tapi rasanya nggak sopan banget ya nelpon malam malam begini. Lagipula seandainya dia sudah tidur kan kasian juga dibangunin. Ah.. biarlah. Besok pagi tentu dia sudah membuka pesan di WA dan pasti akan mengirimkan filenya ke saya. Dua anak tang baik dan biasanya rajin.

Mendekati pukul setengah dua malam, akhirnya saya tinggal tidur.

Tapi saya percaya teman saya itu sudah mempersiapkan presentasinya dengan kualitas content yang baik. Dan ia juga sangat percaya diri membawakannya.

Esok paginya, usai mempersiapkan bekal makanan untuk anak saya, mandi dan sarapan saya membuka laptop saya lagi. Ngecheck barangkali email teman saya sudah masuk. Eh.. ternyata belum juga!. Waduuuh…bagaimana ini???.

Sambil mengunyah sarapan tiba tiba saya teringat….

Oooh, bukankah teman saya sudah memberikan file presentasinya kepada saya lewat flash disc? Dan saya sudah mengcopy-nya ke laptop saya? .

Astaga!!!!. Pantesan emailnya saya tunggu berjam-jam sampai begadang tiada kunjung tiba 😀😀😀.

Di mana kesalahannya ini???. Waduuuh… faktor U!!!.

**************

Faktor U alias faktor umur yang makin meningkat seringkali dijadikan kambing hitam atas berbagai kejadian yang berkaitan dengan lupa atau pikun.

Tapi sebenarnya jika mau mengakui, bahwa sebenarnya di luar faktor U juga ada masalah lain yang menjadi penyebabnya yang perlu diberikan perhatian dan diperbaiki ke depannya.

Seringkali itu berurusan dengan cara kita memberi perhatian terhadap apa yang kita lakukan setiap saat. Lupa disebabkan karena kita tidak meletakkan perhatian yang penuh terhadap apa yang kita kerjakan. Hanya sepintas lalu. Tidak sepenuh pikiran. Sehingga ingatan kitapun tak mampu menahan kejadian itu. Ia menguap dan berlalu begitu saja dengan cepat.

Itulah lupa. Saat memory tak bertahan lagi di sel-sel ingatan kita.

Saya tidak menaruh perhatian pada saat teman saya memberikan flash disc-nya ke saya, karena perhatian saya sedang tertuju penuh ke layar saat itu. Dan saat mengcopy filenya pun saya lakukan sambil pikiran saya sibuk dengan presentasi yang sedang berlangsung. Sehingga kejadian itu tidak terekam dengan baik dalam ingatan saya.

Itulah barangkali sebabnya, mengapa kita diminta agar selalu tetap fokus fokus dan fokus akan apapun yang sedang kita kerjakan. Sehingga kita selalu menyadari dengan baik apapun yang kita lakukan. Dan seterusnya memory kita bisa menyimpannya dengan baik.

Selamat pagi teman teman pembaca!.

Advertisements

TERASI

Standard

Awal tahun baru.Hari Selasa. Seorang teman saya baru balik dari pulang kampung di Cirebon. Seperti biasanya ia sangat rajin membawa oleh oleh. Semua orang kebagian. Termasuk saya sendiri. “Khusus untuk ibuibu yang suka memasak, oleholehnya terasi“katanya dengan wajah sumringah. Sayapun ikut tertawa sambil berterimakasih. 

Malam hari menjelang pulang dari kantor, buru-buru saya memasukkan terasi itu ke dalam tas. Takut kelupaan dan ketinggalan di kantor. 

Di jalan saya membuat rencana akhir pekan akan memasak Plecing Kangkung dengan sambel terasi udang Cirebon yang konon sangat sedap dan gurih karena masih asli dan traditional cara pembuatannya. Tapi rencana itu baru akan saya lakukan beberapa hari lagi ya. Sabtu atau Minggu lah. 

Nggak apa-apalah. Yang penting terasinya saya bawa  pulang dulu. 

******

Hari Kamis malam. Handphone saya bermasalah. Tiba-tiba ngadat. Nggak bisa dibuka sama sekali. Saya sangat sedih. Waduuh .. gimana ini ya?. Saya putuskan untuk membawanya ke tukang service hape di perjalanan pulang. Sepanjang perjalanan saya mencoba mencari counter service hape. Tapi yg banyak adanya counter penjualan hape. 

Akhirnya saya diberitahu untuk pergi ke Borobudur di Ciledug. Di lantai 3 isinya semua urusan jual beli dan service hape. Sayapun meluncur ke sana. 

Setiba di tempat parkir, saya bersiap untuk masuk. Saya tidak terlalu mengenal tempat ini. Saya pikir mungkin lebih baik jika laptopnya saya bawa saja. Karena saya tidak terlalu yakin keamanannya jika saya tinggal di dalam kendaraan. 

Untuk membantu meringankan beban di pundak, sayapun mengeluarkan barang barang lain yang kurang berharga dari dalam tas.  Mainya akan saya tinggal di kendaraan saja. Buku. Tas kosmetik. Parfum. Charger laptop. 

Ketika mengeluarkan benda-benda itu, tiba-tiba tercium bau yang kurang sedap.Waduuuh. Bau apa ini?. Saya curiga itu datangnya dari dalam tas saya. Jangan-jangan ada cicak mati 😧. Atau buah atau makanan busuk barangkali? .

Saya ubek-ubek tak kelihatan apa-apa. Kebetulan tempat parkirnya juga agak gelap. Terpaksa saya keluarkan dulu seluruh isi tas. Tentu nggak enak dong berbau busuk kalau berjalan- jalan ke pertokoan, melintas di depan banyak orang pula. 

Astagaaaa!!!!!Ternyata…terasi yang saya masukkan ke dalam tas beberapa hari yang lalu 😅. Lupa menurunkan.